
"Itu undangan salah satu kolega bisnis Rangga, di sana nanti papa juga bisa bertemu dengan Rangga, ajak mama juga ya pa!"
Pak Beni tampak mengusap matanya yang berkaca, harapannya untuk bertemu dengan putranya seakan terbuka. Meskipun bisa ia tidak ingin menemui Rangga di kantor karena takut menggangu pekerjaan Rangga.
"Jadi sekarang jika papa ingin ketemu sama.kamu, papa harus pergi ke mana?"
"Papa tinggal telpon Zea aja, nanti Zea pasti akan ketemu sama papa!"
"Syukurlah, papa jadi tenang!"
Akhirnya setelah cukup lama mereka saling mengobrol, mereka pun saling berpisah. Zea masih ada urusan lain, ia harus menemui Ersya.
"Pak, kita ke wilayah x ya!" perintah Zea pada sopirnya yang merangkap sebagai bodyguard pilihan pak Seno. Pak Seno sengaja memilihkan bodyguard yang terbaik karena ia tahu setelah ini pasti tidak akan mudah, Zea harus mengalami tekanan dari banyak pihak terutama istri dan putri tirinya.
"Baik nona!"
Mobil mulai melaju, tempat yang ingin Zea kunjungi saat ini adalah sebuah butik, Ersya sudah berjanji akan memilihkan beberapa baju yang pantas untuk kalangan atas. Meskipun Ersya bukan berasal dari keluarga kalangan atas tapi sedari remaja ia Sudja terbiasa memperhatikan penampilannya Walaupun sifatnya sedikit brutal dan seenaknya sendiri.
"Kalau kamu ingin pergi kemana dulu nggak pa pa, nanti kalau aku mau pulang aku hubungi!" ucap Zea sebelum ia meninggalkan sopirnya.
"Tidak nona, biar saya menunggu di sini!"
"Tapi aku tidak tahu akan lama atau tidak!"
"Tidak masalah nona!"
"Baiklah terserah kamu!"
Zea pun akhirnya masuk ke dalam butik karena baru saja Ersya mengirimkan pesan padanya bahwa Ersya sudah menunggunya di dalam.
Cukup sulit bagi Zea untuk menemukan Ersya di butik yang lumayan besar itu, bahkan karyawannya terlihat banyak, butik dengan dua lantai itu tampak begitu berkelas dan terlihat pelanggaran-pelanggannya bukan orang sembarangan.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Saya sudah janjian dengan seseorang, namanya nona Ersya!"
"Ohh nona Ersya, mari saya antar pada beliaunya!"
Waahhhhh bahkan karyawan butik pun kenal dengan nona Ersya ....
Zea cukup kagum dengan istri dari Divta itu.
"Baik!"
Karyawan butik pun mengantar Zea ke salah satu sisi dari butik itu,
"Itu nona Ersya!"
Karyawan itu menunjuk pada seorang wanita hamil dengan perut besarnya tengah duduk di sofa ruang tunggu.
"Terimakasih, biar saya sendiri yang ke sana!"
Zea pun segera berjalan menghampiri Ersya,
__ADS_1
"Selamat siang nona Ersya!" sapanya kemudian saat sudah sampai di samping sofa yang di duduki Ersya.
"Selamat siang, syukurlah kamu datang!"
"Saya pasti datang nona! Apa ada hal yang begitu penting?"
"Ada, sebenarnya kita harus menggagalkan seseorang!"
"Hahhhh?" Zea cukup terkejut karena ini bukan rencana awalnya, "Bukankah hari ini nona Ersya ingin memilihkan baju untuk saya?"
"Iya, tapi itu bisa di lakukan lain waktu. Tapi ini urusannya lebih penting dari itu!"
"Apa?"
"Aku dengar hari ini wanita ular itu ngajak Rangga buat fitting gaun pengantin!"
Apa yang di katakan Ersya berhasil membuat kaki Zea lemas seperti tidak bertulang, ia segar menjatuhkan tubuhnya ke sofa,
"Ze, kamu nggak pa pa kan?" Ersya jadi merasa khawatir dengan keadaan Zea.
Zea menggelengkan kepalanya, "Bagaimana bisa? Aku harus apa sekarang?"
"Kamu harus bermain cantik di sini, aku ingin kamu merebut baju yang di pilih oleh wanita ular itu!"
"Caranya gimana?"
"Aku sudah bicarakan hal ini pada pemilik butik, jadi kamu tinggal menerangkan tugasmu dengan cantik nanti!"
"Baik aku mengerti!"
Hingga setengah jam kemudian dari arah pintu masuk, mereka berdua bisa melihat sepasang muda dan mudi yang masuk, mereka adalah Rangga dan Miska.
"Kamu sudah siap?" bisik Ersya pada Zea.
"Saya harus siap!"
"Bagus! Tunggu aba-aba dari aku!"
"Siap!"
Seorang karyawan butik sudah mengikuti mereka, terlihat Miska tengah memilih beberapa gaun, ia bergelayut manja di lengan Rangga.
"Pilih yang mana sayang?"
"Terserah kamu!" ucap rangga dengan nada dinginnya, "Aku duduk di sana ya!"
"Baiklah, nanti kalau aku sudah dapat yang aku cari, aku perlihatkan sama kamu!"
"Iya!"
Rangga memilih duduk di sofa kecil, membiarkan Miska memilih sendiri gaun pengantin yang ia suka.
Semalam mama Miska datang ke apartemen dan mendesak tangah dan Miska untuk segera menikah. Hal itu membuat rangga terpaksa menyetujuinya, dalam tiga Minggu ke depan mereka akan menikah.
__ADS_1
Dan sekarang saatnya mereka fitting baju pengantin.
"Bagaimana dengan yang ini?" Miska mulai memilih satu gaun dengan warna putih dan belahan dada yang rendah.
"Bukankah itu terlalu terbuka?"
"Nggak masalah sayang, kan aku jadi seksi!"
"Bisa pilih yang lain saja?"
"Baiklah!"
Setelah begitu banyak baju yang di pilih oleh Miska akhirnya ada satu baju yang menurut Rangga begitu indah. Baju itu terlihat seksi meskipun tidak mengekspose tubuh pengantin wanita.
"Sekarang saatnya!" ucap Ersya memberi aba-aba pada Zea.
"Baik, aku mengerti!"
Zea yang sedari tadi hanya bisa mengepalkan tangan-tangannya segera berdiri dan berjalan mendekati Meraka berdua.
Ia berjalan di antara Miska dan Rangga, lalu berhenti tepat di depan Rangga.
Miska yang membawa gaun di tangannya hendak menuju ke ruang ganti begitu tercengang melihat Zea di tempat yang sama dengan tempatnya.
"Kamu!?"
Zea berbaik dan menatap Miska, ia melipat kedua tangannya di depan dada,
"Hai nona Miska!"
Rangga cukup terkejut karena wanita hamil yang kerap ia temui di pagi hari tanpa di sengaja itu mengenal calon istrinya.
"Ada apa kamu di sini?" Miska tampak khawatir jika sampai Rangga ingat semuanya saat melihat Zea.
"Mau mengambil yang sudah menjadi hak saya!"
Miska semakin khawatir, ia dengan cepat berjalan menghampiri Rangga dan menggandeng lengannya.
"Kamu jangan macam-macam ya!"
Zea tersenyum smirt, ia hanya memiringkan sebelah bibirnya dan tangannya dengan cepat merebut gaun yang ada di tangan Miska,
"Apa yang kamu lakukan?" Miska sampai terkejut di buatnya, hampir saja gaun yang ada di tangannya itu terlepas.
"Mengambil yang menjadi hak saya!"
"Jangan macam-macam, atau saya akan memanggil satpam untuk mengusir kamu dari sini."
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰