Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 ( 10. Undangan )


__ADS_3

Saat hendak memasuki halaman rumahnya, tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang yang duduk di teras rumahnya.


"Mas Rizal!?"


Langkah Zea melambat, ia kembali mengedarkan tatapannya. Ia tidak melihat mobil pria itu di mana-mana.


Pria yang duduk itu segera berdiri menunggu Zea menghampirinya.


"Mas Rizal kenapa di sini?"


"Dari mana saja sama Rangga?" pria itu tidak mengindahkan pertanyaan dari Zea.


"Sudah lama mas?"


"Sudah dua hari ini aku ke sini dan kamu tetap tidak ada, apa kalian benar-benar memiliki hubungan yang spesial? Lihat jari kamu!" Rizal menarik tangan Zea dan melihat jari manis Zea dan benar ada cincin yang melingkar di jarinya,


"Dia melamarmu? Dia sudah di jodohkan dengan wanita berkelas! Wanita lulusan luar negri dan sedang memulai usahanya sekarang!"


Mendengar hal itu, hatinya begitu hancur. Air matanya tidak mampu ia bendung lagi dan Rizal segera memanfaatkan hal itu, ia memeluk wanita yang tengah menangis.


"Tidak pa pa, masih ada aku! Aku tidak akan membiarkan Rangga bersikap tidak baik sama kamu, dia memang sepupuku tapi kami tidak pernah cocok satu sama lain!"


Zea yang teringat dengan statusnya saat ini, segera mendorong tubuh Rizal,


"Maaf mas, sebaiknya kita menjaga jarak!"


"Baiklah, sebenarnya aku ke sini hanya untuk mengingatkan kamu kalau nanti malam kamu harus datang!"


Zea hampir lupa dengan undangan itu. Ia terlalu terlena dengan hubungan barunya dengan rangga.


"Iya mas!" Zea kembali bersikap dingin.


"Ya sudah kamu istirahat ya, nanti malam aku jemput!"


"Tidak perlu mas, aku akan datang sendiri!"


"Aku akan tetap menjemput! Aku pergi!"


Rizal segera meninggalkan Zea yang masih berdiri mematung. Ia tidak tahu mana yang harus ia percayai, Rizal atau Rangga.


Tapi ia terus berpikir positif, ia akan menunggu penjelasan Rangga setelah ini.

__ADS_1


Zea segera masuk ke dalam rumah, ijinnya tidak pergi ke minimarket tiga hari dan ini masih dua hari, besok ia juga masih libur.


Ia memanfaatkan waktunya untuk beristirahat, ia tidak mungkin pergi dengan Rizal sedangkan sekarang ia sudah berstatus istri orang. Ia juga tidak mau memperkeruh hubungan dua saudara itu.


Ting


Hingga sebuah pesan masuk, ia segera melihat siapa pemilik pesan.


My husband ,


Sayang nanti malam aku jemput ya, kita datang di peresmian restauran bang Rizal. Aku sudah meminta orang untuk mengirimkan gaun ke rumah.


Zea pun tersenyum, akhirnya ia bisa bernafas lega setidaknya ia tidak perlu pergi dengan pria lain. Ia juga bisa meminta penjelasan langsung dari Rangga nanti tentang apa yang di katakan oleh Rizal.


Me,


Iya


Zea sengaja menjawab singkat dan kembali meletakkan ponselnya. Ia memilih merebahkan tubuhnya untuk tidur sejenak sebelum membereskan rumahnya.


Tapi kembali ada pesan masuk membuatnya terpaksa membuka kembali matanya yang mulai terpejam.


My husband,


Zea tersenyum tipis dengan gombalan pria yang baru beberapa hari ini resmi menikahinya. Jarinya pun. dengan lincah mengirimkan sebuah balasan.


Me,


Aku ngantuk ga, mau tidur. Jangan ganggu ya, bye


Walaupun sedikit tega, Zea sengaja melakukannya. Ia tidak mau suaminya itu terlalu kepikiran padanya di saat bekerja.


My husband,


Ya udah sayang, kamu istirahat ya. Kalau kamu mau aku akan mengirim makanan juga untukmu, nggak usah masak.


"Dia perhatian sekali!" gumamnya pelan sambil memeluk benda pipih itu di dadanya seperti sedang memeluk pria yang sedang berkirim pesan padanya. Ia pun kembali mengetik pesan jawaban untuk sang suami.


Me,


Nggak usah, lagi pula aku cuma ngantuk bukan sakit, kamu kerja aja. Aku tunggu nanti malam, see you.

__ADS_1


Kali ini tidak ada balasan dari pria yang sudah mengajaknya menikah itu, akhirnya ia bisa merebahkan tubuhnya dengan tenang.


Satu jam sudah cukup baginya untuk merebahkan tubuhnya. Ia segera bangun karena perutnya terasa lapar. Ia hanya punya mie instan untuk mengganjal perutnya. Ia malas untuk pergi mencari makan di luar.


Setelah memasak mie instan, ia segera melahapnya dengan asap yang masih mengepul keluar dari mangkuk, sesekali ia meniupnya untuk mengurangi panas di mie nya.


Baru ia menyantap separuh dari mienya, pintu di ketuk dari luar. Zea pun segera meneguk air putih yang ada di gelas di samping mangkuknya. Ia bergegas ke depan, itu pasti pengantar gaun dari Rangga.


Tapi ia segera tercengang saat melihat ada dua orang di depan rumahnya dengan membawa kotak besar di tangannya. Dua kurir itu sama-sama mengiriminya sebuah gaun.


Saat ini Zea sedang termenung di atas tempat tidur, ia memandangi dua gaun malam yang indah itu, satu berwarna hitam dan satunya berwarna merah, semuanya terlihat mahal lengkap dengan tas dan sepatu nya.


"Masak ini dari Rangga semua? Kalau iya, kenapa dia mengirimiku dua gaun?"


Tepat saat itu ponselnya berdering, ia bahkan hampir melupakan ponselnya. Ia bisa bertanya langsung pada pria itu tapi di layar ponsel itu malah Rizal yang sedang melakukan panggilan.


"Mas Rizal?" Zea mencoba menduga-duga apa hubungan gaun itu dengan telpon dari duda tampan itu. Ia pun bergegas menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke daun telinganya.


"Hallo, mas! Ada apa?" Zea tidak mau banyak basa basi pada pria itu,


"Hallo Zea, gimana? gaun kamu sudah datang kan?"


"Jadi mas Rizal yang ngirim gaun itu?" ada keinginan untuk segera mengembalikannya.


"Iya, nanti malam aku tunggu ya!" tapi belum sampai ia menanyakan tentang warna Guan yang di kirim, pria itu sudah lebih dulu menutup telponnya.


Setelah mengakhiri panggilan telpon itu, Zea kembali berfikir. Ia terus menatapi dua gaun itu.


"Aku harus pakek yang mana? Pasti yang satu benar dari Rangga!"


"Apa aku tanya sama Rangga aja ya, tapi kalau aku tanya dia marah nggak ya?"


"Ahhh mending pakek hati nurani aja deh, aku lebih suka yang warna merah, kayaknya lebih mewah walaupun sedikit terbuka. Tapi tidak pa pa deh!" ia menempelkan gaun itu di depan tubuhnya dan menatap pantulan dirinya dari cermin yang ada di depannya. Belahan dada yang sedikit rendah dengan tali kecil di bahu, dan bagian bawah yang terbelah samping hingga menampakkan sebagian paha putihnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2