
Rahasia yang ditemukan Mo Lian di Domain Dewa bukan hanya awal dari penciptaan Tiga Alam, tapi semua hal tentang Dewi Nuwa yang bergabung untuk menciptakan Tiga Alam tersebut.
Sebelum Tiga Alam tercipta, semuanya kosong. Hanya ada kekacauan di ruang gelap tak berujung, kemudian keberadaan kuat terlahir dari Kekacauan ini. Tapi mereka hanya berkeliaran di Kekacauan dengan perasaan kosong, tidak ada tujuan sama sekali. Sampai akhirnya, ada sebuah bintang tandus seperti Mars yang terbentuk entah dari mana.
Yang datang ke tempat itu adalah Pan Gu, Dewi Nuwa, Yuanshi Tianzun dan Taoist Sanqings.
Pan Gu menciptakan Dao Hanzi atau yang sekarang dikenal sebagai Leluhur Kaisar Dewa Kuno. Dewi Nuwa menciptakan Ras Manusia. Yuanshi Tianzun dan Taoist Sanqings menciptakan Dao Surgawi dan Alam Selestial.
Tempat di mana mereka menciptakan tiga keberadaan dikenal sebagai Bintang Biru di kemudian hari. Setelah berlalunya waktu, karena perbedaan bentuk dan kekuatan, Bintang Biru mengambil tindakan dengan memisahkannya menjadi Tiga Alam.
Tapi karena Bintang Biru mengandung banyak Jalan Kekacauan di awal mula penciptaan, lambat laun mulai bocor dan menyebar di Kekacauan lain. Sampai akhirnya bintang-bintang lain terbentuk, dan akhirnya disebut sebagai Alam Semesta.
Di bintang-bintang itu mulai terbentuk keberadaan lain, tidak sekuat Ras Manusia pertama di Bintang Biru, apalagi Dewi Nuwa.
Adapun dari mana Dewi Nuwa tercipta, Mo Lian hanya tahu ada keberadaan kuat yang lelah hidup dan memilih mati. Kekuatan yang tertinggal di Kekacauan mulai menyebar, membentuk Kesadaran Spiritual-nya sendiri dan mengambil bentuk baru dengan pemikiran tersendiri.
Mo Lian tahu tentang Dewi Nuwa, bahkan sebelum mengambil Jalan Kultivasi, dia pernah membaca tentang Dewi Nuwa dan semua tentang hal-hal yang tercipta sebelumnya. Tentu, dia tidak terlalu percaya sebelumnya, tapi setelah tiba di Domain Dewa, dia tidak berharap cerita-cerita di internet yang dibacanya secara iseng, ternyata adalah kebenaran.
Hong Xi Jiang tertegun, kemudian dia mencoba mengingatnya kembali. Dia sendiri adalah Manusia Pertama yang diciptakan yang mendapat tiga berkah, di mana yang lain mati karena usia, tapi dia tetap hidup sampai akhirnya menjadi Kaisar Manusia.
Ketika dia membuka matanya, dia terkejut saat mengetahui bayangan yang tertinggal jauh di dalam ingatannya. Dia memang samar-samar mendengar suara Dewi Nuwa yang mengeluh tentang kebosanan saat berkeliaran di Kekacauan, dan akhirnya sampai di bintang tandus, kemudian berhasil menciptakan Ras Manusia.
"Ya... Aku ingat sekarang, dulu tidak ada namanya Tiga Alam. Kita semua hidup di satu tempat, Bintang Biru. Tapi karena selalu ada perselisihan, kekuatan yang ditinggalkan Yang Mulia Dewi Nuwa akhirnya bereaksi, dan itu memisahkan Bintang Biru menjadi tiga bagian, dan kemudian menjadi “Tiga Alam” seperti sekarang."
Tubuh Hong Xi Jiang bergetar dengan mata terbelalak, seolah dia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakannya sendiri.
Mo Lian mengangguk. Kemudian dia menengadahkan kepalanya melihat langit, saat ini kekuatannya sudah mampu mengatur Tiga Alam, tapi dia masih merasa kosong. Adapun pergi untuk mencari Dewi Nuwa dan menambah kekuatannya, dia tidak berpikir ke arah itu. Menurutnya, sudah cukup tinggal di Alam Semesta, yang sekarang sudah menjadi Alam Utama.
Tidak perlu lagi mencari kekuatan, lebih baik hidup tenang dan menjaga yang ada. Memanjakan istri-istrinya, hidup sampai tua dengan membesarkan anak-anak.
Dao Surgawi tertegun, tapi dia pulih dengan cepat. Ia menoleh menatap Leluhur Kaisar Dewa Kuno, kemudian keduanya menganggukkan kepalanya seolah telah mencapai satu tujuan.
__ADS_1
Tanpa memberikan kesempatan bagi Hong Xi Jiang dan Wang Yue Fei bereaksi, keduanya sudah berpindah ke belakang Mo Lian.
Selama Mo Lian dibunuh, maka kemenangan ada di pihak mereka. Adapun kekuatan Mo Lian yang sekarang, mereka masih percaya diri bahwa kekuatan Mo Lian belum stabil, dan mungkin setelah membunuh Qing Tong dan Kaisar Giok, Mo Lian menerima luka dalam, sehingga membuat kekuatannya turun.
Secara alami, Mo Lian mengetahui apa yang dipikirkan oleh Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno. Dia yang sekarang sudah bisa dianggap sejajar dengan Dewi Nuwa, bukan dari segi kekuatan, tapi dari segi identitas, yang mana sama-sama mengambil Jalan Kekacauan, bukan Dao.
Dao adalah Jalan yang dibentuk oleh Dewi Nuwa, dan Kekacauan adalah Asal yang membentuk Dewi Nuwa.
Jadi untuk Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno menyerang Mo Lian, ini seperti melempar telur ke tumpukan batu.
Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno menyatukan tangan kanan dan kiri mereka, di mana Dao Surgawi ada di kanan, menggunakan tangan kirinya untuk bersentuhan dengan tangan kanan Leluhur Kaisar Dewa Kuno.
Yin dan Yang terbentuk di belakangnya dengan warna yang sangat kontras, membawa kekuatan yang melebihi apa pun di Tiga Alam.
Tangan mereka diselimuti oleh energi yang berbeda, merah dan emas, dingin dan hangat, tapi sama-sama membawa aura membunuh yang kuat.
Tidak ingin memberikan kesempatan untuk Mo Lian, keduanya melepaskan serangan terkuat mereka.
Ketika telapak tangan keduanya mengenai punggung Mo Lian, energi merah dan emas terjerat satu sama lain, menimbulkan ledakan keras yang membawa kehancuran tertinggi. Gelombang kejut menghempaskan apa pun, gelombang suara memecahkan gendang telinga semua orang, tulang-tulang bergesekan, darah mulai mengucur deras dari pori-pori kulit.
Hong Xi Ning yang berada cukup jauh, menahan sakit di tubuhnya dan berteriak, dia ingin membantu Mo Lian tapi ditahan oleh Chu Yeyu.
Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno tersenyum dingin, mengungkapkan kemenangan. Tapi kesenangan itu tidak bertahan lama...
"Apakah sudah selesai?"
Ketika kata-kata itu jatuh, asap hitam yang menghalangi pandangan langsung menghilang tanpa jejak. Kemudian melihat sekitar, ada bola pelindung berwarna ungu yang menahan daya ledak dari serangan Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno untuk tidak terlalu besar.
Melihat Mo Lian, di sekitar tubuhnya terlihat ada sajak-sajak aneh seperti mantra tertentu, tapi itu memiliki aura yang lebih kuat dari Dao apa pun. Tubuhnya memancarkan cahaya putih seperti Abadi, terasa hangat, tapi nyatanya hangat ini tidak menenangkan hati, melainkan memberikan rasa takut yang tak terbayangkan.
Mo Lian berbalik seraya mengangkat tangan kirinya, kemudian menurunkannya perlahan tanpa emosi.
__ADS_1
Tekanan berat tiba-tiba datang memborbardir Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno. Tubuh keduanya tidak bisa menahan tekanan ini bahkan selama satu detik, seolah ada aturan yang membuat energi di dalam tubuh mereka tidak bergerak sesuai kehendaknya.
Keduanya terhempas jatuh dengan kecepatan cahaya, menembus lautan awan yang mulai menghilang perlahan. Ketika keduanya menembus awan, ledakan keras lain terdengar seperti kaca yang pecah.
Kemudian ada getaran kuat yang mengguncang seluruh Alam Selestial, yang diiringi dengan retakan-retakan yang muncul di langit maupun ruang di sekitar.
Mo Lian mengangkat tangannya lagi, kemudian mengepalkannya.
Retakan-retakan di sekitar meluas, kemudian meledak seperti bola lampu yang pecah, tapi dampaknya sangat kuat. Pulau-pulau di Alam Selestial dihancurkan satu demi satu, semua kehidupan di sana terbunuh atupun jatuh.
Jika mati, maka mati, tapi jika mereka jatuh, mereka akan menjadi manusia biasa tanpa kekuatan, dan tidak akan lagi bisa menjadi Dewa Abadi.
Mo Lian tidak peduli dengan kehidupan di Alam Selestial, dia membuka tangannya lagi, kemudian membangunkannya ke bawah seperti memukul nyamuk di atas meja.
Jutaan telapak tangan berwarna biru melesat mengejar Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno, menyerang mereka secata membabi buta.
Dia ingin mengakhiri ini secepatnya, tapi di sisi lain masih ingin menyiksa Leluhur Kaisar Dewa Kuno. Pihak lawan melukai istrinya, dan dia harus membalasnya ratusan kali lipat.
Hong Xi Jiang tertegun, dia membuka mulutnya, tidak tahu harus berkata apa. Tapi setelah ragu-ragu, dia datang ke samping Mo Lian dan bertanya, "Apakah tidak masalah? Bagaimana jika Yang Mulia Dewi Nuwa tahu bahwa Tiga Alam yang dibentuknya dihancurkan?"
Mo Lian tidak menoleh dan menjawabnya, "Dewi Nuwa menciptakan Ras Manusia. Tiga Alam rusak karena Dao Surgawi dan Leluhur Kaisar Dewa Kuno mengacau. Jika dia ingin menyalahkan dan meminta tanggung jawab, maka minta dia untuk membunuh Yuanshi Tianzun, Taoist Sanqings dan Pan Gu ..."
"Ketiganya yang menciptakan dua benda ini, dan ketiganya 'lah yang harus bertanggung jawab."
Mo Lian tidak terlalu peduli. Bahkan jika dia harus bertarung melawan Dewi Nuwa, dia akan melakukannya. Tapi dia tahu, Dewi Nuwa yang sangat mencintai Ras Manusia, pastinya akan mencari tahu semua kebenaran.
Adapun Yuanshi Tianzun, Taoist Sanqings dan Pan Gu bekerja sama untuk melawan Dewi Nuwa. Dengan kemampuan Dewi Nuwa, sangat mudah untuk membunuh ketiganya.
Hong Xi Jiang tertegun, dia masih ingin mengatakan sesuatu, tapi tetap tidak tahu harus berkata apa. Jika itu sebelumnya, dia masih bisa memukul Mo Lian karena mengatakan sesuatu yang tidak sopan. Tapi sekarang? Dia bahkan bukan tandingan Mo Lian.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...