Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (76. Rencana Ersya)


__ADS_3

...Kamu mungkin bisa memilih satu alasan untuk membenci seseorang tapi kamu punya banyak alasan kenapa kamu bisa menyukainya. Dunia tidak akan lengkap tanpa adanya rasa benci, rasa sedih, rasa kecewa tapi percayalah semua itu akan terlupakan dengan satu rasa yaitu cinta....


...🌺🌺🌺...


Bukan ekspresi senang yang di tunjukkan oleh Zea, ia malah terlihat tidak menyukainya,


"Jadi anak tiri pak Seno, Miska?" ia sudah bisa membayangkan bagaimana nanti hidupnya jika sampai Miska tahu dia anak kandung pak Seno. Bisa jadi Miska mencari cara untuk menyingkirkannya atau hal itu mungkin saja sudah terjadi.


Jangan-jangan kecelakaan itu memang sudah di rencanakan dan dalang dari semua ini, Miska?


Sedangkan Ersya yang baru tahu kenyataan itu sampai menutup mulutnya tidak percaya, "Whats???"


Setelah menguasai keterkejutannya itu Ersya pun kembali bertanya pada Zea yang sama sekali tidak menampakkan wajah senangnya,


"Jadi Miska anak tiri pak Seno?"


Zea kembali mengangukkan kepalanya, ia pun mulai kembali bercerita berdasarkan cerita yang ia dapat dari Anha. Ajudan pak Seno juga pernah mengatakan hal itu tapi ia tidak terlalu mengingatnya karena menurutnya itu tidak penting baginya. Itulah alasannya sampai sekarang ia tidak tahu siapa anak tiri pak Seno jika bukan Ersya yang bercerita.


"Wow ...., ini luar biasa!?"


Ia pikir dia seorang tuan putri? Bukan dia seorang Upik abu, jiwa menindas Ersya seolah kembali bangkit. Di kepalanya langsung tercipta begitu banyak rencana yang tersusun dengan sangat epik.


"Luar biasanya apa?" Zea yang memang tidak punya jiwa pemberontak seperti Ersya jelas pemikirannya kalah jauh dengan Ersya. Selama ini hidup Zea terlalu lempeng tanpa pemberontakan.


Ia selalu berada dalam garis lurus selama hidupnya, hingga untuk melakukan hal-hal jail semacam itu butuh orang seperti Ersya di belakangnya.


Sebenarnya hidup Zea tidak beda jauh dengan Felic, tanpa Ersya Felic juga tidak punya kegilaan-kegilaan itu tentunya.


"Gini deh, coba kamu pikir. Kamu bisa melakukan dua hal sekaligus, sambil menyelam minum air!"


Wahhhh luar biasanya kamu Ersya, sungguh ...., Ersya bahkan memuji dirinya sendiri dalam hati. Bahkan saat ini terlihat sekali mata kesombongannya, ia sampai menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan hasil pemikirannya sendiri.


Belum sampai Zea kembali bertanya bibi sudah kembali dengan dua minuman sehat untuk ibu hamil untuk dua ibu hamil yang tengah berbicara serius itu.


"Silahkan di minum non, buk! Bibi buatkan khusus untuk ibu hamil!"


"Ini apa bi?" Ersya tanpa meragukan minuman itu karena warnanya tidak meyakinkan berbeda dengan Zea yang sudah terbiasa meminumnya.

__ADS_1


"Aman non, itu ramuan turun temurun dari kampung yang bagus untuk ibu hamil, rasanya juga menyegarkan!?"


"Benarkah!?" Ersya terlihat antusias dengan keterangan bibi dan Zea pun mengangukkan kepalanya, "Baiklah aku akan mencobanya!"


Ersya segera meneguk minuman itu dan rasanya begitu menyegarkan, "Wow, ini enak sekali bi!" dengan cepat Ersya memuji minuman buatan bibi, dia benar-benar wanita penuh ekspresi.


"Terimakasih!"


"Bibi bakat deh jadi penjual jamu!?" tidak lupa ia juga memuji bibi dengan apa yang sudah bibi buat.


"Ahhh non ini bisa aja!" terlihat bibi jadi senyum malu-malu, " Ya sudah bibi tinggal dulu ya non, buk. Pekerjaan di belakang belum selesai soalnya!"


"Iya bi, maaf jadi merepotkan!" Zea merasa sungkan karena tidak bisa membantu pekerjaan bibi hari ini.


"Tidak pa pa buk, kalian saling ngobrol saja, santai!"


Bibi pun kembali meninggalkan mereka, setelah saling tertawa Zea pun kembali teringat dengan percakapan mereka tadi. Tapi kemudian Zea kembali teringat dengan apa yang di katakan Ersya terakhir kali,


"Maksudnya tadi apa? sambil menyelam minum air?"


"Ahhh iya, hampir lupa!" Ersya pun kembali meletakkan gelasnya yang isinya tinggal separuhnya saja, "Jadi gini, dengan kekuatan yang kamu miliki, kamu harus bisa mematahkan kesombongan Miska!"


"Ampun Zea!?" Ersya mulai kesal karena Zea tidak juga faham dengan yang ia katakan, "Kamu lama-lama jadi kayak Fe ya!" keluhnya.


"Maaf!?" Zea menyesal karena telah membuat serta kesal.


"Baiklah, baiklah, dengarkan ya!"


"Hmmm" Zea mengangukkan kepalanya mantap.


"Jadi kamu harus terima dong status kamu sebagai anak kandung pak Seno!"


"Apa hubungannya?"


"Ya dengan kamu sebagai anak pak Seno, sudah pasti kamu memiliki posisi yang lebih tinggi dari Miska dan kamu bisa bersaing dengannya dengan mudah!"


"Lalu?" Zea yang tidak tahu menahu tentang cara ini begitu antusias mendengarkan semua yang di katakan oleh Ersya.

__ADS_1


"Ya untuk selanjutnya kamu bisa nih ambil kembali Rangga!"


Rangga ....., tentu ini jauh lebih berharga di bandingkan yang lainnya. Baginya saat ini hidupnya hanya Rangga dan anak dalam kandungannya. Jika dengan cara itu ia bisa mendapatkan Rangga kembali, sudah pasti ia akan melakukannya.


"Caranya?"


"Aku tahu belakangan ini pak Seno dan mas Div sedang ada proyek dan kamu tahu siapa yang menjalankan proyek ini?"


Zea menggelengkan kepalanya tidak tahu, selama ini ia memang tidak tahu menahu tentang pekerjaan Rangga karena memang Rangga tidak menuntut hal itu,


"Rangga!" ucap Ersya begitu bersemangat sambil menekan kedua bahu Zea gemas,


"Jadi untuk selanjutnya kamu bisa ambil posisi Miska di sana, kata mas Div sebenarnya Miska sangat tidak berkompeten dalam hal ini. Terlihat dari begitu banyak kesalahan yang sudah ia lakukan selama ini."


"Jadi?"


"Jadi nanti kamu ambil alih posisi Miska dan mewakili perusahaan pak Seno untuk menangani proyek itu dan setiap hari bisa deh ketemu sama Rangga! Bukan tidak mungkin dengan seringnya kalian bertemu Rangga bisa mengingat kembali semuanya!"


"Aku mengerti sekarang! Tapi aku sama sekali tidak tahu menahu tentang semua itu!"


"Gampang, kalau soal itu serahkan padaku, aku yang akan mengurus semuanya! kamu tinggal bilang bersedia saja pada pak Seno dan minta seperti apa yang aku katakan dan semuanya pasti akan beres!"


Setelah cukup lama mereka saling berbincang dan bertukar pengalaman, Ersya pun berpamitan pulang tidak lupa ia juga meninggalkan nomor telpon miliknya agar nanti saat Zea sudah siap ia tahu harus menghubungi siapa.


Zea pun memikirkan kembali sepanjang malam apa yang baru saja di katakan oleh Ersya tadi siang.


Ia jadi kembali mempunyai semangat untuk berjuang. Ia tidak akan hanya bertemu dengan Rangga tanpa menyapa tapi jika benar itu terjadi ia bahkan bisa saling mengobrol dan bekerja sama.


Membayangkan semua itu saja Zea sudah sangat senang. Ia tidak sabar untuk menunggu besok pagi dan menemui pak Seno, mengatakan kesanggupannya untuk menjadi putri kandung seutuhnya menerima semua fasilitas yang di berikan oleh pak Seno.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2