Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Dr. Frans vs Rangga


__ADS_3

 Rangga dengan langkah pasti menghampiri Felic yang sedang merapikan peralatan bersih-bersihnya. Ia sudah bertekad setelah


mengetahui perasaan Felic yang sebenarnya bahwa Felic masih memiliki rasa


padanya, ia akan memperjuangkan cintanya.


“Fe …!”


Felic yang merasa namanya di sebut segera mendongakkan kepalanya, ia benar-benar


tidak mengerti dengan pria di depannya kini. Setelah mengetahui statusnya kini sebagai istri orang, pria itu malah semakin mendekatinya.


“Ga…, kenapa di sini?” tanya Felic. Sebenarnya hatinya senang tapi ia tidak bisa


menutup kenyataan bahwa sekarang statusnya sudah berbeda, ia tidak bisa


sembarangan dekat dengan seseorang apalagi ini adalah seorang pria, walau


hatinya sangat ingin.


“Fe…, aku menunggumu. Kita makan siang bersama ya …!” Ajak Rangga. Tapi Felic


malah terdiam, ia begitu tidak mengerti dengan maksud pria di depannya.


“Kok malah bengong sih Fe, kita makan siang ya …!” ajak Rangga sekali lagi. Ini ajakan yang ke sekian kalinya di tolak oleh Felic, memang tidak selalu di tolak tapi sudah biasa.


“Ga …, lo nggak salah kan?” Felic benar-benar di buat heran dengan kerasnya hati Rangga terhadap dirinya, sebenarnya Felic hanya takut cintanya tidak akan mampu ia bendung lagi jika Rangga terus berbuat seperti itu. Apalagi saat ini ia sedang bingung dengan dokter Frans yang terkesan menghindarinya.


“Nggak …, kenapa memangnya?” Rangga tetap dengan kerasnya, cintanya menjadikan seorang Rangga menjadi keras.


“Gue ini istri orang loh …!” Felic terus memberi pengertian dengan bahasanya sendiri, walaupun sebenarnya hatinya ingin tapi jelas statusnya melarang.


“Tidak masalah …, asal hati kamu masih tetap buat aku!”


Sebenarnya hati Felic senang mendengarkan pernyataan Rangga, hati kecilnya masih sangat


berharap pria itu adalah menjadi satu-satunya pria di hatinya tapi karena


keputusannya, ia membuang kesempatan itu.


“Ga jangan buat gue semakin bersalah sama lo, tidak ada gunanya lo deketin gue ....!”


Felic menundukkan kepalanya, ia berusaha menutupi kesedihannya. Ia tidak mau Rangga


sampai tahu bahwa ia masih sangat berharap dengan cintanya. Seandainya saja …,


kenapa penyesalan selalu datang di akhir?


Rangga meraih tangan Felic dan menggenggamnya membuat Felic terkejut di buatnya. Getaran di hatinya begitu terasa, sentuhan di tangan itu seperti menjalar ke


seluruh rongga tubuhnya, memberikan sensasi yang luar biasa.


“Fe …, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri, aku janji …., sampai kau benar-benar


ingin melepasku dari hatimu barulah aku akan benar-benar pergi!”


“Ga…!”


“Fe…!”


Tatapan mereka saling bertemu, mencoba mengatakan seluruh isi hatinya dari setiap


tatapan mata itu. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada yang sedang mengawasi


mereka.


🌺🌺🌺🌺



“Gue keduluan lagi …!” ucap dokter Frans sambil mengepalkan tangannya.


Akhirnya dokter Frans pun memutuskan untuk segera keluar dari dalam mobil, dan benar saja dari kejauhan ia bisa melihat pria itu sudah berbicara dengan felic. Dengan langkah lebarnya dokter Frans segera mendekati mereka. Hatinya mengeras saat melihat pria itu memegang tangan istrinya.

__ADS_1


“Selamat siang!” sapa dokter Frans sepertinya menghentikan obrolan mereka. Felic yang


menyadari tangannya masih dalam genggaman Rangga segera ia lepaskan. Setelah sekian lama, dokter Frans mengunjunginya.


“Frans …, lo kesini?” tanya Felic tidak menyangka jika pria yang sudah menikahinya


satu bulan lalu itu akan datang ke tempatnya.


“Kenapa? Kayaknya terkejut sekali! Nggak boleh?” tanya dokter Frans dengan mata yang


terus menatap tajam pada pria yang berada di antara mereka.


“Bukankah lo sedang sibuk?”


“Bukankah urusan istri lebih utama dari pekerjaan. Iya kan tuan RANGGA?” tanya dokter Frans yang ia tekankan kata-kata nya pada nama Rangga.


Dokter Frans tidak pernah menyangka jika pria itu akan tetap mendekati istrinya.


Walaupun ia tahu jika istrinya masih sangat mencintai pria itu tapi entah


kenapa rasanya tidak rela jika pria itu dekat-dekat dengan Felic.


Rangga yang mendapatkan pertanyaan balik menatap dokter Frans, ia menyakukan kedua


tangannya di saku celananya yang berwarna hitam. Senyum smirt-nya ia keluarkan.


“Kenapa? Apa anda keberatan? Bukankah anda tidak mencintai istri anda? Jadi biarkan saya saja yang memberi cinta untuk Felic!” ucap Rangga dengan nada sedikit mengancam dan


memberi peringatan.


“Tuan Rangga yang terhormat, mau sebesar apapun cinta anda pada istri saya, dia tetap


menjadi istri saya dan saya lah yang paling berhak atas dia! Jadi saya peringatkan mulai sekarang, selama Felic , wanita yang sangat andi cintai ini menjadi istri saya, jangan pernah


dekati dia lagi!”


“Dokter Frans …, atau siapapun anda, saya anggap ini adalah tantangan dari anda. Saya


“Tapi maaf, saya tidak perlu melakukan itu. Karena sudah jelas sayalah pemenangnya. Saya rasa anda tidak begitu


penting!”


Felic yang masih mencoba menerka arah membicaraan dua pria itu, ia masih terdiam.


Takdir macam apa ini, kemarin saja gue seperti wanita terbuang yang tidak laku dan sekarang dua pria ini memperebutkan gue .....


Setelah mengerti jika dua pria itu sedang mendebatkannya ia pun tidak mau


masalah itu menjadi berlarut-larut.


“Sudah-sudah…., apa-apaan sih kalian ….! Jangan memperkeruh suasana! Frans lo mau ngapain ke sini?” ucap Felic menengahi perdebatan mereka.


“Mau jemput istri!”


“Baiklah kita pergi!”


Felic menarik tangan dokter Frans menjauh dari Rangga. Sedangkan Rangga masih berdiri


di tempatnya dengan tangan yang mengepal sempurna.


“Aku akan mendapatkanmu Fe, aku janji!” gumam Rangga.


Felic dan dokter Frans berhenti di samping sebuah mobil, melihat Frans membuka pintu


mobil mewah itu membuat Fe terkejut.


“Frans …., lo pinjam mobil siapa?”


“Mobil temen! Ayo masuk!”


Mau tak mau Felic pun menurut, ia masuk ke dalam  mobil itu setelah dokter Frans membukakan pintu untuknya. Setelah Felic


masuk barulah dokter Frans menutup kembali pintu mobilnya. Dokter Frans kembali

__ADS_1


menatap Rangga yang masih berdiri di tempatnya tapi kemudian ia berlari


memutari mobil dan masuk dari pintu yang lainnya.


Dokter Frans segera menjalankan mobilnya, setelah mobil berjalan Felic baru membuka


suaranya. Sebelumnya ia hanya diam karena terlalu terkejut dengan apa yang baru


saja terjadi.


“Frans!”


“Hemm?”


jawab dokter Frans tanpa menatap pada Felic.


“Lo nggak perlu melakukan semua ini hanya demi bersaing dengan Rangga!”


Ucapan Felic seketika berhasil membuat dokter Frans menatap Felic. Ia mencoba mencari


jawaban dari ucapan Felic. Tapi ia masih belum menemukan jawabannya.


“Maksud lo?”


“Lo nggak perlu meminjam mobil seperti ini hanya untuk menunjukkan jika lo lebih


dari dia. Gue tahu batasan gue sebagai seorang istri. Selama gue masih menjadi


istri lo, gue nggak mungkin berbuat hal-hal yang bisa membuat lo malu!”


Mendengarkan ucapan panjang lebar Felic, seketika dokter Frans menghentikan mobilnya dengan menginjak pedal rem mendadak sehingga menghasilkan suara khasnya.


Ceeettttttt


“Frans apa-apaan sih lo …, lo mau mati, kalau mau mati mati aja sendiri jangan


ngajak-ngajak gue!” ucap Felic setelah berhasil menyingkirkan keterkejutannya


sambil memegangi dadanya yang berdebar-debar.


“ccck …..!” dokter Frans berdecak.


“Gue nggak perlu kali ya nglakuin kayak gitu,


lagian ini mobil gue. Dan juga nggak ada yang bikin gue ngerasa tersaingi. Lo


bebas melakukan apa saja! Sebelumnya sudah gue bilang, pernikahan ini nggak


bakal bikin lo terikat pada apapun kecuali sebuah komitmen!”


Walau bagaimanapun dokter Frans tidak menyukai ucapan Felic, entah kenapa ia merasa kesal saat Felic mengatakan hal itu.


Jadi hanya sebatas itu dia menganggap gue …., gue kira setelah ini kita bisa membuka semuanya berdua, membuka hal-hal baru berdua …, jika itu memang mau lo, gue harus kembali menarik hati gue…., batin felic.


Ia cukup kecewa dengan ucapan dokter


Frans. Ia kira dengan pernikahan ini ia bisa melupakan cintanya dan memulainya


dari awal dengan kehidupan keluarga barunya.


Setelah tidak mendapat jawaban atau sanggahan dari Felic, dokter Frans pun kembali


menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2