Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Aku mencintaimu


__ADS_3

Tisya pun segera meletakkan ponselnya, ia begitu penasaran dengan isi kotak itu.


Dengan perlahan ia membuka isi kotak itu, sebuah gaun malam lengkap dengan pernak-pernik nya.


"Waaahhhhhh, bagus banget! Tumben banget Wilson loman, nggak pelit, kesambet setan shopping mana dia tadi, sering-sering aja gini .....!"


Tisya pun segera berdiri dan menempelkan gaunnya di depan tubuhnya, melenggak-lenggok di depan cermin.


"Ehhh tapi Wilson ada apa ya?"


"Masa bodoh lahhh ...!"


Tisya pun segera bersiap-siap, ia sudah mengenakan gaunnya dan bersiap-siap menunggu jemputan Wilson.


Saat langit sudah mulai gelap, mobil Wilson sudah terdengar memasuki halaman rumah mereka, Tisya pun bergegas untuk keluar rumah.


Ia begitu terkesima melihat ketampanan Wilson, Wilson turun dari mobilnya dan menghampiri Tisya yang masih berdiri di depan pintu.


Tisya juga begitu cantik dengan gaun malamnya, rambutnya yang dia ikat asal membuat Tisya semakin cantik.


"Sudah siap?" tanya Wilson dan Tisya pun menganggukkan kepalanya.


"Mari!"


Wilson malam ini memperlakukan Tisya selayaknya seperti tuan putri, ia mengulurkan kan datangannya dan Tisya segera menyambutnya.


Mengantar Tisya hingga ke mobil dan membukakan pintu untuk Tisya.


"Terimakasih!"


Begitu manis membuat Tisya hanya bisa terkesima dengan perlakuan Wilson, pria yang biasanya selalu mengajaknya berdebat tiba-tiba bersikap begitu manis.


Setelah memastikan Tisya masuk ke dalam mobil, Wilson pun segera menyusul masuk melalui pintu lainnya.


"Kamu cantik hari ini!" bisik Wilson membuat Tisya terpaku menatap pria yang sedang memakaikan sabuk pengaman di tubuhnya, begitu dekat hingga hidungnya mampu mencium aroma parfum pria yang telah menikahinya itu.


"Kamu juga ..., keren!"


Wilson pun tersenyum lalu mendaratkan ciuman di pipi Tisya membuat wajah Tisya panas dingin, tangannya bahkan sampai berkeringat.


Kenapa dia jadi manis banget sihhhh .....


Wilson pun beralih ke stir di depannya, ia mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya.


Mereka hanya saling diam dengan perasaannya masing-masing. Suasananya begitu canggung, Wilson pun mencoba mengusir rasa canggung itu dengan memutar musik.


Sebuah lagu dari Arsy Widianto dan Tiara Andini


Cintanya Aku


Tergetar aku tepat di hadapanmu


Debar jantungku berdetak saat kugenggam tanganmu


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu


Janji padaku, jangan kau lukai hati

__ADS_1


Seperti kisah yang lalu


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini, saat ini


Engkau cintanya aku


Lagu itu seperti menggambarkan betapa bahagianya mereka saat ini.


Mereka malah semakin terlarut dalam lagu itu hingga mobil mereka sampai juga di sebuah restauran yang sudah di pesan oleh Wilson.


"Sampai ya?" tanya Tisya dan Wilson pun menganggukkan kepalanya.


"Ayo turun!"


Mereka pun segera turun dan Wilson segera memberikan lengannya untuk di lingkari lengan Tisya, mereka begitu romantis dengan baju yang serasi. Cantik dan tampan.


Tisya begitu terpaku dengan banyaknya lilin yang menghiasi setiap jalan yang mereka lalui.


"Ini semua kamu yang buat?"


"Iya! kamu suka?"


"Suka banget! Bisa juga kamu romantis!"


"Aku memang pada dasarnya romantis, tapi ya sudah lah untuk hari ini jangan mengajakku ribut, okey ...!"


Tisya hanya tersenyum mendengar ucapan pria yang sudah menikahinya itu, terlihat sekali jika pria itu memang sudah sangat menahan agar tidak berdebat dengannya.


"Waw ...., ini luar biasa Wil!"


Tisya sampai harus menutup mulutnya dengan surprise yang di berikan oleh Wilson itu.


"Aku tahu!"


Wilson pun melepaskan tangan Tisya dan menggeser salah satu kursi itu.


"Silahkan duduk!"


Tanpa penolakan Tisya pun segera duduk dan Wilson pun ikut duduk di bangku yang ada fi depan Tisya.


Beberapa pelayan tiba-tiba menghampiri mereka dengan membawa beberapa makanan.


"Kita makan dulu ya!"


"Iya ...., aku juga sudah sangat lapar!" ucap Tisya sambil memegangi perutnya.


Mereka pun mulai makan, menikmati acara candle light dinner untuk yang pertama kali.


Makan malam itu tidak ada percakapan hingga mereka menghabiskan makanannya.


Wilson memanggil para pelayan itu saat sudah menyelesaikan makan malam, para pelayan membereskan meja mereka menjadi bersih lagi dan hanya menyisakan dua gelas minuman untuk mereka.


"Setelah ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" ucap Wilson.


Apa Wilson akan menyatakan cinta padaku ...., aduh kenapa jadi deg degan gini ya .....

__ADS_1


"Mau mengatakan apa?"


Wilson terlihat merapikan jasnya, ia menghela nafas dan bersiap-siap untuk bicara.


"Tisya ...! Apapun yang terjadi di antara kita, sebenarnya aku sudah mulai jatuh cinta padamu semenjak saat itu saat kau tiba-tiba masuk ke dalam rumahku lalu ke dalam kehidupan ku dan sekarang menetap di hatiku!"


Tisya tercengang, ia sampai mendekatkan wajahnya tapi ia tidak terlalu faham dengan kata-kata Wilson yang menurutnya berbelit-belit.


"Kamu faham kan aku ngomong apa?" tanya Wilson yang curiga dengan ekspresi Tisya dan benar saja wanita itu menggelengkan kepalanya.


Dasar ...., otak ayam ....


Hehhhhh .....


Wilson menghela nafas kesal, padahal ia sudah mati-matian menghafal kata-kata nya itu tapi wanita di depannya malah mengacaukan semuanya.


"Makanya kalau ngomong pakek kata-kata yang sederhana saja, jadi aku kan nggak perlu mikir!"


Wilson pun kembali bersiap-siap, ia bukan sedang berbicara pada tuan dokternya yang bisa membaca ekspresinya bahkan sebelum dia bicara tapi sama adik perempuannya yang jauh berbeda.


"Tisya istriku, aku mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu, maukah kamu jadi istriku seutuhnya?"


Kali ini Tisya tahu, memang itu yang di harapkan oleh wanita itu. Di cintai oleh suaminya.


"Aku tahu dan aku juga mencintaimu!"


Wilson tersenyum senang mendengarkan ucapan Tisya tapi kemudian ia mengurungkan senyumnya, ada yang lebih penting dari itu, ia harus jujur pada Tisya.


"Ada satu lagi yang belum aku katakan padamu!"


"Apa?"


Wilson lagi-lagi menghela nafas, ia menyiapkan diri atas apa yang akan menjadi keputusan Tisya setelah ini.


"Tentang perjanjian itu dan uang lima milyar itu!"


"Aku tidak pa pa perjanjian itu batal lagi pula kita tidak akan bercerai kan setelah satu tahun?!"


"Bukan itu?"


"Lalu apa dong?"


"Sebenarnya, surat perjanjian itu bukan dari kakek ku!"


Tisya cukup terkejut dengan ucapan suaminya, kalau bukan dari kakeknya lalu dari siapa?


"Maksudnya?"


"Surat perjanjian itu adalah rencana tuan dokter untuk melepaskannya dari jeratan tuan Bactiar!"


Bersambung


...Apapun yang terjadi di antara kita, sebenarnya aku sudah mulai jatuh cinta padamu semenjak saat itu saat kau tiba-tiba masuk ke dalam rumahku lalu ke dalam kehidupan ku dan sekarang menetap di hatiku...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2