Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Persiapan makan malam 1


__ADS_3

Hari ini rumah itu kembali heboh gara-gara undangan makan malam dari Nyonya Ratih,


masalah besarnya adalah Felic tidak tahu tentang acara makan malam khas orang


elit.


Bi Molly sudah mengajak Felic duduk di meja makan, walaupun mereka baru saj makan,


tapi ia harus belajar cara makan terlebih lagi kemarin saat makan malam Felic


sama sekali tidak bisa cara mengaplikasikan sendok, garpu dan pisau dengan


benar.


“Ingat nyonya, ini beberapa langkah yang harus nyonya lakukan di fine dinning!”


“Duduk yang tegak nyonya!”


Bi Molly memberi contoh cara duduk yang benar, “jangan gugup!”


Felic pun menghembuskan nafasnya kasar, ia berusaha keras untuk belajar dan


memperhatikan apapun yang di ucapkan oleh bi Molly.


“Pertama, jangan mengangkat menu dari meja dan jangan mendekatkan ke wajah, jadi sisakan


beberapa bagian menu untuk tetap di meja!” bi Molly menyontohkan dengan


menyantap makanannya tanpa mendekatkan ke wajahnya, tetap tegak dan memastikan


satu bagian lainnya tetap di meja.


Susah banget mau makan aja, lalu kapan


habisnya makanan ini nanti …?


Felic hanya bisa mengeluh dalam hati saja, ia mengikuti apa yang di lakukan bi Molly.


“Yang ke dua!”


Ada lagi yang ke dua?


“ketika minum, minumlah dari tempat yang sama, lalu meletakkan gelas itu kembali di


tempat yang sama di mana nyonya mengambilnya!”


“Maksudnya aku harus kembali ke meja makan kalau aku haus lagi?”


“Bukan begitu, tapi begini …!” bi Molly lagi-lagi mencontohkan cara minum dan


meletakan kembali ke tempatnya dan mengambilnya lagi untuk minum di lingkaran


yang sama.


Ahhhh …., ribetnya ….., Frans


kemana lagi?


“Yang ke tiga, jangan mengeluarkan suara apapun dari piring, sendok atau gelas,


karena suara-suara itu akan sangat tidak sopan!”


“Ke empat, jaga tepi piring agar tetap bersih, lipat kembali serbet dengan lipatan


yang sama, jangan mengatakan akan ke kamar mandi jika ingin ke kamar mandi,


cukup permisi saja!”

__ADS_1


Bi Molly pun mencontohkan cara melipat serbet yang sudah di kenakan tadi, tapi ia


lupa belum mengajari cara mengaplikasikan sendok, garpu dan pisau membuat


Felic semakin bingung saja.


“Bi Mo …!”


“Iya?”


“lalu bagaimana cara menggunakan ini?”


“Ah iya, maaf nyonya saya lupa!”


Bi Molly kembali menyiapkan table manner dengan sendok, garpu, pisau yang sudah di


tata berjejer lengkap dengan piringnya.


“pertama sebelum duduk, nyonya harus masuk dari sebelah kanan kursi dan bergerak ke kiri


sampai duduk di kursi!”


Felic pun melakukan seperti apa yang di katakana bi Molly, walaupun beberapa kali bi


Molly membenarkannya.


“Kedua, duduk dengan tegak!”


“Nggak boleh begini?” tanya Felic yang duduk sambil bersandar dan mengangkat kakinya!”


“Jangan lakukan itu nyonya!”


“Ahhh …, padahal kalau makan begini enak banget!”


“Jangan bersandar atau merosot, tetap jaga jarak badan dan meja kira-kira lima jari!”


“Iya nyonya! Dan ingat jangan makan sebelum tuan rumah makan satu suapan!”


“Baik …., mengerti, lalu ini!” felic menunjuk deretan alat makan itu.


“Intinya jangan panik nyonya, kuncinya gunakan peralatan makan mulai dari urutan yang


paling luar sampai ke dalam!”


Walaupun tidak terlalu mengerti, setidaknya sekarang Felic sudah mendapatkan ilmunya,


mungkin akan butuh waktu lama untuk mendalami semuanya tapi untuk malam nanti,


ia harus tahu setidaknya tujuh puluh lima persen dari ilmu yang ia dapat.


“Untuk appetizernya biasanya di hidangkan sup atau salat!”


“Apa tuh appetizer?”


“Makanan pembuka!”


“Ist ..... ist …, makan aja ada pembukanya!”


“Nah kalau untuk sup bisa pakek sendok sup dengan cara menciduknya dari sisi tubuh


kita ke arah luar!”


“Ribet bi, enakan gini!” Felic memilih memberi contoh dnegan menciduk dari luar ke


dalam.


“Tapi memang harus seperti itu nyonya, setelah selesai makan, letakkan sendok dengan

__ADS_1


posisi terlentang karena nyonya masih mau makan lagi ke makanan inti atau,


main course!”


“Ah …, ribet banget namanya!”


Bi Molly hanya menganggapnya dengan tersenyum, ia milih melanjutkan mengajari


nyonya barunya itu.


“Pegang garpu dan pisau dengan tepat, di tangan kiri jepit garpu dengan jempol dan


telunjuk. Lalu, tiga jari gunakan untuk menahan tangkai garpu bagian bawah. Gunakan


cara yang sama untuk memegang pisau di tangan kanan.”


“Potong daging atau ikan dari yang paling dekat dulu dengan kita, langsung di santap,


itu adalah gaya makan ala eropa!”


‘Jadi ada gaya lain?”


“Ada tapi cukup ini dulu, yang lain nanti!”


Setelah mempraktekan seperti apa yang di contohkan bi Molly, bi Molly pun melanjutkan


memberi arahan.


“Dan ini yang terakhir!”


“beneran yang terakhir?”


“Yang terakhir di meja makan maksudnya nyonya!”


‘hehhh …, aku kira!”


“Dan untuk penutup atau biasa di sebut dessert, biasanya di sediakan pudding dan


buah, kalau itu pusing yang berkuah atau ber-vla, nyonya bisa menyendok sama


persis seperti menyendok sup dia awal. Dan kalau itu buah yang sudah di


potong-potong, nyonya bisa menggunakan garpu!”


Felic benar-benar kelelahan mendengarkan ceramah dan pelajaran panjang dari bi Molly


sepanjang hari ini.


“Bi boleh istirahat sebentar tidak?” tubuhnya sudah seperti remuk gara-gara aktifitasnya


tadi malam dan sekarang harus di tambah dengan les privat ini.


“Tapi sekarang kita harus belajar bersikap nyonya!”


Bi Molly mengajak Felic ke ruang keluarga, bi Molly sibuk memberi contoh pada Felix


cara berjalan. Tapi karena terlalu capek Felic malah tertidur di sofa dengan posisi duduk.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Aku kasih banyak bonus akhir bulan ya, semoga bahagia

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰😘


__ADS_2