Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Rumah besar


__ADS_3

Dokter Frans pun segera mengejar istrinya itu dan berjalan mensejajari istrinya, banyak orang yang juga sedang lalu lalang untuk melakukan jalan-jalan pagi atau hanya sekedar menunggu tukang sayur lewat.


"Jadi gimana nih ...., jadinya setuju kan?" tanya dokter Frans dan Felic segera menoleh padanya serta menghentikan langkahnya.


"Nggak mau ....!" ucap Felic sambil kembali berjalan. Jalan setapak itu begitu lebar bahkan untuk berjalan tiga mobil sekaligus bisa, jalan itu juga terdiri dari dua arah dengan bagian tengahnya ada rumput dan pohon palm yang berjejer, tiap pohon dengan pohon lainnya berjarak dua meter dan ada lampu taman juga bangku taman yang berwarna coklat tua persis seperti yang baru saja di duduki oleh mereka.


Kebanyakan yang keluar rumah di pagi hari untuk menunggu tukang sayur adalah para asisten rumah tangga, sedangkan yang berjalan-jalan pagi mereka para orang-orang sibuk yang menyempatkan olah raga sebentar sebelum berangkat kerja.


Rumah dokter Frans termasuk rumah dengan kawasan elit, bahkan rumah dokter Frans adalah rumah terbesar yang ada di kompleks itu, rumah yang berada paling ujung belakang dan jauh dari keramaian jalan raya. Dengan taman yang luas dan juga rumah dengan pagar tinggi, penjaga yang banyak, setiap hari setidaknya ada lima belas penjaga yang berjaga di sekeliling rumah itu. Mereka selalu bergantian berjaga setiap delapan jam sekali, jadi kalau di total semua penjaganya berjumlah sekitar empat puluh orang beserta satpam dan sopir.


Selain itu, asisten rumah tangga yang mengurus urusan dalam rumah ada sekitar lima kelompok dengan tugas masing-masing, setiap kelompok ada sepuluh personil. ada yang bertugas bersih-bersih, menyapu dan mengepel, mengelap rumah. Kemudian memasak, Mencuci baju dan sebagainya, mengurus taman, dan menyiapkan segala keperluan dokter Frans dan Felic. Dan semua kelompok-kelompok itu yang menjadi ketua ya adalah bi Molly. Bi Molly hanya bertugas untuk mengawasi pekerjaan para pekerja lainnya dan mengatur gaji para pekerja.


Sama seperti penjaga, pekerja dalam juga memiliki pergantian sif dan hari libur, semua di bagi menjadi dua kelompok jadi pekerja dalam rumah ada sekitar lima puluh orang dengan pembagian tugas masing-masing dan juga hari libur yang berbeda.


Semua pekerja itu ada yang tinggal di rumah belakang dan sebagian yang sudah berkeluarga, dokter Frans akan membelikan rumah bagi mereka yang sudah berkeluarga dan bekerja dengannya lebih dari sepuluh tahun.


Bahkan dokter Frans juga sudah memberikan sebuah mini market untuk bi Molly karena bi Molly sudah bekerja dengannya sudah hampir dua puluh tahun.


Dan sebagian lagi dari mereka ada yang anaknya di sekolahkan hingga perguruan tinggi, semua itu tergantung bagaimana mereka bekerja, jika pekerjaannya bagus maka dokter Frans tidak itung-itungan dalam memberi reward pada semua karyawannya. Itu juga berlaku untuk karyawannya yang ada di rumah sakit.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah besarnya, dokter Frans begitu terkejut ketika melihat Wilson sudah berdiri di depan rumahnya itu.


"Wil ...!?"


Wilson segera menundukkan kepalanya memberi hormat pada dokter Frans dan juga Felic.


"Selamat pagi tuan dokter!"


"Selamat pagi nyonya Fe!"


"Pagi Wilson ....!" sapa Felic dengan tersenyum membuat dokter Frans melotot padanya,

__ADS_1


"Jangan tersenyum sama sembarangan orang!" ucap dokter Frans memperingatkan istrinya itu.


"Iiisssttttt ...., tapi Wilson kan bukan orang lain, lagian usianya juga lebih muda dari aku, emang aku penyuka berondong apa!"


"Jangan suka membantah!" ucap dokter Frans kesal, ia melihat bi Molly juga datang menghampiri mereka.


"Bi ...., tolong bawa Fe masuk dulu, aku mau bicara sama Wilson!"


"Baik tuan!"


Bi Molly pun segera menghampiri Felic, "Mari nyonya!"


Felic pun akhirnya ikut masuk bersama bi Molly, padahal ia ingin tahu apa yang sedang di bicarakan oleh suaminya itu pada Wilson. Ia tahu itu pasti berhubungan dengan Tisya, karena beberapa kali Felic sempat memergoki suaminya itu sedang mengawasi Tisya menggunakan beberapa anak buahnya.


Setelah Felic masuk bersama bi Molly, dokter Frans segera menatap Wilson.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya dokter Frans membuat Wilson terlihat bingung.


"Saya kan sudah memberimu tugas baru, lalu kenapa di sini? Bukankah hari ini Tisya pergi ke rumah kamu?" tanya dokter Frans.


"Saya sudah menyerahkan kunci cadangan pada pekerja, tuan! Jadi saya bisa terap bekerja hari ini!"


Aduuuuh polos banget sih ni anak ...., nggak ngerti juga maksud ku ....! batin dokter Frans bingung, ia tidak tahu cara menjelaskannya pada Wilson.


"Sudah gini deh ...., untuk beberapa hari ke depan sampai pengerjaan rumah kamu selesai, kamu boleh bekerja dari rumah sambil mengawasi Tisya! Saya akan mengirim orang untuk mengantarkan berkas-berkas yang harusnya kamu kerjakan di rumah saja dan kalau sudah selesai, minta seseorang untuk mengantarkannya pada saya, jadi jangan kamu, kamu tetap di rumah! Mengerti?"


"Jadi maksud tuan, saya harus terus bersama Tisya?" tanya Wilson dan dokter Frans pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Gimana caranya ngawasi tuh anak ...., dia pasti selalu membuat masalah sama saya ...., ada-ada aja nih tuan dokter!!!!!


"Kenapa diam? Kamu keberatan?" tanya dokter Frans.

__ADS_1


"Tidak tuan dokter! Tapi saya ...!" Wilson tampak bingung bagaimana cara mengungkapkannya.


"Tapi apa?"


"Tapi dia selalu membuat masalah sama saya tuan dokter, bukankah kalau saya tetap di rumah, pengerjaan rumah itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama?"


Hahhhh ...., memang itu yang aku mau ...., biar aku bisa mengawasi Tisya dari Wilson, syukur-syukur kalau mereka ....


"Bagaimana tuan, apa tidak sebaiknya jika orang lain saja yang mengawasinya!?"


"Tidak ...., sudah pokoknya saya maunya kamu! Sekarang kembalilah ke rumah kamu dan berkas-berkas nya akan segera datang dalam waktu setengah jam, awas saja kalau besok-besok saya melihat kamu berkeliaran di sini sebelum pekerjaan Tisya selesai!" ucap dokter Frans lebih menekankan lagi ucapannya.


"Baiklah tuan, saya mengerti! Kalau begitu saya permisi!"


"Ya sudah sana ....!"


Wilson pun menundukkan kepalanya memberi hormat lalu meninggalkan dokter Frans, ia segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah dokter Frans.


"Wilson ...., Wilson ...., gitu aja susah banget di jelasin nya ....!" gumam dokter Frans.


Wilson adalah salah satu dari putra pekerjanya yang sudah di biayai pendidikannya oleh dokter Frans hingga selesai, karena prestasinya yang bagus dan dedikasinya yang tinggi, dokter Frans pun akhirnya merekrutnya untuk bekerja bersamanya sebagai pengawal Felic. Selain itu Wilson juga mengerjakan beberapa pekerjaan kantor seperti penyetokan beberapa obat untuk rumah sakit dan beberapa peralatan rumah sakit lainnya.


Banyak orang-orang hebat yang di pekerjakan oleh dokter Frans, bahkan asisten rumah tangganya juga minimal berpendidikan SMA, bahkan yang bertugas sebagai tukang masak, dokter Frans sengaja mempekerjakan beberapa chef handal dengan gaji dua kali lipat dari gaji yang di dapat oleh chef di restoran.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2