Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
nomor baru


__ADS_3

Mentari mulai menampakkan sinarnya, tapi wanita yang hanya mengenakan handuk dalam tidurnya itu tak terganggu sedikitpun, ia malah semakin mengeratkan selimutnya, hawa dingin masih lebih menguasai tubuhnya pagi ini.


Dia manis sekali kalau sedang tidur seperti ini ....


Cup


Tiba-tiba seseorang mengecup bibirnya membuatnya yang masih begitu malas membuka matanya


segera ia membuka mata. Ia masih sangat asing dengan ciuman di pagi hari.


“Frans …!” gumamnya saat melihat siapa yang ada di depan wajahnya. Pria itu tersenyum padanya dan menampakkan gigi gingsulnya.


Rasanya masih tidak percaya, seperti sudah sangat lama ia tidak melihat senyum itu.


"Apa aku masih bermimpi?" gumam Felic sambil memukul pipinya sendiri.


Dokter Frans tersenyum kembali, "Apa sakit?" tanyanya.


"Kenapa sakit?" tanya Felic yang masih setengah sadar itu.


"Karena ini bukan mimpi!" ucap dokter Frans sambil mengecup seluruh wajah istrinya itu.


“bangun tukang tidur …!” ucapnya setelah menjauhkan wajahnya dari wajah Felic.


“Frans …, sejak kapan kamu di situ?” tanya Felic lagi.


“Sudah satu jam, tiga puluh delapan menit lima puluh detik! dan itu rasanya seperti hanya setengah detik, rasanya hari ini aku tidak ingin kemana-mana dan hanya menatap wajah cantik istriku ini ....!”


"Begitu lama dan kamu nggak bangunin aku?” tanya Felic, ia segera bangun dari tidurnya. Tapi matanya kembali terbelalak saat melihat ada banyak makanan di samping tempat tidurnya.


"Frans ...., kenapa banyak makanan?"


“Iya sayang ...., sengaja ....!"


"Sayang?" mata Felic terbelalak saat mendengar kata-kata asing itu. Frans bukan orang yang suka mengatakan kata-kata itu.


"Iya apa kau suka aku memanggilmu sayang?" tanya dokter Frans dengan senyum yang selama ini hilang dan senyum itu bertambah manis di sana.


"Sangat aneh ....!" ucap Felic begitu saja.


"Aneh .....!" wajah dokter Frans berubah menjadi datar, "Baiklah kalau tidak suka dengan itu, bagaimana dengan hanny, babby, sweety, honey, katakanlah kamu pilih yang mana?"


"Fe ...!"


"Fe?"


"Iya itu akan begitu manis jika keluar dari bibir kamu!"


"Yesss ....!"


"Kenapa begitu?"


"Felicia Daryl ...., aku mencintaimu ...!" ucap dokter Frans dengan begitu bersemangat sampai dia naik ke atas tempat tidur dan merentangkan tangannya.


"Frans ...., turunlah ...! Kau akan membuat tempat tidur ini anjlok!"


"Tidak akan Fe ...!"


Dokter Frans segera turun dan memeluk istrinya itu.


"Sudah lepaskan ....!" ucap Felic sambil mendorong tubuh suaminya itu, handuknya sudah mau copot saja.


"Ya sudah ...., aku bawakan sarapan ini khusus buat istri aku tercinta!"


"Bukan bi Molly?"


"Ya di bantu ...., kata bi Molly akhir-akhir ini kamu tidak teratur makannya!”


Felic pun menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur. Dokter Frans segera menyiapkan piring untuk istrinya, dengan cekatan ia mengambil beberapa makanan yang di sukai istrinya itu.

__ADS_1


"Aaaaa .....!" ucap dokter Frans mempraktekkan agar istrinya itu membuka mulutnya.


Felic pun secara otomatis membuka mulutnya, ia memang sangat lapar, kemarin ia tidak makan dan masih ada insiden lain.


“Makan yang banyak ya …!” ucap dokter Frans sambil mengusap kepala Felic.


Felic begitu senang hari ini, paginya begitu indah.


“Frans …, maafkan aku, gara-gara aku …!”


“Lupakan …! Makanlah!" dokter Frans tidak suka istrinya membahas hal itu lagi.


"Frans ...., sudah jam sembilan!" ucap Felic begitu panik saat melihat jam yang menggantung di dinding.


"Kenapa?"


"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku, tinggal tiga hari dan harus sudah di selesaikan!"


"Makanlah dulu, setelah ini aku yang akan mengantarmu!”


Dokter Frans menepati janjinya, ia mengantar Felic sampai di depan dan ikut turun bersamanya.


"Frans ...., kenapa turun?"


"Ingin berkenalan dengan teman-teman istriku!"


"Jangan membuat keributan ya di sini!"


"Siapa juga yang mau buat keributan, ayo ...!" dokter Frans menggandeng istrinya itu menuju ke gedung itu.


"Sunny…, selamat pagi …!” tiba-tiba seseorang menyapanya dari arah lain, Felic hafal siapa yang menyapanya seperti itu. Felic dan dokter Frans pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.


"Sunny ....?" tanya dokter Frans pada Felic, tapi Felic memilih tetap diam dan mengeratkan tangannya pada suaminya itu. Ia tahu suaminya itu sudah berubah wajahnya, sudah siap mencakar siapapun yang berani mendekati istrinya.


Sabar suamiku ....., tahan ...., jangan marah .....


“mas Langit, pagi mas …!”


Langit pun menatap pria yang bersama Felic.


“Siapa Sun…? Kakak kamu ya?” tanyanya dengan begitu entengnya sedangkan dokter Frans sudah begitu emosi.


Ia pun segera melepaskan tangan Felic,


Frans ...., aku mohon jangan buat keributan di sini ....., Felic menatap suaminya itu dengan penuh harap.


Dokter Frans pun segera menarik nafasnya dalam.


“Kenalkan, saya dokter Frans Aditya suami Felicia Daryl!” ucapnya dengan begitu tegas.


“Suami?” tanya Langit tidak percaya.


“Aku berangkat dulu ya, sayang ..! Hati-hati jangan terlalu dekat dengan buaya yang hidupnya di darat!”


Cup


Dengan sengaja dokter Frans mencium bibir Felic di depan Langit. Lalu berlalu begitu saja.


"Enak sekali panggil-panggil sunny ...., dasar ....!" gerutu dokter Frans sambil masuk kembali ke dalam mobil.


Langit masih terpaku di tempatnya. Ia tidak mau mempercayai itu, tapi ini benar-benar di depan matanya.


"Ayo mas Langit, kita sudah sangat terlambat!"


Felic pun berjalan lebih dulu masuk, Langit segera mengikutinya.


“Sun …., itu tadi beneran suami kamu?”


"Iya mas …!” ucap Felic sambil tersenyum berbalik menatapnya.

__ADS_1


"ahhhh …, patah hati dong gue ….!” ucap Langit sambil memegangi dadanya.


“Masih nggak percaya …?” tanya Felic tersenyum pada Langit. Perasaannya sedang sangat bagus pagi ini jadi tidak ingin marah-marah.


Tapi Langit melihat hal yang ganjil di leher Felic.


"Sun…, lihat leher kamu, itu kenapa?”


“Kenapa mas …?” dengan reflek Felic pun memeriksa lehernya, "Tidak ada apa-apa?"


Langit segera menyingkap kerah baju Felic. Ada tanda kepemilikan yang bertebaran di sana.


“Aaaahhhh …, aku benar-benar-benar patah hati sekarang, dia beneran suami kamu?”


"Apa?" tanya Felic yang masih tidak mengerti.


Felic pun segera meninggalkan Langit, dan menuju ke kamar mandi dan melihat apa yang di lihat Langit.


“Astaga …, kenapa aku tidak melihatnya tadi, ah Frans …, dia benar-benar ya …!”


Felic pun mengambil alas bedaknya dan menutupnya dengan alas bedak yang ia bawa.


Setelah memastikan semuanya tidak terlihat lagi, ia pun kembali ke ruangannya. Ia harus menyelesaikan beberapa bab lagi, setelah itu ia bisa bersantai.


Langit jadi terlihat menghindar darinya, mungkin karena sudah tidak ada kesempatan lagi baginya untuk mendekati Felic.


***


Siang ini pekerjaannya sebenarnya sudah hampir selesai. Ia benar-benar bisa jalan-jalan setelah ini.


Ia sedikit santai hari ini, Langit jadi tidak banyak bicara dengannya, setelah selesai pekerjaannya ia juga langsung meninggalkan Felic dan mbak Mia.


Saat istirahat makan siang, tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah notif pesan masuk. Ia sangat berharap itu dari suaminya, dengan cepat ia membukanya.


Ternyata itu sebuah Pesan dari nomer yang tidak di kenal.


//bisa kita bertemu di kafe A&A, satu jam lagi kita ketemu di sana, Tania//


“Tania?”


Membaca nama itu, membuat Felic kembali teringat dengan kandungannya. Tiba-tiba saja


tubuhnya bergetar, belum bertemu dengannya saja sudah membuatnya gemetar.


“Mbak Fe…, kamu kenapa? Kamu sakit ya?” tanya mbak Mia saat melihat wajah felic yang tiba-tiba pucat.


“Nggak mbak, nggak pa pa!”


“Minumlah …!”


Felic menenangkan dirinya, ia sebenarnya masih belum siap jika harus bertemu dengan wanita itu tapi ia juga penasaran dengan apa yang akan ia bicarakan. Apa ini menyangkut dengan Ersya.


“Mbak Mia, aku ijin pulang cepet ya!”


“Iya nggak pa pa, kayaknya kamu juga kurang sehat! Besok juga tinggal cetak sudah nggak pa pa!”


Felic pun tidak mengubungi Wilson atau Frans, ia memilih pergi dnegan menggunakan ojek online


...Bahagia itu sederhana ya ...., sesederhana saat kau memanggil namaku~ Felicia Daryl...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2