
Dokter Frans pun mengajak Felic duduk di sofa yang masih kosong, Felic mengabsen satu
persatu orang yang ada di sana, tapi ada satu orang yang ia belum kenal.
“Ibu senang jika kalian berkumpul seperti ini!” ucap nyonya Ratih.
“Kenapa bisa ngumpul semua begini, ibu?” tanya dokter Frans yang masih bingung.
“Ibu sengaja mengumpulkan kalian karena akan ada yang ibu bahas hari ini, tidak
terlalu resmi jadi kita misa membahasnya sambil makan malam!”
Saat ibu Ratih bicara, kenapa semua
orang diam? Termasuk agra? Bukankah dia putra kandungnya?
Felic masih mencoba mencerna semuanya, apalagi jika di lihat istri-istri mereka tidak
ada yang bertani bersuara, mereka hanya mendengarkan saja tapi saat mereka
bertemu dengan Felic saat di rumah sakit, mereka tampak banyak bicara.
“Karena juga ada anggota baru keluarga kita, perkenalkan istrimu Frans!” perintah
nyonya Ratih.
Dokter Frans pun segera berdiri tanpa menunggu perintah dua kali, Felic masih diam di tempatnya. Ia begitu bingung harus melakukan apa kali ini. Dokter Frans
mengulurkan tangannya pada Felic agar Felic ikut berdiri dengannya.
Felic pun dengan begitu segan ikut berdiri, ia menundukkan kepalanya memberi hormat.
“Perkenalkan, dia istri saya namanya Felicia Daryl!”
“Senang bisa berkenalan dengan kalian!” ucap Felic saat dokter Frans selesai
memperkenalkan diri.
“Duduklah …!” perintah nyonya Ratih.
Benar-benar wanita ini sangat
mendominasi ….
Gerutu Felic dalam hati, dokter Frans sudah menarik tangannya kembali untuk duduk.
“Sekarang giliran saya yang memperkenalkan mereka semua padamu, saya adalah Ratih, kamu bisa memanggilku ibu sama seperti yang lainnya. Dan ini …!” nyonya Ratih
menunjuk pria muda yang duduk di samping nyonya Ratih.
“Dia Divta, putra sulung di rumah ini!”
Aahhh …., tadi padahal aku sudah berburuk
sangka, aku kira dia suaminya, pantas muda sekali …..
“hai Felicia ….!” Divta melambaikan tangannya pada Felic.
“Dan mereka Agra, putra bungsu rumah ini dan juga istrinya Ara, banyaklah belajar
sabar darinya!”
“Ah …, ibu ini berlebihan!” Ara terlihat tersipu malu mendapat pujian dari ibu
mertuanya, sungguh hal yang langka.
“Kalian terlihat seumuran kan?”
Felic sudah gemas ingin bicara tapi setiap kali ia ingin membuka suara tangan dokter
__ADS_1
Frans sudah sigap untuk menekan tangannya agar tidak lagi membuka suara. Lagi-lagi
Felic menghela nafasnya dalam.
“Iya ibu …, iya kan Fe?” tanya Ara, kali ini Felic menoleh kepada dokter Frans dan
dokter Frans pun menganggukkan kepalanya.
“Iya!” jawab Felic singkat, ia terlalu takut untuk banyak bicara di tempat yang masih
begitu asing baginya.
“Dan mereka adalah Rendi dan istrinya Nadin, Rendi adalah tangan kanan Agra, dia
putra Salman, orang kepercayaan keluarga kami!”
Aku sudah tahu dan aku masih malu
menghadapi mereka ….
“Usia Nadin paling muda jadi sedikit bersabarlah menghadapinya!”
Nadin yang merasa kali ini nyonya Ratih sangat mengena banget di hati, memang benar sikapnya sangat kekanak-kanakan, ia hanya bisa tersenyum kikuk.
aku jadi penasaran dengan masa lalu mereka,
kapan frans terbuka dengan masa lalunya ya ….
“Baiklah …., perkenalannya cukup. Kita lanjutkan pembicaraan ini sambil makan malam!”
***
Akhirnya pembicaraan mereka berlanjut di meja makan. Felic tidak langsung duduk, ia
memilih melihat dulu bagaimana orang-orang itu duduk, apakah sama persis seperti
Terlihat sekali bagaimana suami-suami itu memanjakan istri-istrinya. Mereka memundurkan kursi istrinya agar mudah mereka duduk, tapi saat menoleh ke suaminya. Dokter Frans sudah duduk lebih dulu tanpa memundurkan kursinya.
“Dasar…!” gumam Felic, ia sampai lupa dengan aturan yang di ajarkan oleh bi Molly. Ia
duduk hingga membuat suara di kursinya, membuat semua orang di sana menoleh
padanya.
“Maaf …!” Felic kembali melanjutkan duduknya saat semuanya sudah tidak lagi
memperhatikannya. Dokter Frans hanya tersenyum seperti biasanya menanggapi
tingkah Felic, ia sebenarnya tidak terlalu menuntut Felic untuk bisa bersikap
sempurna, itulah Felic.
Kenapa dengannya ....? Kenapa dia menatapku seperti itu?
Dokter Frans bingung sendiri dengan tatapan Felic yang penuh permusuhan padanya.
Felic memperhatikan dengan benar bagiamana mereka mulai makan, dan benar saja sebelum
nyonya Ratih memulai makan satu suapan mereka semua belum ada yang makan lebih
dulu.
Karena makan malam ini ada hal yang harus di bicarakan penting, jadi anak-anak di
pisahkan dari mereka. Mereka makan di meja makan yang lain bersama dengan
pengasuhnya.
“Jadi ada yang ingin ibu bicarakan penting!” ucapan nyonya Ratih berhasil membuat
__ADS_1
semua meletakkan sendok mereka di atas piring, Felic pun melakukan hal yang
sama, pelajaran bi Molly benar-benar berguna juga.
“Apa itu ibu?”
“Bagiamana kalau acara empat bulanan Nadin kita rayakan bersamaan dengan peresmian
pembangunan taman bermain kalian?” tanya nyonya Ratih pada Rendi dan Agra. Memang
mereka saat ini sedang di gandeng kan kembali dalam proyek pembangunan taman
bermain yang akan di gratiskan untuk masyarakat umum.
“Aku rasa itu ide bagus ibu, bagaimana denganmu Rend?”
“Saya ikut dengan ide ibu saja!”
“Bagaimana denganmu, Nadin?” Nadin yang belum siap di tanyai oleh nyonya Ratih sedikit
gelagapan.
“Saya juga setuju!”
“baguslah …, karena di sini yang belum mendapat bagian Divta dan Frans, jadi kali ini
Divta dan Frans yang akan mengurusi acaranya, bagaimana?”
“saya siap ibu!” jawab dokter Frans dengan gaya yang ia tunjukkan biasanya.
“Kamu Div?”
“Sebenarnya saya ada urusan di luar kota ,mengenai pembangunan resort itu dengan pengembang, tapi jika sempat pasti saya akan datang!”
“Sayang sekali ya, mungkin lain waktu kamu bisa ikut!”
“Semoga!”
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka pun kembali lagi ke ruang keluarga tadi, tapi
kali ini nyonya Ratih sudah memilih untuk masuk ke dalam kamar, ia sudah harus
istirahat. Sebenarnya alasan utamanya bukan itu, tapi ia ingin mendekatkan
anak-anaknya, memberi kesempatan pada mereka untuk saling berbincang, jika ada
dia diantara mereka pasti suasananya akan sangat canggung.
Nyonya Ratih memilih melihat mereka dari kamarnya, senyumnya mengembang saat ada
kehangatan dan kerukunan dari mereka, ia selalu berdoa semoga saja semua ini
terus berlanjut dan jikapun ada masalah, anak-anaknya akan mampu menyelesaikan
masalah mereka dengan baik.
Bersambung
Spesial visual Dokter Frans dan Felic
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘
__ADS_1