
Mo Lian berada di tengah-tengah kepungan dari Kultivator Iblis yang bertransformasi, meski tidak ada perbedaan yang signifikan. Ia berharap suatu hari nanti akan bertemu dengan Iblis Murni, yang kemudian akan ia gunakan untuk menyuling Pil Darah, sama seperti membunuh Vampire Murni.
Yang Haoshan menyeringai dingin dengan mata yang terlihat menjijikkan sedang menatap rendah Mo Lian. "Hahahaha! Inilah yang dinamakan kekuatan!"
"Serang!"
Sepuluh Iblis itu mulai mengerahkan seluruh kemampuan masing-masing yang mengarah pada Mo Lian.
Wush! Boom! Duarr!
Semua serangan melesat tajam yang berbenturan di tengah-tengah saat menghantam Mo Lian, kemudian meledak sangat keras dengan api terlihat seperti bola besar dan menghilangkan reruntuhan seluruh kota.
Asap hitam terlihat menghalangi pandangan semua orang, tapi serangan dari Yang Haoshan dan yang lain tidak berhenti sama sekali, mereka terus menyerangnya sampai Mo Lian benar-benar menghilang, bahkan jika sudah menghilang, mereka tetap menyerangnya.
Mo Lian yang berada di tengah-tengah serangan tetap diam tanpa bereaksi sama sekali, tidak ada luka yang berada di tubuhnya, bahkan pakaiannya tidak tergores sama sekali.
Hingga saat serangan sudah berakhir, setelah belasan menit berlalu, akhirnya Mo Lian memutuskan untuk bergerak.
"Sudah?" Mo Lian mengibaskan tangan kanannya, menerbangkan asap hitam yang menutupi seluruh reruntuhan kota.
Yang Haoshan terdiam dengan mata terbuka lebar, tidak menyangka jika Mo Lian masih bisa bertahan hidup setelah terkena serangan dari mereka semua, yang telah bertransformasi menjadi iblis, makhluk mengerikan dan ditakuti oleh Kultivator Dao dan Buddhist.
Mo Lian melihat ke kanan, ke arah utara di mana Yang Haoshan berada, lalu melihat wanita di sebelah kiri Yang Haoshan, yang merupakan Permaisuri.
Tanpa berbasa-basi, Mo Lian bergerak seperti kilatan cahaya mengarah pada Permaisuri dengan tinju diselimuti energi kuat bercahaya biru. Ia bisa saja membunuh menggunakan tubuh fisik, tapi ia ingin memperlihatkan apa itu keputusasaan.
"Mati." Mo Lian memukulkan tinjunya pada udara kosong berjarak belasan inchi dari perut Permaisuri.
Bang!
Pukulan Mo Lian itu menciptakan getaran kuat di daratan di saat meledakkan Permaisuri menjadi kabut darat, dan ada tekanan angin yang melesat jauh menciptakan jurang yang sangat dalam sejauh mata memandang, menghilangkan hutan rimbun dan barisan gunung.
Yang lain kembali terkejut dengan apa yang mereka lihat, terutama Yang Haoshan yang membangkitkan amarah dan kebencian yang kuat di dalam hatinya, saat melihat istri pertamanya terbunuh di depan matanya.
__ADS_1
"Sial! Kau membunuh istriku lagi setelah membunuh semua selir!" Yang Haoshan sangat marah dan menyerang secara fisik ke arah Mo Lian.
Mo Lian mengangkat tangan kirinya dan mengarahkan ke kanan, menangkap pukulan dari Yang Haoshan. Kemudian ia menekan cengkeraman tangannya, meledakkan tangan Yang Haoshan yang menjalar sampai ke lengan atas.
Mo Lian mengangkat tangan kanannya ke kiri atas, kemudian mengayunkan tangannya menampar wajah Yang Haoshan dengan punggung tangan.
Yang Haoshan kembali terlempar ke tanah dan bergesekan dengan daratan, membentuk jurang lain yang lebih dalam dan berhenti saat menghantam gunung lain.
"Se- Serang!" Yang Haoshan berteriak saat mencoba bangkit dari dalam lubang.
Delapan orang lain bergerak bersamaan, mengelilingi Mo Lian dari berbagai sisi, menghalangi jalan untuk melarikan diri dan menguncinya di tengah-tengah kepungan enam sisi.
Mo Lian mengangkat kedua tangannya perlahan, menciptakan fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat dan samar-samar terdengar suara dengung yang seiring dengan naiknya kedua tangan, suara itu semakin keras. "Teknik Sembilan Pukulan, Gerakan Kesembilan. Ledakan Mengguncang Surga!"
Bang!
Awan hitam dengan hujan deras menghilang saat terdengar suara dentuman yang sangat keras, menggetarkan daratan dalam radius 10.000 ribu mil, meledakkan gendang telinga yang berada di sekitar ledakan.
Barisan gunung, hutan, daratan dan danau yang berada dalam jarak itu mulai meledak satu per satu, hingga terbentuk tanah tandus yang luas tanpa adanya tanda-tanda kehidupan, entah manusia atau monster.
Hingga dalam hitungan detik, tubuh yang tidak mampu menahan energi kuat dalam Dantian itu mulai meledak, mengubah mereka semua menjadi ledakan api yang cukup besar.
Sebelum membunuh semua orang yang tersisa sebelumnya, Mo Lian sudah mengambil sedikit darah mereka yang nantinya akan ia gunakan untuk pengorbanan dari Kutukan Darah.
Yang Haoshan yang masih selamat itu tidak bisa berkata-kata lagi, ia terjatuh paksa dengan kedua lutut menyentuh tanah. Pandangannya terlihat suram seperti jiwanya telah hancur, tidak ada semangat untuk hidup lagi.
Mo Lian mengarahkan jari telunjuknya pada Yang Haoshan yang jatuh di bawahnya, meledakkan lawan terakhir tanpa meninggalkan Inti Jiwa dan hanya ada kabut darah.
Dengan gerakan jari Mo Lian, kabut darah itu mulai berkumpul di satu titik dan membentuk gumpalan darah yang sangat padat. Gumpalan darah itu bergerak cepat seperti cahaya yang mengarah ke langit menghampiri Mo Lian.
"Dengan adanya darah mereka, Kultivator Iblis di Bintang Tianjin akan benar-benar menghilang." Mo Lian membuka kedua tangannya perlahan, memunculkan puluhan gumpalan darah di depannya. "Tapi, aku tidak tahu apakah di Daratan Tianhe, Kekaisaran Meng. Apakah ada Kultivator Iblis atau tidak ..."
Mo Lian mengalirkan energi spiritualnya pada semua gumpalan darah dan mengangkat tangan kanannya ke depan wajahnya, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke langit.
__ADS_1
"Hah..." Mo Lian menghela napas dan menurunkan tangannya. Kemudian ia berbalik melihat jauh ke barat, mengarah pada Kekaisaran Meng yang berada di Daratan Tianhe. "Aku akan melihatnya ke sana."
Mo Lian melesat seperti kilatan cahaya yang kemudian pecah menjadi kepingan cahaya dan menyingkat jarak ratusan bahkan jutaan mil.
***
Daratan Tianhe
Mo Lian sudah berada di tepi dari Daratan Tianhe. Ia melihat sekitar, tidak merasakan tanda-tanda kehidupan manusia dalam jarak 10.000 mil darinya. Kemudian ia melepaskan energi spiritualnya ke sekitar, menciptakan belasan klon berbeda warna yang mewakili setiap elemen yang ia kuasai.
Setelah menyebarkan semua klon, Mo Lian menutup matanya dengan posisi duduk bersila di langit yang sangat tinggi, lebih tinggi dari lautan awan putih.
Masing-masing klon bergerak ke arah yang berlawanan, ada yang mengitari dan ada yang terbang lurus kemudian berpisah. Ia tidak ingin melewatkan satu pun tempat di Daratan Tianhe. Untuk harta benda? Ia tidak menemukan harta lain yang lebih berharga dari Akar Pohon Zhilao atau Akar Sumsum dari Menara 100 Lantai.
Puluhan menit berlalu dengan cepat, Mo Lian membuka matanya perlahan bersamaan dengan semua klon yang menghilang. "Kekacauan terjadi di beberapa tempat di Daratan Tianhe, dan itu semua berasal dari keturunan Keluarga Yang yang terbunuh ..."
Mo Lian menengadahkan kepalanya melihat langit, menembus penghalang Bintang Tianjin hingga ke angkasa luar. "Sekarang, saatnya meninggalkan Bintang Tianjin ..."
"Aku juga sudah memberi pesan pada yang lain, jika aku akan meninggalkan Bintang Tianjin."
Mo Lian menghela napas dan terbang melesat ke langit yang tinggi. Ketika sudah berada di bawah penghalang, ia mengangkat tangan kanannya dengan telapak yang terbuka, menciptakan celah ruang di penghalang Bintang Tianjin.
Di saat ia sudah berhasil keluar dari Bintang Tianjin, pembatas itu kembali menutup dengan cepat dan tidak ada fluktuasi energi spiritual di sana, seperti tidak pernah terjadi badai atau apa pun.
Mo Lian mengeluarkan Botol Penyimpanan dari Cincin Ruang, kemudian mengalirkan energi spiritualnya pada Botol Penyimpanan. Botol itu memancarkan sinar biru yang cukup menyilaukan, sinar itu terus naik ke atasnya dan semakin besar.
Pada saat sinar biru meredup dan menghilang, terlihat sebuah Profound Ark biru yang terbuat dari sisik naga. Mo Lian melompat naik ke atasnya dan mengaktifkan semua formasi array hanya dengan sedikit jentikkan jari.
Profound Ark mulai menyerap energi spiritual yang berada di sekitar untuk mengoperasikan semua formasi yang ada, dan mulai bergerak perlahan.
Mo Lian yang berdiri di dek depan tersenyum ringan. "Sekarang, saatnya mencari bintang lain untuk membantuku menembus Dao Immortal! Kemudian pergi ke Galaxy Pusat untuk mencari Fefei kecil."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...