Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Kebaikan kecil


__ADS_3

Di desa bersama dokter Frans dan Felic (Klinik desa)


"Kayaknya di sini nyama banget ya!" ucap dokter Frans saat melihat Felic terlihat begitu pulas tidurnya walaupun hanya sambil duduk dan kepalanya hanya bersandar dengan bantal leher yang ia bawa dari rumah yang memang sudah di sediakan oleh bi Molly.


Semenjak hamil memang Felic jadi suka tidur. Dokter Frans pun meninggalkan kecupan di keningnya dan membangunkan istrinya itu.


"Fe ...., jangan begitu tidur nya ...!" ucap dokter Frans sambil mengusap pipi Felic begitu lembut membuat Felic perlahan membuka matanya.


"Ada apa?" tanya Felic dengan suara seraknya, dokter Frans segera mengambilkan air putih untuk istrinya itu.


"Minum dulu Fe ...!"


Felic pun segera mengambil gelas dari tangan suaminya dan perlahan meneguknya.


"Kita sudah satu jam di sini, kita pulang ya!" ucap dokter.


"Katanya mau ke tempat lain?" tanya Felic saat semua nyawanya sudah kembali terkumpul.


"Kamu pasti akan sangat capek, jadi kamu pulang aja ya, biar aku sendiri ke sana, besok kita sudah akan pulang kan!"


"Aku mau ikut boleh ya?"


"Yakin nggak pa pa?"


"Iya ....!"


"Baiklah ...., cuci muka dulu sana viar lebih segar, biar aku temui dokter di sini dulu!"


"Baiklah!"


Felic pun segera berdiri dan menuju ke kamar mandi yang ada di ruangan itu sedangkan dokter Frans keluar dari ruangan untuk menemui dokter yang di tugaskan di tempat itu.


Tidak berapa lama mereka pun sudah berada di dalam mobil dan hendak menuju ke tempat ke dua.


Tujuan dokter Frans kali ini adalah ke sekolah, di desa ini ada sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Dokter Frans memang tidak ikut andil dalam pembangunan sekolah tapi ia berperan dalam memajukan sekolah.


Dokter Frans mencari donatur dari kota untuk mengembangkan sekolah itu. Dulu dua sekolah dengan jenjang yang berbeda itu hanya memilik sembilan kelas tanpa kantor dan sekarang gedungnya sudah lengkap dengan segala fasilitas nya di tambah gedung-gedung yang lainnya.


Sekarang sudah ada dua puluh ruangan yang di lengkapi dengan lab bahasa, lab ipa dan juga aula.


Rencananya dokter Frans juga ingin membangun sekolah menengah atas, jika bukan di desa itu setidaknya sekolah SMA bisa tersedia di kecamatan agar masyarakat di kecamatan itu tidak perlu jauh-jauh ke kecamatan lain atau ke kota untuk melanjutkan sekolah.


Tapi ternyata tidak mudah untuk mengajukan perijinan, hal ini karena juga terkendala lokasi juga.


Memang banyak lahan kosong tapi sudah menjadi hak milik masyarakat, ia harus bisa meyakinkan masyarakat untuk membangunnya. Tapi kalau dia masih tetap tinggal di kota, hal itu sepertinya akan sulit terwujud.


Akhirnya mereka sampai juga di gedung sekolah itu, beberapa bangunannya terlihat masih baru. Karena sudah siang sekolah tidak begitu ramai, anak-anak jenjang sekolah dasar semua sudah meninggal kan sekolah sedangkan untuk anak SMP sebagian masih mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah.


Mereka pun mulai berjalan menyusuri halaman sekolah sambil melihat kegiatan yang di lakukan oleh para siswa.


"Ini sekolahnya?" tanya Felic saat melihat sekolah yang ia kira sekolah di desa itu kumuh dan tidak terawat tapi di sini berbeda, sekolahnya terlihat bersih dnegan penataan ruang yang bagus, bunga dan tumbuhan hijau lainnya juga tertata sangat rapi.


"Iya ...., gimana?"

__ADS_1


"Apanya?"


"Kesan pertama kamu?"


"Sekolahnya bagus banget, rapi dan juga bersih, kalau kayak gini pasti anak-anak betah sekolah di sini!" ucap Felic karena ia pun juga nyaman di sana.


"Kalau ini bagaimana?" tanya dokter Frans sambil menunjukkan sebuah bangunan sekolah di ponselnya.


"Ini ...., ini nggak terawat banget!" ucap Felic, di dalam foto itu ia melihat gedung sekolah dengan cat yang sudah memudar dan rumput liar yang terlihat tinggi tanpa pagar di depannya.


"Ini adalah gambar sekolah ini lima tahun yang lalu!" ucap dokter Frans sambil menyakukan kembali ponselnya. Ucapan dokter Frans berhasil membuat Felic tercengang di buatnya.


"Waw ....., luar biasa! Hanya dalam waktu lima tahun dan sekolah ini bermetamorfosis sebagus ini ....!"


"Kamu benar, ini semua karena kesungguhan dan tekat dari bapak ibu guru dan masyarakat! Dulu satu kelas itu siswanya cuma lima, paling banyak sepuluh!"


"Serius .....?!" tanya Felic tidak percaya.


"Serius ...., dan sekarang semua siswanya bisa mencapai ratusan, bahkan anak-anak dari desa lain banyak yang sekolah di sini!"


Felic di buat terpesona dengan metamorfosis sekolah itu, tidak menyangka saja bagaimana keadaan desa itu sepuluh tahun yang lalu.


"Pak dokter!"


Langkah mereka terhenti saat seseorang yang sepertinya mengenali dokter Frans berjalan mendekati mereka.


"Pak kepala sekolah!" sapa dokter Frans sambil mengulurkan tangannya menyambut bapak kepala sekolah itu.


"Bagaimana kabar dokter?" tanya pak kepala sekolah itu lagi.


Bapak kepala sekolah pun menoleh pada Felic. Untuk pertama kalinya dokter Frans datang ke tempat itu dengan membawa teman dan temannya adalah seorang wanita hamil.


"Dia ...?" tanya pak kepala sekolah sambil menatap Felic.


"Kenalkan pak, ini Felic istri saya ...!" ucap dokter Frans sambil menarik bahu Felic ke dalam pelukannya.


"Jadi pak dokter sudah menikah?"


"Iya pak!"


"Kenapa nggak undang undang kami sih ...? Kami kan juga pengen di undang ke Jakarta!"


"Maaf pak, tapi kami memang belum mengadakan resepsi, insyaallah nanti kalau sudah resepsi kami pasti akan mengundang kalian semua!"


"Kami menunggu undangannya loh dokter! Baiklah ...., lebih baik kina mengobrol di ruangan saya saja! Bagaimana?"


"Baik lah pak, seenak bapak saja!" ucap dokter Frans.


Mereka pun akhirnya berjalan ke belakang lagi dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang terlihat cukup besar dengan berbagai sekat dengan ukuran yang sama.


Kedatang mereka langsung di sambut dengan begitu hangat oleh guru-guru yang kebetulan belum pulang, memang ada beberapa yang sudah pulang juga.


Dokter Frans bukan hanya sekedar berkunjung saja di sekolah itu, ia memang menyampaikan beberapa donasi dari orang-orang di kota untuk kemajuan sekolah itu.

__ADS_1


Setelah selesai dengan tugasnya, seperti biasa setiap kali melakukan kunjungan, mereka pasti akan mengabadikannya dengan berfoto bersama.


"Ya sudah kalau begitu kami permisi pulang!" ucap dokter Frans pada para guru.


"Apa dokter sudah akan kembali ke jakarta?"


"Insyaallah besok sudah akan kembali!"


"Kami hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan keluarga dokter dan semoga rejekinya tetap di beri kelancaran!"


"Amiiin!"


Mereka pun akhirnya kembali ke mobil dengan di antar oleh para guru sampai di gerbang sekolah.


Dokter Frans dan Felic sudah masuk ke dalam mobil dan mobil pun mulai melaju meninggalkan sekolah.


Sepanjang di sekolah dan mobil Felic tiba-tiba saja berubah menjadi pendiam.


"Fe ....., kenapa dia saja?" tanya dokter Frans sambil mengusap tangan Felic dengan satu tangan sedangkan tangan satunya sibuk menyetir mobil. Ia memang tidak mengajak Richard serta bersama dengannya karena ia ini menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya.


"Nggak pa pa sayang, cuma aku ngerasa beruntung sekali memilikimu!"


"Kamu manis sekali!?" ucap dokter Frans gemas sambil mengusap rambut Felic, tapi baru satu kali usapan dokter Frans mengehentikan tangannya.


"Fe kenapa rambutmu?" tanya dokter Frans.


"Memang kenapa dengan rambutku?" tanya Felic yang tidak mengerti. Ia pun tertarik untuk mengusap nya juga dan ia merasakan rambutnya lembab dan berminyak sedikit lengket.


"Ohhhh ...., ini! Aku tidak keramas sudah dua hari!" ucap Felic sambil nyengir kuda.


"Ihhhh jorok!" ucap dokter Frans dan menjauhkan tangannya, "Kenapa nggak keramas?"


"Di sini dingin sayang ...., nggak berani keramas!" ucap Felic sambil mendekatkan kepalanya pada suaminya.


"Jangan deket-deket ...., jorok ihhh!" ucap dokter Frans sambil mendorong kepala istrinya menjauh.


Bersambung


...Hal kecil yang kamu lakukan di masa ini, akan menjadi efek besar pada orang lain di masa depan. ...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2