
—Perusahaan Pengawalan Yun, Kota Louhu—
Mo Lian menunggu Hong Xi Ning selesai mengambil Catatan Kaisar Manusia dengan tenang tanpa tergesa-gesa, dan menurutnya tidak baik langsung memintanya pada Mo Fefei sesaat setelah Hong Xi Ning datang berkunjung ke sana.
Tepat saat dia baru berpikiran bahwa akan menunggunya lebih lama, Hong Xi Ning sudah membuka mata menyerahkan Catatan Kaisar Manusia.
Mo Lian tercengang dengan kecepatannya Hong Xi Ning mengambilnya, karena dia sendiri tahu bahwa keadaan Mo Fefei sendiri tidak terlalu baik. "Terima kasih." Ia mengambil Catatan Kaisar Manusia.
Mo Lian membuka Catatan Kaisar Manusia, dan tiba-tiba merasakan resonansi jiwa terhadap buku ini. "Dunia terbagi menjadi Tiga Alam: Alam Semesta, Alam Selestial dan Alam Hanzi. Dari yang terkuat sampai terlemah. Ras Manusia adalah yang terkuat, memimpin Tiga Alam, yang dipimpin oleh Kaisar Manusia dari Alam Semesta."
"Kaisar Manusia memiliki kesadaran yang tinggi terhadap sekitar, memiliki kemampuan dalam memimpin yang baik. Langkah kakinya akan mengguncang Surga dan Neraka, napasnya akan membuat dunia hidup, air matanya akan membuat dunia menangis."
Mo Lian tidak perlu khawatir ada yang mendengarnya, karena tempat ini sudah dipasang array dan buku yang dibacanya sudah disamakan bentuknya.
"Alam Semesta adalah Alam yang paling sempurna! Alam Selestial memiliki Energi Yang. Alam Hanzi memiliki Energi Yin. Alam Semesta memiliki Energi Yin dan Yang, membuat pembudidaya di Alam Semesta memiliki kekuatan tak terbatas dan lengkap."
"Yin dan Yang, melambangkan satu kesatuan yang membentuk Alam Semesta..."
Mo Lian merenung dalam diam dan tidak bisa berkata-kata lagi untuk beberapa waktu sesaat membaca Catatan Kaisar Manusia. Ini membuka banyak pengetahuannya, terutama tentang Alam Semesta adalah yang terkuat dari Tiga Alam.
Mo Lian mengatur napasnya agar kembali tenang. Kemudian dia kembali fokus pada Catatan Kaisar Manusia untuk mengetahui informasi lebih banyak. "Alam Selestial sangat licik dan keji!"
Tiba-tiba Mo Lian berhenti dan ekspresinya terlihat rumit ketika membaca halaman selanjutnya. Dia tidak mengerti mengapa pembuka di halaman ini seperti ini. Ini terlalu tiba-tiba baginya.
Mengatur napasnya, Mo Lian kembali membaca, "Alam Semesta, Alam Selestial, dan Alam Hanzi pernah hidup dalam damai. Tapi Dewa-dewa di Alam Selestial merasa tersaingi dan takut kekuasaan mereka diambil alih oleh Kaisar Manusia, maka mereka mengendalikan Dao untuk memutus Energi Yang dari Alam Selestial ke Alam Semesta ..."
"Alam Hanzi terkena dampaknya akibat pemutusan Energi Yang dari Alam Selestial. Tapi mereka memiliki Jalan Enam Reinkarnasi, sehingga mereka dapat memasok Energi Yin yang awalnya berasal dari Energi Yang. Karena Alam Hanzi kekurangan Energi Yin, maka Alam Hanzi mengikuti langkah Alam Selestial dan memutus hubungan dengan Alam Semesta."
"Alam Semesta, yang kehilangan Energi Yin dan Yang, membuat pembudidaya melemah secara tajam!"
Mo Lian kembali terdiam, tiba-tiba teringat akan pesan Hong Xi Jiang yang memintanya naik ke Alam Selestial untuk menghajar orang-orang yang telah memutus energi untuk Alam Semesta. "Apakah ini, berhubungan?"
Mo Lian menggaruk kepalanya. "Alam Selestial tidak masuk akal! Dewa-dewa marah karena Alam Hanzi menggunakan Jalan Enam Reinkarnasi, mengatakan bahwa Hukum Hidup dan Mati tidak boleh dipermainkan, tapi Alam Hanzi membalikkannya dan menuntut Alam Selestial untuk mengembalikan Energi Yang. Akibatnya, Dewa Selestial dan Dewa Hanzi perang, mereka perang di Alam Hanzi dan Alam Semesta, membuat kehancuran yang tidak bisa dimaafkan!"
"Ratusan ribu ras di Alam Hanzi musnah, dan Alam Hanzi mulai mengering dari waktu ke waktu. Sangat sulit untuk mencapai Heavenly Immortal, apalagi menjadi Dewa."
"Jalan Enam Reinkarnasi meledak, melepaskan jiwa-jiwa yang harusnya bereinkarnasi. Jiwa-jiwa itu marah, membuat kekacauan yang lebih parah di Alam Semesta. Tangisan, ratapan, kemarahan di mana-mana."
"Alam Selestial masih tidak puas meski sudah menghancurkan Jalan Enam Reinkarnasi dan menghentikan Energi Yang. Alam Selestial mengendalikan Dao, lalu memberikan berkah untuk siapa saja yang menembus Dewa Bumi dengan maksud untuk mengikatnya, kemudian menekannya kembali ketika menembus Dewa Surga! Alam Selestial tidak ingin kedudukan mereka tersingkir!"
__ADS_1
Mo Lian kembali terdiam setelah membaca barisan ini. Dia benar-benar tidak mengetahui bagaimana Dao bisa dikendalikan oleh Alam Selestial, di mana yang diketahuinya bahwa Dao bekerja dengan sendirinya, mengikuti kerja alam.
Dia kembali membalik halaman lainnya. "Alam Selestial memberikan informasi palsu! Mereka memberi tahu pada Dewa Bumi di Alam Semesta untuk membunuh Dewa Bumi lain apabila ingin mencapai Dewa Surga dan naik ke Alam Selestial. Padahal, mereka hanya ingin mengekstrak energi Dewa Bumi untuk diri mereka sendiri!"
Mo Lian terus membaca, dan setiap kali mendapat informasi baru, pikirannya akan sedikit kacau karena informasi ini tidak seperti yang dia duga dan terlalu berat untuk dipahami.
Ada yang membuatnya bingung, itu tentang Energi Yin dan Yang. Apabila Alam Hanzi dan Alam Selestial memutus pasokan energi masing-masing, lalu mengapa masih ada Energi Yin dan Yang di Alam Semesta? Meski ... dia tidak tahu apakah kedua energi ini murni, karena dia sendiri tidak tahu dari zaman apa Kaisar Manusia ini berasal. Zaman Keemasan? Zaman Kuno? Sepertinya jauh ke belakang.
Kemudian banyak hal lagi yang membuatnya heran, mengapa Hong Xi Jiang seperti mengetahui tentang Kaisar Manusia. Apakah keduanya berhubungan?
Alam Selestial memiliki Pohon Perunggu Surgawi. Hancurkan, maka Alam Selestial akan mengalami nasib yang sama dengan Alam Semesta dan Alam Hanzi. Kemudian Dao akan bergerak berdasarkan alam.
Saat terus membaca, Mo Lian menyadari mengapa Alam Semesta masih memiliki Energi Yin dan Yang. Itu karena Kaisar Manusia yang tidak tahan dengan kehidupan Ras Manusia yang tertindas setelah Alam Selestial memanipulasi Dao.
Kaisar Manusia menghadapi pasukan dari Alam Selestial seorang diri, membunuh mereka tanpa henti bertahun-tahun lamanya. Sampai, tubuhnya kelelahan, dan karena tidak ingin tubuhnya diambil oleh Alam Selestial, maka Kaisar Manusia meledakkan dirinya sendiri.
Ledakan Kaisar Manusia hampir menghancurkan seluruh galaksi dan membunuh semua pasukan dari Alam Selestial. Energi Yin dan Yang dari tubuh Kaisar Manusia membuat Alam Semesta kembali hidup, tapi tetap tidak ada yang berani untuk menerobos Dewa Bumi karena ketakutan pada Dao yang dikendalikan.
Mo Lian membalik halaman terakhir dan berkata dengan sedikit terkejut, "Sudah habis? Apakah ini hanya catatan biasa? Tidak ada teknik? Lalu, jika Kaisar Manusia meledakkan diri, siapa yang menulis ini?"
Mo Lian kembali bingung atas pertanyaannya sendiri karena tidak ada yang menjawabnya. Catatan Kaisar Manusia, harusnya ada teknik tingkat tinggi. Tapi setelah melihat ada kertas yang robek, dia menyadari masih ada informasi yang tertinggal.
Kemudian ada informasi yang menurutnya menarik. “Bunuh Dewa Hanzi dan Dewa Selestial untuk mendapatkan Energi Yin dan Yang. Kemudian menjadi Dewa Sejati yang Memerintah Segala Hal”
Mo Lian merasa senang apabila membunuh bisa meningkatkan kekuatan, tapi sayangnya tidak ada lagi Dewa Hanzi yang memiliki Energi Yin yang Murni.
Turun ke Alam Hanzi? Alam Hanzi bahkan lebih buruk dari Alam Semesta. Di sana hanya ada Wilayah Neraka dengan beberapa orang yang bertugas. Tapi, dia merasa masih ada tempat tersembunyi yang masih belum diselidiknya di sana. Bagaimanapun saat itu masih Dao Immortal saat memasuki Alam Hanzi.
Mungkin saat dia turun kembali, dia bisa menemukan ras-ras tersembunyi. Dengan Ranah Dewa Surga, dia bisa mengetahui di mana Dunia Kecil berada lebih baik daripada saat masih Dao Immortal.
Jika memang benar-benar ada ras zaman dahulu yang masih bertahan, Mo Lian akan meminta mereka untuk bekerja sama dan menyerang Alam Selestial.
Pastinya tidak sedikit yang ingin menyerang Alam Selestial. Tapi yang terpenting saat ini, Mo Lian ingin tahu apa hubungannya Hong Xi Jiang dengan Kaisar Manusia. Teman? Pelayan? Atau bahkan Hong Xi Jiang adalah Kaisar Manusia itu sendiri yang bereinkarnasi. Tidak ada yang tahu secara pastinya.
Setiap kali dia bertanya tentang identitas Hong Xi Jiang, pastinya akan mendapatkan jawaban yang tidak pasti. Tapi dia mulai menyerah dan tidak ingin bertanya lagi, namun dengan adanya Catatan Kaisar Manusia, keingintahuannya kembali terusik.
...
Yun Ning melihat Mo Lian yang sedang membaca buku berkabut dan suaranya tidak bisa terdengar. Sampai akhirnya Mo Lian selesai membaca, tapi ekspresinya terlihat tidak baik.
__ADS_1
Yun Ning mendatangi Mo Lian setelah selesai mempersiapkan semuanya dan hanya perlu menerima pekerja. "Sayang, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"
Mo Lian mendongak menatap Yun Ning. Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu menepuk-nepuk pahanya sendiri.
Yun Ning melihat tangan Mo Lian, menganggukkan kepalanya dan duduk di paha Mo Lian.
Mo Lian memeluk pinggang Yun Ning. "Kapan akan resmi membuka tempat ini?"
Yun Ning menghela napas. "Awalnya kemarin, tapi masih banyak yang belum diselesaikan, jadi kami menundanya lagi. Tempat latihan belum selesai, asrama juga belum selesai. Masih banyak lagi."
"Begitu ..." Mo Lian mengangguk kecil, lalu mendekatkan wajahnya di leher Yun Ning dan menghirup aroma harumnya.
Yun Ning merasa sedikit geli, kemudian dia tersenyum ketika mengingat apa yang dikatakan Hong Xi Ning sebelumnya. "Xi Ning mengatakan bahwa Sayang ingin melakukannya malam ini sampai pagi. Apakah serius?" bisiknya di telinga Mo Lian.
Mo Lian tertegun, tidak mengharapkan bahwa Hong Xi Ning benar-benar mengamatinya dan bahkan memberitahukannya pada Yun Ning. Dia ingin mengurungkannya, tapi sepertinya tidak mungkin. Ia mendongak dengan senyumannya yang menawan dan menjawab, "Tentu, sudah lama kita tidak melakukannya."
Yun Ning melihat ekspresi Mo Lian yang sedikit panik. Dia tertawa kecil dan ingin menciumnya, tapi membatalkannya karena ini di halaman depan. Meski sudah disamarkan, tetap tidak baik.
Hong Xi Ning yang duduk di samping, membuka matanya perlahan. "Nan Ren, ada gelombang binatang buas dari arah timur laut dan tenggara. Binatang buas ini bukan menyerang secara alami, tapi ada yang memancingnya untuk menyerang Kota Louhu."
Mo Lian mengerutkan keningnya, dia mulai mengingat surat yang sudah dibacanya. "Kerajaan Teratai Api? Atau ... Sekte Boneka?"
"Keduanya." Hong Xi Ning menjawabnya langsung. "Sepertinya Sekte Boneka memanfaatkan hubungan panas antara Kerajaan Angin dan Kerajaan Teratai Api. Karena Sekte Boneka memiliki tujuan yang sama, mereka bekerja sama dengan Kerajaan Teratai Api untuk mengambil alih Kota Louhu. Kota sebelum Kota Louhu, sudah membelot selama tiga bulan."
Tiga bulan? Mo Lian merasa ini cukup aneh, kota itu sudah membelot cukup lama, tapi Kerajaan Angin tidak mengambil tindakan?
"Binatang Buas?" Yun Ning bersemangat, sudah lama dia tidak membunuh, dan ini juga bisa digunakan untuk melepaskan amarah maupun kekesalannya saat pertempuran melawan Wilayah Barat.
Mo Lian menatap Yun Ning yang bersemangat dan Hong Xi Ning yang meminta keputusan. Dia tersenyum dan berkata, "Binatang buas ini lemah, kalian bisa bersenang-senang di sana, tapi sembunyikan identitas kalian."
"Tentu." Keduanya menganggukkan kepalanya. Dengan fluktuasi spiritual mengelilingi, mereka menghilang dari tempat dan berpindah ke arah yang berbeda untuk menghalaunya.
Mo Lian berdiri dari tempat duduknya dan kembali ke tokonya sendiri untuk menemani Qin Nian yang menjaga toko.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1