Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
isi Flashdisk


__ADS_3

Dokter Frans pun segera keluar dari ruang kerja nyonya Ratih,


Ia ingin segera pulang dan melihat apa isi dalam flashdisk itu. Tapi saat hampir mencapai mobilnya, ia bertemu dengan Agra yang baru keluar dari mobilnya.


“Frans …, tumben ke sini, ada apa?" tanya Agra.


“Ibu memanggilku! Ya sudah aku pulang dulu ya!” ucap dokter Frans yang kembali membuka pintu mobilnya.


“Kenapa tidak makan malam sekalian, ayolah …!”


“Tidak, lain waktu saja! Ada yang harus aku kerjakan!” ucap dokter Frans dan dengan cepat masuk ke dalam mobil. Mobilnya mulai melaju meninggalkan halaman rumah besar itu.


“Kenapa dia buru-buru sekali?” gumam Agra sambil terus menatap mobil dokter Frans yang semakin menghilang.


   Dokter Frans segera pulang ke rumahnya. Ia tidak ingin mampir kemanapun lebih dulu, ia sangat penasaran dengan isi flashdisk yang ada di tangannya saat ini.


Sesampai di rumah, dokter Frans segera menaiki tangga, ia harus segera sampai di kamar dan mengambil laptop nya.


"Frans ....!" panggi Felic saat melihat suaminya itu pulang tanpa menyapa terlebih dulu.


"Fe ...., aku buru-buru!" ucap dokter Frans dan langsung melanjutkan jalannya.


Felic pun begitu penasaran dengan apa yang membuat suaminya itu terburu-buru. Felic pun mengikuti suaminya.


"Frans sebenarnya ada apa?" tanya Felic lagi saat sudah sampai di kamar.


"Laptopnya mana Fe?" tanya dokter Frans.


"Frans maaf, tadi aku pakek trus lupa aku cas, sekarang masih mati!"


"Mana biar aku cas!" ucap dokter Frans dan Felic pun segera mengambilnya di bawah meja.


"Frans …, sebaiknya kamu mandi dulu, biar laptopnya aku yang cas!"


"Baiklah ...!" ia juga merasakan tubuhnya begitu lengket, ia juga merasa tidak terlalu nyaman jika dalam keadaan seperti itu.


“Baiklah ..., sebentar ya …!” ucap dokter Frans.


Dokter Frans pun segera ke kamar mandi,


Setelah mandi, terlihat Felic sudah menyiapkan baju ganti untuknya.


"Sudah menyala laptopnya?" tanya dokter Frans lagi.


"Belum, masih lima persen, sebaiknya makan malam dulu aja Frans!" ucap Felic.


"Tapi ....!"


"Tapi aku lapar Frans!" ucap Felic yang memang akhir-akhir ini suka makan, berbeda sekali dengan dokter Frans yang lebih banyak menghidari beberapa makanan yang membuat hidungnya sensitif.


"Baiklah ....!" melihat wajah memelas istrinya membuatnya tidak tega.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan malam lebih dulu.

__ADS_1


Felic yang melihat suaminya makan begitu cepat tidak seperti biasanya begitu heran.


“kamu kenapa?” tanya Felic.


“Tidak pa pa, hanya ada masalah sedikit!” ucap dokter Frans sambil menyelesaikan makannya


“Semua akan baik-baik saja Frans!” tanya Felic. Ia teringat berita yang ia lihat di televisi tadi, semua stasiun tv sudah memberitakan tentang kasus Bactiar Group.


“Iya …!” ucap dokter Frans sambil tersenyum.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, dokter Frans pun kembali ke dalam kamar. Dokter Frans segera mengambil laptopnya dan memeriksa baterainya dan ternyata sudah terisi lima puluh persen.


Ia segera mencabut charger nya dan meletakkannya di atas meja mengambil flashdisk nya yang ia letakkan di laci meja, dan segara memasukkan ke dalamnya, itu flashdisk pribadi milik ayahnya.


Felic membawa secangkir kopi dan meletakkannya di samping laptop.


Ia penasaran dengan apa yamg di lihat suaminya,


kenapa wajahnya bisa berubah-ubah seperti itu, batin Felic


Felic pun ikut duduk di samping suaminya ia melihat seseorang yang begitu mirip dengan suaminya di layar laptop itu, tapi itu bukan suaminya.


“Frans …!” ucap Felic ingin bertanya tentang foto-foto itu.


“Itu ayah!” ucap dokter Frans kemudian tanpa beralih dari layar itu.


“Dia mirip sekali denganmu!” ucap Felic.


“Iya …, lihat betapa dia memanjakan aku!” ucap dokter Frans saat melihat foto saat mereka sedang berlibur di taman bermain, seperti sebuah keluarga yang utuh.


“Iya …!”


“Kalian tampak begitu bahagia!”


“hemmm!”


Dokter Frans memang tidak memungkiri jika mereka dulu adalah keluarga yang bahagia.


Setelah puas melihat foto-foto itu, dokter Frans menemukan sebuah Video yang terselip antara beberapa foto.


"Frans itu video!" ucap Felic.


"Iya ...., kita putar ya!" ucap dokter Frans dan Felic pun mengangguk. Dokter Frans pun segera memutarnya.


Ternyata itu video yang di rekam oleh ayahnya sendiri dengan sengaja sebelum tragedi itu.


“Hai Frans …! Ini ayah yang selalu menyayangimu!”


“Frans …, jika nanti kamu dewasa, mungkin ayah sudah tidak di sampingmu lagi!”


“ayah sengaja membuat video ini agar mengobati rasa rindumu pada ayah!”


“Frans …, jangan menyalahkan siapapun atas apa yang akan terjadi pada ayah, karena ayah senang melakukannya!”

__ADS_1


“Mungkin tuan Wijaya tidak akan tahu betapa aku menyayanginya, kami lahir dari rahim dan ayah yang sama, kami terpisah begitu lama, hingga kami di pertemukan kembali dengannya. Ayah senang walaupun tuan wijaya tidak mengetahuinya, tidak pa pa …!”


“gara-gara aku tuan wijaya kehilangan sosok ibunya, aku tahu itu pasti sakit. Aku tidak mau dia membenciku!”


“Nanti pengorbanan ayah akan menjadi bahagianya ayah karena bisa menyelamatkan keluarganya, nyonya Ratih sangat baik, aku percaya dia akan menjagamu dengan sangat baik juga seperti dia menjaga tuan muda Agra!”


“Ayah sangat sayang padamu, ayah sangat menyayangimu …!” tanpa di sana pria itu sedang mengusap air matanya membuat dokter Frans ikut menangis.


“hanya saja, kadang pengorbanan dan kesetiaan itu lebih berharga dari apapun, maaf karena ayah meninggalkanmu di tempat yang mungkin tidak kamu sukai, semoga


nanti kamu di pertemukan dengan orang yang akan menyayangimu dengan begitu tulus tanpa melihat siapa kamu dan punya apa kamu …!”


“Ayah menyayangimu!”


Video itu berakhir. Air mata dokter Frans tidak mampu terbendung lagi. Ia bersyukur karena ada Felic di sampingnya saat ini. Memang benar apa yang di katakan ayahnya, jika dia akan menemukan orang yang benar-benar mencintainya.


“Aku sudah menemukannya ayah …!" ucap dokter Frans sambil memeluk Felic di sampingnya.


"Frans!"


"terimakasih ya ..!” ucap dokter Frans lagi, ia segera meraih kedua pipi istrinya.


Cup


kemudian mendaratkan sebuah ciuman di kening Felic.


“Aku juga sangat mencintaimu, Frans!” ucap Felic lalu kembali memeluk suaminya itu dengan begitu erat.


...***...


Di tempat lain, Tisya begitu kesal karena beberapa pemotretannya terpaksa di batalkan gara-gara kasus yang menimpa keluarganya.


"Ma .....!" keluh Tisya dengan air matanya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya nyonya Tania.


"Jadwal pemotretan Tisya banyak yang di batalkan ma, gara dokter itu!"


"Tidak pa pa sayang ...., kamu jangan menangis! Papa kamu nanti tambah pusing kalau liat kamu nangis!"


"Papa di mana ma?" tanya Tisya.


"Papa sedang mengurung diri di ruang kerja, nggak usah di ganggu ya!"


"Iya ma ...!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2