Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Harus kuat


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang di tunggu-tunggu oleh dua orang yang sedang berbahagia karena hubungan mereka akan naik ke satu tingkat.


Sedangkan untuk orang yang lainnya, malam ini adalah malam di mana ia harus merelakan semuanya berlalu begitu saja setelah perjuangan mereka lebih dari delapan tahun yang telah di lalui bersama-sama.


"Gue harus kuat! Gus harus bisa ...., tidak pa pa Ersya ..., semua akan baik-baik saja!" Ersya sedang berdiri di depan cermin besar itu, ia memandangi penampilannya yang begitu anggun dengan berbalut gaun warna violet polos. Tubuhnya yang ramping dan tinggi membuatnya terlihat begitu cantik di tambah gaun itu melekat sempurna di tubuhnya.


Sepatu hal tinggi yang senada dengan gaunnya menjadikan penampilannya begitu sempurna. tas tangan warna silver membuat semakin anggun.


brrrttttt brrrttttt brrrrtttttt


ponselnya yang masih tergeletak di meja bergetar, seperti nya ada panggilan masuk. Ersya pun segera meraihnya, itu dari Rangga.


"Iya Ga ....!" ucap Ersya setelah mengangkat sambungan telponnya dan meletakkannya di daun telinganya.


"Sya ...., aku udah di depan rumah kamu ....!"


"Ok siap ...., dalam lima menit gue keluar!"


Ersya segera mematikan sambungan telponnya. Ia kembali melihat pantulan dirinya di dalam cermin, rambutnya yang sebahu ia gerai begitu saja, hitam dan lurus, sangat cocok dengannya hanya ada aksen kecil di rambutnya.


Setelah merasa sudah siap. Ersya mun menyambar tas tangannya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Semangat ....! Semua akan baik-baik saja!"


Ersya segera keluar dan menghampiri Rangga yang masih di luar rumah.


"Ga ...., nggak masuk ke rumah dulu kan?" tanya Ersya setelah keluar.


"Nggak usah!"


"Ya udah ...., gue kunci dulu ya!" ucap Ersya sambil memasukkan kunci rumahnya ke lubang kunci.


"Ayok ....!" ajak Ersya.


"Baiklah .....! Tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu ya di sana!"


"Iya ....!"


"Masuklah ...!" ucap Rangga setelah membukakan pintu mobil untuk Ersya.


“Makasih ya Ga, lo bener-bener baik banget!" ucap Ersya setelah masuk ke dalam mobil.


"Emang aku baik dari dulu ...!"


Rangga pun segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Ersya.


"Andai saja lo dulu nggak terlambat Ga, gue orang pertama yang bakal dukung hubungan lo sama Felic!"


"Sudahlah Sya ...., semua sudah berlalu! Felic sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, mau tak mau aku harus menerima kekalahan!"


"Iya kau benar .....!"


Ersya pun tak mau lagi membuka luka lama temannya itu. Sudah waktunya dia untuk move on dan membangun hidup baru dengan cinta yang baru begitupun dengan dirinya saat ini.


Menangisi orang yang telah memilih pergi adalah pekerjaan yang sia-sia. Lebih baik bangkit dan menemukan yang baru.


"Makasih ya Ga, lo udah mau pergi sama gue!" ucap Ersya lagi setelah sekian lama terdiam, saat ini mobil sedang terhenti karena traffic light sedang menyala merah.


“tapi aku nggak jamin ya semua berjalan dengan baik!” ucap Rangga, ada sesuatu yang membuatnya begitu sulit untuk menjelaskan semuanya.


"Nggak pa pa, Ga!"


"Beneran kan, kamu nggak akan benci aku gara-gara hal ini di kemudian hari?"


“Siap! Gue sudah syukur banget lo mau nemenin gue!”


Akhirnya traffic light kembali menyala hijau, mobil Rangga kembali melaju bersama dengan kendaraan-kendaraan yang lainnnya yang saling berlomba mendahului dengan tujuan yang berbeda-beda.


Rangga beberapa kali menoleh pada Ersya, ada yang ingin ia tanyakan tapi ragu.


"Kenapa Ga? Kalau mau tanya tanya aja nggak usah sungkan kayak gitu!" ucap Ersya yang menyadari jika Rangga sedang ragu.


“Apa Fe juga datang?" tanya Rangga kemudian setelah merasa yakin.


"Ye katanya tadi mau move on, tapi masih tanya dia!" ucap Ersya sedikit meledek.


"Nggak gitu Sya ....! Cuma aku belum siap aja!" ucap Rangga. Ia memang merelakan Felic bersama orang lain tapi bukan berarti dia bisa dengan leluasa dengan hatinya apalagi jika melihat Felic datang bersama suaminya. Ia membayangkan betapa sulitnya saat itu.


"Hahhhh ....., kita memang senasib Ga, bedanya lebih sakitan gue yang jelas-jelas gue yang di hianati dengan alasan yang nggak jelas!"


"Jangan lebay ...., nggak usah pamer kesedihan!"


"Siapa juga yang pamer kesedihan, nggak usah khawatir Ga! kata Fe, suaminya nggak bisa nemenin, jadi lo nggak sedih-sedih amat!"


“Suaminya kemana?”


“katanya nggak bisa datang, soalnya banyak pekerjaan! Eh …, tapi lo jangan macam-macam, ya di sana,asisten pribadinya nggak kalah galak loh!”


“Emang aku mau ngapain?”


“Ya sapa tahu lo bakal curi kesempatan!”


***


Di tempat lain orang yang sedang mereka bicarakan sedang sibuk memilih baju yang cocok di kenakan. Apalagi sekarang tubuhnya sedikit lebih gemuk, bajunya sudah banyak yang tidak muat di pakainya.


"Fe ...., ada Wilson diluar!" ucap ibu Felic dari bawah.

__ADS_1


"Iya bu!"


Saat ia hendak keluar dari kamar, terdengar pintu kamarnya lebih dulu di ketuk.


Tok tok tok


"Bentar bu!" ucap Felic, ia kembali menutup lemarinya.


"Maaf nyonya, ini saya, Wilson!"


"Wilson?"


"Iya nyonya!"


Dengan cepat Felic pun membuka pintu kamarnya. Sebenarnya Felic juga sudah siap dengan penampilannya.


"Bentar ya Wil!" ucap Felic saat pintu terbuka, ia sebenarnya tinggal merapikan rambutnya saja lalu berangkat.


"Maaf nyonya, tapi tuan dokter menyiapkan ini untuk anda!"


"Apa?"


Tiba-tiba dua orang muncul dari belakang Wilson dengan membawa beberapa barang, baju dan sepatu serra alat make up.


Dokter Frans sengaja mendatangkan beberapa baju, tas dan sepatu yang akan di kenakan oleh Felic lengkap dnegan perias pribadi.


“Ini apaan Wil?”


“Maaf nyonya! Tapi tuan yang menyiapkan semua ini untuk nyonya!”


"Tapi aku udah siap, tinggal berangkat!" ucap Felic agar Wilson tidak memaksanya.


"Lebih baik anda menurut saja, nyonya!"


“Memang kalau aku nggak menurut gimana?” tanya Felic masih dengan pendiriannya dan orang-orang itu masuk begitu saja ke dalam kamar Felic, meletakkan barang-barang nya.


“Sebaiknya nyonya menurut, atau tidak pergi!” ucap Wilson dengan pasti. Felic tahu itu pasti ucapan suaminya.


Hehhhhhh


Felic hanya bisa menghela nafas dan menyerah saja dari pada gagal pergi.


“baiklah …., apa boleh buat!”


"Saya akan menunggu di luar!" ucap Wilson lalu menutup kembali pintu kamar Felic dan meninggalkannya bersama dua orang wanita itu.


"Mari nyonya biar kami bantu!" ucap salah satu dari mereka dengan memegang sebuah gaun yang tampak elegan dan nyaman untuk ibu hamil sepertinya.


"Nggak nggak ....! Kalau pakek baju aku bisa sendiri!" ucap Felic lalu mengambil gaun itu.


Felic meninggalkan dua orang itu dan menuju ke kamar mandi, walau mereka sama-sama perempuan tetap saja ia merasa malu. Ia harus mengganti baju yang harus


Tak berapa lama kembali dengan penampilan baju branded nya.


"Mari nyonya biar kami merias anda!"


Felic pun duduk di depan meja riasnya fan dua orang itu sibuk mengotak-atik wajah Felic, Felic pun hanya bisa pasrah.


"Selesai nyonya!" ucap salah satu dari mereka setelah sepuluh menit bergelut dengan wajah Felic.


Salah satu dari mereka juga menyerahkan sebuah flat shoes yang


sengaja dokter frans pesan khusus untuk Felic.


"Kenapa gue malah keliatan seperti bukan gue ya ...!" ucap Felic saat melihat pantulan dirinya sendiri di cermin. Felic yang terbiasa dengan penampilan yang apa adanya hanya sebuah bedak dan lipstik yang melekat di wajahnya sekarang terlihat lebih lengkap.


"Nyonya benar-benar cantik!"


"Masak sih? Ah iya ....!" ucap Felic sambil tersenyum menatap pantulannya sendiri di dalam cermin.


"Mari nyonya, kami bantu turun!"


Akhirnya mereka pun membantu Felic menuruni tangga, ibu Felic sudah menyambutnya di bawah dengan wajah tak percaya.


"Ibu .....!"


"Fe ...., ini beneran kamu ya? Kenapa kamu jadi cantik seperti ini?"


"Emang Fe sebelumnya nggak cantik apa!?"


"Ini cantiknya maksimal banget, Fe! Benar nggak yah?" tanya ibunya pada ayah Dul yang kebetulan sedang menikmati kopinya.


"Memang anak ayah nggak ada yang jelek, semua cantik-cantik!"


"Makasih ayah ...., ayah memang yang terbaik pokoknya!"


"Ya sudah sama berangkat, kasihan tuh si anak orang nungguin di luar terus! Suruh duduk sama ayah nggak mau, malah milih duduk sama nyamuk!"


"Ya udah, Fe berangkat ya yah ...., doakan buat Ersya biar bisa move on!"


"Pasti!!"


Kini Ersya sudah keluar dari rumah, Wilson yang melihat Felic sudah keluar segera berdiri dan menyambut Felic.


“Mari nyonya!” ucap Wilson sambil membukakan pintu mobil untuk Felic. Saat hampir masuk ke dalam mobil, Felic Kembali menghentikan langkahnya.


"Ada apa nyonya?" tanya Wilson.

__ADS_1


“Eh bentar, gue tanya Ersya dulu ya, dia sudah siap apa belum!”


"Baik nyonya!"


Felic pun segera merogoh tas tangannya dan mengambil benda pipih itu di sana. Ia mencari nomor kontak Ersya di dalam ponselnya dan segera melakukan panggilan.


“Hallo Sya!” ucap Felic setalah telponnya tersambung.


“Iya Fe ada apa?” suara di seberang sana.


“Sudah siap belum?” tanya Felic.


“Sudah dong, ini udah on the way ! lo gimana?”


“Okey gue berangkat ya! Kita ketemu di sana!”


“Siap!”


Felic pun segera mematikan sambungan telponnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Ya udah Wil, kita berangkat! Ersya udah di jalan!"


"Baik nyonya!"


Setelah memastikan Felic masuk ke dalam mobil, Wilson pun segera menutup kembali pintu mobil dan berlari mengitari mobil dan masuk dari pintu depan.


"Sudah siap, nyonya?" tanya Wilson memastikan lagi.


"Sudah!"


Wilson pun segera menjalankan mobilnya.


"Wil!"


"Iya nyonya?" tanya Wilson tanpa menoleh ke belakang, ia hanya menatap nyonya-nya dari kaca depan.


"Emang ada pekerjaan apa sih sampai Frans nggak bisa datang?"


"Itu bisa nyonya tanyakan langsung pada tuan dokter, nyonya!"


"hahhh ...., kamu nih ya sama aja, sulit banget di korek informasinya!"


Ting


Tiba-tiba sebuah notif pesan masuk ke dalam ponselnya. Felic segera memeriksa siapa yang telah mengirimkan pesan.


"Frans ...? Panjang umur banget! Baru juga di omongin!"


Felic pun segera membuka pesan itu.


📲hai pacar ...., fotoin dong sekarang lagi ngapain, kangen nih!


Felic tersenyum sendiri membaca pesan WhatsApp dari suaminya.


Felic pun membidikkan kamera ponselnya dan mengirimkannya pada sang suami dengan chapter ...


📲Gimana? Ini pekerjaan orang-orang kamu loh ....


Dokter Frans yang sedang berada di ruangannya di rumah sakit, begitu terkesima dengan foto yang di kirimkan oleh istrinya itu. Ia hanya bisa kesal sendiri karena tidak bisa memeluk suaminya itu.


"Kenapa dia cantik sekali ....! Sial banget gue!" gumamnya kesal. Pengen banget segera lari dan menghampiri istrinya memeluknya begitu erat dan menciumnya dan tidak akan melepaskannya lagi.


Dokter Frans pun kembali mengetikkan beberapa kata untuk sang istri.


📲Cantiknya di kurangin dikit bisa nggak, sisakan untukku saja ....


Felic kembali tersenyum membaca pesan itu, ia tidak tahu jika ternyata suaminya begitu posesif. Felic pun kembali mengirimkan balasannya.


📲Kalau mau protes, protesnya sama ayah Dul aja, dia yang buat putri secantik aku ...., lagian siapa suruh nggak mau nemenin aku, kalau sampek istrinya di comot orang jangan marah ya ....😂😂😂


Tidak berapa lama kembali notif pesan masuk.


📲Awas aja kalau sampek di bagi sama orang lain, pulang aku makan habis kamu ya ....! Oh iya ..., nanti nggak boleh dekat-dekat sama Rangga, sama Wilson juga nggak boleh ...., mengerti ....????


Felic Tersenyum dengan pesan dari sang suami. Senang rasanya di cemburui. Felic pun hanya membacanya tanpa berniat untuk membalasnya kembali. Tapi beberapa pesan masuk dalam waktu yang hanya berselang beberapa menit saja.


📲Balas dong pacar🥰🥰🥰


📲Jangan deket-deket sama Wilson


📲Aku melihatmu dari sini


📲Kenapa nggak balas????


📲Kenapa cuma di baca????


Felic hanya membacanya, ia sedikit kesal karena suaminya tidak bisa menemaninya. Padahal ini acara pesta pertamanya setelah menikah. Seharusnya ia bisa memamerkan suaminya pada orang-orang, agar orang-orang tahu kalau kini ia sudah menikah.


Katanya sibuk tapi malah kirim pesan terus ...., menyebalkan .....


...Menangisi orang yang telah memilih pergi adalah pekerjaan yang sia-sia. Lebih baik bangkit dan menemukan yang baru~DTIS...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2