
Setelah selesai makan malam, Felic benar-benar menagih janjinya pada suaminya.
Ia tidak mau tidur sebelum suaminya itu menceritakan tentang kisah cinta kakek dan neneknya.
"Baiklah kalau kamu keras kepala, tapi bawa selimut ya!"
"Memang ceritanya di mana? Kenapa aku harus bawa selimut segala?" tanya Felic sambil meneguk susunya.
"Kita ceritanya di ruang baca!" ucap dokter Frans kemudian menatap bi Molly yang berada di dapur.
"Bi ....!"
Bi Molly yang merasa di panggil pun segera menghampiri mereka.
"Nanti bawakan camilan sehat untuk Felic ya, kita ada di ruang baca!"
"Baik tuan!"
Mereka pun segera menuju ke ruang baca, sebelum itu dokter Frans mengambilkan selimut untuk Felic terlebih dulu.
"Duduklah ...!" ucap dokter Frans sambil meminta Felic untuk duduk di sofa kecil yang ada di ruang baca itu.
"Terimakasih! Sekarang sudah siap cerita kan?"
"Iya sebentar, kemarin sudah sampai mana ya Fe?" tanya dokter Frans yang juga sudah ikut duduk.
"Lupa!"
Tok tok tok
Saat dokter Frans mulai mengingat-ingatnya, tiba-tiba pintu di ketuk.
"Ini saya tuan!" suara bi Molly dari balik pintu.
"Masuklah bi!"
Bi Molly pun masuk dengan membawa setoples camilan sehat dan juga semangkuk buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil.
__ADS_1
"Terimakasih ya bi!"
"Sama-sama tuan, saya permisi dulu ya tuan , nyonya!"
Bi Molly pun segera meninggalkan mereka. Kini Felic kembali fokus dengan suaminya itu.
"Gimana?"
"Aku mulainya dari awal aja ya?!"
"Gitu lebih baik sayang ...!"
Ihhhh rasanya kok jadi adem dengar Felic panggil kayak gitu ...., batin dokter Frans.
"Baiklah di mulai ya ....!" dokter Frans pun mengatur posisi agar lebih enek ceritanya, Felic juga sama, ia mengambil mangkuk yang berisi potongan buah-buahan itu dan mulai mendengarkan ceritanya.
"Ini hanya cerita yang aku dapat dari beberapa sumber saja ya, awalnya aku tidak tahu juga kalau ternyata kakek ku ternyata kakek Agra juga, yang aku tahu cuma kakek memang punya dua istri.
Kakek adalah putra tunggal dari pengusaha sukses, yang sekarang bernama finityGroup. Kakek buyut menjodohkan kakek dengan wanita pilihannya yang juga sama-sama anak tunggal dari pemilik perusahaan.
Penggabungan dua perusahaan besar itu akhirnya membentuk kerajaan bisnis bernama finityGroup. Walaupun hubungan kakek dengan istri pertamanya tidak di dasari oleh cinta tapi hubungan mereka terbilang begitu harmonis, hingga dalam pernikahan mereka di karuniai seorang putra bernama Adi Wijaya.
Nenek dan kakek tidak bisa mengendalikan perasaannya satu sama lain, mereka mempunyai hubungan gelap, hingga istri pertama kakek mengetahuinya.
Nenek begitu menyesal karena tidak bisa mengendalikan perasaannya, ia memutuskan untuk pergi saja, tapi ternyata istri pertama kakek tahu kalau nenek sedang mengandung darah daging suaminya.
Istri pertama kakek mengalah, ia rela melepaskan suaminya demi nenek.
Akhirnya kakek pun menyerahkan semua kuasa perusahaan kepada istri pertamanya dan menikahi nenek, kemudian nenek dan kakek memilih tempat ini untuk di jadikannya tempat bersembunyi dari sorotan media dan hal-hal yang akan menghujatnya.
Tapi tidak hanya cukup dengan itu, rasa bersalah nenek begitu mendarah daging, ia tidak bisa membayangkan bagaimana seorang anak harus kehilangan kasih sayang ayahnya gara-gara dirinya.
Kakek bertani dan menyalurkan segala kemampuannya untuk mensejahterakan warga desa. Ia menjadi orang yang di segani di desa ini dengan segala inovasinya, walaupun hidup di desa, kakek tetap rajin membaca buku tentang bisnis.
Setelah sembilan bulan ayah pun lahir, ayah begitu beruntung karena telah mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Setiap kali mengingat hal itu, rasa bersalahnya kembali muncul. Ternyata bukan cuma nenek, kakek pun hampir setiap hari memandangi foto putra sulungnya, setiap kali menatap foto itu air mata kakek selalu meleleh.
Hingga saat ayah menginjak bangku SMA, kakek meninggal dunia. Nenek berusaha keras untuk membesarkan ayah seorang diri.
__ADS_1
Tapi hal itu juga tidak bertahan lama karena nenek juga semakin sakit-sakitan. Nenek semakin hari semakin parah, hingga suatu ketika nenek menceritakan semuanya pada ayah, mengenai saudaranya.
Nenek meminta ayah untuk mencari saudaranya itu dan membantunya. Bahkan jika harus di ganti dengan nyawanya, nenek meminta ayah untuk menyanggupinya.
Dengan berbekal semua data dan foto yang di berikan oleh nenek, ayah pun pergi ke kota untuk kuliah sekaligus mencari saudaranya itu.
Tapi belum sampai bertemu dengan saudaranya itu, nenek sudah lebih dulu meninggal, ia tidak sempat meminta maaf pada saudara ayah.
Ayah pun memutuskan untuk kembali melanjutkan pencarian dengan meninggalkan desa. Saat ayah menemukan saudaranya itu ternyata saudaranya sudah menikah dan ibunya juga sudah meninggal!"
Dokter Frans pun mengakhiri ceritanya saat melihat istrinya yang ternyata sudah tertidur dengan baskom yang masih berada di dekapannya, dengan isi potongan buah-buahan yang tinggal beberapa potong itu.
Felic tidur dalam posisi duduk, dokter Frans pun segera mengambil baskom itu dari tangan Felic dan meletakkannya kembali di atas meja.
"Dia cantik sekali ....!" gumam dokter Frans sambil memandangi Felic yang tertidur dengan mulut terbuka karena posisi kepalanya yang menengadah ke atas.
Dokter Frans pun segera menyadarkan kepala Felic di bahunya dan mengecup kening Felic.
"Ayah ...., lihatlah! Aku sudah bahagia bersama dia, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak Frans kelak! Ayah ...., aku hampir saja melakukan kesalahan yang sama seperti yang di lakukan kakek dan aku benar-benar menyesal ....! Aku janji tidak akan pernah mengulangnya kembali kelak, hanya dia satu-satunya di hati Frans, sekarang dan selamanya!"
Dokter Frans pun segera mengangkat tubuh Felic dan menggendongnya hingga sampai di kamar.
Ia menidurkan Felic di atas tempat tidur dan menyelimutinya, meninggalkan kecupan di kening Felic.
"Terimakasih Felicia Daryl, karena mu aku tahu artinya hidup yang ada banyak warna, bukan hanya hitam dan putih, gelap dan terang, semua warna punya deskripsinya masing-masing dan kamu yang mendeskripsikan nya dalam hidupku!"
Bersambung
...Kesalahan bukan untuk di ulangi ataupun untuk di lupakan, tapi kesalahan adalah awal dari pelajaran yang berharga...
...******...
...Hidup itu bukan hanya sekedar hitam dan putih, hidup juga bukan tentang gelap dan terang, hidup itu seperti pelangi dan setiap warnanya memiliki deskripsinya masing-masing yang setiap orang beda pendeskripsiannya...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰