
Malam hari di gurun pasir sangat dingin, ini lebih dingin di tempat terdingin di Bumi. Bahkan samar-samar ada suara teriakan seperti orang yang tersiksa dan mengharapkan agar dibunuh secepatnya.
Mo Lian yang duduk di samping jendela saat mengamati gurun pasir, melihatnya dengan jelas bahwa ada banyak sekali bola api yang melayang beberapa meter dari permukaan. Itu semua adalah jiwa-jiwa yang lapar dan marah serta penuh dendam, yang menginginkan kehancuran.
Banyak dari mereka yang datang ke arahnya untuk mengambil semua energi, tapi saat baru mencapai ujung bayangan daun, jiwa itu akan langsung menghilang.
Jika ingin, Mo Lian bisa menghapuskan mereka semua tanpa meninggalkan jejak.
Tiba-tiba, saat Mo Lian sedang merenung, terbesit dalam benaknya tentang Alam Hanzi.
"Jika Semesta terbagi menjadi Timur, Barat, Utara, Selatan dan Pusat. Apakah Alam Hanzi memiliki bagian yang sama? Bagaimana jika, Alam Hanzi yang ku datangi bukan Alam Hanzi yang sebenarnya?"
Saat Mo Lian sedang bingung dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Giok Komunikasi yang dibawanya bergetar. Dia mengambilnya dan melihat pesan yang dikirimkan oleh Hong Xi Jiang. Pesan itu dienkripsi dengan baik, dan hanya bisa dibaca menggunakan energi spiritual yang sama atau paling tidak hampir serupa.
"Alam Hanzi yang kau datangi adalah Alam Hanzi yang sebenarnya. Walaupun, Alam Hanzi yang sebelumnya pernah hancur oleh sebab yang tidak diketahui." Mo Lian mengerutkan keningnya setelah membaca informasi yang dikirimkan.
"Jadi, karena itulah Alam Hanzi terlihat sepi dan kekuasaan Wilayah Neraka melemah. Harusnya, Wilayah Neraka yang menguasai seluruh Alam Hanzi, tapi saat aku datang ke sana, itu terbagi menjadi empat wilayah."
Namun masih ada hal yang menurutnya aneh, itu adalah Kaisar Giok yang sepertinya tidak bertindak saat Alam Hanzi dihancurkan, atau mungkin sudah tidak ingin mengurusi Alam Hanzi karena sudah ada yang bertugas di sana sehingga tidak ingin ikut campur.
"Yah, mungkin saja urusan Tiga Alam sudah tidak berjalan semana mestinya, seperti Ras Malaikat yang turun ke Bumi untuk menghilangkan Ras Raksasa."
Yang Mo Lian tahu, Alam Selestial memang memiliki wewenang atas Alam Semesta, tapi tidak serta-merta dapat melakukan apa pun seperti memusnahkan Ras Raksasa di Bumi. Bahkan jika ikut campur, harusnya mengirim utusan yang memang berada di Alam Semesta, bukan membiarkan Ras Raksasa dari Alam Selestial turun.
"Yah... Aku akan tahu sendiri saat datang ke sana dan bertanya pada Kaisar Langit."
Mo Lian kembali duduk bersantai di kursi goyang, melihat pemandangan indah di mana jiwa terbakar dan menghilang. "Kau menungguku untuk mendapatkan tubuhku?"
Mo Lian mendengus dingin penuh penghinaan. "Tunggulah aku untuk mengambil Inti Jiwa-mu."
Sangat konyol sampai membuatnya sedikit tertawa, untuk orang yang baru menerobos Dewa Bumi ingin melawannya. Bahkan Dewa Surga saja tidak bisa berbuat banyak. Walaupun, dia tahu bahwa Dewa Bumi di Wilayah Selatan lebih kuat, tapi itu tidak sampai membuatnya merasa terancam.
Mo Lian beranjak dari tempat duduk, berjalan menuju pintu keluar dan membukanya. Ia mendongak melihat Profound Ark yang terbang ke arah tenggara. "Pemburu reruntuhan mulai berdatangan. Reruntuhan, akan menjadi tempat pembantaian."
Bukan hal yang aneh mengatakan bahwa reruntuhan adalah tempat pembantaian terbaik, itu karena semua orang akan menjadi gila saat menemukan harta berharga yang bisa membawa mereka pada kesuksesan besar. Ada murid yang membunuh gurunya, ada anak yang membunuh orangtuanya untuk mendapatkan warisan, dan lain sebagainya.
__ADS_1
"Dari arah lain, ada Dewa Pemula dan Dewa Merah. Kemudian yang bersembunyi di dalam. reruntuhan, ada Dewa Bumi. Keluarga Kuno mana yang memiliki warisan sampai Dewa Hitam tergila-gila? Tapi karena warisannya sampai sebesar itu, maka bukan Yue Fu yang menghancurkannya."
Dia tidak meragukan kekuatan Hong Xi Jiang, tapi dirasa tidak mungkin untuk Dao Immortal atau Heavenly Immortal menghancurkan keluarga kuno, yang bahkan Dewa Hitam sampai menghargainya.
Mo Lian berbalik, memasuki rumah kecil. Dia melihat istri-istrinya yang baru bangun dari kultivasi. "Saat di reruntuhan nanti, aku mungkin akan menyembunyikan kalian di dalam Dunia Kecil secara tiba-tiba. Tapi itu apabila ada bahaya, jika tidak ada, kalian tetap di luar."
Hong Xi Ning mengedipkan matanya seperti orang yang baru bangun tidur, kemudian menganggukkan kepalanya. "Baik, Nan Ren."
Qin Nian dan Yun Ning mengangguk kecil, kemudian mereka berdua kembali berkultivasi saat mengetahui masih ada waktu. Begitu pun dengan Hong Xi Ning yang kembali berkultivasi.
Waktu kultivasi mereka sekarang sangat sedikit, tidak seperti dulu yang bertahun-tahun, terutama Hong Xi Ning. Karena itulah, setiap kali ada waktu, mereka akan menggunakannya untuk berkultivasi.
Biasanya, orang yang berkultivasi akan memasuki keadaan tenang di alam bawah sadarnya, sampai-sampai tidak dapat merasakan gerakan di luar, karena itulah banyak yang berkultivasi selama ratusan atau bahkan ribuan tahun, tapi terasa sangat singkat.
Mo Lian tersenyum tipis, lalu kembali keluar untuk berjaga-jaga.
...***...
Tujuh hari kemudian, akhirnya hari di mana reruntuhan dibuka telah tiba. Hanya menunggu beberapa menit lagi sampai semua reruntuhan benar-benar keluar dari kedalaman tanah.
Selama waktu ini, Mo Lian hanya berada di luar, menunggu dengan tenang tanpa tidur. Banyak Profound Ark yang dilihatnya dan entah sudah yang keberapa.
"Apakah sudah selesai?" tanya Mo Lian tanpa menoleh.
Yun Ning melangkah menghampiri Mo Lian dan memeluknya dari belakang. "Sudah, dan sampai saat ini aku masih belum bisa menerobos tahap Menengah."
Mo Lian tertawa kecil. "Kau membuat Ning'er terdengar buruk. Dia butuh ribuan tahun untuk mencapai Heavenly Immortal, dan baru-baru ini setelah menikah denganku bisa seperti ini."
Hong Xi Ning mendengus dingin, mengungkapkan perasaan kesal dan marah.
Mo Lian kembali tertawa saat melihat Hong Xi Ning yang seperti itu. "Ning'er, mungkin Ning'er tidak tahu, tapi kau memiliki bakat yang sangat luar biasa. Hanya saja ... aku sudah berjanji pada Yue Fu untuk tidak mengatakannya. Jadi, maaf."
Hong Xi Ning mengerutkan keningnya dan merasa sangat penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Mo Lian. Dia juga penasaran mengapa ayahnya merahasiakan hal yang sangat penting baginya.
Mo Lian memijat tulang hidung di antara matanya. "Baiklah, setelah kita menjelajahi reruntuhan, aku akan memberitahukannya pada Ning'er." Ia mengirimkan transmisi suara.
__ADS_1
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, dan tatapannya cukup tajam saat melihat Mo Lian.
Mo Lian hanya diam dan tersenyum tipis saat melihat tatapan tajam Hong Xi Ning. Entah mengapa, dia merasa menyesal karena telah mengungkit masalah bakat Hong Xi Ning yang disegel.
Mo Lian melambaikan tangannya, menyelimuti tubuh semua orang dengan energinya. Kemudian dengan melangkahkan kakinya, pandangan mereka telah berubah.
Banyak Profound Ark yang melayang di udara ataupun terparkir di tanah berpasir.
Semua orang yang hadir melepaskan aura penuh mereka, membuat badai petir berkecamuk dan menerbangkan pasir di sekitar. Bahkan celah ruang terbuka dan melepaskan serangan bertubi-tubi.
Mo Lian datang tanpa disadari dan melayang di udara saat memandang pusaran pasir. Pusaran pasir itu tidak menghisap benda di sekitarnya, melainkan mengeluarkan benda di dalamnya.
Mo Lian menghela napas. Tiba-tiba...
Semua aura dan serangan yang dihasilkan dari aura tersebut menghilang dalam sekejap mata tanpa meninggalkan jejak, seolah-olah badai petir dan yang lainnya tadi tidak pernah ada.
Perubahan yang tiba-tiba ini membuat keributan dan banyak yang mulai berbicara.
Banyak yang kagum dengan pencegahan reruntuhan yang dapat menghilangkan semua serangan, tapi untuk mereka yang telah menggapai Ranah Dewa, mereka tidak senaif dan sepolos itu. Mereka tahu bahwa fenomena ini terjadi karena datangnya orang kuat, dan mereka yang telah menggapai Ranah Dewa mulai merasakan ketakutan yang tidak dapat dijelaskan.
Mo Lian tersenyum. "Ini lebih tenang."
Baru saja mengatakan itu, tiba-tiba pusaran pasir mengeluarkan suara ledakan keras dengan semburan pasir panas ke langit. Pasir itu seperti peluru, Profound Ark yang terkena pasir, akan langsung rusak dan terjatuh.
Mo Lian melambaikan tangannya seperti menyingkirkan lalat yang mengganggu, membuat semua pasir itu menghilang.
Langsung saja, setelah semua pasir menghilang, terlihat ada kediaman yang sangat luas seperti Kota Nan. Banyak bangunan megah yang sangat tinggi dan besar, ini tidak seperti reruntuhan pada umumnya, semua bangunan masih terjaga dengan baik.
Semua orang memandangnya dengan takjub saat masih berada di udara tanpa bergerak, sampai salah seorang berteriak yang memecah keheningan.
"Reruntuhan telah dibuka!"
Seketika, mereka yang di bawah Dewa Pemula langsung bergegas masuk. Berbeda dengan Ranah Dewa, mereka sangat berhati-hati.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...