
Felic tidak mau ikut menanggapi perdebatan antara ibu Rangga dan ayahnya, lagian dia
juga tidak tahu, yang paling tahu hanya Frans. Ia memilih diam.
“Oh iya nak bagaimana keadaanmu?” tanya bibi Moi setelah mengakhiri perdebatannya
dengan ayah Dul.
“Sudah lebih baik bibi!”
“Syukurlah kalau begitu!”
Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka, ibu Felic juga sudah bergabung dnegan
mereka. Rangga sesekali juga ikut menimpali percakapan mereka.
Tok tok tok
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu yang sedang terbuka itu. Itu adalah pak Kumar, pemilik rumah ini. Ayah Dul segera menyambutnya.
‘Pak Kumar, maaf sudah membuat anda datang sendiri ke sini! Saya berencana siang ini
akan ke rumah anda!”
‘Itu tidak perlu pak dul, maaf saya sengaja datang ke sini untuk menyerahkan ini!”
Pak Kumar menyerahkan sebuah map kepada ayah Dul. Ayah dul begitu bingung, ia pun
menerimanya, “Ini apa pak!”
“Itu sertifikat rumah ini!”
‘Sertifikat, kenapa bapak menyerahkan sama saya?”
‘Rumah ini sudah menjadi rumah anda dan keluarga!”
“hah …, maksudnya, kami kan masih kurang satu tahun lagi pak angsurannya!”
“Rumah ini sudah lunas!”
“Lunas?”
“Iya …, menantu mu tadi pagi datang ke rumah saya untuk melunasi semuanya!”
“Frans?”
“Iya…, ya sudah itu saja, maaf menggangu waktu kalian. Saya permisi dulu!”
“Terimakasih pak!”
Ayah masih tercengang di tempatnya, ia masih belum bisa mencerna dengan benar apa
yang terjadi akhir-akhir ini.
Menantunya itu seakan punya gudang uang. Mulai dari acara pernikahan yang semuanya di biayai oleh menantunya, mas kawin untuk
putrinya yang sangat banyak. Dan pelunasan rumahnya.
__ADS_1
Kenapa uangnya tidak habis-habis ya .....
“Paman!” Rangga yang tidak kalah terkejut menghampiri ayah Dul. Ayah Dul segera menoleh ke arah Rangga.
“Maaf ya, itu tadi pemilik rumah ini, tapi ternyata Frans sudah melunasinya! Bu
simpan ini!” ayah menyerahkan map berisi sertifikat itu kepada ibu Felic, ibu
Felic pun segera menerimanya dan membawanya masuk.
Siapa Frans ini sebenarnya? Batin Rangga, ia tidak tahu pria seperti apa yang sekarang di nikahi oleh Felic.
Aku harus mencari tahu semuanya …
Setelah cukup lama mereka bertamu di rumah Felic, mereka pun segera berpamitan. Rangga
segera mengantarkan orang tuanya ke rumahnya dan ia langsung ke kantor, ada
yang ingin ia cari tahu di sana. Nama Frans sepertinya sangat tidak asing.
Ia pernah melihat wajah Frans berada di salah satu ruangan di tempat kerjanya. Ia
ingin memastikan hal itu. Dengan cepat Rangga memutar mobilnya. Hanya butuh
waktu sepuluh menit akhirnya ia sampai juga di perusahaan tempatnya bekerja.
Ia segera berjalan menuju ke sebuah ruangan yang ia maksud, itu adalah ruang CEO
perusahaan itu. Sebelum masuk ia harus melewati sekertaris yang duduk di depan
“Apa pak Divta-nya ada?”
“pak Divta di dalam!”
“Bisa saya bertemu dengannya?”
“sebentar ya pak Rangga, biar saya hubungkan dengan pak Divta dulu!’
“baik!”
Sekertaris itu segera melakukan panggilan ke ruangan Divta, ya tempat kerja Rangga adalah
perusahaan Divta. Salah satu cabang dari Finity Group juga yang di kelola langsung oleh Divta.
“Anda di ijinkan masuk pak Rangga!’
“Baiklah terimakasih!”
Rangga adalah manager di perusahaan itu, jabatannya cukup disegani. Semua karyawan
mengenalnya juga.
Tok tok tok
Rangga mengetuk pintu itu setelah membukanya, sebelum di ijinkan masuk ia tidak bisa sembarangan masuk.
“masuklah …!” ada sahutan dari dalam, Rangga pun baru masuk.
__ADS_1
Di dalam pria muda tinggi itu sudah berdiri menyambut Rangga, pria tampan dengan
sejuta pesona. Divta salah satu putra pemilik finity Group, putra tertua tuan
Wijaya.
“Selamat siang pak Divta!” sapa Rangga dengan begitu hormatnya.
“Apa ada yang penting hari ini?” tanya Divta, Rangga masih sibuk mengamati ruangan
itu, ia seperti pernah melihat seseorang yang mirip di sana. Dan matanya tertuju
pada sebua foto kecil yang menghiasi meja CEO itu.
“sebenarnya ini sikapnya pribadi pak, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Pribadi?”
“Iya ..!”
“Tapi saya tidak pernah membicarakan urusan pribadi saya dengan orang luar!”
“Saya hanya ingin bertanya tentang orang yang
berada di foto itu!”
Rangga menunjuk foto kecil di atas meja itu, di sana ada Foto tiga pria yang tampak
akur, entah kenapa CEO perusahaannya bukannya memajang foto seorang wanita tapi
malah tiga pria itu.
“Itu?” Divta mengerutkan keningnya.
“Iya…, yang ada di samping kiri!”
“Oh itu foto adik laki-laki ku dan kedua sahabatnya, untuk tahu lebih lanjut kamu
bisa mencarinya di internet di laman bisnis, foto mereka ada di sana!” Divta
menjelaskan dengan gamblangnya, rangga mengutuki kebodohannya.
Kenapa aku tidak kepikiran sejak
dulu ….
Rangga pun segera berpamitan, ia tidak sabar ingin mencari tahu jati diri dokter Frans sesungguhnya, kenapa dia bisa mengenal orang-orang besar dari finity Group.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘
__ADS_1