Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Malam ini setelah pulang kerja, Felic langsung mengganti pakaiannya di tempat


kerjanya, ia memakai gaun yang sempai ia beli bersama Ersya.


Ia tidak akan sempat pulang karena hari ini ia harus lembur sebab bang Ilham sedang tidak masuk kerja, untung saja tempat reoni itu tidak


terlalu jauh dari tempat kerjanya.


Ting


Notif pesan masuk ke dalam ponselnya, setelah selesai mengemas kembali pakaiannya segera ia masukkan ke dalam lokernya, ia pun meraih ponselnya yang berada di samping tas kainnya.


"Fe ....., jangan lupa ya cepetan datang, gue tunggu di depan gedung!"


Itu pesan dari Ersya, Ersya ternyata sudah sampai di tempat tujuan. Ersya berangkat lebih dulu karena ia hari ini sedang libur, ia akan menunggu Felic di depan pintu masuk.


“Ersya ini ada-ada aja, dia yang mengajak gur tapi dia juga yang ninggalin gue ....., tau gini gue nggak usah ikut deh ....!” gerutu


Felic, ia pun segera keluar dari gedung tempatnya bekerja. mencari sepedanya yang sudah terparkir sendirian di tempat parkir, semua penghuni gedung itu sepertinya sudah pulang.


Felic terus saja mengeluh sepanjang jalan sambil mengayuh sepedanya. Ia begitu kesusahan dengan gaun dan sepatunya. Felic tidak terbiasa memakai gaun dan sepatu tinggi seperti yang di pakainya sekarang.


"Susah sekali seperti ini!" gerutu Felic, ia pun meminggirkan sepedanya dan berhenti di pinggir jalan, ia segera melepas sepatu tingginya dan dia masukkan ke dalam keranjang sepedanya.


Setelah melepaskan sepatunya, Felic pun segera mengayuh kembali sepedanya , ia mengayuh sepedanya dengan kaki telanjangnya.


akhirnya gedung yang menjadi tujuannya sudah terlihat, ia bisa melihat puncak dari gedung yang menjulang ke langit itu.


"Ahhh ...., akhirnya sampai juga!" Felic menghembuskan nafasnya lega.


Felic pun menuju ke tempat parkir, Saat sampai di tempat parkir tiba-tiba sebuah mobil menyerobot tempat parkirnya.


Membuat Felic begitu kesal, ia menendang mobil itu dengan kaki telanjangnya.


“Auhg …., auhg …., auhg …..! keluh


Felic terpincang-pincang dengan sepatu di tangannya. Pemilik mobil itu keluar dan


berdiri sambil melipat tangannya menatap Felic dengan penuh Tanya dan senyum


semirnya.


“Ada apa dengan kakimu? Apa itu sakit?” Tanya pria itu dengan senyum mengejeknya.


“Apa kau tidak lihat? Mobilmu ini keras sekali dan kau membuat sepedaku terguling!”


“Sudah tahu keras …, masih juga di tendang. Dasar cewek aneh …!” ucap pria itu sambil


menggelengkan kepalanya, tersenyum mengejek.


Pria


itu meninggalkan Felic begitu saja dengan penuh kekesalan.


“Dasar

__ADS_1


pria tidak waras …, memang apa susahnya meminta maaf …!” teriak Felic tapi pria


itu tidak mau mempedulikannya. Ia terus melanjutkan langkahnya masuk ke dalam


gedung yang sama.


Felic


memakai kembali sepatunya. Ia berjalan menuju ke gedung tempat mereka reoni


dengan kaki yang sedikit pincang. Ersya sudah menunggunya di depan gedung.


“lama


sekali sih Fe …?” protes Ersya.


“Maaf


Sya …, tadi ada insiden kecil!”


“Kenapa


kaki lo Fe, pincang begitu?”


“Gara-gara


pria aneh yang nggak negrti caranya minta maaf!”


“Ganteng


nggak?” Tanya Ersya membuat Felic memukul pundaknya


ini …, dia itu menyebalkan sekali mana mungkin gue sempat memperhatikan


wajahnya!”


 “baiklah …, ayo kita masuk!”


Mereka pun memasuki gedung itu, Ersya mudah sekali membaur dengan teman-teman lama mereka tapi sedikit berbeda dengan Felic. Dulu dia juga sangat supel dan mudah


bergaul, tapi setelah apa yang terjadi padanya dan segalanya itu membuatnya


seperti sengaja menutup diri, baginya mengenal sedikit orang yang benar-benar


tulus menyayanginya lebih penting dari pada memiliki banyak teman tapi


membuatnya terluka.


“Hai


Fe …., aku tidak menyangka kau akan datang. Perkenalkan ini suamiku!”


“Hai


Ayu …., senang bertemu dengan kalian!” Felic menyalami temannya yang membawa

__ADS_1


suaminya itu., sepertinya ia sengaja memamerkannya pada felic.


“Ya


udah ya Fe kami ke sana dulu!” Felic hanya bisa mengangguk, semua


teman-temannya datang dengan membawa pasangannya.


Acara


akan segera di mulai, Ersya yang sedari tadi menghilang kini kembali mendekati


felic.


“Dari mana saja?” Tanya felic kesal.


“maaf


ya tapi gue bertemu dengan Anya, dia ngajak gue menginap di rumahnya nanti. Lo


tidak pa pa kan pulang sendiri, soalnya suaminya Anya juga sedang keluar kota!”


“Baiklah


…, terserah lo saja!”


Mc


sudah naik ke atas panggung menandakan jika acaranya akan di8 mulai, ia membuka


acara dan membacakan susunan acara. Semua kembali membaur dengan berbagaimacam


kuis dan permainan, Felic memilih untuk duduk di pojok ruangan karena taka da


satu pun yang menganggapnya penting.


Mantan


pacarnya waktu SMA juga datang, tapi dia juga sudah membawa pasangan, walaupun


belum menikah tapi sepertinya sudah akan menikah melihat kemesraan mereka, hal


itu membuat hati felic semakin panas saja.


Mengatakan ‘aku baik-baik saja’ siapa yang tidak pernah mengatakan hal itu? Saat seseorang


mengatakan hal itu, belum tentu ia benar-benar baik-baik saja. Karena yang


terlihat dari luar hanya senyumnya, ia begitu pandai menyimpan kesedihannya


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2