
Mo Lian menutup matanya untuk sesaat, sebelum akhirnya kembali membuka matanya, memperlihatkan mata biru yang menyala seperti api.
Ngung, ngung...
Cincin Dewa di belakangnya mulai mendengung menanggapi auranya yang mulai naik dan mendominasi keadaan sekitarnya, tidak lagi seperti sebelumnya dengan langit merah dan tanah tandus yang terbakar penuh lahar panas yang mengalir.
Aura di sekitarnya mulai cocok untuk manusia tinggal, tapi tidak cocok untuk Iblis Hitam yang berkultivasi dengan miasma. Itulah alasan mengapa para Iblis Merah ataupun Hitam yang datang ke Alam Semesta, mulai menghancurkan bintang-bintang di Galaxy Pusat untuk mengubahnya menjadi tempat yang cocok.
"Mencoba kabur?" Mo Lian mengangkat tangan kanannya sejajar dengan lehernya, kemudian mengepalkan tangannya.
Bang!
Dentuman keras berasal dari kepalan tangan Mo Lian saat energi kuat menyebar ke segala arah. Samar-samar terlihat gelombang pasang berwarna putih transparan, yang hampir menyatu bersama atmosfer sekitar.
Daratan terus tersapu dan terangkat saat gelombang energi itu terus bergerak ke segala arah, menciptakan ledakan beruntun dengan lahar panas yang menyembur keluar dari dalam tanah.
Walaupun tanahnya berubah menjadi sangat parah dari sebelumnya, energi Mo Lian yang menyebar tetap bertahan dan tidak menghilang, seperti semua ini tidak ada artinya. Di depan matanya, tidak ada yang mampu bertahan kecuali God Realm tahap Menengah.
"Kembali!" Mo Lian mengibaskan tangannya yang terangkat.
Fluktuasi energi spiritual mulai berkumpul mengelilingi Mo Lian, yang kemudian terlihat pusaran cahaya berwarna biru dari energi itu. Dari dalam pusaran, terlihat ada pria dan wanita yang memiliki tanda yang sama di bagian pipinya, mereka adalah Iblis Hitam yang mencoba melarikan diri.
"Lima Heavenly Immortal. Bagaimana kalian begitu kejam meninggalkanku sendirian di sini? Aku sangat sedih."
Tidak ada yang berani bergerak sedikit pun meski Mo Lian berucap dengan suara lembut dan terlihat bersahabat.
Mo Lian melihat 5 Iblis Hitam di depannya yang tidak bergerak, seperti ada kekuatan kuat yang menahan pergerakan mereka. Ia menatap tajam mereka semua, menambah tekanan yang ada. "Ayam lemah."
Tiba-tiba ada aura kuat yang mulai berkumpul di sekitar 5 Iblis Hitam saat mendengar provokasi dari Mo Lian yang tidak bisa mereka terima.
"Bahkan jika aku mati, aku harus membawamu bersamaku!" Sha Liang Ga adalah Raja dari Iblis Hitam, ia terlihat sangat marah dengan sayap hitam yang mulai muncul di punggungnya.
Kuku jarinya mulai memanjang dan terlihat tajam seperti pedang, pakaian yang ia kenakan mulai koyak dan digantikan dengan sisik keras seperti baja.
Whooooosh!
Sha Liang Ga bergerak sangat cepat di wilayah kekuasaan Mo Lian, ia mampu mengabaikan aura yang menekannya.
Swoosh!
Sha Liang Ga mengayunkan tangannya dengan kuku tajam yang sudah dilapisi energi kuat berkabut hitam yang merupakan miasma. Ia mengarahkan serangannya pada Cincin Dewa Mo Lian, karena ia merasa Cincin Dewa inilah yang mengubah Kerajaan Iblis Hitam.
Bang!
__ADS_1
Cakar dan Cincin Dewa yang saling berbenturan itu mengakibatkan dentuman yang sangat keras, sampai menggetarkan tulang-tulang maupun patahnya kuku Sha Liang Ga.
Sha Liang Ga terpana dengan mata yang membulat saat melihat serangannya yang tidak berdampak pada Cincin Dewa, yang ada hanya rasa sakit pada jari-jari tangannya yang mulai mengeluarkan darah. Ia melirik melihat 4 Iblis Hitam lain yang masih diam, memberikan tanda dengan kedipan mata untuk bergerak.
Iblis Hitam lain menggertakkan giginya dengan kemarahan dan kebencian yang mulai bangkit di hati. Mereka mulai mengalami perubahan yang sama seperti Sha Liang Ga.
Ada 4 Heavenly Immortal tahap Menengah, yang salah satunya hampir menembus tahap Akhir, dengan Sha Liang Ga yang Setengah Ranah God.
Keempat Iblis Hitam lain bergegas pergi meninggalkan tempat ketika sudah berubah, gerakannya sangat cepat dan tiba-tiba sudah berada di kiri kanan maupun atas dan depan Mo Lian.
Kuku tajam mereka diselimuti energi kuat membentuk kabut hitam.
Mo Lian masih tetap diam dan melemahkan kekuatannya untuk mencari tahu seberapa cepat regenerasi tubuhnya jika terluka.
Slash! Slash! Slash!
Tubuhnya terkena sayatan dari kuku tajam, dan luka yang diterima cukup dalam. Tapi, hanya dalam waktu tidak sampai dua detik, tubuhnya langsung pulih kembali dengan miasma yang terbuang.
Kesenangan dari 5 Iblis Hitam hanya berlangsung singkat saja saat melihat luka yang berhasil sembuh kembali. Tapi, mereka tidak berhenti dan terus menyerangnya dari segala arah.
"Hahahaha! Apakah kau melemah!? Regenerasi milikmu mulai melambat!" Sha Liang Ga terus menyerang tanpa henti dan tertawa terbahak-bahak.
Mo Lian yang terus-menerus terkena serangan, hanya diam dan menghela napas panjang. Namun detik berikutnya, ia mendongak seraya melepaskan kekuatannya lagi.
Bang!
Sha Liang Ga terhempas di udara penuh tekanan, yang tekanannya lebih kuat lagi dari sebelumnya. Tubuhnya mulai mengalami luka karena tekanan yang ada, dimulai dari kedua sayapnya yang koyak dan terputus tidak lama kemudian.
Sreek!
Gerakan Mo Lian sangatlah cepat, sampai mampu merobek ruang hanya dari gerakan sederhana. Ia mengejar salah satu Iblis Hitam, yang merupakan seorang wanita.
Wanita berambut hitam panjang berkibar, membulatkan matanya saat melihat Mo Lian yang tiba-tiba sudah ada di depannya. "Tu- Tunggu—"
Mo Lian mengulurkan tangan kanannya menangkap leher wanita itu.
"Lepaskan dia!"
Dari empat arah yang berbeda, datang berbagai macam serangan yang mengarah pada Mo Lian.
"Teknik Dewa ..." Mo Lian melepaskan Energi Sejati di sekitar tubuhnya membentuk cincin yang melingkarinya, darah mulai mengalir di sudut bibirnya karena menggunakan teknik yang tidak seharusnya digunakan untuk Ranah saat ini.
"Kehancuran Alam!"
__ADS_1
Bang! Bang! Bang!
Booom! Booom! Booom!
Langit mulai meledak-ledak tanpa henti memperlihatkan retakan ruang hitam pekat, daratan juga meledak dan hancur, memperlihatkan lautan lahar panas sejauh mata memandang.
Angin mulai bertiup kencang seperti pedang tajam yang mampu membelah apa pun seperti mentega.
Aliran energi juga kacau tak beraturan, membuat Iblis Hitam tidak lagi bisa bergerak dan mulai mengalami perubahan pada tubuh mereka masing-masing. Perubahan itu terlihat pada tubuh mereka yang terus membengkak karena energi yang mengalir deras, hingga tak lama kemudian meledak tanpa sisa.
Mo Lian yang merupakan pemilik serangan juga tidak luput dari luka. Ia mengalami luka yang cukup parah pada sekujur tubuhnya, darah mengalir deras dari mata, bibir dan hidungnya, kakinya juga hancur dengan salah satu tangan yang meledak.
Dari kejauhan, tempat Mo Lian berada sudah sangat parah, lebih mengerikan dari Alam Hanzi itu sendiri. Ledakan besar dengan api menyala tidak ada hentinya, wilayah yang dihancurkan juga semakin meluas, mungkin sudah seluas Galaxy Pusat.
"Berhenti."
Hanya dari satu kata yang terucap, semua ledakan yang menghancurkan itu berhenti dalam sekejap. Api yang menyala mulai padam, retakan-retakan di langit juga kembali pulih seperti sedia kala.
Mo Lian yang sudah terluka parah, mengalirkan Energi Sejati ke tangan kanannya, menciptakan serangan yang sangat luar biasa. Tanpa membuang waktu ataupun ragu, ia memukulkan tinjunya pada tubuhnya sendiri.
Duarr!
Tubuh Mo Lian meledak menjadi partikel-partikel kecil, bahkan Inti Jiwanya juga hancur berkeping-keping.
Energi Sejati berputar-putar di tempat di mana Mo Lian meledak, Energi Sejati mengumpulkan serpihan Inti Jiwa dan menggabungkannya kembali menjadi Inti Jiwa Baru.
Inti Jiwa bergabung berwarna biru, yang kemudian ada pola-pola aneh berwarna emas yang memancar. Tidak cukup sampai di situ, masih ada lagi yang mana tulang-tulang putih mulai bermunculan membentuk kerangka manusia.
Tulang itu memancarkan sinar emas, yang mana pola-pola maupun huruf kuno tercetak jelas di sana.
Otot-otot juga mulai melilit, yang warnanya juga memancarkan sinar emas. Dilanjutkan dengan darah yang mulai keluar dari Inti Jiwa, darah itu berwarna merah, namun langsung berubah saat ada pola-pola yang bergabung.
Setelah beberapa saat, yang mana daging dan kulitnya juga sama-sama memiliki pola. Tubuh Mo Lian sudah benar-benar kembali seperti semula, hanya saja ada yang berbeda, rambutnya yang berwarna putih sudah lebih panjang sampai mata kakinya, di dadanya ada tato berwarna biru sampai pinggang.
Mo Lian membuka matanya perlahan, memperlihatkan mata hitamnya yang berkilauan. Ia menarik napas panjang, kemudian mengembuskannya perlahan.
"Sangat berisiko, menggunakan Teknik Dewa, yang hanya Ranah God tahap Menengah saja yang mampu menggunakannya. Tapi, aku sudah menggunakannya saat di Ranah Heavenly Immortal tahap Awal."
Mo Lian melihat telapak tangan kanannya, kemudian ia menunduk melihat lahar panas yang bergolak seperti air mendidih. Ia menunjuk lautan lahar, terlihat ada embun es yang turun secara perlahan.
Ketika embun es mulai menyentuh lahar, tiba-tiba lautan lahar itu membeku sejuah mata memandang.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...