
Hari ini rumah itu kembali heboh gara-gara undangan makan malam dari Nyonya Ratih,
masalah besarnya adalah Felic tidak tahu tentang acara makan malam khas orang
elit.
Bi Molly sudah mengajak Felic duduk di meja makan, walaupun mereka baru saj makan,
tapi ia harus belajar cara makan terlebih lagi kemarin saat makan malam Felic
sama sekali tidak bisa cara mengaplikasikan sendok, garpu dan pisau dengan
benar.
“Ingat nyonya, ini beberapa langkah yang harus nyonya lakukan di fine dinning!”
“Duduk yang tegak nyonya!”
Bi Molly memberi contoh cara duduk yang benar, “jangan gugup!”
Felic pun menghembuskan nafasnya kasar, ia berusaha keras untuk belajar dan
memperhatikan apapun yang di ucapkan oleh bi Molly.
“Pertama, jangan mengangkat menu dari meja dan jangan mendekatkan ke wajah, jadi sisakan
beberapa bagian menu untuk tetap di meja!” bi Molly menyontohkan dengan
menyantap makanannya tanpa mendekatkan ke wajahnya, tetap tegak dan memastikan
satu bagian lainnya tetap di meja.
Susah banget mau makan aja, lalu kapan
habisnya makanan ini nanti …?
Felic hanya bisa mengeluh dalam hati saja, ia mengikuti apa yang di lakukan bi Molly.
“Yang ke dua!”
Ada lagi yang ke dua?
“ketika minum, minumlah dari tempat yang sama, lalu meletakkan gelas itu kembali di
tempat yang sama di mana nyonya mengambilnya!”
“Maksudnya aku harus kembali ke meja makan kalau aku haus lagi?”
“Bukan begitu, tapi begini …!” bi Molly lagi-lagi mencontohkan cara minum dan
meletakan kembali ke tempatnya dan mengambilnya lagi untuk minum di lingkaran
yang sama.
Ahhhh …., ribetnya ….., Frans
kemana lagi?
“Yang ke tiga, jangan mengeluarkan suara apapun dari piring, sendok atau gelas,
karena suara-suara itu akan sangat tidak sopan!”
“Ke empat, jaga tepi piring agar tetap bersih, lipat kembali serbet dengan lipatan
yang sama, jangan mengatakan akan ke kamar mandi jika ingin ke kamar mandi,
cukup permisi saja!”
__ADS_1
Bi Molly pun mencontohkan cara melipat serbet yang sudah di kenakan tadi, tapi ia
lupa belum mengajari cara mengaplikasikan sendok, garpu dan pisau membuat
Felic semakin bingung saja.
“Bi Mo …!”
“Iya?”
“lalu bagaimana cara menggunakan ini?”
“Ah iya, maaf nyonya saya lupa!”
Bi Molly kembali menyiapkan table manner dengan sendok, garpu, pisau yang sudah di
tata berjejer lengkap dengan piringnya.
“pertama sebelum duduk, nyonya harus masuk dari sebelah kanan kursi dan bergerak ke kiri
sampai duduk di kursi!”
Felic pun melakukan seperti apa yang di katakana bi Molly, walaupun beberapa kali bi
Molly membenarkannya.
“Kedua, duduk dengan tegak!”
“Nggak boleh begini?” tanya Felic yang duduk sambil bersandar dan mengangkat kakinya!”
“Jangan lakukan itu nyonya!”
“Ahhh …, padahal kalau makan begini enak banget!”
“Jangan bersandar atau merosot, tetap jaga jarak badan dan meja kira-kira lima jari!”
“Iya nyonya! Dan ingat jangan makan sebelum tuan rumah makan satu suapan!”
“Baik …., mengerti, lalu ini!” felic menunjuk deretan alat makan itu.
“Intinya jangan panik nyonya, kuncinya gunakan peralatan makan mulai dari urutan yang
paling luar sampai ke dalam!”
Walaupun tidak terlalu mengerti, setidaknya sekarang Felic sudah mendapatkan ilmunya,
mungkin akan butuh waktu lama untuk mendalami semuanya tapi untuk malam nanti,
ia harus tahu setidaknya tujuh puluh lima persen dari ilmu yang ia dapat.
“Untuk appetizernya biasanya di hidangkan sup atau salat!”
“Apa tuh appetizer?”
“Makanan pembuka!”
“Ist ..... ist …, makan aja ada pembukanya!”
“Nah kalau untuk sup bisa pakek sendok sup dengan cara menciduknya dari sisi tubuh
kita ke arah luar!”
“Ribet bi, enakan gini!” Felic memilih memberi contoh dnegan menciduk dari luar ke
dalam.
“Tapi memang harus seperti itu nyonya, setelah selesai makan, letakkan sendok dengan
__ADS_1
posisi terlentang karena nyonya masih mau makan lagi ke makanan inti atau,
main course!”
“Ah …, ribet banget namanya!”
Bi Molly hanya menganggapnya dengan tersenyum, ia milih melanjutkan mengajari
nyonya barunya itu.
“Pegang garpu dan pisau dengan tepat, di tangan kiri jepit garpu dengan jempol dan
telunjuk. Lalu, tiga jari gunakan untuk menahan tangkai garpu bagian bawah. Gunakan
cara yang sama untuk memegang pisau di tangan kanan.”
“Potong daging atau ikan dari yang paling dekat dulu dengan kita, langsung di santap,
itu adalah gaya makan ala eropa!”
‘Jadi ada gaya lain?”
“Ada tapi cukup ini dulu, yang lain nanti!”
Setelah mempraktekan seperti apa yang di contohkan bi Molly, bi Molly pun melanjutkan
memberi arahan.
“Dan ini yang terakhir!”
“beneran yang terakhir?”
“Yang terakhir di meja makan maksudnya nyonya!”
‘hehhh …, aku kira!”
“Dan untuk penutup atau biasa di sebut dessert, biasanya di sediakan pudding dan
buah, kalau itu pusing yang berkuah atau ber-vla, nyonya bisa menyendok sama
persis seperti menyendok sup dia awal. Dan kalau itu buah yang sudah di
potong-potong, nyonya bisa menggunakan garpu!”
Felic benar-benar kelelahan mendengarkan ceramah dan pelajaran panjang dari bi Molly
sepanjang hari ini.
“Bi boleh istirahat sebentar tidak?” tubuhnya sudah seperti remuk gara-gara aktifitasnya
tadi malam dan sekarang harus di tambah dengan les privat ini.
“Tapi sekarang kita harus belajar bersikap nyonya!”
Bi Molly mengajak Felic ke ruang keluarga, bi Molly sibuk memberi contoh pada Felix
cara berjalan. Tapi karena terlalu capek Felic malah tertidur di sofa dengan posisi duduk.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Aku kasih banyak bonus akhir bulan ya, semoga bahagia
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰😘