Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (145. Kepulangan Rangga)


__ADS_3

Hari ini tuan Seno tidak bisa ikut menjemput Rangga karena ia masih harus melakukan pekerjaan di luar kota.


"Urus semua urusan kepulangan Rangga. Dan katakan permintaan saya karena tidak bisa menjemput mereka!" ucapnya pada ajudan kepercayaannya di telpon.


"Baik tuan, akan saya sampaikan."


"Baiklah, kabari saya jika ada sesuatu."


"Baik!"


Tuan Seno pun segera mengakhiri sambungan telponnya karena ia masih harus melanjutkan meeting dengan kliennya yang ada di luar kota.


Bodyguard Zea sudah menunggu mereka di depan, bibi datang seorang diri membuat bodyguard Zea bertanya-tanya,


"Bi, dimana nona dan tuan muda?"


"Mereka masih di dalam, bantu aku masukkan semuanya!" ucap bibi sambil menunjuk beberapa tas di tangannya,


"Baik!" pria itu segera membuka bagasi mobil dan memasukkan barang-barang pribadi milik Rangga dan Zea,


Sedangkan ajudan Seno setelah menerima telpon dari atasannya, ia segera melanjutkan mengurus administrasinya atas kepulangan Rangga.


Di kamar yang akan segera mereka tinggalkan itu, tampak Zea mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan hingga ia menemukan apa yang sedang ia cari.


"Ga, biar aku bantu!" Zea segera mengambil kursi roda yang ada di sudut ruangan begitu ajudan papanya memberitahu jika urusan administrasinya sudah selesai.


"Itu buat apa?" Rangga menahan tangan Zea agar tidak jadi mengambilnya.


"Buat bawa kamu sampai ke mobil."


Rangga tersenyum, ia mendekatkan tubuhnya pada Zea dan menarik pinggangnya,


"Jangankan untuk berjalan sampai ke depan, buat gendong kamu sampai apartemen aja aku masih kuat." bisiknya hingga membuat Zea tersipu.


"Ga, tapi kamu kan sakit." ucapnya sambil mencoba melepaskan diri dari Rangga.


"Ini hanya luka kecil, nggak sampai buat aku nggak bisa jalan sayang!" ucapan Rangga di buat begitu manja membuat Zea tidak bisa berkutik lagi,


"Stop, kamu mau ngapain?" tanya Zea saat bibir Rangga sudah begitu dekat,


"Mencium istriku!" lagi-lagi bibir Rangga sudah tidak bisa di kondisikan, bibirnya sudah menjalar ke mana-mana.


"Jangan sekarang Ga, nanti ya!" Zea yakin setelah ini pasti tidak hanya akan berciuman saja, sebelum itu terjadi ia harus mencegahnya.


"Masih nanti lagi!?" wajah Rangga berubah kecewa, ia seperti anak kecil yang tidak mendapatkan permen.

__ADS_1


"Ini kan masih di rumah sakit," ucap Zea sambil menakup kedua pipi Rangga agar Rangga tidak ngambek.


Dia benar-benar seperti anak kecil kalau begini ....


"Baiklah, pokoknya nanti sampai di apartemen aku akan menagih janjimu!"


"Iya, kalau nggak lupa sih." Zea sengaja menggoda Rangga lagi.


"Jangan pura-pura lupa."


Ingin rasanya mencubit pipi Rangga saat ia tengah begitu manja seperti ini, rasanya sudah sangat lama tidak melihat Rangga manja.


"Hmmm, hemmm!"


Seseorang yang tiba-tiba masuk membuat Rangga melepaskan pelukannya. Seorang dokter pemilik rumah sakit ini,


"Kamu? Maksudku, dokter!" Rangga cukup terkejut.


"Sepertinya saya kurang tepat masuknya." dokter Frans hampir saja berbalik dan meninggalkan ruangan itu lagi tapi Zea segera menahannya.


"Tidak masalah Frans, masuklah!" ucap Zea membuat dokter Frans kembali berbalik.


"Baiklah, aku masuk ya!"


"Sudah akan pulang ya?" tanyanya sebagai basa-basi sebelum memulai pembicaraan.


"Iya, terimakasih atas bantuannya!" ucap Rangga menanggapi. Ia tahu selama ini pasti dokter Frans telah bekerja keras untuk menjaganya dan sang istri.


"Sama-sama! Aku ke sini cuma mau ngucapin selamat atas pernikahan kalian!" dokter Frans baru tahu jika ternyata Zea menikah dengan Rangga. Selama ini walaupun tahu, ternyata Felic tidak pernah menceritakan hal itu pada dokter Frans.


"Sama-sama!" ucap Rangga sambil tersenyum. Walaupun masa lalu mereka cukup sulit, tapi kini mereka sudah punya kehidupan masing-masing, tidak ada lagi sesal diantara mereka.


"Ya sudah, aku pergi dulu." sepertinya dokter Frans juga tidak mau berlama-lama mengganggu mereka.


Tapi Zea kembali memanggil dokter Frans, membuat langkah dokter Frans kembali terhenti.


"Frans."


Pria berkaca mata itu kembali menoleh padanya,


"Hmmm?"


"Makasih ya sudah menceritakan semuanya, itu sangat berarti buat aku!"


Beberapa hari lalu, dokter Frans menceritakan padanya tentang pertemuannya dengan tuan Seno beberapa tahun lalu, hal itu membuat Zea semakin bisa menerima papanya tanpa ada syarat lagi. Ia tahu sekarang jika papanya sungguh-sungguh mencarinya sejak lama tapi memang takdir saja belum mempertemukan mereka.

__ADS_1


Dokter Frans tersenyum, "Sama-sama, jangan sungkan!" dan akhirnya dokter Frans pun benar-benar meninggalkan ruangan itu.


Rangga kembali menatap Zea, tatapannya penuh dengan rasa penasaran.


"Memang apa yang di ceritakan olehnya?" tanyanya kemudian membuat Zea kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Hmmm?"


"Ada deh."


"Mau main rahasia-rahasiaan nih ceritanya."


"Nanti kalau sampai di apartemen aku cerita, sekarang kita pulang dulu ."


"Baiklah, aku juga sudah tidak sabar!"


"Dasar mesum."


"Mesum sama istri sendiri apa masalahnya."


Mereka pun akhirnya meninggalkan rumah sakit dengan di antara bodyguard Zea begitu juga dengan ajudan tuan Seno yang mengikutinya dari belaknag.


Ajudan tuan seno juga memberitahu tentang kepulangan Zea dan rangga yang tidak kembali ke rumah, dan memilih pulang ke apartemen sedikit kecewa, tapi ia masih harus menyelesaikan urusan pekerjaannya.


"Baiklah, nanti saja saat saya kembali ke Jakarta saya akan menemui mereka."


"Baik tuan."


"Dan lagi, penjagaan jangan sampai lengah!"


"Mengerti tuan."


Tuan Seno kembali mengakhiri panggilannya, ia sudah menyelesaikan meetingnya tapi ada beberapa berkas yang masih membutuhkan tanda tangan dirinya sehingga membuatnya tidak bisa langsung pulang.


"Hehhhhh, Rangga memang pria yang berprinsip. Sepertinya butuh waktu untuk membujuknya."


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2