
Bintang Xiang dalam masa kacau karena berita tentang bagaimana matinya perwakilan dari Tanah Suci telah tersebar luas saat di Dunia Rahasia. Kemunculan sosok yang dianggap sebagai Dewa Kematian pun membuat semua kekuatan bersiaga, banyak yang melarang murid-murid mereka agar tidak keluar dan tetap berada di gunung sampai keadaan kembali kondusif.
Tapi meski mereka berdiam di tempat masing-masing dan melarang siapa pun untuk turun mencari masalah, mereka tetap penasaran siapa Dewa Kematian.
Mengapa datang ke Bintang Xiang? Apakah Bintang Xiang akan bertahan atau hancur?
Banyak yang bertanya-tanya dan hampir semua pertanyaan yang mereka pikirkan sama. Kecuali, Sekte Pedang Mawar yang relatif kondusif karena Jiang Chen mengetahui kebenarannya.
Sekte Pedang Mawar mengalami peningkatan, banyak yang datang ke sana untuk mendaftar sebagai murid. Bahkan banyak saudagar kaya yang awalnya ingin mengirim anak-anak mereka ke Tanah Suci, mengurungkan niat dan memindahkannya ke Sekte Pedang Mawar.
Berita tentang Sekte Pedang Mawar yang masuk dalam Daftar Dunia Rahasia sudah diketahui, dan tentangnya yang tidak menyinggung Dewa Kematian pun diketahui. Jadi masuk ke Sekte Pedang Mawar relatif aman, berbeda dengan Tanah Suci yang panik, takut jika Dewa Kematian menyerang tiba-tiba.
Walaupun banyak sekte yang tidak menyingung Dewa Kematian dan relatif aman, tapi tidak ada yang masuk ke Daftar Dunia Rahasia selain Sekte Pedang Mawar, yang artinya mereka lebih rendah dari Sekte Pedang Mawar.
Reputasi Sekte Pedang Mawar meningkat, dan memiliki kedudukan tersendiri, meski tidak sebanyak Tanah Suci, tapi untuk Kekuatan Menengah, bisa dianggap sebagai yang terkuat.
Tanah Suci mulai memperhitungkan Sekte Pedang Mawar yang sebelumnya tidak pernah dianggap, tapi sekarang bisa membuatnya mereka berhati-hati. Banyak yang diam-diam mengirimkan mata-mata untuk menyusup ke Sekte Pedang Mawar, tapi semua mata-mata kembali dengan tangan kosong, semua informasi yang didapat tidak berguna, bahkan ada yang kehilangan ingatan.
Tanah Suci marah karena tindakan Sekte Pedang Mawar, tapi mereka tidak berani menyuarakan hal ini. Bagaimanapun, jika Tanah Suci mengatakan bahwa mereka mengirim mata-mata ke Sekte Pedang Mawar dan kembali tanpa mengingat apa pun, maka reputasi yang mereka bangun selama ini akan rusak.
Bukan hanya mengirim mata-mata ke Kekuatan Menengah, tapi mata-mata yang dikirim ingatannya terhapus, yang artinya mata-mata yang dikirim tidak profesional karena bisa dideteksi. Jika mata-mata dari Kekuatan Atas gagal melaksanakan tugas di Kekuatan Menengah, maka akan ada opini yang menyatakan bahwa Tanah Suci lebih lemah dari Sekte Pedang Mawar.
Jiang Chen sendiri tidak tahu kalau ada mata-mata yang menyusup ke Sekte Pedang Mawar. Itu semua dilakukan murni oleh Mo Lian secara diam-diam dari jauh, yang jaraknya puluhan ribu mil dari Sekte Pedang Mawar.
Mo Lian melakukan itu karena dia bertanggung jawab atas terkenalnya Sekte Pedang Mawar. Jika ada masalah, dia merasa tidak nyaman, setidaknya selama di Bintang Xiang, dia akan membantunya, tapi setelah pergi, dia tidak peduli lagi bagaimana nasib Sekte Pedang Mawar ke depannya.
...***...
—Paviliun Phoenix Musim Panas, Kota Bei—
Paviliun Phoenix Musim Panas adalah rumah makan yang sangat makmur di Kota Bei. Banyak orang berpengaruh yang datang ke sini untuk menyantap hidangan dengan harga fantastis, terlebih saat memasuki musim panas, karena makanan di musim panas adalah yang terbaik.
Ayam Putih Iris, Mie Es, Ceker Ayam Es, Es Jelly Mawar.
Walaupun hidangannya sama seperti hidangan musim panas China, tapi rasa di sini lebih enak karena menggunakan bahan berkualitas. Bumbu-bumbu yang terbuat dari tanaman berusia ratusan tahun, ayam yang diberi makan menggunakan herbal berkualitas dan lain sebagainya.
Paviliun Phoenix Musim Panas terbagi menjadi sembilan lantai, dan setiap lantai memiliki hidangan tersendiri. Setiap lantai dipatok dengan harga yang berbeda, dan lain teratas setiap hidangannya akan dibandrol dengan Batu Spiritual kualitas Tinggi.
Persyaratan untuk memasuki tiap lantai pun berbeda. Lantai dasar terbuka untuk umum, lantai dua untuk keluarga bangsawan kelas bawah, lantai tiga untuk keluarga bangsawan kelas menengah, lantai empat untuk keluarga bangsawan kelas atas, lantai lima untuk Kekuatan Bawah, lantai enam untuk Kekuatan Menengah, lantai tujuh untuk Kekuatan Atas, lantai delapan untuk Dewa Hitam, lantai sembilan untuk Dewa Bumi ke atas.
Alasan mengapa Kekuatan Atas ditempatkan di lantai tujuh daripada lantai sembilan karena sebelumnya banyak murid-murid dari Kekuatan Atas yang datang, memesan banyak makanan dan membuat kekacauan, tapi tidak membayar, sehingga pihak Paviliun Phoenix Musim Panas membuat aturan baru.
Adapun apakah Paviliun Phoenix Musim Panas mampu bersaing dengan Tanah Suci atau tidak, karena mereka bisa mengubah aturan tanpa mempedulikan pendapat Kekuatan Atas, maka mereka memiliki kekuatan yang mampu mendukung Paviliun Phoenix Musim Panas tetap berdiri.
...
__ADS_1
"Sayang, banyak yang berbicara tentang Dewa Kematian." Yun Ning membuka jendela di sampingnya, melihat jalan utama dari lantai sembilan Paviliun Phoenix Musim Panas.
Mo Lian memasang penghalang untuk meredam suara di dalam agar tidak terdengar dari luar. Meski bilik kamar ini memiliki pencegahan yang sama, dia tidak terlalu percaya dengan kualitasnya.
Mo Lian menggelengkan kepalanya. "Orang-orang asal memberikan nama. Apakah aku terlihat seperti Dewa Kematian? Ke mana pun aku pergi, aku selalu membawa kebahagiaan dan kehidupan."
Hong Xi Ning menoleh, menatap Mo Lian dengan tatapan aneh dan jijik secara bersamaan.
Mo Lian menutup matanya dan merasakan kedutan di pelipisnya. Dia bisa merasakan tatapan Hong Xi Ning dengan jelas, dan itu menyakiti hati kecilnya.
Hong Xi Ning tertawa kecil. Dia mengecup pipi Mo Lian, lalu kembali makan.
"Sayang, kapan kita berangkat?" tanya Qin Nian. Dia mengangkat kedua, membawa irisan ayam dengan sumpit ke arah mulut Mo Lian.
Mo Lian membuka matanya perlahan dan mulutnya, kemudian menerima irisan ayam. Dia mengunyah, menelan dan menjawabnya, "Setelah kita berpamitan dengan Jiang Chen, kemudian kita pergi ke Wilayah Utara. Di sana berbahaya, kita harus hati-hati."
"Apakah kita ke Wilayah Utara hanya untuk berurusan dengan Dewa Pembebasan Kehidupan?" tanya Yun Ning. Dia tahu alasan mereka ke Wilayah Utara untuk menghilangkan Dewa Pembebasan Kehidupan dari Alam Semesta dan memastikan tidak bangkit kembali, tapi dia merasa bahwa itu akan membosankan apabila hanya melakukan hal itu.
Mo Lian tahu apa yang dipikirkan oleh Yun Ning. Yun Ning datang ke tempat-tempat lain bukan karena ingin melakukan tugas-tugas berat, melainkan liburan, menganggapnya sebagai bulan madu.
"Iya." Mo Lian menganggukkan kepalanya, dan memperjelas, "Kita hanya mengurus Dewa Pembebasan Kehidupan, setelah itu kembali ke Wilayah Timur untuk membahas rencana ke depannya."
Yun Ning cemberut saat mengetahuinya hal itu, tapi dia tidak bisa melawannya dan hanya menerimanya.
Terlalu lama berputar-putar, terlalu banyak masalah yang datang. Tapi harus diakui, dia memang mendapat banyak keuntungan dengan banyaknya masalah yang datang.
"Kita tunggu saja, setelah semua ini selesai, pastinya suami kita akan membawa kita berkeliling ke tempat yang lebih indah," sahut Qin Nian. Jelas, dia juga menyukai tempat yang indah dan suka berlibur seperti Yun Ning.
Hong Xi Ning mengangguk setuju dan menambahkan, "Tapi jangan hanya kita berempat, kita harus membawa banyak orang agar lebih ramai."
Qin Nian dan Yun Ning saling memandang z kemudian membayangkan keluarga mereka ikut berlibur bersama. Mereka merasa itu akan menyenangkan.
Mo Lian meletakkan sumpit di atas mangkuk. "Aku sudah selesai makan. Kita bisa berangkat sekarang ke Sekte Pedang Mawar untuk menemui Jiang Chen."
Ketiganya mengangguk dan berdiri, lalu meninggalkan Paviliun Phoenix Musim Panas.
...***...
—Sekte Pedang Mawar—
Jiang Chen berada di Aula Sekte seorang diri, tepatnya di ruang rahasia untuk mengkonsolidasikan kekuatannya yang baru menerobos selama beberapa hari. Sekarang dia bisa sedikit bersantai dan memiliki waktu pribadi, sebelumnya, dia yang harus turun tangan karena hanya dia yang memiliki kultivasi Dewa Bumi.
Sekarang, meski tidak ada tambahan Dewa Bumi, setidaknya dia tidak lagi sendiri di Ranah Dewa. Setelah Jiang Chen kembali dari Dunia Rahasia, sudah ada beberapa yang menembus Dewa Pemula, dan kekuatan itu terus berkembang.
"Aku harus menjadi kuat untuk melindungi sekte ini. Aku tidak bisa selalu mengharap Mo Lian untuk membantuku." Jiang Chen menutup matanya perlahan, menarik napas dalam-dalam dan mempraktikkan Teknik Budidaya.
__ADS_1
Tepat saat dia akan mempraktikannya, dia membuka matanya lagi ketika merasakan aura yang tidak asing sedang datang ke Sekte Pedang Mawar.
"Mo Lian?" Jiang Chen mengerutkan keningnya. Dia berdiri, berjalan keluar dari ruang tersembunyi.
Ketika Jiang Chen tiba di Aula Sekte, dia bisa melihat Mo Lian yang duduk di kursi tamu dan ditemani oleh Penatua Kelima.
Penatua-penatua di sini sudah tahu siapa Mo Lian, karena itu tidak aneh bagi Mo Lian untuk masuk ke Aula Sekte tanpa harus menunggu izin dari Patriak.
Jiang Chen menangkupkan kedua tangannya dan sedikit membungkuk. "Apa yang membawa Anda kemari?"
Mo Lian berdiri dan menangkupkan kedua tangannya untuk membalas salam. "Kami berencana meninggalkan Bintang Xiang hari ini, dan mungkin tidak akan kembali lagi ke sini."
Jiang Chen sedikit terkejut. Meski dia tahu bahwa Mo Lian akan meninggalkan Bintang Xiang cepat atau lambat, tapi dia merasa ini terlalu cepat dan tiba-tiba.
"Apakah kalian tidak ingin tinggal selama beberapa hari lagi?" tanya Jiang Chen.
Mo Lian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Maaf, kami sedang buru-buru. Jika kami menundanya lagi, Dewa Pembebasan Kehidupan akan menjadi lebih kuat dan akan sulit untuk mengatasinya. Bagaimana jika kami terlambat, dan mereka sudah menciptakan monster yang mampu menandingi ratusan Dewa Surga? Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi."
Jiang Chen mengangguk, tetapi tidak mengatakan apa pun lagi termasuk membuat Mo Lian tinggal.
Mo Lian melangkah keluar dari Aula Utama. Dia memandang langit Sekte Pedang Mawar, dia mengangkat tangannya dan mengalirkan energi biru ke lapisan penghalang.
Tiba-tiba...
Aliran energi di dalam Sekte Pedang Mawar meningkat beberapa kali, penghalang yang melindungi sekte juga meningkat ke tingkat tertentu, bahan bakar yang digunakan juga berkurang, dan bahkan tidak lagi menggunakan Batu Spiritual untuk mempertahankan formasi array.
"Array Pertahanan di sini bisa menahan Dewa Surga tahap Akhir. Array Pengumpul Qi sudah naik ke tingkat tertentu. Bahan bakar yang digunakan tidak lagu menggunakan Batu Spiritual, formasi ini langsung mengambil energi spiritual di atmosfer untuk bahan bakarnya."
Jiang Chen melihat sekitarnya, dan memang merasakan adanya perubahan. "Tapi, perubahan semacam ini harusnya membawa efek tertentu, mengapa tidak ada ledakan energi atau fenomena alam?"
Mo Lian menatap Jiang Chen. "Apakah kau ingin seperti itu? Aku bisa mengubahnya, tapi kau harus siap-siap menjadi target Tanah Suci. Mungkin dengan adanya fenomena, mereka akan menganggap bahwa Sekte Pedang Mawar memiliki Harta Surgawi. Bahkan jika bisa menahan serangan Dewa Surga tahap Akhir, tapi kalian tidak bisa keluar dari sini karena serangan terus-menerus, apakah kau ingin seperti itu?"
Jiang Chen terdiam. Dia memikirkannya, dan itu masuk akal. Tapi, untuk mengubah atau menghilangkan fenomena yang biasanya selalu muncul, pastinya kekuatan Mo Lian tidak lagi berada di Alam Semesta, itu harus mengikuti kekuatan dari Alam Selestial.
Mo Lian menatap istri-istrinya, lalu mengangguk kecil. Dia melihat sekeliling, kemudian menatap Jiang Chen. "Kalau begitu, kami akan pergi sekarang."
"Ah!" Jiang Chen tersentak, kemudian dia menangkupkan kedua tangannya. "Semoga perjalanan Anda lancar."
Mo Lian membalas salam Jiang Chen, kemudian dia membuka portal biru di sampingnya, dan masuk ke dalam bersama istri-istrinya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1