Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Dia yang manja


__ADS_3

"Tapi ini tadi bisa di bilang kencan loh Wil ...., aku kan sebenarnya nyariin kamu mau ngajak kencan!"


"Hahhhhh ....!"


Kali ini gantian Wilson dan Tisya menatap Maira bersamaan.


"He ...., aku cuma becanda ...!" ucap Maira sambil tersenyum.


Wilson pun kembali menatap Tisya yang begitu kedinginan, ia cukup merasa bersalah karena telah meninggalkan Tisya di mobil, Tisya terus mengusapkan tangannya di gelas yang berisi coklat hangat itu agar lebih hangat.


Bisa-bisa nya aku sampai lupa ninggalin tikus di mobil ...., dia jadi benar-benar mirip tikus got yang kecemplung got ...., batin Wilson yang tanpa terasa melengkungkan senyumnya menertawakan penampilan Tisya yang basah kuyup.


Mereka menunggu hingga hujan benar-benar reda, barulah mereka meninggalkan kantin rumah sakit.


"Makasih ya atas makan siang hari ini, lain kali kita bisa pergi bersama lagi!" ucap Maira saat mereka hendak berpisah.


"Sama-sama!"


"Kalau begitu aku duluan ya, kalian hati-hati di jalan!"


Maira segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Tisya juga Wilson.


Tisya yang masih kesal segera berjalan mendahului Wilson. Wilson pun mengikuti Tisya yang walaupun cepat tapi langkahnya masih kalah lebar dengan Wilson.


"Kalau mau ngambek pulang sendiri!" ucap Wilson sambil masuk lebih dulu ke dalam mobil.


"Isssstttt jahat banget jadi orang ....!" gerutu Tisya lalu dengan cepat menyusul Wilson yang sudah dulu masuk ke dalam mobil.


Tisya pun segera memakai seltbelt nya.


"Selesai marahnya?" tanya Wilson.


Tisya pun menoleh pada Wilson dan tersenyum paksa dengan menunjukkan semua gigi-gigi nya.


"Sudah kan?!"


"Kalau senyum itu yang ikhlas dong ....!" ucap Wilson sambil mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


...**""**...


Malam ini Tisya sudah berada di meja makan, ia menunggu Wilson yang sedang sibuk di dapur, gara-gara kehujanan Tisya jadi terserang Flu.


Haciiiiiiiinnn haciiiiiiiinnn ....


Wilson sedang membuatkan minuman jahe hangat untuk Tisya dan juga menghangatkan makanan yang sudah dibawakan oleh nyonya Tania tadi pagi.


"Ini jahe hangatnya, minumlah agar sedikit hangat!" ucap Wilson sambil menyerahkan segelas minuman jahe hangat.


Wilson tidak langsung duduk ia kembali berbalik ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah di panaskan dan membawanya ke meja makan.


"Kita makan dulu, setelah ini aku akan carikan obat untukmu!"


Tisya hanya bisa menutup semua tubuhnya dengan selimut dan mulai meminum jahe hangatnya.


Haciiiiiiiinnn haciiiiiiiinnn


Beberapa kali Tisya bersin membuat Wilson semakin khawatir.


"Segitunya nggak tawar air hujan, apa mau aku panggilan tuan dokter biar periksa kamu?"

__ADS_1


"Jangan jangan ....., carikan obat aja deh nanti!"


Wilson pun mengambilkan makanan untuk Tisya, "Segini cukup?" tanya Wilson dan Tisya pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Makanlah dulu ...., aku akan keluar cari obat buat kamu!" ucap Wilson yang hendak meninggalkan meja makan tapi tangan Tisya lebih dulu meraih tangannya.


"Jangan pergi!" ucap Tisya sambil menyandarkan kepalanya ke lengan Wilson.


Wilson segera berbalik saat merasakan kening Tisya begitu panas. Wilson pun segera memegang kening Tisya.


"Kamu panas ....!"


Wilson pun segera mendongakkan kepala Tisya dnegan menarik dagu Tisya, wajah Tisya begitu pucat. Tubuhnya juga menggigil kedinginan.


"Jangan pergi ....!" rancau Tisya.


Wilson pun dengan cepat mengangkat tubuh Tisya dan membawanya ke kamar. Ia merebahkan tubuh Tisya dan menyelimutinya.


Tapi tangan Tisya sama sekali tidak mau melepaskan tangan Wilson.


"Jangan pergi ....!" rancau Tisya, ia terus mengatakan hal itu. Ia seperti ketakutan, khawatir jika seseorang meninggalkannya lagi.


"Aku tidak akan pergi ...., tenanglah ....!"


Wilson pun memilih duduk di samping Tisya dengan tangan yang beberapa kali mengusap kening Tisya.


"Biarkan aku ambil obat seadanya di kotak obat ya, sebentar saja!" ucap Wilson, seingatnya ia masih punya obat demam.


Perlahan Wilson melepaskan tangannya dari genggaman Tisya.


Ia segera menuju ke kotak obat dan mengambilnya, memberikannya pada Tisya. Setelah meminum obat, Tisya baru bisa tidur.


Dulu aku sempat membencimu karena kamu adalah wanita yabg tega menghancurkan kebahagiaan wanita lain ...., tapi entah kenapa kini rasanya berbeda ...., kamu bukan orang yang pertama kali aku kenal ...., aku mengenal sosok berbeda, bukan sosok yang arogan dan penindas ...., tapi sosok yang ingin selalu di lindungi ...., kenapa? Apa yang berhasil merubah pemikiran ku?


Wilson terus menatap wajah pucat itu, wajah yang terlihat menyimpan banyak beban di balik sikap manjanya.


Wilson melihat sesuatu di atas meja Tisya, sebuah buku. Wilson pun mengambilnya. Perlahan ia mulai membukanya, buku itu bukan berisi curhatan tentang hidupnya atau masalahnya, buku itu berisi planning hidup nya satu bulan ke depan.


"Memang ada orang yang akan memberinya uang sebesar ini dalam satu bulan, ada-ada saja!" gumam Wilson.


Wilson pun membalik kembali lebaran buku itu, terselip sebuah kartu nama.


Wilson pun merogoh sakunya, mengambil ponselnya dan mencari pemilik kartu nama itu di laman pencarian.


"Agen model majalah dewasa, masuknya foto syur ....!" gumamnya lagi dan beberapa kali melihat ke arah Tisya yang tertidur pulas.


Kenapa rasanya aku nggak rela kalau tubuhnya menjadi konsumsi publik dengan beradegan ranjang di fotonya ...., batin Wilson.


Membayangkan saja sudah membuat bulu kuduknya merinding .....


Wilson segera mengembalikan buku itu ke atas meja tapi tidak dengan kartu nama itu, ia segera menyimpannya ke dalam saku celananya.


Ia segera melakukan panggilan kepada seseorang dengan ponselnya.


"Hallo tuan, maaf jika saya menggangu tuan malam-malam ....!"


"Katakan ada apa?"


"Saya setuju dengan rencana tuan!"

__ADS_1


"Apa yang membuatmu begitu cepat berubah pikiran?"


"Ada alasan yang tidak ingin saya jelaskan pada tuan, maafkan saya!"


"Tidak masalah ..., tapi bagus kamu setuju, segera lakukan langkah selanjutnya ....!"


"Baik tuan ...!"


Sambungan telpon pun terputus sepihak, sudah menjadi kebiasaan dokter Frans dengan hal itu.


Wilson pun meletakkan ponselnya di samping ponsel Tisya di atas meja.


Semalaman Wilson menjaga Tisya, ia terus mengompres kening Tisya dan menggantinya setiap saat.


Hingga tengah malam pun Wilson masih terjaga, ia bahkan melupakan makan malamnya.


...****...


Matahari sudah muncul di ufuk timur, bahkan cahayanya sudah menerobos gorden kamar gadis itu.


Mata gadis itu mulai terbuka, ia melihat sekeliling, kamarnya terang tapi bukan dari terangnya lampu kamar. Terang itu berasal dari cahaya matahari.


Sudah siang ....., Tisya begitu terkejut dengan reflek ia pun bangun dalam posisi duduk. Karena geraknya yang begitu cepat itu membuat pria yang menggenggam tangannya sepanjang malam itu ikut terbangun.


Wilson baru bisa tidur setelah sholat subuh tadi pagi, matanya baru terpejam sekitar dua jam, tapi Tisya sudah membangunkannya lagi.


"Apa sih Tisya ....?" gerutu Wilson sambil mengucek matanya yang masih sangat berat.


Tisya yang terkejut karena ada suara lain di kamarnya, segera menoleh ke arah sumber suara.


"Wil ...., kenapa kamu di kamarku?" tanya Tisya.


Wilson pun segera melotot padanya, "Kamu nggak sadar semalaman megang tangan ku terus?" tanya Wilson dan Tisya pun menggelengkan kepalanya.


"Keterlaluan ....!"


"Itu kamu pikirkan nanti saja, sekarang aku harus kerja!" ucap Tisya yang hendak turun dari tempat tidur walaupun sebenarnya kepalanya masih pusing.


"Nggak usah kerja!" ucap Wilson dengan entengnya sambil menyambar ponselnya di atas meja, ia harus segera membuatkan sarapan untuk Tisya.


"Maksudnya?"


"Tadi aku sudah ijin, kamu sakit jadi nggak bisa kerja!"


Wilson berlalu begitu saja meninggalkan Tisya yang masih terbengong.


"Keterlaluan ....!" gerutu Tisya.


Bersambung


...Apa yang kita benci dulu ...., saat sesuatu itu kita kenal, kita akan lupa dengan benci. Karena benci itu beda tipis dengan cinta...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2