
Pada malam harinya Mo Lian disibukkan dengan menulis buku-buku teknik yang diketahuinya, tentu saja ia menggunakan perangkat modern, tidak seperti saat ia berada di Galaxy Pusat yang harus menulis menggunakan kuas dan tinta.
Mo Lian berencana menulis banyak sekali buku teknik, dan 20 diantara banyak buku itu akan ada Teknik Budidaya yang cocok untuk orang-orang yang nantinya akan menapaki jalan Kultivator Dao. Mendapatkan yang cocok atau tidaknya itu tergantung keberuntungan mereka.
Waktu berlalu dengan cepat, dua jam telah terlewati semenjak ia mulai menulis buku teknik. Bulan juga sudah berada di posisi puncaknya, buku yang ditulisnya sudah berkisar antara 200 buku. Pada malam itu juga ia membawanya ke lantai tiga dan menyusunnya tapi di rak buku maupun di atas meja.
Setelah menyelesaikan semua urusannya, ia kembali turun menuju lantai dua, lebih tepatnya kamarnya untuk beristirahat karena besok ia akan bersekolah untuk melihat nilainya.
Ketika ia terbangun, alarm pada handphone-nya berdering. Dengan kedua tangan menyentuh kasur, ia menopang badannya untuk duduk bersandar, kemudian merentangkan kedua tangannya sembari menguap.
Dengan malasnya ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, kemudian turun ke lantai dasar untuk menyantap sarapan pagi, lalu berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ibunya.
Saat sudah tiba di sekolah, ia langsung pergi menuju tempat di mana nilai dipajang. Kemudian menuju ke ruang kelas untuk absen, lalu kembali pulang, ia tidak ingin berlama-lama di sekolah, karena baginya itu tidak ada artinya, ia ke sekolah sendiri hanya karena untuk menyenangkan ibunya tersayang.
Saat di sekolah ia juga tidak melihat Xia Fei maupun Long Bing, namun ia tidak ingin memikirkannya lebih jauh. Karena ia sudah tidak ada hubungannya dengan mereka lagi.
***
Mo Lian duduk bersila mengarah pada lembah di belakang mansion. Ia menghirup napas panjang kemudian menghembuskannya pelan, lalu ia memejamkan matanya untuk berkultivasi.
Pada saat ia berkultivasi, hari masih cukup pagi. Matahari juga belum berada di posisi puncaknya, jika dilihat melalui jam, terlihat waktu menunjukkan pukul 10.24
Berbicara tentang kultivasi, bukan hanya Keluarga Qin dan Yun saja yang berkeinginan untuk menapaki jalan Kultivator Dao, melainkan juga keluarga teman Mo Fefei yang dibawanya kemari untuk bekerja. Ia sendiri tidak mempermasalahkannya, tapi sama seperti sebelumnya, peraturan untuk membaca buku teknik hanya boleh dilakukan di lantai tiga.
Mo Lian berkultivasi dengan waktu yang terbilang lama untuk ukuran Bumi. Beda halnya jika berada di Galaxy Pusat, ia bisa berkultivasi tanpa beristirahat selama tiga bulan lamanya.
Ketika ia membuka matanya, langit sudah berubah warna menjadi jingga, waktu yang ditunjukkan jam tangan juga sudah berada di pukul 17.20. Ia merebahkan tubuhnya di atas rerumputan, kemudian mengayunkan kedua kakinya untuk membantunya berdiri.
Mo Lian berjalan memasuki rumah, saat ia berada di dalam ruang keluarga, ia bisa melihat banyak sekali orang-orang yang duduk di sofa yang sepertinya sedang menunggu kedatangannya.
__ADS_1
Saat mereka semua melihat kedatangan Mo Lian, mereka semua berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Mo Lian. Lalu berhenti saat jaraknya hanya tersisa dua meter. "Salam, Master," ucap Qin Zhang diikuti belasan orang lainnya.
Mo Lian menganggukkan kepalanya sembari mengangkat tangan kanannya membalas salam itu. "Apakah sudah lama?"
"Kami baru saja datang." Qin Zhang menjawabnya mewakili semua orang.
Mo Lian kembali menganggukkan kepalanya, ia tahu jika Qin Zhang dan lainnya sudah cukup lama menunggu kedatangannya. Namun Qin Zhang mengatakan jika baru sampai. Ia sendiri tidak menanyakannya lebih lanjut, ia berjalan membawa semua orang menaiki lantai tiga.
Semua orang membuka matanya lebar saat melihat apa yang ada di lantai tiga. Banyak sekali buku-buku teknik, bukan hanya Teknik Budidaya, tapi juga Teknik Bertarung dan sebagainya. Untuk tingkatannya sendiri terbagi menjadi lima tingkat, Kuning, Merah, Hitam, Bumi dan Surga.
Namun yang ada di sini hanya dari tingkat Kuning sampai Hitam untuk teknik bertarung, sedangkan untuk Teknik Budidaya berada antara tingkat Bumi dan Surga.
Mo Lian berbalik menatap belasan orang. "Silahkan cari buku yang menurut kalian cocok dengan kalian. Di sana adalah buku teknik pagi orang yang baru saja ingin menapaki jalan Kultivator Dao, dan di sana adalah buku teknik bertarung," ucapnya seraya menunjuk jarinya pada buku yang berada di tak maupun atas meja.
"Untuk menguasai teknik di sana minimal harus berada ditingkat Fase Mendalam tahap Akhir. Tapi tidak ada salahnya bagi kalian untuk membacanya, dan apabila kalian sudah sangat mahir dalam mengontrol energi spiritual, maka akan sangat mudah bagi kalian untuk menguasainya." Mo Lian melanjutkan perkataannya seraya berjalan menuju sofa yang berada di samping meja.
Baru saja berjalan beberapa langkah, ia menghentikan langkah kakinya. "Untuk anak kecil, aku sarankan berkultivasi saat sudah berusia sembilan tahun. Pada usia itulah yang sangat cocok untuk berkultivasi, jika terlalu cepat, itu hanya akan menyakiti diri apabila tubuh fisiknya tidak kuat."
Melihat itu, Mo Lian tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya pelan. Ia mengangkat kedua tangannya mengusap lembut puncak kepala kedua gadis kecil itu. "Jika kalian terus berolahraga dan latihan kecil, kalian berdua bisa berlatih bersama saat sudah memasuki usia enam sampai tujuh tahun."
Keduanya mendongakkan kepala menatap Mo Lian. "Benarkah Paman?" tanya keduanya bersemangat.
Bibir Mo Lian berkedut-kedut saat mendapati bahwa dirinya dipanggil dengan sebutan 'Paman'. Ia mengepalkan tangan kanannya, kemudian menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya. "Kalian berdua memanggil Qin Nian dan Yun Ning dengan sebutan apa?"
"Kakak."
Mo Lian menaikkan sebelah alisnya, ia tidak tahu mengapa ia yang usianya dua tahun lebih muda dari Qin Nian dan Yun Ning dipanggil 'Paman'. Sedangkan Qin Nian dan Yun Ning dipanggil dengan sebutan 'Kakak'. Apakah wajahku seperti seorang paman-paman? Tidak. Aku sangat tampan!
Ia menolehkan kepalanya ke arah di mana ia merasakan ada yang sedang menatapnya. Terlihat dua wanita muda yang sangat cantik sedang membuka buku, namun tatapan mata kedua wanita itu tertuju pada Mo Lian dengan raut wajah seperti menahan tawa.
__ADS_1
Mo Lian berdiri dari tempat duduknya meninggalkan kedua gadis kecil, ia berjalan menuju kedua wanita yang tengah mengejeknya tadi. "Apakah kalian berdua sudah memahaminya?"
Sontak kedua wanita yang tak lain ialah Qin Nian dan Yun Ning itu menundukkan kepalanya memfokuskan perhatian mereka pada buku. Keduanya berharap mendapatkan pujian dari Mo Lian, namun di sisi lain juga berharap agar Mo Lian pergi menjauh, alasannya sangat sederhana, mereka berdua gugup jika berdekatan dengan Mo Lian.
"Be- Belum." Keduanya menjawab serempak dengan kepala masih tertunduk menatap buku.
Mo Lian menghela napas panjang, ia menunjuk jarinya pada kalimat-kalimat yang tertulis pada buku. "Meskipun kita seorang Kultivator, tapi kita juga hidup di zaman modern. Kita memiliki teknologi yang maju, gunakanlah handphone kalian untuk mencari arti dari kalimat ini jika tidak mengetahui artinya. Berbeda dengan Teknik Budidaya, Teknik Bertarung sengaja aku buat menggunakan kata-kata yang sulit untuk dipahami, bahkan ada juga pepatah yang diselipkan di sana."
"Mengapa Master melakukan itu?" Qin Nian bertanya dengan nada sedikit kesal.
"Oh? Aku hanya ingin agar kalian lebih banyak membaca buku." Mo Lian mengangkat kedua bahunya. Ia menolehkan kepalanya menatap Yun Ning. "Yun Ning. Apakah Agensimu tidak marah karena kau selalu berjalan-jalan?"
Yun Ning menolehkan kepalanya menatap Mo Lian, kemudian kembali menolehkan kepalanya ke sisi lain dengan pipi sedikit mengembung. "Apakah Master tidak ingin aku berada di sini?"
Mo Lian terdiam sejenak dengan mulut sedikit terbuka, ia tidak tahu harus berkata apa. Jika ia mengatakan tidak ingin, itu hanya akan membuat Yun Ning kesal dan bahkan bisa baja memberontak karena merasa tidak dianggap. Namun jika mengatakan ingin, itu malah seperti memberi harapan pada Yun Ning. Ia menghirup napas panjang kemudian menghembuskannya pelan. "Bukan begitu, kau adalah Bintang Huaxia, semua orang pasti akan merasa senang jika dikunjungi oleh seorang bintang. Hanya saja, apakah ini tidak menganggu aktivitasmu yang lain?"
"Master tenang saja. Jika itu demi Master, aku bisa meluangkan waktu sebanyak apapun itu. Bukankah begitu? Nian?" Yun Ning menjawab sembari mengedipkan sebelah matanya pada Qin Nian.
Qin Nian tersentak, ia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang telah memerah. "Be- Benar. Jika itu demi Mas ... ter," sahutnya dengan nada semakin pelan disetiap kata-katanya.
Mo Lian menggelengkan kepala saat melihat tingkah Qin Nian dan Yun Ning. Ia berbalik menuju sofa di mana ia duduk sebelumnya, ia bersandar di sofa menunggu semua orang membaca buku teknik.
Lima jam kemudian, semua orang yang hadir di lantai tiga turun ke lantai dasar untuk menyantap makan malam meski sudah terlewat sangat jauh. Setelah selesai menyantap habis makanan yang dimasak oleh Su Jingmei, Mo Lian, dan Xin Hei Yu, belasan orang yang ingin menapaki jalan Kultivator Dao kembali ke kediaman masing-masing.
Dalam waktu lima jam itu, hanya empat orang yang bisa memahami apa yang tertulis di buku teknik. Itu adalah Qin Xuexing, Zhu Yunfan, Yun Yue, dan Yue Xin Mei.
Sedangkan untuk orang yang memahami Teknik Bertarung, itu adalah Qin Zhang, Qin Nian, Yun Hengtian, dan Su Jingmei.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...