Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 224 : Menyembuhkan Meridian Xang Jiazheng


__ADS_3

Bersama dengan Xang Jiazheng, Mo Lian pergi ke halaman belakang Penginapan 9 Warna yang tidak terlalu luas. Sebelum pergi ke belakang, ia sudah memasang formasi array di bagian depan agar tidak ada yang mencari masalah saat ia sedang bekerja.


Xang Jiazheng duduk bersila di tengah-tengah halaman belakang, dengan Mo Lian yang duduk di depannya.


"Kau memiliki masalah pada paru-paru dan jantung, karena itulah kau tidak terlalu bisa untuk bergerak terlalu banyak. Lalu jika kau memaksa untuk menggunakan energi spiritual, kedua organ vital yang bermasalah itu akan meledak."


Xang Jiazheng tidak bisa menahan keterkejutannya saat mendengar perkataan Mo Lian yang mengetahui di mana ia mengalami luka dalam, meski tidak menyentuh aliran energi di pergelangan tangannya.


Mo Lian mengeluarkan kotak kayu berisikan ratusan jarum perak yang tersimpan di dalam Cincin Ruang. "Lepaskan atasanmu, aku akan menggunakan jarum perak untuk membuka titik Meridian yang tersumbat."


Xang Jiazheng melepaskan pakaian atasnya, mengikuti arahan Mo Lian. Kemudian ia menutup matanya perlahan dan menstabilkan pernapasannya.


Mo Lian melepaskan energi spiritual serta jiwanya dan mengendalikan 20 jarum perak. Jarum-jarum perak itu melayang di depan dadanya, dan dengan gerakan jarinya, jarum-jarum itu mulai bergerak.


Sembilan jarum perak pertama menusuk dada yang terletak di antara kedua tulang rusuk dan sedikit ke kiri, ini dimaksudkan agar aliran energi spiritual yang mengalir ke jantung terbuka.


Sebelah jarum perak lainnya bergerak dan menusuk celah-celah kecil di tulang rusuk, ini untuk membuka jalur energi spiritual yang mengalir ke paru-paru.


Tidak berhenti disitu saja, meski yang bermasalah hanya dua organ vital, Mo Lian memberikan bonus pada Xang Jiazheng. Ia menusuk titik sepuluh Meridian Utama yang tersisa dan dua Meridian lain, sekujur tubuh Xang Jiazheng, dengan jumlah 341 titik akupuntur.


Jarum-jarum yang telah menancap itu bergetar dan semakin masuk lebih dalam lagi, menembus jalur Meridian yang tersumbat. Dengan energi spiritualnya, ia membuka jalur Meridian agar lebih besar lagi.


Terlihat, di celah-celah kecil antara jarum yang bercahaya biru itu ada darah berwarna hitam yang merembes keluar. Darah hitam itu merupakan darah beku dan racun yang selama ini berdiam di dalam tubuh Xang Jiazheng.


Mo Lian menambahkan jumlah energi spiritualnya pada jarum perak, dan mengendalikan energi milik Xang Jiazheng untuk mengalir ke arah yang semana mestinya. Jika alirannya terbalik, jalur Meridian akan menjadi lebih dan lebih parah dari sebelumnya, yang terparah adalah kelumpuhan.


Belasan menit kemudian, Mo Lian menarik kembali energi spiritualnya secara perlahan agar Meridian Xang Jiazheng dapat membiasakan perubahan. Ketika semua energi spiritual sudah ditarik, ia mencabut 361 jarum perak secara bersamaan.


Bang!


Ledakan yang teredam terdengar dari dalam tubuh Xang Jiazheng, menandakan bahwa ia mengalami kenaikan tingkat dalam kultivasinya, itu ditandai dengan cahaya hijau yang melonjak naik ratusan mil ke langit, menembus udara maupun awan seperti pedang tajam.


Penampilan Xang Jiazheng yang sebelumnya terlihat seperti kakek tua berambut putih penuh kerutan, kali ini berubah seperti pemuda berusia dua puluhan tahun. Perubahan penampilan ini didasari dari kekuatannya yang kembali, serta lancarnya aliran energi spiritual dalam Meridian.


Tapi tentu saja, hanya sampai batas wajar, seperti usia yang belum terlalu tua.

__ADS_1


Keributan terjadi di Kota Xingmai saat melihat cahaya yang melonjak naik, dengan aura yang hampir dapat menekan seluruh penduduk di kota. Bahkan, aura Penguasa Kota saja tidak sebesar ini.


Mo Lian akhirnya mengetahui perbedaan antara Walikota dan Penguasa Kota. Walikota adalah pemimpin yang memerintah di salah satu kota pada provinsi, dan Penguasa Kota adalah pemimpin yang memerintah di Ibukota Provinsi.


Belasan detik berlalu, pilar cahaya itu menghilang secara perlahan, bersamaan dengan menghilangnya aura yang menekan.


Xang Jiazheng membuka matanya perlahan seraya menghembuskan napas panjang. Napasnya yang sebelumnya berat dan sesak, sudah menjadi lebih halus, namun memiliki kekuatan yang mengerikan dalam napasnya.


"Terimakasih, Tuan." Xang Jiazheng menangkupkan kedua tangannya dengan berlutut bertumpu pada satu kaki.


Mo Lian yang sudah berdiri dari tadi itu mengangguk kecil. "Tidak masalah ..."


Xang Jiazheng berdiri perlahan, kemudian kembali berucap, "Jika boleh tahu, apakah Anda benar-benar Dao Immortal?"


Mo Lian melirik ke kiri melihat Xang Jiazheng. "Aku hanyalah Alam dan Manusia tahap Akhir."


Xang Jiazheng tertegun dengan mulut terbuka saat mendengarnya, kemudian kembali bertanya, "Ji- Jika begitu, bukankah hanya kematian yang menanti apabila berurusan dengan Organisasi Angin Hitam?—"


Bang!


Mo Lian melepaskan aura kultivasinya yang hanya sebatas Alam dan Manusia menurut Hukum Langit. Namun kekuatan yang keluar sangat besar, sampai membuat Xang Jiazheng membungkuk dengan paksa karena tidak kuat menahan tekanan, seperti ada gunung besar yang menekan punggungnya.


Xang Jiazheng bernapas dengan terengah-engah. Aura yang dirasakannya tadi benar-benar mengerikan, jika itu berlangsung lebih lama lagi, ia tidak tahu apa yang akan terjadi.


"Ba- Bagaimana ... mungkin. A- Aura ... ini ... mengerikan." Xang Jiazheng mencoba berbicara, meski terbata-bata maupun tertahan karena kehabisan napas.


"Teknik Budidaya, dan cara pelatihan. Dua hal itu bertanggungjawab atas semua kekuatan." Mo Lian menjawabnya sembari berjalan memasuki Penginapan 9 Lantai.


Hari sudah mulai petang, ia harus beristirahat, karena besok pagi atau malah ini akan ada kejadian yang menghibur. Kejadian di mana Penginapan 9 Lantai akan diserang, yang mana ia adalah targetnya.


Mo Lian yang sudah di dalam ruangannya itu memilih untuk bersantai di balkon, melihat pemandangan kota nan indah yang tidak berlangsung lama. "Seratus Inti Emas dan sepuluh Alam dan Manusia. Apakah mereka tidak mengirim Jiwa Emas, atau Dao Immortal. Aku sangat menantikan pertarungan yang menyenangkan."


Mo Lian meletakkan minuman kalengan di meja sebelah kanannya. Ia menghembuskan napas panjang dan menengadahkan kepalanya melihat langit yang jauh. "Apakah mereka baik-baik saja? Fefei sudah membawa perbekalan yang banyak, seharusnya tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa bersalah karena tidak membiarkannya lulus sekolah ..."


Mo Lian beranjak dari tempat duduknya, dan berbalik memasuki ruangannya untuk menunggu penyerangan yang sepertinya masih harus menunggu sampai tengah malam.

__ADS_1


Mo Lian menutup matanya dan tertidur di atas kasur. Meski ia tertidur, kesadarannya tetap tersebar meski tidak terlalu kuat, tapi setidaknya akan membuatnya terbangun saat ada pergerakan yang berbahaya di dekatnya.


Ketika ia tertidur, masih tidak ada pergerakan lain dari Kultivator Iblis yang dikirim, yang mana sudah berjaga di kegelapan dari saat ia memberikan pesan untuk disampaikan pada Paviliun Kongqi Hei'an.


***


Keesokan Paginya


Mo Lian membuka matanya dan beranjak turun dari tempat tidur. Ia membasuh wajahnya menggunakan Element Air yang dikuasainya, kemudian pergi ke balkon untuk mengamati lebih jelas pergerakan 110 Kultivator Iblis.


Dari atas, ia bisa melihat orang-orang sedang mengerumuni belasan pria yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan penutup wajah tengah tersungkur tidak sadarkan diri di depan Penginapan 9 Lantai. Belasan orang itu tidak sadarkan diri karena terkena formasi array yang telah dibuatnya.


Bukan hanya di depan, tapi di halaman belakang, di jalan utama, dan di gang kecil yang tercipta karena celah antara dua bangunan juga terdapat Kultivator Iblis yang tidak sadarkan diri.


Mo Lian melompat dari balkon dari lima, dan mendarat di tengah-tengah kerumunan orang itu. Ia berjongkok seraya menyentuh jalanan, dan melepaskan energi spiritualnya menyelimuti belasan pria itu.


"Teknik Cahaya! Penglihatan Kebenaran!"


Cahaya terpancar dari belasan pria yang tidak sadarkan diri itu, kemudian samar-samar terlihat aura hitam yang keluar dari mereka. Hingga tak lama kemudian, aura itu mulai berubah dan membentuk wajah monster mengerikan dengan taring panjang, mata merah menyala dan telinga runcing.


Energi kematian yang pekat menyebar saat wajah iblis itu muncul, membuat siapa saja yang berada di sana bergidik ketakutan tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


"Siapa yang berani-beraninya membuka wujud asli kami?!" Belasan siluet wajah iblis itu berucap dengan suara berat nan serak, dan terdengar gemuruh yang menggelegar di langit.


Mo Lian berdiri perlahan. "Inilah yang ingin aku tunjukkan pada kalian semua. Paviliun Kongqi Hei'an adalah Kultivator Iblis, karena itulah aku membunuh Bai Junda." Ia mengibaskan tangannya, meledakkan belasan siluet wajah iblis itu.


Tubuh Mo Lian terbakar dari bawah ke atas, kemudian ia menghilang saat api juga menghilang.


"Jika ada yang menghalangiku untuk membunuh Kultivator Iblis, maka orang itu akan ku anggap sama!"


Gemuruh menggelegar di langit, membuat tekanan yang mengerikan, lebih kuat dari aura Xang Jiazhang.


Kerumunan orang itu hanya bisa terdiam dan terkejut saat mengetahui jika orang-orang dari Paviliun Kongqi Hei'an adalah Kultivator Iblis. Namun, meski mengetahui hal itu, mereka tidak berani bergerak untuk melawan.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2