Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (147. Kunjungan tuan Seno)


__ADS_3

Ini sudah satu hari semenjak Rangga pulang, tapi setiap saat pria itu benar-benar menggempur pertahanan Zea.


Zea yang baru saja selesai mandi menatap pantulan tubuhnya di cermin, hampir semua kulit tubuhnya berwarna merah karena ulah suaminya,


"Issstttt, dia benar-benar ganas!" gumamnya sambil memutar-mutar tubuhnya.


"Bagaimana bisa aku keluar rumah jika begini!?" gumamnya lagi, bahkan lehernya penuh dengan tanda merah.


Hingga akhirnya ia memilih baju dengan kerah yang tinggi agar tanda merah itu tidak kelihatan.


Setelah selesai ganti baju, ia segera keluar tapi ia begitu tercengeng melihat kamar yang berantakan. Di sudut lain ia melihat suaminya yang tampak mengeluarkan beberapa barang dari dalam laci, seperti sedang mencari sesuatu.


"Cari apa Ga?" tanyanya sambil mendekat ke arah Rangga.


Rangga yang tengah jongkok di depan laci lemari besar itu segera menoleh pada sang istri yang baru saja selesai mandi, ia menatap istrinya dari ujung kepala hingga ujung kaki,


"Sayang, kenapa pakai baju seperti itu?"


"Issstttt, ini kan karena ulah kamu. Leherku penuh dengan tanda merah. Bagaimana aku bisa keluar rumah jika begini!" ucap Zea sambil menunjukkan tanda merah di seluruh lehernya yang putih bersih.


Rangga tersenyum dan berdiri, ia menggenggam.kedya bahu Zea, "Tapi kamu begitu seksi dengan tanda merah itu!" bisik Rangga.


"Jangan menggodaku lagi!" Zea menepis tangan Rangga, tapi kemudian ia teringat dengan pertanyaannya yang belum di jawab oleh Rangga.


"Kamu lagi cari apa?"


Rangga menoleh pada beberapa barang yang keluar dari tempatnya itu, "Sayang, apa kamu lihat map biru?"


"Map biru apa?"


"Yang waktu itu sebelum kecelakaan aku sempat menunjukkan padamu!"


Zea tampak berpikir, ia memang sering melihat map biru,


"Ahhhh!" akhirnya Zea teringat sesuatu, "Map biru ya, apa mapnya ada talinya?"


Rangga pun tersenyum merasa yang di cari sudah di temukan, ia pun mengangukkan kepalanya dengan begitu yakin.


"Iya benar, kamu melihatnya?"


Rangga khawatir jika ternyata Miska menyembunyikannya atau membuangnya. Map itu berisi data dirinya dan Zea.


"Aku yang simpen!"


Akhirnya Rangga bisa bernafas lega, ia segera memasuk-masukkan kembali barang-barang yang berserakan karena ulahnya, jika tidak segera di masukkan ia yakin Zea yang akan membereskannya dan dia tidak mau hal itu.


"Syukurlah, aku kira hilang!"


Zea masih mengikuti kemanapun Rangga pergi, hingga kamar itu kembali rapi.


"Ada apa sih, Ga?"


"Itu isinya_!" ucap rangga tapi segera di potong oleh Zea.


"Aku tahu, berkas yang akan kamu ajukan ke kantor catatan sipil kan?"


Zea sudah membaca isi map itu seluruhnya, oleh karena itu ia membawa kemanapun ia pergi berharap masih ada harapan.


"Iya."


Rangga meregangkan tubuhnya setelah benar-benar selesai.


" Di mana kamu menyimpannya? Biar aku ambil!" tanyanya lagi.


"Ada di rumah papa!"


"Di rumah papa Seno?"


"Iya, aku membawa kemanapun aku pergi, tapi kemarin aku lupa mengambilnya!"


"Gitu ya!" tampak Rangga berpikir, ia tidak mungkin ke sana sendiri tapi ia juga butuh map itu. Rangga pun duduk di tepi tempat tidur dan di ikuti oleh Zea.

__ADS_1


"Buat apa sih Ga?"


"Aku mau mendaftarkan pernikahan kita ke kantor catatan sipil!"


"Ya udah kalau gitu biar aku minta bibi buat mengantarnya ke sini!"


"Serius nggak pa pa?"


"Nggak pa pa, lagian papa juga belum pulang. Katanya masih besok malam pulangnya!"


"Ohhh, begitu!" Rangga bersyukur setidaknya ia tidak akan dengan cepat menjawab segala pertanyaan dari papa mertuanya karena telah mengajak Zea tinggal di apartemen yang jelas lebih sempit dari rumah tuan seno.


"Iya."


"Tapi kalau kamu mau berkunjung ke sana , aku akan mengantarmu!"


"Nggak ah, besok atau lusa kalau papa sudah pulang."


"Baiklah!"


" Ya udah aku telpon bibi dulu ya." ucap Zea sambil berdiri dan mengambil ponselnya.


"kalau begitu aku mandi dulu!"


"Iya!"


Rangga pun segera masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Zea menghubungi bibi.


...***...


Baru saja bibi meletakkan gagang telponnya, mobil tuan Seno memasuki halaman rumah, bibi tidak menyangka jika tuan Seno akan pulang lebih cepat. Ternyata tuan Seno mempercepat jadwal kepulangannya dari rencana sebelumnya.


"Tuan, anda sudah pulang?" tanya bibi yang masih memegang gagang telpon hingga ia tidak sempat menyambut kedatangan tuan Seno.


Zea sengaja meminta bibi untuk tinggal di rumah tuan Seno agar papanya ada yang menjaga, ia sudah ada Rangga yang akan menjaganya.


"Iya, siapa yang baru saja telpon?" tanyanya sambil melepaskan jasnya, ia tidak heran jika rumah sepi karena ia sudah tahu Rangga membawa Zea ke apartemennya.


Tuan Seno menghentikan langkahnya tepat di ujung tangga, ia kembali menoleh pada bibi.


"Ada apa?"


"Nyonya Zea meminta saya mengantarkan berkas yang waktu itu akan di ajukan ke kantor catatan sipil oleh tuan Rangga!"


"Oh begitu, kalau begitu biar saya saja yang mengantarnya ke sana!"


"Tapi tuan_!" tampak bibi ragu, tuan Seno baru saja datang.


"Saya sekalian menjenguk Rangga dan memberi surprise ke mereka."


Melihat tuan Seno begitu yakin, bibi tidak bisa melarangnya lagi.


"Baiklah tuan, kalau begitu biar saya siapkan berkasnya!"


"Iya, saya siap-siap dulu."


Selagi bibi mencari berkas itu, tuan Seno membersihkan diri. Ia benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Zea, walaupun hanya beberapa hari saja tapi rasanya sudah sangat rindu dengan putrinya itu.


...***...


Bel pintu rumahnya berbunyi, Zea yang tengah menyiapkan makanan segera meninggalkan dapurnya,


"Itu pasti bibi!"


Langkanya terhenti di depan pintu, tangannya dengan cepat menekan handle pintu hingga pintu itu terbuka.


"Papa!?"


Tuan Seno meregangkan tangannya, siap untuk di peluk putrinya.


"Mau peluk papa sekarang?"

__ADS_1


"Iya!"


Zea pun berhambur memeluk papanya,


"Siapa yang datang sayang?" tanya Rangga yang baru saja keluar dari ruang kerjanya karena mendengar bel pintu berbunyi. Tapi langkahnya segera terhenti begitu melihat kedatangan sang papa mertua.


"Ayo pa masuk!"


"Iya, oh iya papa bawa ini untuk kalian!"


"Ini apa pa?"


"Papa sengaja cari oleh-oleh buat kalian!"


Akhirnya Rangga dan tuan Seno duduk di sofa sedangkan Zea langsung ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka.


"Katanya papa pulangnya baru besok?"


"Iya, aku sengaja mempercepat jadwal!"


Zea kembali lagi dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi.


"Minum pa!"


"Iya!"


Zea pun ikut bergabung dengan mereka, ia duduk di samping Rangga sedangkan tuan Seno duduk di sofa yang terpisah.


"Papa kok bisa pulangnya sekarang? Katanya masih nanti malam?"


"Papa sengaja mempercepat jadwal kepulangan, oh iya kata bibi kalian sedang mencari ini!" tuan Seno menyodorkan map berwarna biru itu.


Rangga pun segera memeriksa nya, dan ternyata masih lengkap.


"Seharusnya papa tidak perlu repot-repot, kami bisa ke sana untuk mengambilnya, papa pasti capek karena baru sampai."


"Tidak masalah, papa senang bisa langsung ketemu sama kalian. Jadi rencananya kapan akan mendaftarkan pernikahan ke kantor catatan sipil."


"Secepat pa, besok rencananya saya mau ke sana!"


"Baguslah, papa dukung kamu! Setelah itu papa bisa langsung menggelar pesta pernikahan kalian!"


"Papa serius dengan rencana resepsi itu?"


"Iya dong! Tapi ada yang lebih penting dari itu!"


"Apa?"


"Papa ingin kalian tinggal di rumah kita. Papa sengaja membeli rumah itu untuk kalian!"


"Tapi pa_!"


"Jika kamu merasa tidak enak karena aku memberikan rumah itu secara cuma-cuma, bagaimana jika kamu mencicilnya tiap bulan. Anggap saja papa memberikan cicilan murah untuk rumah itu, sebentar lagi kalian akan punya bayi. Apartemen rasanya tidak begitu bagus untuk perkembangan anak, anak-anak butuh lahan yang luas dan terbuka untuk bermain!"


"Nanti akan Rangga pikirkan pa!"


"Papa tunggu jawabannya secepatnya!"


"Ya sudah, sekarang sudah waktunya makan malam kan, bagaimana kalau kita makan malam bersama? Bukankah itu ide yang bagus?" Zea segara menengahi percakapan mereka yang terasa berat.


"Baiklah, ayo!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2