
“Ihhhh …, jahat banget!” lagi-lagi felic memukul lengan dokter Frans karena begitu
kesal, ia tidak menyangka jika suaminya itu lebih cerdik dari dirinya.
“Sudah jangan marah kayak gitu, gimana kalau ikut aku aja?” ucap dokter Frans sambil
lagi-lagi menahan tangan Felic agar tidak terus memukulinya.
“kemana?”
“Kita lihat taman bermain yang di bangun Rendi dan Agra!”
“mau dong!”
Akhirnya Felic pun ikut dengan dokter Frans untuk mengunjungi taman bermain itu. Ia
harus mulai merencanakan acara yang tinggal lima hari itu.
Lokasi taman bermain itu tidak terlalu jauh dari rumah sakit dokter Frans. Letaknya
juga strategis sekali, mudah untuk mengawasi anak-anak dari berbagai sisi, luas
dan banyak sekali media bermainnya. Walaupun pembangunannya masih 99% tapi sudah sangat rapi tinggal pembersihannya saja.
Agra dan Rendi sengaja membangun taman bermain gratis ini karena keprihatinan mereka
terhadap anak-anak yang kesulitan mencari tempat bermain, kebanyakan
taman-taman bermain malah beralih fungsi menjadi fasilitas-fasilitas umum
lainnya yang mengurangi ruang gerak anak-anak untuk bermain.
Anak-anak butuh sekali tempat untuk bergerak, bermain aktif. Olah raga, permainan-permainan tradisional yang bisa membuat anak-anak leluasa mengasah segala kemampuannya.
“ini luar biasa sekali Frans!” ucap Felic, ia berlarian ke sana kemari mencoba segala
macam permainan mulai dari ayunan hingga jungkat-jungkit.
“Memang sahabat-sahabatku itu luar biasa!”
“kamu juga luar biasa!” ucap Felic, mendengar hal itu dokter Frans segera mendekati
Felic yang masih duduk di ayunan dan menahan ayunan Felic. Menundukkan
punggungnya mendekatkan wajahnya ke wajah Felic.
“Terimakasih …, istriku!” ucap dokter Frans sambil sedikit berbisik.
“Frans!”
tiba-tiba suara seseorang memanggil namanya membuat dokter Frans begitu
terkejut.
Dokter Frans segera menjauhkan wajahnya dari wajah felic dan menoleh ke sumber suara.
“Zea …!”
Felic mengerutkan keningnya, ia tidak mengenal siapa wanita itu tapi suaminya sepertinya sangat mengenalinya hingga membuat suaminya itu mengabaikannya.
Dokter Frans sudah berbalik menatap Zea.
“Maaf aku menggangu!” wajah Zea terlihat patah hati melihat kedekatan Felic dan dokter
Frans.
“Tidak kok Ze! Ada apa ke sini?” Tanya dokter Frans.
***
Mereka bertiga sudah duduk di salah satu kafe yang berada di seberang taman bermain
itu. Semua masih saling diam, Felic masih mencoba menerka siapa sebenarnya
wanita yang ada di hadapannya kini.
Ia bisa melihat tatapan yang berbeda dari
wanita itu untuk suaminya, walaupun tidak begitu yakin. Ada kecanggungan di antara mereka bertiga, seperti ada sesuatu yang sengaja untuk di tutupi atau malah di baca satu sama lainnya.
__ADS_1
“Frans!”
“Frans!”
Ucap Felic dan Zea secara bersamaan membuat keduanya kembali saling berhadapan, mereka meminta penjelasan pada dokter Frans.
“Zea …., kenalkan dia Felic, Felic kenalkan dia Zea!”
Dua wanita itu saling bersalaman. Bukan itu sebenarnya maksud dari pertanyaan mereka tapi ya sudahlah mungkin dari mengetahui nama masing-masing dulu baru yang lainnya.
“Zea!”
ucap Zea sambil mengulurkan tangannya.
“Felic!”
“Oh iya Ze …, kenapa bisa di sini? Tadi kamu belum menjawab pertanyaan ku kan!?” tanya dokter Frans saat mereka selesai
berkenalan.
“Kebetulan aku kerja di sekitar sini, mumpung jam makan siang jadi sekalian aku mau lihat
lokasi acaranya buat lusa!”
Aku kamu ….? Se-akrab apa mereka ….
“Ya udah karena jam makan siang sudah berakhir, aku pergi dulu ya. Sampai jumpa
lain waktu!” ucap Zea yang sudah berdiri dari duduknya.
“Buru-buru sekali, kita belum makan siang kan?”
“Maaf …, tapi sudah jam dua aku harus kembali, senang bertemu denganmu, Felic!
Semoga kita bertemu lagi!”
Felic hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Zea, ia masih terlalu sibuk dengan
pikirannya sendiri.
Saat Zea meninggalkan mereka, dokter Frans menatap kepergian Zea hingga wanita itu
menghilang, hal itu tentu membuat Felic bertanya-tanya. Suaminya itu sama
“Frans???”
“Iya?”
“Zea siapa?”
“Hemmmm?”
sekarang barulah dokter Frans menatap Felic, ia hampir lupa jika ada istrinya di situ.
Frans …., lupakan masa lalu dan berbalik pada masa depan ….
“Frans …., aku tanya? Kenapa aku kamu? Sedekat apa kalian?” tanya Felic begitu
menggebu-gebu, “Dulu ….!” Dan sekarang sedikit berharap itu hanya dulu.
“Dulu …, sedekat kamu dengan Rangga!” ucap dokter Frans tanpa berniat untuk
melanjutkan penjelasannya. Dokter Frans kembali menyeruput minumannya, ia masih
belum yakin untuk melanjutkan.
Mendengar ucapan dokter Frans sekarang Felic sadar jika wanita yang baru saja bersama
mereka adalah cinta pertama suaminya, lalu posisiku apa sekarang di hati
suami ku, batin Felic.
Walau dia adalah istri yang sah, tapi pernikahan mereka bukan karena cinta, mungkin sekarang yang di rasakan oleh suaminya sama persisi
seperti yang dia rasakan beberapa waktu lalu, sakit? Ya sakit pasti.
Saat ia mulai bisa melupakan Rangga, ternyata sesuatu yang besar siap menghadang
pernikahannya. Lalu apakah cinta itu akan mengalahkan komitmen yang telah
__ADS_1
mereka bangun.
“Sekarang?” tanya Felic lagi pada suaminya itu.
“Mau aku jujur atau yang bohong?” tanya
dokter Frans.
“menurutmu? Aku suka yang bohong atau yang jujur?”
“Lupakan saja …, ayo pulang!”
Dokter Frans memilih untuk melupakan pembicaraannya, ia jelas belum siap dengan
jawabannya. Dokter Frans menarik tangan Felic begitu saja dan mengajaknya
meninggalkan kafe itu.
Felic begitu kesal karena Frans tidak berkata jujur padanya. Tapi dia juga belum siap
dengan jawaban dari suaminya itu.
“Kita jalan-jalan saja ya, pumpung lagi free!” ucap dokter Frans lagi,
“Aku bukan Free …, tapi kamu yang membuat aku di pecat secara halus!” ucap Felic
kesal, jika tidak boleh melakukan apapun di tempat kerja itu sama saja dengan
di pecat.
“Kamu boleh kok di sana, tapi bukan sebagai Office Girls tapi sebagai istri seorang Frans
Aditya, tinggal perintah aja!”
Hehhhh ….
Felic hanya bisa menghela nafas kesal, ia
tidak bisa membatah lagi saat statusnya sebagai seorang istri dari Frans Aditya
pasti akan berpengaruh pada kehidupannya juga. Ia tidak bisa sembarangan
bertindak kalau tidak mau diadili oleh nyonya besar.
Ahhhhh ….. ribetnya hidup gue …..
Mereka sudah masuk ke dalam mobil, dokter Frans melepas jaketnya dan memakaikan
seat belt pada Felic, “Lain kali kamu harus mulai belajar!” ucapnya begitu dekat
dengan wajah felic hingga Felic bisa merasakan nafas dokter Frans menyapu
wajahnya.
“Memang kenapa?”
“Kamu harus belajar mengendarai mobile sendiri!”
“Nggak mau …., lebih baik belikan aku motor saja!”
“Lain kali kita jalan-jalannya pakek motor ya …! Tapi harus sama aku!” ucap dokter
Frans lalu kembali ke tempatnya, ia segera menginjak pedal gas setelah
menyalakan mesin mobilnya, kali ini ia ingin membawa Felic jalan-jalan ke
pantai.
spesial Visual Zea, nih yang penasaran sama Zea ya
ayo tebak yuk siapa visualnya Zea??????
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘😘