Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Mulai bekerja lagi


__ADS_3

Dokter Frans tidak mau menanggapi sahabatnya itu lagi, ia memilih mengajak Felic untuk segera masuk ke dalam mobil, bisa lama urusannya jika terus bicara sama Agra,


kadang mulutnya juga tidak tahu tempat.


Mobil mulai berjalan meninggalkan rumah besar, dokter Frans segera menoleh saat


menyadari ada hal yang aneh dari Felic.


“Fe …, kenapa sabuk pengamannya tidak di pakai?”


“Jangan membuatku malu dengan harus mengatakan hal ini dua kali ya, iiisttt …. kau ini


….!”


Dokter Frans tersenyum menanggapi hal itu, ia lupa jika sekarang mempunyai tugas


tambahan. Dokter frans segera meminggirkan mobilnya dan berhenti di bahu jalan.


“Diam lah …!”


“Hehhhh?”


“Duduk yang benar dan diam lah, atau kau akan membangunkan singa yang sedang tidur!”


“iiiissstttt …, sejak kapan kau jadi singa!”


Tapi ucapan Felic segera terhenti saat tiba-tiba dokter Frans mendekatkan wajahnya


ke wajah felic, dengan cepat Felic memejamkan matanya, nafasnya seperti


tertahan  di paru-parunya. Ia bisa


merasakan nafas dokter Frans yang menyapu bulu halus wajahnya.


Cklik


Dokter Frans tak mengalihkan wajahnya dari wajah cantik Felic, entah kenapa sekarang


menatap wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu menjadi kebiasaan yang


menyenangkan, bahkan ia enggan untuk beralih darinya.


Kenapa dia cantik sekali …..


Matanya beralih menatap bibir merah milik Felic, bibir itu seperti memiliki daya tarik


tersendiri.


Tahan Frans …., tahan …..


Dokter Frans berusaha mengendalikan perasaan nya sendiri.


“Sudah!”


ucap dokter Frans tapi tidak beralih dari tempatnya, Felic yang membuka matanya


tepat menatap dokter Frans di sana, mata mereka saling bertemu untuk kesekian


kalinya.


“Bisa menjauh tidak!” ucap Felic yang berusaha mengalihkan perasaannya.


Geerrrrmmmmm


Dokter Frans segera beralih dari depan tubuh Felic, ia kembali ke tempatnya dan mencoba


menormalkan detak jantungnya.


“Kita akan sedikit lebih cepat!” ucap dokter Frans dan langsung menginjak pedal gas


begitu saja.


“Kenapa?”


protes Felic tapi sepertinya tidak di dengar oleh dokter Frans, Felic memejamkan matanya dan mencengkeram kemeja dokter Frans dengan begitu erat hingga ia tidak sadar jika sudah sampai di depan rumah mereka.


“Fe …., Fe ….?” Dokter Frans melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Felic tapi Felic masih saja memejamkan matanya dengan keringat yang sudah mengucur di


wajahnya.

__ADS_1


“Fe …, kamu kenapa?”


Setelah menyadari jika mobilnya berhenti, felic segera membuka matanya dan menatap


tajam pada suaminya itu.


“Frans …, lo masih waras kan?”


“Hehhhh?”


“jika mau mati, mati aja sendiri biar gue habiskan uangmu dan cari suami baru!” ucap


Felic begitu kesal, ia segera membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


Brreeekkkk


Dengan kasar ia menutup kembali pintu mobilnya hingga membuat dokter Frans terkejut.


“Ada apa dengannya?” dokter Frans begitu heran saat melihat felic melenggang begitu


saja tanpa menunggunya, tapi senyum jail muncul dibibir dokter Frans, bukan


dokter Frans namanya jika tidak tersenyum seperti itu.


Dokter Frans segera turun dari mobilnya melewati beberapa pelayan begitu saja,


termasuk bi Molly. Ia segera menyambar tubuh Felic dengan cepat tubuh mungil


istrinya itu sudah berada dalam gendongannya.


“Aaaaaa ….!” Felic begitu terkejut, “Apa yang lo laku_!” tapi dengan cepat dokter Frans


******* bibir Felic  sambil terus


berjalan menaiki tangga.


“Frans …!” teriak Felic lagi saat bibir dokter Frans sudah menjauh dari bibirnya.


“Jangan menggunakan kata lo gue lagi untukku!”


“Lo ….!” Dan lagi-lagi dokter Frans kembali ******* bibir Felic.


“Ehmmmm …., ehmmmmm ….!” Felic berusaha keras untuk melepaskan bibirnya.


untuk membuka pintu karena tangannya sibuk membopong tubuh Felic, dan setelah


berada di dalam kamar ia kembali menutup pintunya.


“Frans …, lepasin, turunin gue …!” Felic meronta sambil memukuli dada dokter Frans,


ia masih sangat marah pada suaminya itu, tapi dokter Frans menurunkannya di


atas tempat tidur dan segera ,menindihnya dengan tubuhnya.


Dokter Frans kembali ******* bibir Felic, kali ini Felic menyerah. Ia membiarkan


dokter Frans ******* bibirnya.


“Masih mau aku cium?” tanya dokter Frans setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Felic.


“hehhhh ….!” Felic memilih memalingkan wajahnya dari pada menjawab pertanyaan suaminya itu.


“Satu kali kesalahan makan aku akan menghukum mu dengan satu kali ciuman yang sama!”


“Menang apa kesalahan gue?” tanya Felic kesal dan dokter Frans kembali ******* bibir


Felic.


“Gunakan panggilan yang lebih baik untukku!”


“Gimana?”


Felic benar-benar menyerah.


“Aku dan kamu bukan lo dan gue!”


“Susah banget aturannya!”


“Dan aturan selanjutnya ….!” Ucapan dokter Frans terhenti, ia hanya diam dan mendekatkan

__ADS_1


wajahnya kembali ke wajah felic sedangkan tubuhnya masih menindih tubuh Felic.


“Apa?”


tanya Felic, ia sudah menahan nafasnya, entah kenapa saat ini udara begitu


mahal saat berhadapan dengan pria yang sudah menikahinya tiga bulan lalu.


“Beri aku anak-anak yang lucu!” bisik dokter Frans di telinga dan tanpa menunggu


jawaban dari Felic, dokter Frans segera melanjutkan apa yang ia ingin lakukan


di mobil tadi.


***


Pagi ini Felic tidak lagi bangun kesiangan begitu juga dnegan dokter Frans. Ia sudah


siap saat dokter Frans mandi, Felic sudah lebih dulu turun dan duduk di meja


makan menunggu dokter frans turun, ia sudah membawa tas ranselnya.


“Nyonya …, apa hari ini ada acara?” tanya bi Molly pada Felic karena melihat Felic


sudah sangat rapi sepagi itu. Ia belum tahu bagaimana keseharian nyonya barunya


itu, ia kira nyonya barunya akan betah di rumah dan menunggu tuannya pulang.


“Aku akan berangkat kerja bi, sudah lama sekali aku ijin, pasti aku akan


mendapatkan surat peringatan hari ini!”


“kerja?"


bi Molly begitu terkejut,


Kenapa nyonya harus bekerja jika uang tuan


saja tidak akan habis walaupun ia gunakan untuk shoping setiap hari…


Bi Molly terus mengamati nyonya barunya itu, ia begitu penasaran pekerjaan apa yang sedang di geluti oleh nyonyanya itu.


“Pasti nyonya punya butik atau mungkin restaurant, atau perusahaan fashion?” tanya bi


Molly lagi begitu penasaran.


“Hahhh?”


Felic malah tercengang dengan pertanyaan bi Molly.


“Pasti luar biasa sekali ya?”


“Bi …, aku tidak punya yang seperti bi Mo sebutkan tadi!” ucap Felic dengan begitu


bingung.


“Lalu …? Oh mungkin nyonya salah satu karyawan di perusahan besar, atau seorang


model, artis?”


“Bukan semua itu juga!” Felic bingung bagaimana harus menjelaskannya.


Bi Molly sedikit mendekat dan mencoba mencari tahu, “lalu …?”


“Aku hanya office girl!” ucap Felic lirih tapi ucapan lirih itu berhasil membuat


syok bi Molly, bibir bi Molly terbuka sempurna mendengarnya.


“Office girl?” gumam bi Molly sambil memegangi kepalanya, ia tidak menyangka jika


nyonya nya saat ini adalah seorang office girl.


“Iya …!”


Bersambung


Jangan pelit-pelit untuk kasih like ya, kasih komentar juga, votenya juga yang banyak ya pumpung masih hari senin nih


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘❤️


__ADS_2