Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Penyambutan di rumah besar


__ADS_3

Mereka segera pulang, sesampai di rumah dokter Frans segera berbicara dengan


mertuanya untuk memboyong mereka ke istananya.


"Sampai!" ucap dokter Frans sambil menghentikan sepedanya.


"Cepet amet!"


"Emang masih kurang muter-muter nya? Entar deh kita muter-muter lagi!"


Felic pun turun dari sepada dan berjalan begitu saja meninggalkan dokter Frans.


"Fe .....!" panggil dokter Frans, membuat Felic kembali menoleh.


"Bawa juga ini!" Dokter Frans mengacungkan sebuah kantong plastik.


"Oh iya lupa!" Felic kembali dan mengambil kantong plastik itu, di ruang tamu ternyata Ayah dan ibu surah menunggu mereka.


"Lama sekali kalian jalan-jalannya, ayah sama ibu sampek lelah menunggunya!" keluh ibu Felic.


"Maaf bu, tadi kami makan cilok dulu! Ini Fe bungkusin buat ayah dan ibu!"


"ya udah Fe mandi dulu ya!" ucap Felic sambil berlalu begitu saja meninggalkan mereka. Dokter Frans yang merasa ragu tak tahu harus berbuat apa hingga ayah Dul menghentikan langkahnya.


"Frans!"


"Iya yah?"


"Duduklah ....!"


Akhirnya dokter Frans pun ikut duduk bersama ayah Dul, sedangkan ibu mertua sedang menyiapkan piring untuk mengganti ciloknya.


"Apa yang sedang ingin kamu bicarakan, katakanlah? Bagaimana, apa Fe marah padamu?"


"Tidak yah, dia biasa saja!"


"Lalu?"


"Sebenarnya Frans punya rencana untuk memboyong kalian semua ke rumah Frans, di sana Frans hanya tinggal sendiri, jadi bisakah kita tinggal di sana bersama-sama?"


Tapi sepertinya mereka keberatan dengan keinginan dokter Frans, mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah sederhana mereka.


"Bukannya Ayah dan ibu tidak mau Frans, tapi ayah dan ibu sudah terlalu nyaman di sini dan lagi nanti jika kami pindah kasihan sama Lisa, ia dan keluarganya tidak mungkin bisa sebebas jika di rumah orang tuanya sendiri!"


"Jadi ayah dan ibu tetap akan tinggal di sini?"


"Iya!" jawab ayah Dul mantap, tapi mereka juga mengijinkan Felic untuk ikut dengan suaminya.


“bawalah Felicia bersama mu, dia adalah istrimu sudah menjadi hak mu untuk membawanya kemanapun kamu pergi!” ucap ayah Dul lagi membuat dokter Frans lega.


“baiklah ayah mertua, kalau begitu ijinkan kami tinggal beberapa hari di rumah kami dan


kami akan sering datang kemari untuk menginap!”


“tentu!”


“Tapi berjanjilah jika nanti ayah dan ibu mertua akan datang berkunjung ke rumah kami!”


Setelah mendapat persetujuan dari ayah dan ibu mertuanya kini giliran dokter Frans membujuk Felic, Dokter Frans pun menemui Felic yang sudah berada di dalam kamarnya.


"Fe!"


"Iya?"


"Kalau gue mengajak lo ke rumah gue, maksud gue ke rumah kita, apa lo mau?"


"Tadi perasaan sudah tanya di jalan!" ucap Felic dengan santai nya.


"Jadi maksudnya, lo mau?"


"Iya!"


"Ya udah bersiap-siap lah!"

__ADS_1


Felic tercengang mendengarkan ucapan terakhir suaminya itu,


"Maksudnya?"


"Sekarang kita berangkat!"


"Heeeeee .....!"


"Iya ....., lihat tuh mobilnya udah siap bersama sopir-sopirnya juga!" ucap dokter Frans sambil menunjuk ke luar jendela dan benar saja dari teras kamarnya ia bisa melihat sebuah mobil mewah lengkap dengan sopirnya yang berdiri tegak di samping mobil dengan jas hitamnya, di sisi lain tetangga berkerumun gara-gara mobil mewah itu.


"Hah ....., gila lo!"


"Ayo!"


Akhirnya Felic hanya bisa pasrah ia hanya membawa pakaian seadanya dan laptop baru pemberian dari suaminya yang super mahal itu. Ia tidak mungkin pergi tanpa laptopnya.


"Ayah, ibu ...., Fe pergi dulu ya!"


“Iya …, hati-hatilah …, jangan aneh-aneh di sana, walaupun tidak ada ibu mertua tapi jangan malas-malasan di rumah suami, kalau malas bisa di pecat kamu jadi istri!”


"Iya ibu!"


Ayah dan ibu mengantar mereka sampai ke luar rumah, tas yang berada di tangan Felic langsung di minta oleh sopir dan tetangga pun di buat terkagum dengan penyambutan itu.


"*Sebenarnya siapa sih menantunya pak Dul itu? Begitu banget ....!"


"Iya ya ...., mobilnya kayak yang ada di kerajaan inggris itu ya* ....!"


Akhirnya dokter Frans pun mengajak Felic datang ke rumahnya. Ia membawa Felic dengan mobil mewahnya lengkap dengan sopirnya.


“Apa tidak pa pa kalau gue ke sana?” tanya Felic, ia sudah gemetar sambil menggenggam


tangan dokter Frans begitu erat.


“Apa lo sangat grogi? Atau apa?”


“Gue nggak bisa bayangin gimana rumah lo nanti!”


Akhirnya mobilnya sampai juga di depan sebuah gerbang besar, di depan gerbang yang di penuhi lampu hias itu saja sudah membuat felic begitu tercengang. Seorang security


sudah siap di depan gerbang dan membukakannya.


Mobil pun terus melaju hingga tepat di depan sebuah rumah utama yang begitu besar. Dokter


Frans segera mengajak felic turun setelah salah seorang pelayan membukakan pintu


untuk mereka.


“terimakasih!”


ucap Felic sambil menundukkan kepalanya.


“Ayo!”


dokter Frans kembali menarik tangan Felic hingga pintu utama itu terbuka


sendiri dari dalam membuat felic begitu terkejut.


“Selamat datang, nyonya!”


“Selamat datang, nyonya!’


Sapa pria dan wanita berjejer panjang di sebelah kiri dan kana mereka, membuat Felic


tersentak kaget.


“hahhh …!” teriak Felic sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Mereka sudah menunggu kedatangan mu, sapa mereka!” ucap dokter Frans.


“Nyonya?”


tanya Felic sambil berbisik pada dokter Frans.

__ADS_1


“Iya!”


“Salam …!” sapa felic kemudian sambil menundukkan kepalanya memberi salam pada mereka,


“Siapa mereka?” tanya Felic lagi pada dokter Frans.


“kenalkan, itu adalah petugas keamanan di sini, paman Joy dan Wilson!” dokter Frans


menunjuk dua pria dengan jas hitam dengan usia yang berbeda dan di ikuti tiga


pria berjas lainnya.


“Keamanan?”


“Iya mereka beserta timnya yang akan mengamankan rumah ini!”


“sebanyak itu?”


“Iya!”


“lalu mereka?”


“itu adalah bibi Molly, beliau yang bertugas mengurus dan memerintah semua pelayan


di sini, semacam ketua di rumah ini!”


“Senang bisa bertemu dengan nyonya!” sapa bibi molly diikuti oleh pelayan yang lainnya.


“Senang bertemu dengan kalian juga!”


“baiklah …, sekarang perkenalannya sudah selesai, mari kita masuk!” ucap dokter Frans


sambil mengajak Felic masuk ke dalam rumah melewati belasan irang yang berjejer


itu. Bibi molly mengikuti mereka di belakang di ikuti juga oleh satu petugas


keamanan dan satu pelayan lainnya.


Felic di buat tercengang dengan rumah yang lebih mirip dengan istana itu, begitu


besar, bahkan matanya tidak bisa menjangkau ruangan yang lainnya. Ia seperti


akan pingsan mengagumi rumah besar itu.


“berapa penghuni rumah ini?” tanya Felic berbisik pada dokter Frans.


“hanya ada aku!”


“lalu mereka?”


“mereka semua tinggal di rumah belakang!”


“rumah belakang? Maksudnya ada rumah lain di belakang rumah ini?”


“Iya …, ada rumah yang di sediakan untuk mereka para pekerja di sini!”


“jadi rumah besar ini hanya kau sendiri?’


“Sekarang tidak lagi, ada kamu!”


Ucapan dokter Frans berhasil membuat felic tersipu malu di buatnya.


Bersambung


Makasih ya semua atas doanya, Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2