Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Rumit


__ADS_3

Mereka pun segera menuju ke sofa, ibu Felic sudah membawakan banyak makanan untuk


mereka. Felic sangat merindukan makanan rumahan, sudah satu minggu ini ia hanya


makan makanan yang di resepkan oleh rumah sakit.


Walaupun Frans sempat melarangnya dengan berbagai syarat, ia tetap memakannya.


“Dasar keras kepala …!” keluh dokter Frans.


Orang tua Felic hanya bisa tersenyum melihat perdebatan mereka, mereka sudah seperti


pasangan suami istri yang menikah sudah sangat lama.


“Oh iya …, melihat jas yang kamu pakai itu, ayah jadi teringat seseorang!" ucap


ayah, Felic yang sedang sibuk mengunyah makanan sengaja menahan makanannya di mulut untuk bisa mendengarkan dengan jelas apa yang akan di katakana oleh ayahnya.


“Siapa?” tanya Felic dengan mulut yang penuh dengan makanan.


“Habiskan dulu makananmu baru bertanya!” protes dokter Frans. Felic hanya mencebirkan


bibirnya mendengar protesnya dokter Frans.


‘Siapa yang ayah mertua lihat?” ternyata dokter Frans juga tidak kalah penasarannya.


“Pak Rendi, pemilik perumahan elit tempat ayah bekerja!”


Flaskback on


Ayah dan ibu Felic turun dari taksi, mereka tidak perlu lagi bertanya tentang ruangan


felic. Selama seminggu ini mereka sudah datang sebanyak tiga kali ke rumah


sakit itu, jadi sudah sangat hafal.


Mereka memasuki lift yang sama yang mereka lewati dari awal, tidak ada siapapun di


dalam lift itu, hanya mereka berdua. Setelah sampai di lantai delapan pintu lift


pun terbuka. Ayah dan ibu Felic segera keluar dari dalam lift.


Langkah mereka terhenti saat mereka berpapasan dengan orang yang sangat ayah Dul kenal.


“Bu Nadin …!”


“Pak Dul, pak Dul di sini?”


“Iya, kami mau menjenguk putri kami yang sedang dirawat di sini!”


“Putri pak Dul sakit?”


“Iya ….!”


Hanya pak Dul dan Nadin yang melakukan percakapan di sana, sedangkan Rendi sibuk menghindar seperti sengaja menghindari tatapan pak Dul, saat pak Dul sedang mengingat-ingat sesuatu Rendi


segera menundukkan kepalanya.


“Kami permisi dulu, pak Dul ada yang harus segera kami kerjakan, semoga putri pak Dul cepat sembuh. Sampai salam kami pada putri anda!”


“terimakasih pak Rendi!”


Rendi pun segera menarik tangan Nadin masuk ke dalam lift hingga pintu lift tertutup,


ayah Dul masih mencoba mengingat wajah pak Rendi.


"Pak Rendi ...., Rendi ...., pak Rendi ...!" Pak Dul terus mengulang nama Rendi, Ia sepertinya pernah melihatnya di suatu tempat yang dekat dengan rumahnya.


“Suaminya dingin sekali ya yah, istrinya banyak senyum!”


“Iya bu …, ayo …!”


***


Di dalam lift itu, juga sedang terjadi perdebatan. Nadin menatap rendi tak percaya.


“Mas Rendi …., ada apa?”


“Tidak tokki sayang …!” ucap Rendi sambil mengecup bibir Nadin.


“Mas Rendi kayak sedang menutupi sesuatu?” Nadin tidak percaya begitu saja.


"Nggak ....!"


"Tapi Nadin heran deh, di lantai delapan cuma ada satu kamar pasien itupun kamar istri dokter Frans, iya kan mas ....!"

__ADS_1


“Kamu tahu pak Dul itu siapa?”


“Ya tahu lah …, mas Rendi suka gitu ah kalau di tanya malah balik tanya. Ya jelas Nadin tahu kalau pak Dul itu satpam terbaik di perumahan kita, bagaimana aku bisa lupa!”


“Bukan itu!”


“lalu? Atau jangan-jangan yang di bilang putrinya tadi adalah ....”


“Iya .....! Pak Dul adalah ayahnya Felic, istri Frans!”


“hah …, pantes saja, mereka ke ruangan itu!”


Flaskback of


Huks huks huks


Dokter Frans tersedak sendiri mendengarkan ucapan ayah Dul, Felic dengan cepat


menyerahkan segelas air untuk dokter frans.


‘Minumlah …, lo kenapa? Hati-hati dong kalau makan!” dokter Frans pun segera meminumnya. Ia memegangi dadanya yang sesak karena tersedak.


“kenapa jadi panik begitu?” tanya Felic lagi.


“Tidak …, kenapa juga aku panik, aku hanya tersedak saja!”


Ayah Dul pun menatap menantunya itu, ia seperti kembali mengingat sesuatu. Ayah Dul


bekerja secara keras.


“Frans!”


“Iya ayah mertua?”


“Apakah pak Rendi itu teman nak Frans yang menghadiri pernikahan kalian? Jika aku ingat-ingat wajahnya sama ...!”


Mendapatkan pertanyaan itu dari ayah mertuanya, dokter Frans hanya tersenyum kikuk. Felic dan ibunya juga ikut memperhatikan dokter Frans.


Dokter Frans hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia seperti anak kecil yang ketahuan berbohong.


“Frans!!!!”


ayah benar-benar menunggu jawaban dari dokter frans.


‘he …., ayah mertua benar. Tapi Frans tidak ada maksud apapun. Frans lakukan itu agar tidak ada kecanggungan saat menyambut kedatangan mereka!”


"Iya kan ayah mertua saja sudah begitu baru aku cerita, coba waktu itu ayah mertua mengenali mereka, pasti lupa nih sama pengantinnya, yang di urusin mereka mulu ....!"


"Ya gimana lagi, pak Rendi itu bosnya ayah!"


“Tidak pa pa yah, dia sahabatnya Frans. Aku yakin dia tidak akan mempermasalahkan hal


itu, percaya deh sama Frans!”


“semoga saja lah ….!”


Untung saja ayah Dul tidak menanyakan hal yang lainnya. Dokter Frans bisa bernafas


lega. Ia masih punya waktu untuk menjelaskan semuanya.


***


Pagi ini Felic sudah boleh pulang sebenarnya ijin pulang sudah di dapat sejak sore kemarin tapi karena malam dokter Frans ada acara di rumah sakit jadi dokter Frans memutuskan memulangkan Felic pagi ini.


Felic sudah sangat bersemangat, tapi ia harus menunggu dokter Frans dulu. Ia sudah mengemas barang-barangnya.


Dokter Frans sedang sibuk dengan urusannya dengan beberapa tanda tangan. Setelah


selesai dengan urusannya, ia segera menuju ke kamar Felic, ia akan mengantar Felic pulang hari ini.


Langkahnya terhenti tepat di depan kamar Felic saat melihat seseorang sedang menuju ke


kamar Felic juga, orang yang begitu dokter Frans hormati.


“Ibu!”


“Paman Salman!”


“Frans!” dokter Frans pun langsung menunduk memberi hormat.


“Apa yang ibu lakukan di sini?”


“apa tidak boleh ibu ke sini?”


“Bukan begitu, bu!”

__ADS_1


“Mau sampai kapan kamu sembunyikan istrimu?”


Kepanikan dokter Frans meningkat saat kedatangan nyonya besar itu. Ia tidak tahu lagi


harus mengelak seperti apa.


"Saya tidak bermaksud seperti itu ibu…!"


"Lalu ...?" tanya nyonya Ratih yang masih berdiri di luar ruangan, membuat dokter Frans paham dengan maksud ucapannya.


"Silahkan masuk bu, paman!”


Dokter Frans pun membukakan pintu itu, Felic yang sudah siap segera menyambut


kedatangan dokter Frans, tapi langkahnya terhenti saat melihat yang datang


bukan dokter Frans suaminya.


Siapa mereka …?


senyumnya menguap di udara berganti wajah bingung.


Diurutan paling belakang ia lihat dokter Frans ikut masuk, Felic menciut saat


melihat tatapan wanita paruh baya di depannya dengan penampilan yang elegan,


semua yang melekat di badannya tampak pas.


Felic mengerutkan keningnya, ia ingin bertanya pada dokter Frans tapi pria itu tetap


berada di belakang.


Wanita itu tetap diam di tempatnya membuat Felic semakin bingung, apalagi pria yang


berada di belakangnya memiliki wajah yang begitu dingin.


Dokter Frans segera menghampiri Felic dan merangkulnya,


“Beri salam!” bisik dokter Frans pada Felic.


Felic bingung harus memberi salam bagaimana, ia mengingat drakor yang sering ia tonton, jika dalam situasi seperti ini biasanya mereka memberi salam dnegan membungkukkan badannya.


‘Selamat datang!” ucap Felic dnegan membungkukkan badannya, mempraktekkan apa yang ia lihat.


‘Duduklah bu!”


Bu …, apa wanita menyeramkan ini ibunya Frans


….? tapi kan dia dulu tinggal di panti asuhan ...


Nyonya Ratih segera duduk di sofa di ikuti oleh paman salman di belakangnya. Dokter


Frans pun juga ikut duduk bersama Felic.


“bagaimana keadaanmu?” tanya nyonya Ratih.


‘saya baik, dokter sudah membolehkan saya untuk pulang, iya kan frans?”


‘Iya bu, kami berencana untuk pulang hari ini!”


“Baguslah …, sempatkan untuk berkunjung ke rumah, kita makan malam bersama!”


“baik ibu!”


"Saya tunggu besok lama!"


"Baik ibu!"


“ya sudah …, kami pergi dulu!”


Nyonya Ratih pun berdiri di ikuti semua orang yang ada di sana, termasuk dokter Frans


dan Felic.


“sampai jumpa lagi ibu, semoga harimu menyenangkan!”


Nyonya Ratih keluar dari ruangan itu, Felic bisa bernafas lega. Ia memegangi dadanya.


Ah akhirnya ….., aku seperti berada dalam


dimensi lain, seperti dalam Negri kekaisaran …, siapa wanita itu sebenarnya ….


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰😘


__ADS_2