
—Dunia Rahasia—
Kelompok delapan orang tiba di suatu tempat di tepi pantai, mereka semua menutupi mata mereka dengan tangan ketika sinar matahari yang menyilaukan terpantul di permukaan air laut dan mengenai mata mereka.
Mo Lian menurunkan tangannya perlahan setelah matanya mulai terbiasa dengan sinar matahari yang terpantul di permukaan air laut. "Sampai membuatku seperti ini, Dunia Rahasia memang tidak sesederhana kedengarannya."
"Apakah mereka yang masuk ke dalam Daftar Dunia Rahasia memiliki keuntungan?" Mo Lian merasa tidak mungkin hanya ada daftar tanpa ada hadiah. Biasanya hal semacam ini dibarengi dengan keuntungan tertentu, dan karena itulah banyak kekuatan yang datang kemari, bahkan Dewa Surga sampai turun tangan.
Jiang Chen menggelengkan kepalanya, kemudian mengangguk. Setelah ragu-ragu, dia menjawab, "Sekte Pedang Mawar tidak pernah memasuki Daftar Dunia Rahasia, tapi aku mendengar menurut rumor, ada yang bilang Dunia Rahasia akan memberikan hadiah yang menggiurkan selain dari barang yang didapat di sini. Aku tidak tahu barang apa, mungkin Senjata tingkat Tujuh, Bumi atau Surga."
Mo Lian tidak memperlihatkan ketertarikan terhadap hadiah yang dibicarakan, hadiah-hadiah itu tidak berguna untuknya, dia hanya datang karena penasaran, tapi karena merasakan aura yang familiar, dia berkeinginan keras untuk mendapatkan Catatan Kaisar Manusia.
Jiang Chen merasa malu saat melihat Mo Lian yang tidak tertarik sekalipun. Walaupun dia sudah mencapai Dewa Bumi tahap Awal, tapi dia tetap menghargai setiap harta benda yang didapat, itu bukan karena dia menyukainya, tapi karena tidak ada pilihan lain. Bagaimanapun, keuangan Sekte Pedang Mawar sangat sedikit, harta apa pun di sana sangat tidak memenuhi syarat.
Xiao Shuyu sesekali melirik Mo Lian, masih ada kekesalan yang tertinggal di hatinya. Tapi melihat bagaimana kekuatan yang ditunjukkan tadi, bahkan sampai mengabaikan peringatan Dewa Bumi dan Dewa Surga, ada sedikit ketakutan. Dia takut apabila mereka melampiaskan amarahnya pada Sekte Pedang Dewa.
Adapun dua orang lain yang bersama Xiao Shuyu, wanita berusia dua puluhan tahun dan pria berusia tiga puluhan. Keduanya tetap diam tanpa mengatakan sepatah kata pun dari awal, tapi mata mereka tidak bisa membohongi. Ada rasa takjub, kagum dan sedikit takut.
Booom!
Ketika mereka datang dan mengobrol sebentar, ledakan datang dari lautan luas di depan mereka. Air naik ke langit sampai hampir menembus awan di langit, air itu membentuk seperti tirai besar yang menghalangi bagian dalamnya. Saat air itu turun, gelombang pasang yang sangat kuat terbentuk ke arah pantai, dan dari pusat ledakan ada monster berbentuk ikan.
Ikan itu sangat besar seperti pulau, ada sirip di atasnya dan itu menjulang seperti gedung pencakar langit. Sirip bagian kiri-kanannya membentang, masing-masingnya bisa menopang sebuah kota. Giginya tajam seperti taring, ukurannya seperti puncak gunung batu yang runcing.
"Menjauh!" Jiang Chen mengingatkan dengan panik saat melihat monster di lautan. Dia tahu bahwa monster di lautan adalah yang paling berbahaya, dan monster di depannya memiliki kemampuan di atas rata-rata, bahkan Dewa Bumi harus berhati-hati dan lebih memilih berputar arah.
Jiang Chen membawa Xiao Shuyu, Wan Chun dan Ming Yuyu untuk menjauh dari pantai.
Ikan besar seperti hiu itu membuka mulutnya, membuat air laut terhisap perlahan. Tapi bukan itu yang mengejutkan, melainkan awan di atas tepi pantai terbelah, memperlihatkan ilusi rentetan gigi hiu yang jatuh perlahan.
"Guru." Wan Chun menoleh ke belakang melihat Mo Lian yang tidak bergerak dari tempatnya. "Mereka tidak lari."
Jiang Chen tertegun dan berhenti, dia berbalik ke belakang. Dia tidak tahu apa yang diperbuat Mo Lian, tepat ketika dia ingin berteriak untuk memintanya melarikan diri, dia melihat Mo Lian yang mengangkat tangan kanannya.
__ADS_1
Ilusi yang membawa tekanan di langit hancur berkeping-keping seperti kaca, angin bertiup kencang ke dua arah yang berlawanan: angin jatuh menukik ke laut dan membelahnya, di sisi lain angin tajam melesat ke pegunungan dan menghancurkannya.
Mo Lian mengayunkan tangannya perlahan secara vertikal ke bawah.
Tiba-tiba, terlihat garis putih yang merupakan lintasan pedang sepanjang tubuh monster ikan. Detik berikutnya, ikan itu terbelah dua dengan darah segar yang menyembur, membuat lautan berubah warna menjadi merah.
Serangan Mo Lian sangat kuat sampai membunuhnya begitu saja, tapi anehnya, lautan itu tetap tenang, seolah-olah tidak ada serangan mematikan.
Hong Xi Ning tersenyum tipis dan mengangguk. "Penguasaan pedang Nan Ren sangat tinggi, serangannya sangat kuat, tapi tidak berpengaruh terhadap air laut, bahkan tidak ada riak."
Mo Lian melambaikan tangannya, menarik semua darah yang dikeluarkan oleh monster Ranah Dewa Bumi tahap Akhir. Kemudian dia menyimpannya di dalam Botol Giok Penyimpanan. Dia juga mengambil gigi, bola mata, sirip, tulang, kulit dan dagingnya.
Mo Lian mengambil sedikit sirip dan dagingnya, kemudian sisanya diserahkan kepada Jiang Chen yang masih tercengang. "Ambil, aku tidak membutuhkannya."
Jiang Chen tersadar. Dia mengambil Botol Giok Penyimpanan dan Cincin Ruang dengan hati-hati, takut menjatuhkannya. "Ini ..."
Mo Lian melambaikan tangannya dan menyela sebelum Jiang Chen berkata lebih jauh. "Darah itu bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas darah dengan menyerapnya, tapi lebih baik menyulingnya menjadi Pil Darah. Tulang bisa digunakan untuk membuat Pil Sumsum, itu bisa meningkatkan kualitas tubuh dan bakat, bola mata bisa digunakan untuk artefak tertentu. Sirip untuk bahan Profound Ark, adapun daging, mengandung banyak energi spiritual."
Jiang Chen terdiam sejenak, mata dan mulutnya terbuka lebar. "Mengapa? Bukankah ini berharga, apakah kau tidak menginginkannya?"
"Tidak." Mo Lian menggelengkan kepalanya. "Aku cukup dengan daging, sisanya tidak berarti bagiku."
Dengan kekuatan Mo Lian yang sekarang, sangat sulit untuk menemukan harta yang bisa meningkatkan kekuatannya. Kalaupun ada, itu sangat langka dan mungkin tidak bisa ditemukan dalam waktu dekat. Dia juga lebih memilih untuk membunuh Dewa Abadi untuk meningkatkan kekuatan, karena itu lebih cepat daripada mencari sumber daya.
Adapun Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Di Dunia Kecil-nya, dia memiliki sumber daya berlimpah yang bisa mereka gunakan, dan Dunia Kecil masing-masing dari mereka juga memiliki sumber daya yang sama, meski dari tahunnya masih terbilang belum matang.
Kemudian, ketimbang monster di sini, mereka memiliki yang lebih baik, Ikan Sisik Naga.
"Tapi ..." Jiang Chen masih ingin mengembalikan sumber daya, tapi saat melihat Mo Lian yang melambaikan tangan, dia menghela napas dan berterima kasih.
"Mari lanjutkan, kau yang memimpin." Awalnya Mo Lian ingin mencari Catatan Kaisar Manusia setelah masuk ke Dunia Rahasia, tapi dia langsung menyadari bahwa itu tidak sesederhana yang dipikirkan. Aura yang dirasakannya berpindah-pindah, seolah memiliki kesadaran, dan itu mempersulitnya.
Jadi daripada bingung berpindah-pindah tempat hanya untuk mencari Catatan Kaisar Manusia, lebih baik mengikuti ke mana Jiang Chen pergi dan membunuh orang-orang yang merencanakan pembunuhan di sini.
__ADS_1
Jiang Chen menyimpan sumber daya yang diberikan, kemudian kembali berbalik. Dia melihat sekitar, mencari tahu di mana dia berada sekarang. Dunia Rahasia ini sangat luas, bahkan lebih luas dari Bintang Xiang, dan setiap kali terbuka, medannya akan berubah.
Melihat Jiang Chen yang bingung, Mo Lian melepaskan ratusan klon dan mengirimkannya ke tempat di mana aura Catatan Kaisar Manusia yang sesekali muncul. Dia tidak tahu apakah hanya ada di satu tempat, ada banyak bagian dan terpisah di masing-masing tempat, tapi mereka terhubung sehingga bisa mengeluarkan aura secara bergantian.
Wan Chun melihat Jiang Chen, kemudian menghampiri Mo Lian. Dia menangkupkan kedua tangannya untuk memberi hormat. "Saya Wan Chun, bolehkah saya meminta saran dari Anda tentang ilmu pedang?"
Mo Lian tertegun ketika mendengar permintaan dari pemuda di depannya. Lalu dia mengalihkan pandangannya pada Jiang Chen, terlihat bahwa Jiang Chen tak berdaya, ini menandakan bahwa Jiang Chen tidak terlalu mengerti tentang ilmu pedang.
Dia merenung, setelah ragu-ragu, dia mengangguk dan menjawab, "Baiklah, aku akan memperlihatkannya sebentar saat pertarungan nanti. Seberapa banyak kau menguasai, itu tergantung dari pemahamanmu tentang ilmu pedang."
"Terima kasih." Wan Chun membungkuk seraya menangkupkan kedua tangannya.
"Kita pergi sekarang."
Mo Lian melihat Jiang Chen yang sudah memutuskan ke arah mana akan pergi.
Jiang Chen menyelimuti murid-muridnya dengan energinya agar tidak terkena dampak buruk akibat tekanan dari Dunia Rahasia, kemudian membawanya terbang. Terbangnya pun tidak bisa tinggi-tinggi, karena bagian atasnya seperti ada bahaya yang mengancam, meski terlihat biasa-biasa saja seperti tidak ada hal aneh.
Mo Lian melakukan hal yang sama, kemudian terbang mengikuti Jiang Chen. Dia bisa memahami mengapa Jiang Chen sangat berhati-hati, itu karena klon yang dikirimnya terbang terlalu tinggi, dan di atas sana ada aura kuat yang mengunci siapa pun yang terbang terlalu tinggi.
Untungnya, dengan kekuatan Mo Lian yang sekarang, aura itu bisa diabaikan. Tapi untuk Dewa Surga biasa, pastinya akan dipaksa untuk turun. Apalagi Dewa Bumi tahap Awal seperti Jiang Chen, tidak mungkin untuk menahannya.
Dengan aura yang mampu menekan Dewa Surga, Mo Lian yakin Bintang Xiang ada hubungannya dengan Kaisar Manusia, atau rekan dari Kaisar Manusia itu sendiri.
Mo Lian mulai berharap bisa bertemu dengan rekan-rekan Hong Xi Jiang yang dikatakan bersembunyi di suatu tempat dan tidak akan keluar sampai dipanggil.
Dia penasaran, apakah mereka memiliki Simbol Dewa atau tidak. Jika memilikinya, berapa banyak?
...
***
*Bersambung...
__ADS_1