Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Tanpa Felic


__ADS_3

Kini mobil mulai meninggalkan rumah sakit yang sudah empat hari ini Felic tinggali


tanpa dijenguk oleh siapapun karena ia dan dokter Frans sengaja menyembunyikannya dari siapapun karena keadaan Felic yang masih tidak baik.


Felic sama sekali tidak tertarik untuk menatap suaminya itu apalagi bicara padanya.


sedangkan dokter Frans terus sibuk mencari perhatian Felic, mulai dari menyanyikan lagu romantis sampai meluk-meluk tubuh Felic.


“jauh-jauh Frans, engap!” protes Felic saat ia sudah sangat menempel pada dinding mobil


sedangkan dokter Frans terus menggeser duduknya hingga tidak ada celah lagi


diantara mereka.


 “Nggak mau berubah pikiran ya, kita pulang aja


ya!” Dokter Frans terus saja membujuk Felic untuk ikut pulang bersamanya.


“Nggak!” jawab Felic ketus.


“Kalau gitu, bolehin aku nginep di rumah ayah ya …!” Dokter Frans masih saja cari cara agar bisa bertemu setiap hari dengan Felic.


“Nggak!”


“Atau ijinkan aku menemui mu setiap hari?” dokter Frans masih tidak menyerah.


Felic menoleh pada suaminya itu dan menatapnya dengan pelototan, “Nggak! Sekali nggak ya nggak! Jangan maksa deh ...!”


“Tega banget sih sama suami sendiri, aku pasti bakal kangen banget sama anak kita!”


Aku jadi semakin ragu aja, sebenarnya yang frans inginkan cuma anaknya bukan aku …, batin Felic. Ia jadi tambah yakin aja kalau suaminya itu tidak mencintainya, ia hanya menginginkan anak yang ada dalam kandungannya saja.


“Ayo lah Fe …, beri aku pilihan yang sedikit meringankan ku!”


“Nggak!”


Felic begitu keras kepala, ia benar-benar sudah bertekat untuk memberi jarak pada


hubungan mereka sampai mereka benar-benar yakin dengan perasaannya.


“Oh iya Fe, kemarin aku ketemu sama Rangga!” ucapan dokter Frans kali ini berhasil


mencuri perhatian Felic, Felic menoleh pada dokter Frans dan mengerutkan


keningnya.


"Ngapain?"


“Dia nyerahin ini!” dokter Frans mengambil sesuatu dari tasnya. Dua buah undangan


yang rangga berikan pada Frans sebelum felic masuk ke rumah sakit.


“Undangan!”


ucap Felic dan dokter Frans segera mengangguk, felic segera melihat undangan


itu.


“Mas Rizal!” Felic membaca nama yang tertera dalam undangan itu, nama itu begitu ia kenal.


Melihat Felic begitu terkejut membuat dokter Frans penasaran, ia juga begitu penasaran


apakah Felic mengenal Tisya, atau hanya mengenali laki-laki yang ada dalam

__ADS_1


undangan pertunangan itu.


“Siapa Rizal?”


“Suami Ersya! MANTAN suami Ersya!” jika mengingat pernikahan sahabatnya itu, felic


jadi ikut merasakan kepedihan yang dirasakan sahabatnya. Jika saja suaminya juga


melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan suami Ersya mungkin dia juga akan


mengalami hal yang sama, jika saja dokter Frans lebih memilih Zea dari pada


dirinya, mungkin ia akan lebih sakit dari Ersya, ia punya anak yang harus di


jaga.


Oh …, aku kira …, jadi Tisya


menjadi orang ke tiga ….! Memang sifatnya nggak ada bedanya sama bapaknya …, batin


dokter Frans.


“Jadi mereka akan bertunangan! Kasihan Ersya!” tiba-tiba saja Felic menangis, tapi


untung di dokter Frans nya karena Felic menyusupkan wajahnya ke dada dokter


Frans dan menumpahkan air matanya di sana.


Untung aku kasih undangannya tepat


waktu …, bisa meluk kan ….


Dokter Frans menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin, ia mengeratkan pelukan pada Felic dan menciumi aroma tubuh Felic. Ia sudah bisa membayangkan betapa menderitanya dia nanti tanpa Felic.


Akhirnya mobil pun berhenti tepat di depan rumah mertua dokter Frans,


“Turunin aku Wil …!” ucap Felic. Tapi dokter Frans segera menarik tubuh Felic kembali


dalam pelukannya.


“Jangan macam-macam lagi, Fe! Sudah cukup, aku yang akan nurunin kamu!”


Dokter Frans segera turun dari mobil dan membuka pintu mobil yang berada di dekat Felic, seperti sebelumnya ia membopong tubuh felic dan menurun dan hendak membawanya


langsung masuk ke dalam rumah.


“Frans turunin!” protes Felic.


“Nggak, sekali ini nggak!” dokter Frans tetap dengan pendiriannya, “kamu tunggu di sini


Wil!”


“Baik tuan!”


Dokter Frans membawa felic ke rumah, felic yang memencet bel rumah karena tangan


dokter Frans tidak bisa di gunakan.


Ceklek


Pintu terbuka dari dalam, ibu Felic muncul dari balik pintu.


‘fe …, kamu kenapa?” tanya ibu Felic begitu khawatir karena melihat putrinya di

__ADS_1


gendong oleh menantunya, “Frans ada apa ini?”


“Biar Fe masuk dulu bu, nanti Fe kasih tahu!” protes Felic.


‘baik …, baik …!” ibu Felic segera menyingkir,


“Biar Frans bawa Felic langsung ke kamar aja ya bu?” ucap dokter Frans.


“Iya …!”


Langkah dokter Frans yang membawa felic dalam gendongannya di ikuti oleh ibu mertuanya.


Mereka melewati tangga kayu itu dan naik ke kamar felic, dokter Frans segera


menurunkan Felic ke atas tempat tidur.


“Ini ada apa Frans? Fe?” tanya ibu mertua dokter Frans begitu bingung.


“sebenarnya Felic hamil bu, tapi karena kandungannya lemah jadi Felic di haruskan bedtres hingga keadaannya benar-benar kembali pulih!”


“Hamil?”


terlihat sekali wajah ibu Felic begitu gembira.


‘Iya bu!” ucap Felic.


“Tapi Felic harus istirahat total bu, nggak boleh ngelakuin apa-apa!” ucap dokter Frans.


“Kasihan sekali Fe, tapi ibu dulu pas hamil kamu juga gitu Fe, ibu nggak di bolehin


ngapa-ngapain sampek Sembilan bulan!”


“lama banget sih bu, masak Fe juga harus kayak gitu!”


“Ya itu perjuangan seorang ibu, kita harus bisa apapun asal anak kita tumbuh sehat,


jadi kamu jangan suka ngeyel kalau dikasih tahu sama ibu!”


Sebenarnya keputusan Felic untuk


pulang ke rumah orang tuanya tidak ada salahnya karena ibunya pasti lebih tahu


bagaimana mengurus dia, tapi yang salah …, kenapa berat banget syarat buat akunya ….


‘Oh iya Frans …, bukannya kamu harus pergi sekarang?! Iya kan?” ucap felic setelah


sadar jika suaminya itu masih di tempatnya.


“Enggak!”


“Enggak apanya, kamu kan harus kembali ke rumah sakit, ada operasi darurat tadi!”


‘Iya tapi …!”


“Oh iya bu, Frans bakal ada keperluan sampai beberapa hari jadi pasti nggak bisa ke


sini! Iya kan Frans?’


“I-Iya …!”


“Ya udah sekarang kamu pergi, gih …, kasian Wilson nunggu lama di luar!”


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2