
Mo Lian menghembuskan napas panjang, dan secara perlahan ia melepaskan energi spiritualnya yang selama ini ia tahan ke langit yang tinggi. Seketika itu juga, langit mulai gelap dengan angin kencang seperti badai.
Ia masih tenang memandangi langit dengan merebahkan tubuhnya di rerumputan hijau. Hingga fluktuasi energi spiritual yang kuat di langit mulai berubah menjadi awan putih itu, barulah ia berdiri perlahan dengan menggunakan kekuatan jiwanya.
"Awan yang sangat indah, dan mengandung kekuatan yang tinggi. Sangat cocok untukku."
Mo Lian melayang perlahan meninggalkan daratan, dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. "Cepat datanglah! Jangan membuang-buang waktu!"
Awan putih keemasan terbuka dan memperlihatkan belasan tingkatan awan, yang di setiap tingkatnya terdapat ribuan Prajurit Surgawi. Bukan hanya Prajurit Surgawi, bahkan ada ratusan Naga Petir Emas yang siap menyerang.
Ini adalah Kesengsaraan Surgawi yang lebih kuat dari sebelumnya saat menembus Alam dan Manusia Surgawi.
Prajurit Surgawi mengarahkan busurnya pada Mo Lian yang berada si tingkatan tengah Kesengsaraan Surgawi.
Sangat mudah bagi Mo Lian untuk membunuh mereka semua dan mengubahnya menjadi kekuatan. Tapi, ia ingin melihat bagaimana daya serang kekuatan dari Prajurit Surgawi, dan melihat apakah tubuh fisiknya mampu menahan serangan yang ada.
Wush! Wush! Wush!
Ratusan ribu anak panas berwarna emas melesat sangat cepat seperti cahaya. Anak panah itu mengarah pada Mo Lian, dan terjadi ledakan yang mengerikan di mana Mo Lian berdiri. Api besar membumbung dengan asap hitam tebal.
Mo Lian yang berada di tengah-tengah ledakan hanya diam tanpa memperlihatkan reaksi yang pasti. "Memang aku merasakannya, tapi hanya rasa gatal. Tidak ada luka, bahkan goresan juga tidak ada."
"Tapi, merusak pakaianku adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan."
Mo Lian menyentuhkan kedua telapak tangannya. "Teknik Element Es, Domain Es."
Dalam sekejap mata saja, semua Prajurit Surgawi telah membeku tanpa bisa bergerak sama sekali. Ia sengaja tidak membekukan semuanya, karena ia masih memerlukan bantuan dari Naga Petir Emas untuk membasuh tubuhnya, dan meningkatkan Tubuh Emas.
Mo Lian merentangkan kedua tangannya seraya menengadahkan kepalanya melihat Naga Petir Emas. "Naga petir yang lemah, cepat turun, jangan berada di sana terlalu lama. Apakah kau takut?"
Naga petir membuka mulutnya lebar, mengeluarkan suara yang sangat keras dan mampu mengguncang wilayah hamparan rumput yang luas.
Mo Lian hanya diam menatap ke langit, menatap naga yang masih berada di tempat dan berteriak-teriak tidak jelas.
Dari semua Kesengsaraan Petir, yang paling disenanginya adalah Kesengsaraan Surgawi. Itu karena Kesengsaraan Surgawi bisa diselesaikan dengan cepat, asalkan orang yang menerimanya memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menanggungnya.
Naga petir itu kembali mengeluarkan suara yang sangat keras dan menggetarkan daratan, kemudian jatuh dengan kecepatan tinggi mengarah pada Mo Lian.
__ADS_1
Mo Lian tetap tenang saat melihat belasan naga petir yang membuka mulut selebar mungkin.
Wush! Duarr!
Naga itu menelan Mo Lian seperti laser yang jatuh dari langit, kemudian terus melesat menghantam daratan. Dari jatuhnya naga, daratan dalam radius lima ribuan mil menghilang dan digantikan dengan tanah tandus yang mengeluarkan asap.
Jika petir ini datang dan jatuh di Bumi, tentunya Bumi akan menghilang mengingat Hukum Dharma di sana sangat rendah dan rentan terhadap serangan Kultivator.
Naga petir yang jatuh ke tanah itu langsung pecah, berubah menjadi pecahan cahaya yang terus mengecil hingga menjadi molekul. Molekul cahaya emas itu bergerak cepat dan memasuki tubuh Mo Lian melalui pori-pori kulit.
Serangan naga petir tidak berhenti disitu saja, naga lain kembali jatuh dan menelan tubuh Mo Lian.
Hal itu terus berlanjut, dan setiap kali naga petir jatuh, kekuatan Mo Lian terus meningkat, bersamaan dengan tingkatan awan putih keemasan yang hancur karena tidak kuat menahan dampaknya.
Ketika hanya tersisa satu naga petir, Mo Lian mulai mengubah posisinya dan duduk bersila di antara bumi dan langit. Ia menstabilkan energi spiritualnya yang berlebihan dan terus meningkat pesat, menyebarkannya ke sekujur tubuh untuk meningkatkan semua organ dalamnya.
Dengan peningkatan tubuh fisik, ia tidak perlu khawatir jika masuk ke dalam bidang bintang yang tidak ada energi spiritual sama sekali, karena ia bisa pergi dari sana hanya dengan melompat.
Membutuhkan waktu belasan menit bagi Mo Lian untuk bermandikan dengan sambaran naga terakhir, karena ia tidak menggerakkan jari-jarinya untuk menghancurkan naga itu seperti sebelumnya.
Bang!
Kekuatan yang mengerikan keluar dari tubuh Mo Lian, meledakkan semua tingkat Kesengsaraan Surgawi dan menghancurkan naga petir yang membasuh tubuhnya selama lebih dari satu jam.
Pakaian yang ia kenakan benar-benar terbakar habis, namun tubuhnya dilindungi oleh energi spiritual membentuk pakaian. Jika energi spiritual itu dihilangkan, akan terlihat pola-pola aneh berwarna emas yang melingkari lengan, kaki, badan dan lehernya.
"Tubuh Emas sudah meningkat. Sebelumnya hanya tulang yang memiliki pola, tapi sekarang kulit pun juga memiliknya." Mo Lian tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat berhasil membentuk Tubuh Emas tingkat lanjut.
Tapi menurutnya ini masih kurang, dagingnya belum berubah.
Mo Lian sudah mengubah tulangnya menjadi emas, Inti Jiwanya juga berubah, tubuh fisiknya sudah, yang tersisa hanyalah darah.
Darah dari Tubuh Emas sangat berharga, banyak yang memburu pemilik Kultivator Tubuh Emas untuk mendapatkan darahnya. Darah dari Tubuh Emas dapat membantu meningkatkan kultivasi, menyuling pil dan senjata. Kemudian yang terpenting, bisa dijadikan sebagai penawar racun jenis apa pun.
"Semakin aku meningkatkan kekuatan kultivasi, semakin kuat kekuatan Dewa Semesta. Jika aku menembus Ranah God, aku bisa melawan sepuluh Ranah God. Berbeda di kehidupan sebelumnya, Ranah God milikku masih belum sempurna."
Mo Lian terdiam sejenak seraya mengalirkan energi spiritualnya pada Cincin Ruang, membuat angin biru berputar mengelilingi tubuhnya, dan saat pusaran itu menghilang, ia sudah mengganti pakaiannya. "Setelah berhasil menembus Ranah Heavenly Immortal, aku akan turun ke Alam Hanzi untuk membunuh iblis di sana ..."
__ADS_1
Alam Hanzi atau Neraka memiliki iblis dengan tingkat kultivasi yang tinggi. Jika di Alam Semesta hanya ada dua Heavenly Immortal, maka di Alam Hanzi bisa sepuluh kali lipatnya. Tapi meski begitu, Alam Hanzi tidak bisa membuka Gerbang Dimensi kecuali dibuka oleh Kultivator Iblis dari Alam Semesta.
Namun ada cara lain selain Kultivator Iblis, yaitu dengan Kultivator Ranah Heavenly Immortal yang bisa membuka Gerbang Dimensi ke Alam Hanzi.
Untuk membuka Gerbang Dimensi ke Alam Selestial, hanya God tahap Akhir yang mampu, itu pun tidak langsung bisa naik, karena harus menjalani ujian dari Hukum Dao. Hukum Dao Surgawi, hukum yang tidak bisa dirubah sama sekali.
Ini adalah hal yang ia dengar, bukan benar-benar ia datang ke Alam Hanzi dengan sengaja.
Mo Lian melihat sekitarnya. "Di sini sangat kacau, aku akan menumbuhkan kembali tanaman di sini."
Mo Lian mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, membuat langit bergemuruh dan memperlihatkan awan tebal. Ketika ia menurunkan tangannya perlahan, tetesan air mulai berjatuhan dari dalam awan hitam tebal, menghujani seluruh daratan yang telah rusak dan terbakar.
Kemudian, ia menyentuhkan kedua telapak tangannya, membuat daratan yang telah basah karena air hujan itu bergetar. Terlihat tunas-tunas kecil mulai tumbuh di sana, dan naik dengan cepat hingga setinggi pepohonan pada umumnya.
Rerumputan dan bunga berbagai warna juga tumbuh menghiasai daratan, energi yang mulai berkumpul kembali dan meningkatkan aura di sana satu setengah kali dari sebelumnya.
Mo Lian bisa saja memberkati lahan yang ia hancurkan, namun itu hanya akan menimbulkan kericuhan karena ada lahan yang memiliki aura spiritual lebih padat dari tempat lain.
Mo Lian tersenyum tipis, dan berubah menjadi kilatan petir yang sangat tipis, yang kemudian menghilang.
***
Penginapan Beruang Ikan, Kota Sheng
Mo Lian kembali muncul di dalam ruangannya dan menikmati secangkir teh di balkon lantai empat. Ia kembali ke Kota Sheng karena belum mengembalikan kunci kamarnya, dan ingin bersantai selama beberapa hari lagi.
"Banyak orang yang terlihat terburu-buru, dan mereka mengarah ke selatan. Apakah mereka mengira ada Harta Bumi dan Surga yang terlahir di sana?"
Kesengsaraan Surgawi sangat jarang terjadi, karena itulah banyak yang menganggap itu sebagai tanda lahirnya harta.
Mo Lian berdiri dari kursi anyaman bambu, kemudian berjalan memasuki ruang. "Aku akan tidur, besok pergi ke Pusat Pemerintahan Kekaisaran Tang, kemudian pergi ke Kekaisaran Yang."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1