
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuknya bisa keluar dari wilayah Istana Neraka, tapi dengan adanya peta yang sudah didapatkan dari Yan Luo, ia bisa mengeksplorasi Alam Hanzi dengan baik tanpa takut tersesat.
Mo Lian juga menyadari jika Yan Luo memanfaatkannya untuk menghabisi Ras Iblis yang ada di Alam Hanzi, tapi ia tidak masalah dengan hal itu, bukan karena mudah dimanfaatkan. Tapi karena pertukaran, ia mendapatkan peta, maka ia menghabisi dan ini juga merupakan sebuah janjinya dengan Hong Xi Ning.
Ini juga merupakan kesempatan untuknya mengambil sumber daya milik Ras Iblis, yang tentunya masih berguna baginya karena memiliki Teknik Budidaya Pemurnian Hitam. Teknik Iblis yang sudah ia sempurnakan agar cocok digunakan olehnya dan tidak memiliki efek yang mampu mengubahnya menjadi Iblis.
Mo Lian mengubah penampilannya setelah keluar dari Istana Neraka, mengubah warna kulitnya menjadi merah dengan telinga runcing dan taring tajam. Ia mengubahnya menggunakan Artefak Surga yang ia buat, Topeng Merah.
Topeng yang terbuat dari kulit Binatang Spiritual Ranah Dao Immortal, yang mampu mengubah penampilan serta aura sesuai dengan keinginan pemakai.
Mengapa ia melakukan hal ini, karena banyak Heavenly Immortal yang ada di Alam Hanzi, sama seperti Yan Luo, Hei dan Bai.
Jika melawan tiga secara bersamaan, mungkin masih bisa dilakukannya, tapi jika lebih, ia harus mengerahkan banyak tenaga.
Mo Lian mempercepat terbangnya dengan kecepatan penuh, dan membutuhkan setidaknya delapan jam untuknya sampai di Kerajaan Iblis Merah. Ia bisa melihat wilayah yang sangat luas, dan tidak ada salahnya mengatakan bahwa luasnya menyamai Bintang Utama.
Temboknya berwarna merah yang terbuat dari tanah, dan ada sungai lahar panas yang mengelilingi kota.
"Ada Iblis Merah, Iblis Hitam, Monster Binatang, Monster ..." Mo Lian agak bingung dengan kerajaan monster terakhir dalam hal penyebutannya. "Monster Game?"
Gambar yang ada di peta menggambarkan monster seperti Minotaur dan Ogre, yang mana itu membingungkan dirinya untuk menyebutnya. Bagaimanapun, selama ini monster yang terlihat masih dalam wujud binatang, kecuali Ras Vampire.
Mo Lian mengubah tubuhnya menjadi api yang menyala dan menghilang, yang kemudian berpindah tepat di dalam Kerajaan Iblis Merah yang sangat panas.
Baru datang memasuki kota di gang kecil antara celah bangunan, Mo Lian sudah menyadari mengapa Istana Neraka dan Iblis sangat bermusuhan.
"Begitu ..." Mo Lian menganggukkan kepalanya berkali-kali. Ia melihat jiwa-jiwa yang berjalan di jalan utama dan terdengar suara tangis darinya. "Jiwa dari Istana Neraka, yang mana merupakan jiwa manusia biasa yang mati. Jiwa-jiwa itu ditangkap dan dibawa ke sini untuk meningkatkan kekuatan, atau diperbudak."
Mo Lian keluar perlahan dari gang kecil seraya membuat gerakan sederhana, yang dalam sekejap mata menciptakan dua cincin berwarna biru dan putih.
Cincin biru menghisap jiwa hitam untuk membersihkan dendam pada jiwa liar, yang kemudian terhisap oleh cincin putih dan mentransferkan jiwa-jiwa itu ke Istana Neraka untuk bereinkarnasi melalui Sungai Kuning.
"Sialan! Siapa yang mengambil jiwa yang baru ku tangkap!?"
__ADS_1
"Akan aku bunuh yang mengambil budak ku!"
"Teknik ini! Aku tidak tahu teknik apa, tapi sepertinya akan mengembalikan jiwa yang kita curi kembali ke Sungai Kuning!"
Terjadi kepanikan saat jiwa-jiwa yang dengan susah payah ditangkap, kemudian menghilang dalam sekejap. Tapi, tidak ada yang menyadari bahwa itu semua adalah ulah Mo Lian.
Aku masih tidak tahu alasan mengapa ada kerajaan, tidak ada apa pun di sini. Tidak ada kedai atau toko, batin Mo Lian yang melihat sekitar.
Mo Lian yang melihat iblis-iblis ini, merasa lebih heran mengapa banyak manusia yang memilih jalan Kultivator Iblis dan berencana membuka Gerbang Neraka. Apa untungnya dari membuka gerbang itu, yang nantinya merusak Alam Semesta. Kekuatan? Hanya dengan berlatih bisa menggapainya tanpa harus mengorbankan jiwa.
Mata uang di sini tidak menggunakan Batu Spiritual, karena itulah ia sedikit kebingungan untuk mencari penginapan agar bisa mencari informasi.
Karena tidak memiliki uang dan tidak ingin mencarinya, maka Mo Lian memutuskan untuk kembali ke dalam gang kecil, dan masuk ke dalam tanah tandus yang sangat panas. Untungnya, bagi Mo Lian yang sekarang, suhu itu hanya seperti bermandikan terik matahari.
Mo Lian yang sudah memasuki tanah tandus, mulai membuat ruang di dalam tanah dan mengubahnya agar sesuai dengan tempatnya. Kemudian ia menyebarkan kesadarannya, mencoba untuk mencari tahu kekuatan Kerajaan Iblis Merah.
Tidak ada satu pun tempat di Kerajaan Iblis Merah yang bisa disembunyikan dari Mata Langit Mo Lian. Ia melihat semuanya secara rinci, beserta aura-aura yang ia rasakan.
Tidak lama kemudian, Mo Lian membuka matanya perlahan seraya menghela napas panjang. "Ada pilihan ribu Dao Immortal dan sepuluh Heavenly Immortal, salah satunya sudah kubunuh, Guan Xan ..."
"Aku akan mencoba menyerap aura di sini dengan Teknik Budidaya Pemurnian Hitam. Semoga saja tidak lama sebelum akhirnya berhasil menembus Heavenly Immortal."
Mo Lian duduk bersila dan mengubah ruang di sekitarnya agar lebih turun ke dalam inti bumi. Ia tidak ingin terlalu dekat dengan permukaan, yang mana mampu menarik perhatian Heavenly Immortal di atas karena perubahan aliran energi.
***
Istana Iblis Merah
Sudah berkumpul 9 Heavenly Immortal dari tahap Awal sampai Menengah di ruang pertemuan. Ruang berwarna merah darah, dan ada hiasan tengkorak manusia yang menggantung di dinding ataupun pilar.
Tengkorak manusia itu didapatnya saat datang ke Alam Semesta, yang membantai manusia dan membawanya ke Alam Hanzi untuk dikonsumsi daging dan darahnya.
Di kursi pusat, terlihat pemuda berambut hitam panjang, kulit putih dengan mata merah menyala. Pada bagian pipinya, ada pola-pola aneh yang sulit dijelaskan berwarna merah.
__ADS_1
Pemuda itu bernama Guan Ling, yang merupakan kakek dari Guan Xan. Heavenly Immortal tahap Menengah yang hampir menembus tahap Akhir.
Guan Ling terlihat marah dan amarahnya tidak mereda sama sekali semenjak kematian Guan Xan. "Jika kesampingkan tentang cucuku. Sekarang, bagaimana keadaan Alam Hanzi dan Semesta?"
Salah seorang pria tua yang berambut putih, mata merah dan janggut hitam panjang. Sepanjang lengannya berwarna merah itu mengangkat tangan kanannya dan memberi laporan. "Sekarang, Alam Semesta sudah kehilangan kekuatannya, kami menduga yang membunuh Guan Xan adalah Hong Xi Jiang ..."
"Hong Xi Jiang sendiri tidak muncul lagi dan tidak terdengar kabarnya setelah membunuh Guan Xan. Kami menduga, dia sedang mengurung diri. Karena itu, ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang Alam Semesta." Pria itu menutup catatannya dan meletakkannya di atas meja hitam.
Heavenly Immortal yang lain hanya diam dan menganggukkan kepala sebagai persetujuan atas laporan yang diberikan Qiang Lang.
Guan Ling menganggukkan kepalanya, lalu membuka mulutnya hendak berucap, namun terhenti saat merasakan ada perubahan di Kerajaan Iblis Merah.
Guan Ling menutup matanya perlahan, mencari keanehan yang terjadi. Hingga tak lama, ia membukanya lagi. "Jiwa-jiwa manusia yang ditangkap dari Istana Neraka, kembali ke tempat semula untuk bereinkarnasi."
"Ini masalah penting, kita harus mengecek semua penduduk dan membunuhi jika ada yang berkhianat." Guan Ling berdiri dari kursinya seraya menekan kedua tangannya di atas meja sebagai tumpuan.
Heavenly Immortal yang lain kembali mengangguk dan berdiri, yang kemudian sedikit membungkukkan badan seraya menangkupkan kedua tangan mengarah pada Guan Ling. "Baik, Yang Mulia."
Mereka mulai menghilang dan berpencar ke segala arah, mencari keanehan dan akan membunuh siapa pun yang melawan tanpa ampun, beserta membunuh semua keluarga dan keturunannya.
Guan Ling berjalan ke salah satu pilar kokoh berwarna hitam, kemudian mengangkat tangannya untuk menyentuh pilar. "Aku akan mengirimkan beberapa teknik ke Alam Semesta, menciptakan Kultivator Iblis yang akan membantu kami membuka Gerbang Neraka!"
"Jika Gerbang Neraka terbuka, kami bisa mengambil Alam Semesta!"
Klak!
Pintu tersembunyi terbuka di pilar besar, dan saat Guan Ling melangkah masuk ke ruang kecil seperti lift satu orang, pintu itu kembali menutup.
"Aku akan mempersiapkan diri untuk menghancurkan Istana Neraka! Agar kami memiliki kekuatan besar di Alam Hanzi dan Semesta!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...