
Tidak terasa sudah tiga hari berlalu, hari ini adalah hari Senin tanggal 23 November 2020, hari di mana Organisasi Dunia Hitam akan bergerak. Dalam tiga hari terakhir ini Mo Lian hanya berdiam diri di dalam kamar hotel, jikapun ia keluar, ia hanya mampir ke kedai kecil secara diam-diam untuk meminum alkohol, meski ia sendiri tidak bisa mabuk.
Mo Lian suka minum alkohol karena ajaran dari Senior gilanya saat berada di Galaxy Pusat. Setelah selesai berlatih, ia pasti akan diajak oleh Seniornya kabur dari sekte untuk pergi ke kedai dan meminum beberapa botol arak, hingga akhirnya pasti ditemukan oleh Masternya.
Pada saat ini, Mo Lian berada di pelabuhan bersama dengan Xu Xumei yang menggandeng lengannya. Tidak ada salahnya orang-orang menganggap keduanya sebagai sepasang kekasih jika melihat dari penampilan, meski sebenarnya mereka berdua adalah nenek dengan cucu.
Keduanya berjalan menuju pagar pembatas dan memandangi lautan indah di pagi hari. Meski dikatakan berdua, tapi sebenarnya Qin Nian, Yun Ning dan Ong Hei Yun mengikuti mereka berdua dari jauh.
"Bagaimana, Nek?"
Xu Xumei terus menatap jauh ke lautan lepas. "Zaman sekarang sangat berbeda, banyak gedung-gedung tinggi, makanan yang enak. Aku sangat bersyukur bisa hidup sampai saat ini dan melihat semua hal baru ..."
Xu Xumei terdiam sejenak dengan pandangan menatap Mo Lian. "Terlebih lagi aku bisa bertemu denganmu, dan bisa menjadi Nenekmu," lanjutnya dengan senyum indah menghiasi wajahnya.
Mo Lian tersenyum lembut membalas senyuman itu. "Aku juga senang bisa memiliki nenek seperti Nene—" Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba ia menoleh ke arah laut lepas saat merasakan aura yang tidak asing baginya.
"Ada apa, Lian?" Xu Xumei menatap Mo Lian dengan pandangan khawatir dan keringat dingin mengalir di pipinya.
"Aura ini, apakah itu adalah ..." Mo Lian tidak melanjutkan perkataannya. Ia berbalik menatap kosong ke depan. "Kalian bertiga, panggil orang-orang untuk bersiap-siap, kita akan berangkat satu jam dari sekarang."
Seketika itu juga terdengar benturan dari balik tumbukan box kayu, lalu dari baliknya keluar tiga wanita muda yang mengikuti Mo Lian dari tadi.
Dengan senyum canggung, mereka menatap wajah Mo Lian. Kemudian berbalik menuju hotel setelah memberikan salam.
"Ada apa ini?" Xu Xumei kembali bertanya pada Mo Lian dengan tatapan khawatir.
Mo Lian menoleh ke arah kiri menatap Xu Xumei. "Nenek, sepertinya ... Organisasi Dunia Hitam akan bergerak. Aku menduga mereka datang dari Taiwan sana," balasnya sembari menunjuk pada pulau seberang.
Xu Xumei tersentak dengan mulut terbuka, tapi di matanya tidak ada tanda-tanda keraguan maupun ketidaksiapan. Terdapat api yang menari-nari di matanya, menjelaskan ingin membalas dendam terhadap kejadian 400 tahun lalu.
__ADS_1
Keduanya menunggu di tepi pelabuhan, hingga puluhan menit terlewati. Ada beberapa langkah kaki di belakang mereka yang menghampiri.
Mo Lian berbalik melihat sumber suara, terlihat 17 belas orang dengan gender yang berbeda maupun usia yang berbeda. Orang-orang itu mengenakan seragam dari tempat masing-masing, dan tentu saja yang paling mencolok adalah Sekte Dongfangzhi, bagaimanapun di belakang jubahnya ada lambang yang sangat besar.
"Apakah semua Wu-Zong yang datang sudah diberitahu untuk berjaga-jaga di pelabuhan?" tanya Mo Lian menatap serius Bu Shan Lu.
Bu Shan Lu mengangguk kecil, dan menjawab dengan kedua tangan ditangkupkan, "Semuanya sudah diatur, semua Wu-Zong yang datang sudah kami sebarkan ke seluruh penjuru pelabuhan."
Mo Lian mengangguk kecil, ia kembali berbalik melihat lautan yang luas di depannya. "Baiklah, ayo kita berangkat, pertama kita akan berlari di atas air. Di saat sudah cukup jauh, kita akan berganti melalui jalur udara," jelasnya yang kemudian melompat.
Semua orang yang berdiri di belakang Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian mereka semua melompat dari pagar pembatas dan berlari di atas lautan.
Mereka terus berlari tanpa henti, bahkan jika itu ada ombak yang sangat besar. Hanya dengan lambaikan tangan Mo Lian, ombak-ombak itu terbelah dan membukakan jalan untuk semua orang.
Ketika mereka melompat ke lautan, banyak orang-orang yang tidak jauh dari mereka berteriak histeris dan adapula yang meminta pertolongan. Namun saat melihat apa yang terjadi, mereka semua hanya bisa terdiam dengan mata terbelalak, bahkan ada orang mulai mengambil video itu.
Sepuluh menit kemudian, mereka semua sudah berjalan sejauh belasan mil di atas permukaan laut. Tanpa berlama-lama lagi, Mo Lian menekan kakinya di air dan terbang di udara melesat ke bagian pusat dari Selat Taiwan, diikuti oleh belasan orang di belakangnya.
Tiga puluh menit kemudian, mereka bisa mencium aroma harum yang menyebar luas. Angin juga mulai berembus kencang dengan ombak semakin tinggi, lalu saat mereka semakin terbang ke tengah, mereka mulai bisa melihat pusaran air.
Bukan hanya itu saja, belasan mil jauh ke depan, Mo Lian bisa melihat sebuah beberapa kapal besar yang di atasnya berdiri ratusan orang.
Mo Lian sudah meningkatkan kesadarannya sampai ke puncaknya dari tingkat kultivasinya saat ini. Ia bisa merasakan aura dari Pejuang dengan jarak antara 10 sampai 20 mil darinya.
"Berhenti." Mo Lian tiba-tiba menghentikan gerakannya dengan tangan kanan diangkat sebagai tanda.
"Sekitar 20 menit dari sekarang, akan ada kapal yang tiba di sini. Di sana ada sekitar 1000 Wu-Zong, 220 Wu-Dan, 50 setengah Wu-Sheng, 30 Wu-Sheng tahap Awal, 12 Wu-Sheng tahap Menengah, dan satu Wu-Sheng tahap Akhir." Mo Lian menjelaskan apa yang berada jauh di depan.
Sontak semua orang terperangah dengan apa yang dikatakan oleh Mo Lian. Sebanyak itu?
__ADS_1
"Apakah kita bisa menang?" tanya Wu Yengtu yang bergerak ke samping Mo Lian.
Mo Lian terdiam sejenak, ia menerka-nerka seberapa banyak orang yang bisa dilawannya secara bersamaan. "Aku akan mengambil orang yang berada ditingkat Wu-Dan sampai Wu-Sheng tahap Menengah," jawabnya tegas.
"Apakah kau mampu?" Wu Yengtu bertanya kembali tanpa menoleh, dan di dalam suaranya terdapat rasa kekhawatiran yang tinggi.
Mampu? Sudah sangat lama sekali Mo Lian tidak mendengar perkataan seperti itu. Kekuatan fisiknya yang sekarang sudah setara dengan Ranah Inti Emas, begitupun dengan energi spiritualnya. Hanya saja jiwanya belum terlalu tinggi, jika ia ingin, ia bisa saja menembus Ranah Inti Emas sekarang juga.
Bahkan saat inipun, saat masih berada ditingkat Inti Perak, ia sudah bisa mengalahkan Alam dan Manusia dibantu dengan pedang patah yang dimenangkannya dari pelelangan.
"Tidak masalah. Sekarang hanya kalian yang perlu mempersiapkan diri, jangan sampai ada yang mati. Jika mereka mendapatkan harta ini, mereka akan berada di atas angin, dan bisa saja terjadi kekacauan besar di Daratan Huaxia," jelas Mo Lian.
Meski dengan tubuh bergetar karena takut, mereka tetap teguh untuk melakukan apa yang dikatakan Mo Lian, dan berusaha sekuat apapun untuk menghilangkan ancaman bagi Daratan Huaxia.
Mo Lian melirik ke arah belakang melihat belasan orang. Ia menghela napas panjang saat melihat sebagian dari mereka sudah berada diambang batas kekuatan, mereka sudah kehabisan energi spiritual. Dengan energi spiritual dialirkan pada telapak kakinya, ia membuat dinding tebal berwarna biru dari energi spiritual yang dapat dipijak.
"Kalian bisa beristirahat pada lantai yang ku buat untuk mengembalikan tenaga dalam kalian," tutur Mo Lian yang tetap melihat jauh ke depan.
Semua orang mengangguk kecil dan perlahan mendarat di atas pijakan yang dibuat Mo Lian. Kemudian mereka mengambil posisi bermeditasi dan mempraktikkan teknik masing-masing.
Waktu terus bergulir, tidak terasa sudah 15 menit berlalu, dari pandangnya ia sudah menangkap lebih jelas apa yang dilihatnya tadi. Orang-orang yang berada di atas kapal juga melihatnya, hanya saja tidak ada satupun dari mereka yang bergerak. Bahkan terlihat tatapan merendahkan dan seringai jijik di wajah mereka, seperti mengatakan jika Mo Lian dan belasan orang di belakangnya adalah sampah yang tidak pantas untuk dipandang.
"Oh? Haruskah aku menyerang mereka dahulu?"
...
***
*Bersambung...
__ADS_1