Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Perang dunia


__ADS_3

Dokter Frans segera mendekati mereka, dan ..


Srekkkkk


Ia dengan begitu kasar menarik tubuh Felic dari pelukan Wilson. Hingga tubuh Felic


terpental begitu jauh.


Bug


Sebuah pukulan mendarat tepat di pipi Wilson hingga membuat Wilson kehilangan


keseimbangan karena tidak siap dengan serangan dokter Frans. Tubuh Wilson


tersungkur di tanah.


Wilson memegangi pipinya yang nyeri, darah segar keluar dari sudut bibir pria itu,


baru kali ini ia melihat tuannya begitu marah, selama ini bahkan dokter Frans


tidak pernah berkata kasar apalagi memukul.


Dokter Frans kembali menarik kerah kemeja Wilson,


“Gue nyuruh lo buat jagain istri gue, bukan buat meluk dia!” ucap dokter Frans dengan begitu gusar, sedangkan Wilson hanya bisa diam karena memang dia tidak seharusnya menerima pelukan dari Felic.


Dokter Frans hendak melayangkan pukulannya kembali pada Wilson, “Hentikan …!”


Teriakan Felic berhasil membuat dokter Frans menarik kembali tangannya dan menghempaskan tubuh Wilson.


Dokter Frans menoleh pada Felic dengan kemarahan yang begitu menggebu, bayangan


bagaimana Felic memeluk Wilson terus melayang-layang di pelupuk matanya.


Untuk pertama kalinya juga Felic melihat kemarahan di mata suaminya itu.


“Gue yang meluk, Wilson! Jadi jangan salahkan Wilson!” ucap Felic lagi yang masih


berdiri di tempatnya.


Mereka seperti membetuk formasi segi tiga, Felic, dokter Frans dan Zea. Berada dalam


titik yang berbeda dengan jarak yang sama.


“Lo bebas meluk wanita mana saja yang lo suka, lo cinta, lalu kenapa gue nggak? Lo


sakit …, gue lebih sakit Frans!” teriak felic masih di tempatnya.


“Dan lo Zea …, apa lo bangan banget ya setelah merenggut kebahagiaan wanita lain


Cuma gara-gara ambisi lo buat dapetin cinta monyet lo! Seharusnya lo gunain


waktu lo buat hal-hal yang lebih berharga dari pada terus ngintilin laki orang!”

__ADS_1


“Fe…!” teriak dokter Frans, “Cukup!”


“Kenapa?" Ada kepedihan saat dokter Frans membentaknya karena membela Zea,


"Lo nggak rela gue nyakitin hati dia, tapi kalian ingat nggak sudah berapa kali kalian udah nyakiti hati gue?”


“Semua tidak seperti yang kamu lihat Fe …, jadi berhenti berspekulasi sendiri dengan


apa yang kamu sendiri tidak tahu bagaimana awalnya!” ucap Zea ikut angkat bicara.


Felic mengangguk-anggukkan kepalanya dengan senyum yang penuh dengan kegetiran, “Ya memang, semua akan mengatakan hal itu, karena yang gue lihat tidak semuanya,


jika gue bisa liat semuanya mungkin hati gue bakal lebih sakit lagi!


Ingat Zea…, gue bukan wanita lemah yang dengan gampangnya merelakan suami gue buat jadi sandaran wanita-wanita lain!”


“Fe …, percaya sama aku …!” ucap dokter Frans dan hampir berjalan mendekati Felic.


“Stop Frans …, tetap di tempat lo sebelum gue benar-benar gue berhenti bicara sama lo!


Hari ini gue benar-benar pengen ngeluapin semua isi hati gue jadi jangan cegah gue!


Gue capek jika harus pura-pura baik, pura-pura tidak pa pa! gue bukan orang yang seperti itu!


Gue percaya Frans sama lo, percaya banget malah ....!


Lo suami gue, gue sandarkan hidup gue di


bahu lo, tapi please …, Frans jangan bagi bahu itu buat orang lain!


Jarak kita tidak akan terkikis kalau lo masih ngasih ruang buat orang lain masuk ke kehidupan lo dan gue!


Ini sama kayak main kejar-kejaran Frans,


gue berlari ngejar cinta lo tapi lo malah lari ngehindar dari gue, dan parahnya


lagi, lo bakal ngasih luka yang sempurna banget buat gue!”


Dokter Frans hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan Felic yang panjang lebar itu, ia bisa mengerti dengan perasaan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


“Maafkan aku …!” ucap dokter Frans lirih.


“Lo lanjutin aja urusan lo sama Zea, gue bakal pergi sama Wilson, dan ingat! Ini bukan salah Wilson, jadi jangan asal mukul aja!” ucap Felic, ia berjalan melewati dokter Frans dan menghampiri Wilson.


Tapi saat hendak menarik tangan Wilson tiba-tiba saja kepalanya terasa begitu


pusing, hingga hampir kehilangan keseimbangannya, untuk Wilson dengan cepat


menangkap tubuhnya.


“Nyonya …, nyonya tidak pa pa?”


Pertanyaan Wilson berhasil membuat dokter Frans menoleh, melihat tubuh Felic limbung,

__ADS_1


dengan cepat dokter Frans meraih tubuh Felic, “Fe …, kamu kenapa?”


Tapi dengan cepat pula Felic menepisnya,


“Gue nggak pa pa, Ayo Wil …!”


Walaupun tubuhnya begitu lemas, matanya berkunang-kunang Felic tetap saja memaksa


berjalan.


Wilson menyadari jika langkah nyonya-nya itu tidak seimbang, ia terus berjaga di


belakang Felic. Dan benar saja tepat saat sampai di samping mobilnya, Felic


benar-benar kehilangan kesadarannya.


Dokter Frans yang masih melihat Felic dari kejauhan begitu terkejut saat melihat tubuh


Felic tumbang, untung saja sebelum sampai di tanah, Wilson dengan sigap menangkapnya hingga ia terduduk di tanah.


“Nyonya …, nyonya …, bangun nyonya …!” Wilson terus menepuk perlahan pipi Felic agar ia


kembali sadar.


Dokter Frans berlari secepatnya meninggalkan Zea dan menghampiri Felic,


“Fe …, Fe …, kamu kenapa?”


Dokter Frans tidak kalah paniknya saat tubuh Felic malah semakin berkeringat, tangannya dingin.


“Tuan ..., sebaiknya kita ke rumah sakit!” ucap Wilson.


Dokter Frans segera mengangkat Felic dari pangkuan Wilson dan membawanya masuk ke


dalam mobil


“Wilson, ayo …!”


Wilson yang masih berdiri di luar segera berlari masuk ke dalam mobil dan duduk di


balik kemudi. Sedangkan dokter Frans duduk di belakang sambil memangku tubuh


Felic yang semakin lemah saja.


Walaupun ia seorang dokter, tapi saat orang yang ada di sekitar kita yang sakit, tetap saja ilmu kedokterannya tiba-tiba ngilang berubah jadi ilmu panik.


Bersambung


Maaf ya hari ini belum bisa dobel up untuk DTIS, insyaallah besok dobel up, di tunggu ya


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2