
Dokter Frans tidak mau menanggapi sahabatnya itu lagi, ia memilih mengajak Felic untuk segera masuk ke dalam mobil, bisa lama urusannya jika terus bicara sama Agra,
kadang mulutnya juga tidak tahu tempat.
Mobil mulai berjalan meninggalkan rumah besar, dokter Frans segera menoleh saat
menyadari ada hal yang aneh dari Felic.
“Fe …, kenapa sabuk pengamannya tidak di pakai?”
“Jangan membuatku malu dengan harus mengatakan hal ini dua kali ya, iiisttt …. kau ini
….!”
Dokter Frans tersenyum menanggapi hal itu, ia lupa jika sekarang mempunyai tugas
tambahan. Dokter frans segera meminggirkan mobilnya dan berhenti di bahu jalan.
“Diam lah …!”
“Hehhhh?”
“Duduk yang benar dan diam lah, atau kau akan membangunkan singa yang sedang tidur!”
“iiiissstttt …, sejak kapan kau jadi singa!”
Tapi ucapan Felic segera terhenti saat tiba-tiba dokter Frans mendekatkan wajahnya
ke wajah felic, dengan cepat Felic memejamkan matanya, nafasnya seperti
tertahan di paru-parunya. Ia bisa
merasakan nafas dokter Frans yang menyapu bulu halus wajahnya.
Cklik
Dokter Frans tak mengalihkan wajahnya dari wajah cantik Felic, entah kenapa sekarang
menatap wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu menjadi kebiasaan yang
menyenangkan, bahkan ia enggan untuk beralih darinya.
Kenapa dia cantik sekali …..
Matanya beralih menatap bibir merah milik Felic, bibir itu seperti memiliki daya tarik
tersendiri.
Tahan Frans …., tahan …..
Dokter Frans berusaha mengendalikan perasaan nya sendiri.
“Sudah!”
ucap dokter Frans tapi tidak beralih dari tempatnya, Felic yang membuka matanya
tepat menatap dokter Frans di sana, mata mereka saling bertemu untuk kesekian
kalinya.
“Bisa menjauh tidak!” ucap Felic yang berusaha mengalihkan perasaannya.
Geerrrrmmmmm
Dokter Frans segera beralih dari depan tubuh Felic, ia kembali ke tempatnya dan mencoba
menormalkan detak jantungnya.
“Kita akan sedikit lebih cepat!” ucap dokter Frans dan langsung menginjak pedal gas
begitu saja.
“Kenapa?”
protes Felic tapi sepertinya tidak di dengar oleh dokter Frans, Felic memejamkan matanya dan mencengkeram kemeja dokter Frans dengan begitu erat hingga ia tidak sadar jika sudah sampai di depan rumah mereka.
“Fe …., Fe ….?” Dokter Frans melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Felic tapi Felic masih saja memejamkan matanya dengan keringat yang sudah mengucur di
wajahnya.
__ADS_1
“Fe …, kamu kenapa?”
Setelah menyadari jika mobilnya berhenti, felic segera membuka matanya dan menatap
tajam pada suaminya itu.
“Frans …, lo masih waras kan?”
“Hehhhh?”
“jika mau mati, mati aja sendiri biar gue habiskan uangmu dan cari suami baru!” ucap
Felic begitu kesal, ia segera membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.
Brreeekkkk
Dengan kasar ia menutup kembali pintu mobilnya hingga membuat dokter Frans terkejut.
“Ada apa dengannya?” dokter Frans begitu heran saat melihat felic melenggang begitu
saja tanpa menunggunya, tapi senyum jail muncul dibibir dokter Frans, bukan
dokter Frans namanya jika tidak tersenyum seperti itu.
Dokter Frans segera turun dari mobilnya melewati beberapa pelayan begitu saja,
termasuk bi Molly. Ia segera menyambar tubuh Felic dengan cepat tubuh mungil
istrinya itu sudah berada dalam gendongannya.
“Aaaaaa ….!” Felic begitu terkejut, “Apa yang lo laku_!” tapi dengan cepat dokter Frans
******* bibir Felic sambil terus
berjalan menaiki tangga.
“Frans …!” teriak Felic lagi saat bibir dokter Frans sudah menjauh dari bibirnya.
“Jangan menggunakan kata lo gue lagi untukku!”
“Lo ….!” Dan lagi-lagi dokter Frans kembali ******* bibir Felic.
“Ehmmmm …., ehmmmmm ….!” Felic berusaha keras untuk melepaskan bibirnya.
untuk membuka pintu karena tangannya sibuk membopong tubuh Felic, dan setelah
berada di dalam kamar ia kembali menutup pintunya.
“Frans …, lepasin, turunin gue …!” Felic meronta sambil memukuli dada dokter Frans,
ia masih sangat marah pada suaminya itu, tapi dokter Frans menurunkannya di
atas tempat tidur dan segera ,menindihnya dengan tubuhnya.
Dokter Frans kembali ******* bibir Felic, kali ini Felic menyerah. Ia membiarkan
dokter Frans ******* bibirnya.
“Masih mau aku cium?” tanya dokter Frans setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Felic.
“hehhhh ….!” Felic memilih memalingkan wajahnya dari pada menjawab pertanyaan suaminya itu.
“Satu kali kesalahan makan aku akan menghukum mu dengan satu kali ciuman yang sama!”
“Menang apa kesalahan gue?” tanya Felic kesal dan dokter Frans kembali ******* bibir
Felic.
“Gunakan panggilan yang lebih baik untukku!”
“Gimana?”
Felic benar-benar menyerah.
“Aku dan kamu bukan lo dan gue!”
“Susah banget aturannya!”
“Dan aturan selanjutnya ….!” Ucapan dokter Frans terhenti, ia hanya diam dan mendekatkan
__ADS_1
wajahnya kembali ke wajah felic sedangkan tubuhnya masih menindih tubuh Felic.
“Apa?”
tanya Felic, ia sudah menahan nafasnya, entah kenapa saat ini udara begitu
mahal saat berhadapan dengan pria yang sudah menikahinya tiga bulan lalu.
“Beri aku anak-anak yang lucu!” bisik dokter Frans di telinga dan tanpa menunggu
jawaban dari Felic, dokter Frans segera melanjutkan apa yang ia ingin lakukan
di mobil tadi.
***
Pagi ini Felic tidak lagi bangun kesiangan begitu juga dnegan dokter Frans. Ia sudah
siap saat dokter Frans mandi, Felic sudah lebih dulu turun dan duduk di meja
makan menunggu dokter frans turun, ia sudah membawa tas ranselnya.
“Nyonya …, apa hari ini ada acara?” tanya bi Molly pada Felic karena melihat Felic
sudah sangat rapi sepagi itu. Ia belum tahu bagaimana keseharian nyonya barunya
itu, ia kira nyonya barunya akan betah di rumah dan menunggu tuannya pulang.
“Aku akan berangkat kerja bi, sudah lama sekali aku ijin, pasti aku akan
mendapatkan surat peringatan hari ini!”
“kerja?"
bi Molly begitu terkejut,
Kenapa nyonya harus bekerja jika uang tuan
saja tidak akan habis walaupun ia gunakan untuk shoping setiap hari…
Bi Molly terus mengamati nyonya barunya itu, ia begitu penasaran pekerjaan apa yang sedang di geluti oleh nyonyanya itu.
“Pasti nyonya punya butik atau mungkin restaurant, atau perusahaan fashion?” tanya bi
Molly lagi begitu penasaran.
“Hahhh?”
Felic malah tercengang dengan pertanyaan bi Molly.
“Pasti luar biasa sekali ya?”
“Bi …, aku tidak punya yang seperti bi Mo sebutkan tadi!” ucap Felic dengan begitu
bingung.
“Lalu …? Oh mungkin nyonya salah satu karyawan di perusahan besar, atau seorang
model, artis?”
“Bukan semua itu juga!” Felic bingung bagaimana harus menjelaskannya.
Bi Molly sedikit mendekat dan mencoba mencari tahu, “lalu …?”
“Aku hanya office girl!” ucap Felic lirih tapi ucapan lirih itu berhasil membuat
syok bi Molly, bibir bi Molly terbuka sempurna mendengarnya.
“Office girl?” gumam bi Molly sambil memegangi kepalanya, ia tidak menyangka jika
nyonya nya saat ini adalah seorang office girl.
“Iya …!”
Bersambung
Jangan pelit-pelit untuk kasih like ya, kasih komentar juga, votenya juga yang banyak ya pumpung masih hari senin nih
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰😘❤️