
"Maaf kak atas ketidak nyamanan ini!" ucap karyawan toko yang merasa tidak enak dengan mereka.
"Tidak pa pa!" ucap Wilson sambil memegang keningnya yang berdarah itu.
"Biar aku obati dulu ya keningnya, biar darahnya nggak terus merembes!" ucap gadis itu dan Wilson hanya menganggukkan kepalanya.
Gadis itu pun mengajak Wilson ke sebuah bangku yang memang di siapkan untuk para pengunjung toko.
Karyawan toko pun menyerahkan kotak P3K, gadis itu pun segera mengambilnya dan mengeluarkan cairan antiseptik dan juga kapas untuk membersihkan luka di kening Wilson.
"Akan sedikit sakit, kamu tahan ya!" ucap gadis itu dan Wilson pun mengangguk.
Wilson terus mengamati wajah cantik gadis itu, lembut dan sangat hangat.
Sesekali gadis itu meniup kening Wilson yang terlihat kulitnya mengelupas.
Gadis itu pun melekatkan kain kasa dan juga hansaplas di sana.
"Sudah ...., gimana masih sakit?" tanya gadis itu sambil merapikan kembali kotak P3K itu.
"Sudah tidak sakit!" ucap Wilson sambil tersenyum menatap gadis itu.
Dia cantik sekali ...., batin Wilson.
"Terimakasih ya atas pertolongan nya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku kalau tidak ada kamu!" ucap gadis itu.
"Tidak pa pa, saya juga senang bisa menolong kamu!"
Gadis itu merogoh tasnya dan mengambil sebotol air mineral.
"Minumlah ....!" ucap gadis itu sambil menyodorkan botol itu pada Wilson.
"Terimakasih!" ucap Wilson dan segera meneguk air mineral itu.
"Oh iya ...., siapa nama kamu?" tanya gadis itu membuat Wilson menghentikan minumnya dan menatap gadis itu.
"Wilson!" ucap Wilson singkat.
"Kamu tidak ingin tahu siapa nama aku?" tanya gadis itu dan Wilson hanya mengangkat kedua alisnya.
"Baiklah pasti kamu juga ingin tahu, namaku Maira!"
Sebelum Wilson menjawabnya lagi tiba-tiba tangan Maira kembali terulur.
"Mana ponselmu!?" ucap Maira.
"Hehhh?" tanya Wilson tidak mengerti.
"Mana ponselmu!" pinta Maira lagi kali ini menengadahkan kedua tangannya.
Wilson pun terpaksa merogoh saku jasnya dan mengambil ponselnya. Maira dengan cepat mengambil ponsel Wilson dan mengetikkan sejumlah nomor pada ponsel Wilson kemudian melakukan panggilan pada nomor itu.
Tidak berapa lama, ponsel yang berada dalam tas Maira berbunyi.
"Sudah ....!" ucap Maira sambil menyerahkan kembali ponsel Wilson.
Apa-apaan ini ...., 'Maira Cantik' ...., batin Wilson saat melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Maaf nona, anda harus segera pulang, tuan besar menunggu anda!" ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Hehhhhh .....
Terdengar Maira menghela nafas beratnya.
"Baiklah, tunggu sebentar!" ucap Maira.
Maira pun beralih menatap Wilson.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya, hubungi aku ya, atau tunggu aku menghubungimu!" ucapnya sambil meninggalkan Wilson.
"Maira tunggu ....!" teriak Wilson saat Maira sudah hampir mencapai pintu keluar.
"Apa?"
"Botol kamu!" ucap Wilson sambil mengacungkan botol minum milik Maira.
"Bawa aja, nanti kembalikan saat kita bertemu lagi!" ucap Maira sambil berlalu dan keluar dari toko.
...****...
Tisya segera turun dari angkot, ia membayar seperti biasanya dan sedikit berlari menuju ke toko yang menjadi tempatnya janjian dengan Wilson.
Karena terburu buru lagi lagi membuatnya menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.
Brukkkkk
Karena terlalu keras membuat tubuh Tisya dan gadis yang di tabrak nya terpental.
"Aduhhhhh ....., kalau jalan hati hati dong!" keluh gadis itu sambil berusaha untuk bangun begitupun dengan Tisya.
"Maaf ...., tapi saya terburu buru!" ucap Tisya.
Tisya pun segera membantu gadis itu untuk bangun tapi saat ia melihat siapa yang di tabrak nya tanpa sengaja, membuat Tisya begitu terkejut dan tanpa sengaja melepaskan tangannya.
Bukkkkk
"Aughhhh ....., kau ini apa-apaan sih ....!" keluh gadis itu. Tapi Tisya segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya begitu terkejut.
"Kak Maira .....!"
Maira menatap tajam pada Tisya. Ia tampak begitu marah.
"Maaf-maaf kak ...., ayo aku bantu!" ucap Tisya sambil mengulurkan tangannya kembali.
"Tidak perlu ....!" ucap Maira sambil menepis tangan Tisya hingga membuat tangan Tisya terpental.
"Nona tidak pa pa?" tanya pengawalnya.
"Tidak! Ayo kita pergi dari sini!" ucap Maira saat ia sudah kembali berdiri sambil memegangi bokongnya yang sedikit nyeri karena terbentur di tanah.
"Kak tunggu, aku mau bicara sebentar sama kakak!" ucap Tisya.
"Nggak ada yang perlu di bicarakan!" ucap Maira berkeras.
"Ada kak, beri Tisya waktu sebentar!"
"Bukankah tadi kamu bilang jika terburu-buru, jadi jangan bicara denganku!" ucap Maira, ia pun segera menatap pengawalnya, "Ayo pergi!"
"Baik nona!"
Maira pun segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Tisya yang masih terdiam di tempatnya menatap mobil yang semakin menghilang itu.
Hehhhhh .....
"Kakak benar-benar keras kepala, bagaimana caraku mengatakan padanya coba kalau dia terlalu percaya sama papa!" gumam Tisya.
Tisya pun segera berbalik dan tepat di depannya ada Wilson yang sudah berdiri dengan wajah kesalnya.
"Kamu ....!"
"Apa kamu kamu ...., pantes aja aku nunggu di dalam lama dan kamu cuma di luar melihat mobil lewat!" ucap Wilson begitu kesal.
"Kurang kerjaan banget liatin mobil lewat, aku udah mau masuk kamu nya aja yang keburu keluar, kenapa aku yang di salahin?"
"Kamu janjinya jam berapa?" tanya Wilson.
__ADS_1
"Jam sepuluh!"
"Sekarang jam berapa?"
"Jam dua belas, cuma terlambat dua jam doang ...., kenapa mesti marah-marah sih ....?"
"Doang ....? Dua jam kamu bilang doang! Waktuku berharga ya nggak cuma buat nemenin kamu di sini!"
"Iya maaf , nggak aku ulang lagi janji ....!" ucap Tisya sambil mengangkat dua jarinya.
Untung kamu adiknya tuan dokter ...., kalau bukan sudah aku tendang kamu ya ...., kesel banget aku ...., batin Wilson begitu kesal.
Hehhhhh Hehhhhh .....
Wilson terlihat beberapa kali menghela nafasnya. Sabar ......
"Eh itu keningnya kenapa?" tanya Tisya saat melihat kening Wilson yang di balut kain kasa dan juga hansaplas.
Tisya segera memegangnya tapi tangan Wilson segera menahannya membuat Tisya begitu terkejut, mata mereka saling bertemu, dunia seakan berhenti sekian detik dan hanya mereka berdua.
Hgremmmm....
Tisya segera menarik tangannya begitu juag dengan Wilson, keadaan menjadi sangat canggung saat ini.
"Ee ...., ini ...., anu ....!" ucap Wilson begitu bingung harus mengatakan apa sambil memegangi kepalanya.
"Bagaimana kalau kita makan siang saja!" ucap Tisya.
"Iya kamu benar ..., Kita ke restoran terdekat saja!" ucap Wilson yang sudah melupakan marahnya.
"Jangan ...., bagaimana kalai kita ke kedai lalapan itu saja, seperti enak!" ucap Tisya sambil menunjuk ke kedai lalapan yang ada di seberang jalan.
Apa gadis ini yakin mau makan di sana ...., dia kan tikus kecil yang manja ...., batin Wilson sambil menatap Tisya.
"Sudah ...., jangan banyak berpikir, ayo ....!" ucap Tisya sambil menarik tangan Wilson.
Mereka pun menuju ke kedai itu dan duduk di bangku panjang. Ia jadi teringat dengan dokter Frans dan Felic saat seperti ini, dulu sebelum Felic tahu siapa dokter Frans, Felic kerap mengajak dokter Frans makan di tempat seperti itu.
"Kamu mau makan apa?" tanya Tisya dan Wilson pun membaca menu yang tertera di baner yang juga berfungsi sebagai penutup kedai, ada ayam, jeroan, puyuh, bebek, dan lele.
"Aku ayam saja!" ucap Wilson.
"Mas ....!" Tisya pun segera memanggil penjualnya.
"Iya mbak!"
"Lele nya satu dan ayamnya juga satu!" ucap Tisya.
"Baik mbak, di tunggu ya!"
Sejak kapan ia belajar cara makan di pinggir jalan, bukankah dia terbiasa di layani ....? batin Wilson.
"Jangan menatapku seperti itu, kau membuatku takut, aku sudah beberapa kali di ajak mama buat makan di tempat kayak gini dan aku jadi betah selain harganya lebih murah rasanya tidak kalah enak sama rasa masakan di restoran mahal!"
"Ohhhh ....., aku kira tuan putri ini dulu suka menyamar menjadi rakyat jelata!" ucap Wilson sambil memutar mutar botol minum yang ada di tangannya.
"Itu botol minum siapa?" tanya Tisya karena itu bukan botol minum murahan, ia dulu juga punya satu tapi warnanya beda, papa nya yang membelikan dari luar negri.
"Bukan urusanmu juga kan!" ucap Wilson dan melepaskan botol minum itu.
Bersambung
...Saat seseorang mulai menata hati untuk seseorang, maka saat itulah akan ada kerikil yang mungkin bisa menjadi penguat atau akan merubah pendiriannya...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰