Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (102. Pemilik minimarket)


__ADS_3

"Terimakasih ya Bu!" tapi ibu itu malah menatap aneh pada Rangga dan meninggalkannya begitu saja.


Rangga yang merasa di tatap dengan tatapan aneh menjadi bingung sendiri, "Memang ada apa denganku, apa karena aku melupakan beberapa hal tentang tempat ini? Ya mana aku tahu kalau dalam dua tahun terakhir di bangun minimarket!"


Rangga pun segera melanjutkan langkahnya, ia benar-benar tidak sabar ingin segera sampai di minimarket.


Ia harus memastikan jika seragam yang ada dalam bayangan potongan ingatannya sama dengan seragam yang di pakai petugas minimarket.


Akhirnya setalah sepuluh menit berjalan ia sampai juga di depan sebuah gedung minimarket, tapi masih tutup karena ia masih terlalu pagi sampainya,


"Ternyata masih tutup, mungkin nanti sambil berangkat ke kantor aku bisa mampir." gumam Rangga dan ia segara memutar langkahnya karena sekarang sudah jam enam pagi, ia juga harus segera bersiap-siap untuk ke kantor.


Seperti yang di rencanakan, setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju resmi, ia segera menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya,


"Ga, kenapa terburu-buru sekali sih?" mamanya memperingatkan padanya saat melihat Rangga begitu cepat memakan roti dan meminum susunya.


"Maaf ma, tapi Rangga ada yang harus di kerjakan sebelum ke kantor. Lain kali Rangga pasti akan sarapan lebih lama sama mama dan papa." Rangga bahkan memakan sambil berdiri,


"Baiklah, Rangga berangkat dulu ya!" Rangga mencium pipi mama dan juga papaanya, "Sampai jumpa lain waktu."


"Hati-hati!?" terlihat sang mama tidak begitu ikhlas melihat putrinya segera pergi, tapi ia hanya bisa menghela nafas dan duduk menatap meja makan yang kembali sepi hanya ad dirinya dan sang suami.


"Memang apa sih yang mau dia lakukan!?"


"Ya biarkan lah ma, lagi pula Rangga itu sudah sangat pantas untuk menentukan semuanya sendiri, jangan terlalu mengekangnya!"


"Papa ini, pagi-pagi sudah aja mulai bahas hal itu!"


"Ya mau bagaimana lagi, papa sampai bingung harus kasih tahu bagaimana lagi sama mama!"


Sang istri akhirnya memilih untuk diam, ia sepertinya mulai menyadari bahwa apa yang ia lakukan semalam ini tidak semua benar. Putra kita bukanlah boneka yang selalu bisa nurut sama kita, dia adalah jiwa lain yang mempunyai pemikirannya sendiri.


Mobil Rangga akhirnya berhenti di depan minimarket, tapi masih sama minimarket itu masih tertutup.

__ADS_1


Ia kembali melihat jam tangannya dan ternyata masih jam tujuh seperempat, masih kurang lima belas menit lagi sampai minimarket itu di buka.


Rangga sudah menghubungi sekretaris Revan bahwa ia akan datang terlambat. Beruntung sekretaris Revan mau mengerti.


Akhirnya setelah lima belas menit, seorang pria dengan seragam yang sama dengan yang ada dalam bayangan memorinya itu berjalan menuju ke minimarket dan dia mulai tampak sibuk membuka rolling door minimarket.


Rangga memilih menunggu terlebih dulu sampai minimarket benar-benar terbuka, ia juga ingin memastikan jika ada orang lain selain pria itu karena yang ada dalam bayangannya adalah seorang gadis dengan seragam minimarket yang sama.


Hingga setelah lima menit Rangga pun memutuskan untuk keluar dari mobil, ia mulai memasuki minimarket dan menghampiri pria yang tengah sibuk mengecek barang-barang yang ada di dalam rak.


Tapi sebelum mencapai pria itu, Rangga tertarik untuk menoleh pada rest area yang berada di dekat dinding kaca, kembali bayangan itu muncul dan sekarang semakin jelas tapi tetap saja saat ia ingin mengingat wajah gadis itu rasanya tidak bisa.


"Siapa sebenarnya dia?" gumamnya pelan sambil terus menatap ke dua bangku kecil dengan meja berbentuk lingkaran itu.


"Mas, ada yang bisa di bantu?" pertanyaan itu berhasil mengalihkan perhatian Rangga, Rangga dengan cepat menoleh pada pria yang baru saja menyapanya,


"Mas, sebenarnya saya mau sarapan mie, bisa minta tolong disedukan sebentar?"


"Iya mas, kalau begitu silahkan duduk dulu!"


Rangga pun segera duduk di tempat yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya,


"Apa sebelumnya memang aku sering ke sini? Rasanya kenapa begitu familiar sekali? Bahkan aku merasa tahu di balik pintu kecil itu ada sebuah sofa!" Rangga menunjuk pintu kecil berwarna putih yang berada di ujung lorong. Di ruang belakang, ia seakan tahu seluk beluk tempat itu bahkan di mana rak-rak itu berada dan apa saja yang ada di dalamnya.


"Silahkan mas!" pria itu kembali menghampiri Rangga dengan membawa satu cup mie instan yang sudah di sedu.


"Ehhh mas!" Rangga segera mencegah pria itu berbalik setelah meletakkan mie miliknya.


"Iya mas, ada yang bisa saya bantu lagi?" karyawan itu terlihat ramah membuat Rangga tidak merasa sungkan saat meminta bantuan.


"Sebenarnya ada yang ingin saya obrolan sebentar dengan anda, bisa minta waktunya sebentar?"


Sepertinya dengan penampilan Rangga yang sudah rapi dengan kemeja dan jasnya, membuat pria penjaga minimarket itu sedikit curiga, ia mungkin saja berpikiran jika pria di depannya adalah seorang petugas asuransi atau sales yang menawarkan produk.

__ADS_1


"Tapi saya bukan pemilik minimarket ini, kalau mas mau menawarkan barang atau apa sebaiknya mas langsung saja sama pemiliknya."


Rangga segera tersenyum, ia menyadari penampilannya saat ini, "Bukan, bukan. Saya bukan sales atau apapun itu. Saya benar-benar memang ada yang ingin di tanyakan."


Setelah menatap Rangga cukup lama akhirnya pegawai minimarket mulai percaya dan ikut duduk dengan Rangga, mungkin akhirnya dia melihat Rangga yang tidak membawa apapun di tangannya kecuali kunci mobil dan sebuah handphone membuatnya sedikit percaya,


"Mau tanya apa ya mas?"


"Apa ada seorang karyawan wanita di sini?"


Karyawan minimarket itu mengerutkan keningnya, "Ahhh maaf, kenalkan dulu saya Rangga." Rangga langsung menyadari kecurigaan pria itu. "Saya sebenarnya kehilangan ingatanku untuk dua tahu terakhir ini, tapi beberapa kali selalu saja dalam benak saya muncul bayangan tentang seorang wanita yang memakai seragam yang sama dengan seragam yang anda pakai saat ini, makanya saya bertanya sama anda."


"Ohhh jadi begitu!" terlihat raut wajah lega pada karyawan itu, "Kalau yang saya tahu saya itu karyawan satu-satunya di sini dan saya juga masih baru, sebelumnya ada seorang wanita tapi katanya nggak lama kerja di sini, paling sekitar 2 bulanan lah, tapi sebelumnya lagi ada seorang wanita yang cukup lama bekerja di sini, katanya bahkan sejak minimiarket ini mulai di buka!"


"Kalau begitu bisa minta nomor atau alamatnya?"


"Kalau itu saya nggak punya, mungkin mas bisa tanya langsung sama bos atau anaknya bos!"


"Dimana bisa saya bertemu dengannya?"


"Katanya minimarketnya cukup banyak jadi dia jarang di sini, atau kalau masnya mau bisa datang lagi pas hari Minggu!"


"Hari Minggu?"


"Iya mas, hari Minggu itu jadwal saya libur. Biasanya bos atau anaknya bos yang akan menggantikannya, jadi bisa langsung tanya sama beliaunya!"


Setelah mendapat informasi dan menghabiskan mie nya, Rangga pun segera membayar dan berpamitan, ia harus datang lagi hari Minggu jika ingin mengetahui semuanya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2