
Rangga terdiam cukup lama di dalam mobil, ia memegangi kepalanya yang masih sangat sakit.
"Apa benar yang koh Chang katakan jika ku dan Zea sudah menikah? Jika itu benar, berarti anak dalam kandungan Zea itu milikmu, lalu kenapa Miska? Bagaimana bisa Miska tiba-tiba menjadi calon istriku, kenap bukan Zea yang menemaniku?"
Rangga terus saja bertanya dalam kebingungannya. Hingga ia teringat pertama kali sadar dari koma, saat itu ia melihat Zea sebagai wanita asing, ia tidak tahu kenapa wanita itu tidak kembali lagi.
"Iya, saat itu ada Zea." suara serak Rangga beradu dengan nafasnya yang memburu, "tapi kenapa dia tidak pernah kembali lagi?"
Lagi-lagi pertanyaan itu muncul, keringatnya kembali mengucur. Nafasnya terengah, detak jantungnya berjalan lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Tangannya yang bergetar mulai meraba dasbor yang ada di depannya, mencari obat yang biasa ia minum. Obat yang di berikan dokter untuk meredakan sakit saat ia mulai merasa gejala yang seperti ini, ini bukan yang pertama kalinya tapi ini yang paling kuat yang ia rasakan. Bahkan satu butir obat seakan tidak mempan, ia sampai menelan dua obat sekaligus.
Rangga tidak berniat menghidupkan mesin mobilnya sampai ia benar-benar merasa tenang, ia tidak mau mati konyol karena berkendara dalam keadaan yang kacau. Koh Chang masih mengamatinya dari dalam toko dan tidak berniat untuk menghampirinya menurutnya ini bukan urusannya, cukup baginya memastikan Rangga tetap baik-baik saja, ia sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada pria itu. Untuk pertama kalinya Rangga bersikap seperti itu.
Hampir setengah jam rangga terdiam di dalam mobil, matanya masih terpejam dengan kepala yang ia sandarkan di sandaran kursi mobil.
Perlahan ia membuka matanya dan mulai merasakan tubuhnya tidak apa-apa, mungkin pengaruh obat itu sudah merasuk ke dalam tubuhnya. Hanya tinggal pusing ringan dan itu tidak akan terlalu menggangu tubuhnya.
"Apa mungkin aku harus bertanya sama mama dan papa?" Rangga kembali memikirkan cara selanjutnya, "Ya, mereka pasti tahu semuanya." ucapnya pasti, tangannya mulai meraih kunci mobil dan menghidupkannya.
Perlahan mobil mulai meninggalkan bahu jalan, Rangga memikirkan tentang sikap orang tuanya. Jika benar apa yang baru saja di katakan oleh koh chang, lalu kenapa orang tuanya diam saja dan membiarkan Miska yang tinggal bersamanya, bukan Zea yang benar istrinya.
Akhirnya mobil sampai juga di depan rumah yang telah menjadi saksi ia tumbuh besar, meskipun bangunan sudah lama, tapi rumah itu hampir lima tahun sekali direnovasi jadi tidak terlalu terlihat kalau rumah itu adalah rumah lama.
__ADS_1
Perlahan Rangga memasuki halaman rumah kedua orang tuanya, "Mereka di rumah." langkahnya terhenti ketika melihat pintu yang tidak tertutup sempurna.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Rangga segera masuk. Terlihat dari jendela kaca besar yang memisahkan ruang keluarga dengan kebun belakang, kedua orang tuanya tengah berbincang serius, atau mungkin mereka tengah berdebat.
Sayup-sayup Rangga bisa mendengar perdebatan mereka, hal itu membuat Rangga memilih untuk berhenti di balik dinding. Ia memilih mendengarkan apa yang tengah di perdebatkan oleh kedua orang tuanya.
"Mama terlalu egois sama Rangga!"
"Pa, mama itu cuma mau nunjukin dekorasi pernikahan Rangga, kenapa papa malah memojokkan mama? Keputusannya sudah bulat pa, Rangga dan Miska akan menikah dalam sepuluh hari ke depan. Undangan pernikahan juga sudah mama cetak, tinggal di sebarkan."
"Mama ini benar-benar ya ...., apa yang ada dalam pikiran mama. Mama tidak kasihan sama calon cucu mama, dia darah daging kita. Jangan membuat kesalahan yang nantinya bakal mama sesali seumur hidup mama."
"Mama benar-benar keterlaluan, Zea hamil anak Rangga. Sampai kapanpun seperti itu, selamanya menantu papa hanya Zea tidak ada yang lain. Jadi lupakan keinginan mama untuk menikahkan Rangga dengan Miska. Papa yakin cepat atau lambat Rangga akan segera ingat semuanya!"
Hari ini benar-benar hari yang cukup berat bagi Rangga, ia baru saja mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan. Bahkan orang tuanya yang seharusnya sangat ia percayai bisa menyembunyikan hal sebesar ini. Papanya, bahkan papa nya tidak pernah mengatakan hal ini padanya.
Rangga mengurungkan niatnya untuk meninggalkan tempat itu tanpa menemui kedua orang tuanya terlebih dulu.
Rangga kembali memacu mobilnya, ia memilih menghentikan mobilnya di sisi jalan dekat danau. Kali ini ia hanya ingin menenangkan dirinya.
Ia berdiri di tepi danau, menatap air danau yang beralun karena terpaan angin. Hawa sejuk bahkan tidak mampu mendinginkan pikirannya saat ini, tatapan matanya melayang jauh. Memikirkan apa saja yang sudah terjadi selama dua bulan ini, bagaimana ia dan Zea bertemu, bagaimana sikap wanita itu. Perlahan bayangan itu semakin jelas, tapi tetap saja ia tidak bisa mengingat bagaimana tepatnya ia dan Zea menikah.
__ADS_1
"Aku harus menyelesaikan semua ini sendiri, jika memang ada yang ingin memisahkan aku dengan Zea, aku ingin tahu siapa orangnya?"
Walaupun pedih tapi setidaknya ia sekarang bersyukur karena ternyata cinta yang akan menemukan sendiri dimana dia akan berlabuh.
Selama ini ia merasa perasaannya pada Zea salah, sikapnya pada Miska salah. Tapi semua kenyataan yang baru saja ia dengar seakan merubah semuanya. Dalam kepedihan karena merasa dihianati, dibodohi tiba-tiba ia bisa tersenyum.
"Jadi mungkin benar, bayi itu milikku." gumamnya dalam senyum. "Pantas saja, aku bisa merasakan detak jantung yang sama, dia milikmu!" Rangga sampai memeluk tangannya sendiri seolah-olah ia tengah memeluk bayinya yang bahkan belum lahir.
Setelah merasa perasaannya jauh lebih baik, Rangga pun memutuskan untuk kembali. Ia tidak sabar ingin segera menemui Zea, bukan untuk mengatakan jika sebagian ingatannya telah kembali tapi ia hanya ingin melihat wajah wanita yang begitu ia cintai meskipun dalam keterbatasan ingatan.
Perasaannya saat ini benar-benar murni, bahkan saat otaknya lupa, hatinya tidak akan pernah lupa.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1