
Ternyata pengakuan Rangga jika dia suami Zea cukup menjadi gosip yang santer di bicarakan di gang tempat Zea tinggal.
Rangga memang sudah memperkirakan hal itu, sebelum menjemput Zea ke minimarket ia terlebih dulu menemui ketua RT dan menunjukkan bukti-bukti kalau mereka sudah menikah secara Agara dan dalam waktu dekat mereka akan mengesahkan secara hukum.
Ia juga tidak lupa meminta ijin untuk bisa tinggal di tempat Zea, dan berharap apa yang baru di sampaikan itu segera di sampaikan langsung oleh pak RT pada warganya agar tidak terjadi kesalah pahaman di kemudian hari.
"Terimakasih atas pengertian pak RT dan Bu RT!"
"Sama-sama mas Rangga! Kalau begini kan masalahnya lebih jelas dan saya bisa menjelaskan semuanya pada warga!"
"Kalau begitu saya permisi, saya harus menjemput istri saya!"
"Oh iya silahkan!"
Setelah berpamitan Rangga pun segera menjemput sang istri ke minimarket.
...***...
Zea begitu terkejut saat melihat suaminya sudah menunggu di depan toko.
"Kamu kenapa masih di sini lagi? Kan sudah aku bilang, nggak usah ikuti aku terus, kamu tidak terikat apapun denganku, kamu bebas! Jadi lupakan hubungan kita!"
"Hehhhh, nggak semudah itu! Sudah jangan cerewet, ayo cepetan pulang!"
"Pulang aja sendiri, tujuan kita beda!"
"Siapa bilang!" Rangga langsung mengandeng tangan Zea.
Zea hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah suaminya, ia bisa menatap punggung pria yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana selutut.
Ehhhh tunggu, kita pulang dengan tujuan yang sama, dan penampilan yang sama, jangan bilang kalau dia ....
"Tunggu ...., tunggu ....!"
Karena langkah Zea terhenti membuat Rangga ikut menghentikan langkahnya,
"Ada apa lagi, aku sudah lapar jadi jangan menunda perjalanan kita!"
"Maksud kamu, kita , kamu tinggal di rumahku?"
"Di rumah kita, dengarkan itu baik-baik nyonya Rangga yang terhormat!"
"Nggak, nggak, jangan macam-macam ya! Kamu mau kita di grebek satu warga!?"
"Memang siapa yang berani menggerebek kita?!"
"Hahhhh?"
"Hahhhh!?" Rangga menirukan bagaimana ekspresi Zea yang terkejut, "Sudah ku bilang aku lapar, bisa kita berjalan lagi nyonya Rangga?"
"Jangan memanggilku seperti itu, menjijikan sekali!"
"Tapi aku suka!"
Rangga tersenyum dengan santainya dan meraih tangan Zea kembali, hingga mereka melewati sebuah pos yang biasa ibu-ibu dan bapak-bapak nongkrong sebelum kembali ke rumahnya masing-masing.
"Ga lepasin, ada banyak orang di sana!" Zea merasa tidak nyaman, apalagi dengan status mereka yang belum jelas.
Tapi bukannya melepaskan genggamannya, Rangga malah semakin mengeratkannya. Hal itu membuat Zea pasrah, ia memilih berjalan di belakang Rangga dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Aku kayaknya nggak bakal aman lagi tinggal di sini, siap-siap deh besok cari kontrakan baru ....
Tapi ternyata Zea salah menduga,
"Selamat malam, bapak ibuk!" sapa Rangga dengan begitu ramahnya hingga membuat Zea mencubit pinggang Rangga.
"Eh mas Rangga, mbak Zea! Begitu ya kalau pengantin baru, sukanya lengket-lengket!"
"Mau bagaimana lagi Bu, dia begitu cantik! ya sudah kami pulang dulu pak Bu!"
"Iya silahkan!"
Zea segera mempercepat langkahnya ketika sudah melewati mereka.
"Sayang, tunggu dong!"
"Kamu tidak tahu mereka mengejek kita!?"
"Mereka bukan mengejek sayang, mereka itu sedang memberi selamat pada kita!"
"Selamat buat apa? Selamat karena kita ketahuan kumpul kebo, selamat karena saya begitu luar biasa memasukkan seorang pria ke dalam rumah?"
"Ya selamat atas pernikahan kita!"
"Memang mereka tahu dari mana kalau kita sudah menikah?"
"Saya sudah kasih laporan sama pak RT, jadi jangan khawatir seperti itu!"
Wahhhh luar biasa sekali ...., Zea hanya menatap kesal pada pria yang terus mengikutinya itu.
"Sayang ayo masuk!?"
Ucapan Rangga kembali menyadarkannya jika mereka sudah berada di depan rumah. Bahkan Rangga sudah membukakan pintu untuknya.
Walaupun kesal, akhirnya Zea masuk juga. Ia cukup terkejut saat melihat sebuah koper besar yang ada di tengah ruangan.
"Itu_, koper siapa?"
"Ohhh ini, ini punyaku! Maaf tadi belum sempat merapikannya! Jadi setelah makan aku akan merapikannya!"
"Nggak perlu, kamu bawa pulang lagi aja kopernya, rumah ini terlalu sempit untuk barang-barang kamu!"
"Jangan khawatir, aku sudah membeli sebuah lemari untuk barang-barang ini!"
"Di mana?" Zea tidak melihat lemari di ruangan itu.
"Di kamar kita dong!"
Mendengar hal itu, Zea segera memeriksa kamarnya dan benar saja ada satu lagi lemari di sama,
"Itu kamarku ya, kamu tidak berhak membawa barang-barang kamu ke sini!"
"Itu kamar kita sayang!"
"Ranjangnya hanya cukup untuk satu orang, nggak ada tempat lagi buat kamu!"
"Siapa bilang, aku sudah menggantinya dengan yang ukuran king size!"
Zea kembali mengintip kamarnya dan benar saja, ruangan yang sempit itu kini di penuhi dengan kasur spon ukuran besar dan dua lemari.
__ADS_1
Dia benar-benar mau menguasai tempatku ...
"Bisa tidak kita tidak usah meributkan hal-hal kecil, aku sudah sangat lapar! Lagi pula seharian kamu sudah mengabaikan pesan dan telpon dari ku, aku jadi tidak makan karena itu!"
"Memang itu salahku?"
"Ya, karena kamu tidak bertanya padaku apa aku sudah makan atau belum!?"
"Memang kamu bayi hingga harus di tanyai seperti itu?"
"Ya begitulah, aku sekarang menjadi bayi untuk nyonya Rangga!"
"Sudah ku bilang, jangan memanggilku seperti itu!"
"Tapi aku suka!"
Srekkkk
Tiba-tiba tangan Rangga menarik tangan Zea agar segera pergi ke dapur,
"Aku sungguh sudah sangat lapar!"
"Siapa yang masak sebanyak ini?"
"Aku delivery, pakai akun kamu tadi!"
"Kok bisa!?"
"Aku lupa, dompet aku ketinggalan di kantor, soalnya tadi pulangnya buru-buru!"
Dengan cepat Zea memeriksa akun gofood nya dan benar saja, saldonya tinggal beberapa.
"Ya ampun, kamu benar-benar ya, untuk satu kali makan bisa-bisanya kamu menghabiskan uang sebanyak ini, ini bisa buat makan satu Minggu!"
"Kamu perhitungan sekali, lagi pula kan sudah kebeli, masak mau di kembalikan lagi!"
Dia benar-benar mau memeras ku ..., dalam tiga hari saja dia sudah menghabiskan dua juta ...
"Jangan khawatir, aku akan menggantinya nanti, lagi pula aku tidak mungkin kan pakai akun kamu kalau nggak kepaksa!"
Akun aku, dia kok bisa tahu?
"Tunggu! Kamu meretas aku aku ya, media sosial aku juga ya?"
"Bukan meretas namanya, aku cuma lihat-lihat lalu menghubungkan aku kamu ke ponsel aku, itu namanya bukan meretas!"
"Kamu punya ponsel, kenapa nggak pesona pakek punya kamu!"
"Gofoodku sudah lama nggak aku isi!"
"Alasan aja!"
Rangga hanya tersenyum, entah sejak kapan ia mulai suka dengan keributan-keributan kecil ini, melihat Zea kesal membuatnya senang.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...