Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (77. Menerima semuanya)


__ADS_3

...Membalas sebuah kejahatan bukan dengan kejahatan juga tapi kita bisa membalasnya dengan cara yang lebih pintar dan elegan, selain kita tidak akan terlihat sama seperti mereka kita juga akan jauh terlihat lebih baik dari mereka dengan cara kita sendiri....


...🌺🌺🌺...


Pagi-pagi sekali Zea sudah terlihat begitu rapi dengan baju semi casualnya ia hari ini ingin terlihat berbeda, tidak terlalu polos juga tidak terlalu resmi, sebuah out fit jas berwarna pastel dengan dalaman kaos yang tidak terlalu longgar dan bawahan rok sebatas lutut berwarna putih menjadi pilihannya di lengkapi dengan flat shoes yang senada dengan warna jasnya membuat penampilannya cukup memukau.


Semenjak malam ia sudah memikirkan semuanya dan menghubungi ajudan pak Seno dan meminta bertemu di tempat yang sama seperti beberapa waktu lalu.


Hal itu sengaja ia lakukan agar setidaknya bisa bertemu dengan Rangga walaupun hanya sebentar.


Melihatnya berangkat kerja saja sudah membuatnya senang.


Kali ini Zea memilih baik bus karena jarak halte dengan tempat tinggal Rangga cukup dekat.


Tidak lupa ia juga mengubungi Ersya dan mengatakan jika hari ini ia siap untuk memulai semuanya.


Dengan dukungan dari Ersya, keberanian Zea seakan kembali bangkit, mengubah Zea yang biasa menjadi Zea yang luar biasa.


Ersya begitu senang dengan keputusan Zea, Ersya pun sudah menyiapkan semuanya tentu di bantu oleh Div dengan berbagai bujuk rayu yang sudah ia berikan semalam agar suaminya itu ikut membantunya. Dan semuanya berbuah manis, sang suami siap untuk mendukung dari belakang.


Bukan hanya demi kebaikan Zea tapi juga demi kebaikan Rangga, jika mereka salah melangkah saja satu bulan lagi Rangga akan dengan setuju menikah dengan Miska dan itu benar-benar tidak di harapkan oleh Ersya maupun Div juga.


Zea sudah turun. dari bus, wajahnya pagi ini bagai sinar mentari pagi yang begitu cerah. Bahkan senyum tidak pernah lepas dari bibirnya saat ini.


"Kamu di mana sekarang, Zea?" ternyata Zea tengah bicara di telpon terlihat aerophone yang menempel di telinganya.


"Aku sudah di depan apartemen, mau menemui Rangga sebentar!"


"Jangan gegabah ya kamu!" Ersya memperingatkan Zea, ia tidak mau sampai rencana mereka gagal bahkan sebelum di mulai.


"Nggak kok, aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang!" Zea tersenyum dengan pasti sambil menatap ke atas tepat ke lantai di mana Rangga dan wanita ular itu tinggal.


"Baguslah, tetap jaga jarak!"


"Siap!"


Zea mematikan sambungan teleponnya saat sosok yang telah ia tunggu akhirnya datang juga,


"Rangga!?" gumamnya pelan. Ia pun segera mengatur nafasnya, walaupun sangat deg-degan tapi ia harus tetap terlihat biasa seperti seseorang yang tidak saling kenal.


Zea berjalan cepat dan dengan sengaja menabrak Rangga hanya untuk bisa bersentuhan dengannya

__ADS_1


Tapi ternyata_, karena Rangga yang jauh lebih kuat hingga membuat tubuh Zea hampir saja limbung dan terjengkang ke belakang, beruntung tangan Rangga dengan sigap meraih tangannya dan menarinya dengan cukup keras hingga membuat tubuh Zea kembali membentur tumbuh Rangga, lebih tepatnya Zea Dangan sengaja memeluk tubuh itu.


Hari ini jauh lebih dari cukup, aku bisa mencium aroma tubuhmu, sayang ...., Zea tersenyum dalam pelukan Rangga.


Rangga tidak segera melepaskan wanita yang menurutnya asing itu, karena ia bisa merasakan saat ini bahkan jantungnya berdetak kencang,


Aroma tubuh ini, kenapa rasanya tidak asing? bahkan rangga pun merasakan hal yang aneh itu.


Tapi kemudian ia tersadar, tidak sepatutnya ia melakukan hal itu pada wanita yang jelas-jelas asing baginya dan wanita itu sepertinya juga tengah hamil.


"Mbak, mbak tidak pa pa?"


Zea pun segera menjauhkan tubuhnya dari Rangga walaupun sebenarnya cukup berat baginya.


"Sa_saya tidak pa pa, maaf tadi tidak sengaja menabrak!" Zea terserang rasa gugup. Ternyata tetap saja walaupun sudah sangat berusaha ia kendalikan hatinya tidak bisa berbohong.


"Mbak lagi hamil, kenapa jalan sendirian?"


"Ahhh ini!" Zea baru sadar jika perutnya sudah terlihat, "karena suamiku sedang sibuk!"


"Lain kali lebih hati-hati ya mbak, kasihan bayinya kalau terjadi sesuatu!"


"Pasti!"


Kamu pasti akan sangat menjagaku jika kamu tahu ini anakmu ...., walaupun terlihat tegar tetap saja air mata itu tidak bisa ia perintahkan untuk tidak keluar,


Zea segera mengusap sudut matanya yang mulai basah dan ia kembali tersenyum mengingat rencana yang akan ia jalankan untuk mendapatkan kembali kebahagiaannya.


Zea pun kembali berjalan menuju ke tempat yang sudah di janjikan dengan pak Seno dan ajudannya. Hanya dekat Zea cukup menyeberangi jalan dan restauran mewah itu sudah ada di depan mata.


Hal yang sama terulang kembali, ia mendapatkan perlakukan istimewa di tempat itu, seorang pelayan langsung mengantarnya di sebuah ruang khusus, sepertinya ruang VVIP. Zea sudah tidak terkejut lagi karena ini kedua kalinya.


Dan saat ia datang ia sudah bisa melihat ajudan pak Seno tapi tidak dengan pak seninya,


"Selamat pagi nona Zea!"


"Selamat pagi!"


"Silahkan duduk!" hal yang sama di lakukan oleh ajudan pak Seno dengan menggeserkan kursi untuk Zea.


"Sambil menunggu tuan datang, apa nona Zea membutuhkan sesuatu?"

__ADS_1


"Tidak, aku hanya minta air putih saja!"


"Baik!"


Hanya dengan sekali tepuk seorang pelayan datang,


"Ambilkan air putih!"


"Baik tuan!"


Pelayan itu kembali ke tempatnya dan tidak berapa lama kembali lagi dengan segelas air putih lengkap dengan potongan beberapa buah segar yang siap di makan,


"Di luar cuacanya sangat panas, jadi saya minta pelayan untuk memberikan beberapa buah segar untuk, nona! Silahkan di makan!" ajudan itu membantu pelayan untuk melayani Zea.


Benar yang di katakan nona Ersya, kenapa aku sampai tidak kepikiran dengan hal ini, ini bisa sangat membantu untuk semua langkahku ...., Zea mulai berpikir ulang tentang rencana-rencana yang di susun oleh Ersya. Ia mendapatkan perlakuan yang begitu istimewa.


"Apa pak Seno masih lama?" setalah menikmati hampir setengah dari buah-buahan itu ternyata yang di tunggu tidak juga kunjung datang.


"Tuan sedang ada meeting di sekitar sini, tidak sampai seperempat jam tuan akan datang! Jika nona butuh sesuatu lagi, nona bisa minta pada saya!"


"Tidak, tapi bisakah kamu duduk dan temani saya ngobrol? Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan padamu sebelum pada bosmu!"


"Silahkan nona bertanya dan saya akan tetap berdiri!"


Zea hanya bisa menghela nafas, sebenarnya peraturan macam apa yang telah di tetapkan hingga untuk duduk saja begitu sungkan.


"Baiklah, pertama bagaimana hubungan pak Seno dengan istrinya?"


"Kalau masalah itu, nona bisa tanyakan langsung pada tuan nanti!"


"Katanya kamu akan menjawabnya, kenapa berubah pikiran?"


"Maaf nona, saya hanya tidak mau bertindak lancang dengan membicarakan hal yang bersifat pribadi tentang tuan saya!"


"Baiklah, kalau gitu saya ganti deh pertanyaannya. Sekarang ceritakan secara detail kehidupan pak Seno!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2