Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Jadilah lilin di tempat gelap


__ADS_3

Felic dan dokter Frans pun kembali berjalan, kali ini Felic ingin melihat bagaimana orang orang bekerja di sawah dan ladang mereka. Karena masih jam sepuluh pagi pasti orang-orang masih sibuk-sibuknya di ladang dan sawah mereka.


"Yakin bisa jalan lagi, kalau lelah jangan di paksakan kita bisa hubungi paman Richard untuk menjemput kita!"


"Masih bisa Frans ...., kamu lupa apa kalau dulu aku suka jalan kaki kalau mau ke tempat kerja, jarak jalanku dari rumah ke tempat kerja jauh lebih jauh dari ini!"


"Tapi itu dulu Fe, kamu belum hamil! Sekarang kamu hamil dan harus menjaga kandungan kamu!"


"Tahu ...., makanya kita jalannya pelan-pelan aja Frans!"


Mereka pun mulai melintas di persawahan, banyak orang yang sibuk di sawahnya.


Melihat kedatangan Felic dan dokter Frans orang-orang itu terlihat menghentikan pekerjaannya.


"Ada pak dokter ....!" ucap salah satu dari mereka.


"Iya itu pak dokter sama istrinya!"


Mereka yang jaraknya tidak jauh dari Felic dan dokter Frans pun menghampiri mereka.


"Selamat pagi pak dokter!" sapa mereka membuat Felic menoleh pada suaminya itu.


Mereka tahu kalau Frans seorang dokter ...., batin Felic.


"Selamat pagi bapak-bapak, sedang apa nih sawahnya?" tanya dokter Frans yang terlihat begitu akrab dengan bapak-bapak itu.


"Satu bulan lagi panen sayurnya pak dokter, terimakasih ya pak dokter karena ilmu pertanian yang pak dokter ajarkan panen kami jadi bagus!"


"Bukan saya, tapi karena kerja keras kalian juga!"


"Oh iya pak dokter, kemarin istri saya sudah lahiran, kami sekarang tidak perlu ke kota berkat kebaikan pak dokter mau membangunkan klinik di desa ini!"


"Bukan hal yang besar! Ya sudah bapak-bapak silahkan lanjutkan lagi pekerjaannya, saya dan istri saya juga mau pamit jalan-jalan dulu!"


"Iya silahkan pak dokter!"


"Mari bapak-bapak ....!" pamit dokter Frans sambil terus menggandeng Felic meninggalkan bapak-bapak itu.


"Istri pak dokter cantik ya? Mereka benar-benar serasi!" obrol bapak-bapak itu.


"Pak dokter juga terlihat begitu menyayangi istrinya, semoga keluarga mereka tetap bahagia ....!"


"Pak dokter benar-benar persis seperti kakeknya, baiknya juga nurun ...!"


Dokter Frans yang masih bisa mendengarkan apa yang di bicarakan oleh bapak-bapak itu pun hanya tersenyum dan memeluk istrinya.


Setelah menjauh dari bapak-bapak yang juga sudah kembali ke pekerjaannya itu pun Felic segera menghentikan langkahnya.


"Ada apa Fe?"

__ADS_1


"Mereka tahu kalau kamu dokter?" tanya Felic.


"Hemmm!"


"Kok bisa?"


"Ya bisa dong ....!"


"Dan klinik?"


"Aku sudah membangun klinik itu jauh sebelum aku menikah denganmu, saat itu aku sedang berkunjung ke makan kakek dan nenek, di jalan aku ketemu sama seorang ibu yang maj melahirkan. Aku memberi tumpangan, tapi ternyata jarak ke rumah sakit sangat jauh hingga ibu itu terpaksa melahirkan di mobil!


Semenjak saat itu aku memutuskan untuk membangun klinik di sini agar orang-orang desa sini dan sebelah tidak perlu ke kota untuk mendapatkan pengobatan, aku juga membuka gratis untuk masyarakat desa!"


Felic yang mendengarkan penjelasan suaminya begitu tertegun sekaligus terpesona, ia tidak menyangka ada banyak hal yang bahkan tidak ia ketahui dari suaminya dan ini yang paling membuatnya surprise dan semakin mencintai suaminya itu.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya dokter Frans saat melihat istrinya itu hanya diam dan menatap suaminya dengan mata yang berbinar-binar.


"Kau membuatku malu! Sekaligus bangga menjadi istri kamu!"


"Malu kenapa?"


"Karena dengan usiaku yang sudah segini, aku tidak pernah memberi manfaat bagi orang lain!"


"Siapa bilang ...., kamu itu nafasku ...., bagaimana aku bisa hidup tanpa nafasku, kalau aku tidak hidup aku juga tidak akan bisa memberi manfaat bagi orang lain!"


"Aku juga makin cinta kalau sering di peluk kayak gini!"


"Nggak pa pa deh ...., aku akan memelukmu setiap hari sebanyak sepuluh kali!"


"Cuma sepuluh kali?"


"Masih kurang?"


"Aku tidak akan pernah puas mendapatkan cinta dari kamu, selalu pengen lebih dan lebih ....!"


"Ihhhh ...., so sweet banget sih suami gondrong ku ini ...., bikin gemes aja!"


"Gemesnya di tahan nanti aja Fe kalai udah sampai di rumah! Bagaimana apa sekarang kita sudah bisa pulang?"


"Bentar lagi ya, masih pengen di sini!"


"Baiklah .....!" ucap dokter Frans sambil terus memeluk istrinya itu.


"Bisa kepikiran buat lakukan itu sih Frans?" tanya Felic sambil mendongakkan kepalanya,


"Aku kira kamu hanya pria kaya yang suka hura-hura dan habisin uang aja Frans!"


"Waktu aku kecil, tepat satu minggu sebelum tragedi itu. Ayah mengajakku ke sini, ke makan kakek dan nenek. Dia memperlihatkan sisi lain dari kehidupan yang mungkin kita tidak akan tahu jika kita tidak melihatnya sendiri.

__ADS_1


Ayah menunjukkan padaku kehidupan yang keras, bukan hanya dengan kepura-puraan. Di sini kita bisa melihat real nya hidup tanpa kepura-puraan.


Itulah kenapa saya suka jalan jalan, bukan untuk menghabiskan uang tapi untuk mencari tahu makna hidup, kita menderita tapi orang lain di luar sana banyak yang lebih menderita dari kita.


Ayah juga bilang padaku begini 'Di kota besar banyak orang-orang besar dan hebat, tapi tidak banyak orang hebat berada di tempat yang kecil. Menjadi lampu di tempat yang banyak lampunya tidak akan terlalu berguna tapi menjadi lilin di tempat gelap akan lebih berguna', kata-kata ayah yang itu begitu ngena di hati aku!"


"Ayah kamu benar Frans, menjadi mutiara di antara batu kali jauh membuatnya menarik dari pada menjadi mutiara di antara banyaknya batu diamond!" ucap Felic.


"Istriku semakin pintar saja ya!" puji dokter Frans sambil mengusap kepala istrinya dan meninggalkan kecupan di puncak kepalanya.


"Ahhh ...., aku jadi kepikiran buat nulis cerita kamu di novel online ku ya ...., pasti seru!"


"Bagaimana kalau kamu membayangkan saat kita malam-malam berdua saja di dalam kamar?!" ucap dokter Frans sambil mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya itu dengan senyum yang menggoda.


"Stop .....!" ucap Felic sambil menahan wajah suaminya itu dengan telapak tangannya agar tidak semakin dekat saja, bisa bahaya kalau di teruskan. Dia benar-benar suami mesum ku ....


"Jangan dekat-dekat ya ...., dasar mesum ....!" ucap Felic lagi membuat dokter Frans tertawa melihat wajah panik istrinya.


"Kenapa malah tertawa ....? ada yang lucu apa?"


"Tidak ....!" ucap dokter Frans sambil menahan tawanya, "Sudah sangat panas, kita pulang dulu ya, nanti sore bisa jalan-jalan lagi!"


"Baiklah ....!"


Udaranya memang sudah semakin panas karena mata hari sebentar lagi berada tepat di atas, dokter Frans pun akhirnya menghubungi Richard dan memintanya untuk menjemput mereka. Sambil menunggu mereka pun memilih untuk duduk di tepi sawah, seperti sebelumnya karena mereka tidak membawa alas untuk duduk dokter Frans pun merelakan jaketnya untuk alas duduk istrinya.


Bersambung


...Di kota besar banyak orang-orang besar dan hebat, tapi tidak banyak orang hebat berada di tempat yang kecil. Menjadi lampu di tempat yang banyak lampunya tidak akan terlalu berguna tapi menjadi lilin di tempat gelap akan lebih berguna...


..."***"...


...Menjadi mutiara di antara batu kali jauh membuatnya menarik dari pada menjadi mutiara di antara banyaknya batu diamond...


Jangan lupa besok hari senin ya ...., mau dong vote nya


Dan bocoran untuk kisahnya bang Divta ya



Tunggu tgl 1 September ya .....!🥰🥰🥰


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2