
Dokter Frans mempercepat langkahnya, rumah itu terlalu luas jadi untuk menuju ruang
satu ke ruang satunya lagi membutuhkan waktu kira-kira sepuluh menit karena
setiap ruangan pasti ada ruang di dalam ruang.
Ceklek
Dokter Frans tanpa mengetuk pintu langsung membukanya. Ia melihat sahabatnya itu
sedang asik dengan pekerjaannya, biasanya Agra akan merasa kesal jika sedang
bekerja lalu di ganggu.
“Serius amat…, amat aja nggak serius-serius gitu!” ucap dokter Frans samba langsung
duduk di depan meja kerja sahabatnya itu, seakan ia tidak peduli jika
sahabatnya itu akan kesal, itu sudah biasa.
“kalau masuk bisa ketuk pintu dulu nggak?!” hardik Agra,ia hanya melirik dokter Frans
tanpa berkeinginan untuk menatap sahabatnya.
“PMS banget …., gue lagi butuh lo nih!”
“Sejak kapan butuh gue? Gue sibuk jadi jangan ganggu, kalau butuh gue tunggu sampek
besok pagi!”
“Gila aja lo …, nggak sayang banget sama gue ….!”
“stok sayang gue sudah terlanjur abis buat Ara sama anak-anak gue!”
“untuk sahabat …., sabar Frans …, sahabat lo emang resek!” gerutu dokter Frans sambil mengelus dadanya, tapi
ia tetap tidak menyerah.
Walaupun kata-kata Agra pedas, tapi agra tetaplah Agra. Sahabat dan keluarga adalah segalanya, ia menutup berkasnya dan beralih
menatap dokter Frans.
“Ada apa? Serius amat, amat aja nggak serius-serius gitu!”
“Itu kata-kata gue ya …., tarik kata-kata lo!” protes dokter Frans dan seketika
mendapat pukulan map dari sahabatnya itu.
Walaupun enggan tapi akhirnya Agra meninggalkan pekerjaannya juga untuk sahabat tengilnya itu.
Mereka pun menuju ke sofa yang ada di pojok ruangan agar pembicaraan mereka sedikit
relaks. Seperti biasa mereka akan saling mengolok dulu sebelum sampai ke
pembicaraan inti. Dua sabahat itu kalau sudah berkumpul seperti suka lupa umur,
mereka sudah mirip seperti Sagara dan Sanaya.
"Lo kalau gue lihat gemukan ya!" ledek Dokter Frans.
"Beginilah enaknya kalau udah nikah, apa-apa ada yang ngurusin, sampek masalah mau tidur aja gue di urusin!" Agra tidak mau kalah, ia malah membanggakan kegemukannya.
"Perasaan dari dulu tuan sultan ini nggak bisa ngapa-ngapain sendiri, pakek mau mandi aja di urusin! Nggak perlu nunggu nikah kali di urusin tuh pelayan-pelayan lo sudah siap dengan segala tugasnya!"
"Emang ya lo ...., kalau ke sini nggak nyari gara-gara sama gue nggak ada yang lain lagi!" ucap Agra kesal karena kalah telak sama dokter Frans.
“sudah-sudah …., gue ada yang serius, jangan sampek gara-gara kebanyakan bercanda sama lo, gue lupa tujuan gue datang ke sini!”
“Ya…, ya …, gue hampir lupa sama tujuan lo ke sini, ada apa? Lo hamilin anak
orang?”
“gila aja lo …., emang gue sudah nggak punya perikemanusiaan! Gue masih dokter yang
memegang etika dokter!”
“Soalnya nggak biasanya lo serius, jadi aneh kan kalau si Frans yang suka selengekan ini
jadi berubah serius!”
“Gue ini bener-bener serius, jadi jangan di becandain …!”
“Iya iya gue dengerin!”
__ADS_1
“gue lusa mau nikah!”
Seketika itu Agra benar-benar terkejut dengan pernyataan dokter Frans, sejak kapan pria
itu mikir soal nikah? Tapi agra melihat keseriusan di mata sahabatnya itu.
“Lo bener-bener serius mau nikah?Lo ngehamilin anak orang beneran ya? Gila lo Frans!"
"Nggak percayaan amet sih sama gue, emang gue punya tampang brengsek, muka cakep gini di bilangin ngehamilin anak orang!"
"Jadi lo beneran mau nikah?"
“Emang wajah gue lagi becanda?” dokter Frans balik bertanya, ia cukup kesal dengan
ucapan sahabatnya itu. Memang suatu yang aneh jika orang seperti dokter Frans
tiba-tiba serius.
“mau nikah sama siapa?” Tanya Agra lagi ia benar-benar tidak percaya sahabatnya itu akan menikah karena dokter Frans tidak pernah serius pada satu wanita.
"Nggak percayaan banget sih lo ....!" ucap dokter Frans kesal.
"Ya udah deh anggap aja gue percaya, sekarang katakan lo mau nikah sama siapa?"
“Dasar lo ya ....., kalau percaya ya percaya saja, nggak usah ada embel-embel nya!"
"Mau gimana lagi, soalnya ini mendadak banget!"
"Lusa lo juga bakal tahu, pokoknya lusa akan ada yang datang ke sini bawa kendaraan
yang bakal lo dan Rendi tumpangi!”
“kenadaraan? Gue kan udah ada mobil!”
“Tapi ini kendaraannya beda, pokoknya jangan protes. Ntar lo pakek baju batik, sandal
jepit dan ingat jangan ajak siapapun cukup lo sama Rendi aja yang datang!”
“Kok gue ngrasa ada yang aneh sih sama semua ini! Gue jadi curiga!”
“Sudah pokonya jangan protes dan ikuti aturannya, ok …!”
Walaupun masih bingung tapi Agra menyanggupinya saja.nmau bagaimanapun ini adalah
keputusan sahabatnya. Asal urusannya baik , agra akan selalu mendukung.
“Nah …, gitu dong!”
‘Eh tapi Rendi kan masih di Surabaya!”
“Di Surabaya? Ngapain?”
“Hadiri pernikahannya Alex!”
“Alex …, kok bisa? Nikah sama siapa?”
“Ya nggak tahu, bukan urusan gue juga!”
Mendengarkan ucapan Agra, dokter Frans hanya nyengir saja. Ia memilih menyenderkan
punggungnya di senderan sofa. Dokter Frans memejamkan mata, mencoba mencari
cara suapaya Rendi bisa menghadiri acara pernikahannya.
“Tapi acaranya sebenarnya hari ini, jadi mungkin jika lo nelpon dia, dia bisa pulang
besok dan lusa datang sama gue hadiri pernikahan lo!”
“beneran …, baikalah kalau gitu gue pulang dulu. Gue hubungi si manusia robot dari rumah
aja!”
Dokter Frans pun segera beranjak dari duduknya, ia berlalu begfitu saja hendak
meninggalkan Agra, tapi langkahnya terhenti tepat sebelum ia mencapai pintu, ia
kembali menoleh pada sahabatnya yang masih belum bergerak dari tempatnya.
“Inggat Gra …, lusa. Jangan sampek telat, dan jangan buat janji acara apapun di hari itu, pakek pakaian sederhana saja! Nggak usah
bawa-bawa kekuasaan!”
“Iya…, bawel kayak cewek aja lo!”
__ADS_1
"Gue bakal pecat lo jadi sahabat kalau sampek lo lupa!" dokter Frans memberi peringatan lagi.
"Iya ....., sudah sana pergi!"
Dokter Frans segera meninggalkan rumah Agra. Saat itu sudah sangat malam, ia tidak
mungkin menginap di rumah Agra, walaupun nyonya Ratih memaksanya, masih abnyak
urusan yang harus ia kerjakan.
Sesampai di rumah ia segera menghubungi Rendi, tapi sepertinya ponsel pria dingin itu
sedang tidak aktif. Dokter Frans terus menghubungi sahabatnya itu tapi tetap
tidak bisa.
Pagi ini ia mencobanya lagi, ia sengaja tidak pergi ke butik tapi pemilik butik yang
datang sendiri ke rumahnya, bi Molly begitu senang melihat majikannya akan
menikah, ia berharap setelah ini majikannya tidak akan kesepian lagi.
“Sebenarnya Rendi kemana sih? Susah banget di hubungi!” gerutu Dokter Frans. Ia pun
menyerah ia sibuk dengan urusannya hari ini, besok adalah acaranya. Ia juga
harus mengirimkan kebaya dan sebagainya ke rumah Felic.
Tak berapa lama, ia mendengar ponselnya bordering dengan cepat dokter Frans
menyambar ponselnya, itu dari sahabatnya.ia pun segera menggeser tombil terima.
“Hallo …!”
“Hallo, ada apa?”
“Gue butuh lo!”
“Tumben!”
“Ini urgent …., beneran!”
“Ada apa sih?”
“Gue besok mau nikah!”
“Hah
nikah?” Rendi terdengar begitu terkejut.
“Iya …, gue mau lo jadi wali gue, lo tahu sendiri kan gue nggak punya siapa siapa
selain lo sama Agra!”
“Iya …, tapi kok mendadak banget kenapa? Apa jangan-jangan lo …!”
“Hust …, jangan gila loh …., nggak mungkin lah gue nglakuin itu!”
“Lalu…?”
“Ceritanya panjang, ntar kalau kita ketemu gue ceritakan. Yang jelas besok lo temani gue,
tapi nggak usah bawa mobil, dan pakaian lo jangan pakai jas, pakek baju batik
aja!”
“Kenapa?”
“Bisa nggak nggak usah banyak nanya, sudah gue bilang ceritanya panjang. Agra juga
bakal datang. Jadi ntar yang datang kaian berdua saja, nnggak usah bawa Nadin!”
“Aneh banget lo …!”
“Sudah, gue tunggu besok!”
Bersambung
Yang penasaran sam siapa Abimanyu bisa di intip di ceritanya si bos besar Agra, di My bos is my hero
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 😘❤️❤️