
Tabib Mu sudah tiba di depan Paviliun Jari Keajaiban, tapi seperti sebelumnya, dia tidak langsung masuk melainkan mengamatinya terlebih dahulu. "Cabang di sini sangat kecil, kekuatan tertinggi hanya Pendekar tingkat Delapan. Tapi anehnya dia hanya satu tingkat di bawahnya dalam daftar Tabib Master."
Tabib Mu menaiki tangga untuk memasuki Paviliun Jari Keajaiban.
Tepat saat Tabib Mu melangkah, tiba-tiba dia mendengar langkah kaki yang tergesa-gesa dari dalam. Tabib Mu mendongak, dia melihat Ketua Wuxu dan Penatua Hang datang menyambutnya.
Melihat ekspresi bahagia Ketua Wuxu, Tabib Mu sudah bisa menebaknya. "Apakah dia benar-benar luar biasa? Bahkan dia belum mendapatkan sertifikat Tabib Pemula."
Ketua Wuxu menganggukkan kepalanya berkali-kali seperti ayam yang mematuk beras. "Kakak Senior, Anda harus tahu! Dia selalu melakukannya dengan sempurna tanpa cacat, dan semuanya selesai dengan cepat. Kemudian menurut petugas yang mengawasi, jika waktu tidak habis, dia masih akan mengambil kertas untuk menulis jawaban yang lengkap."
Pada awalnya Ketua Wuxu juga tidak mempercayainya, tapi setelah terus membaca hasilnya, dia melihat jawaban itu berhenti di tengah-tengah informasi yang sangat penting baginya. Jika diberi sedikit waktu, mungkin semua buku-buku dasar di perpustakaan akan digantikan.
Kemudian untuk ramuan yang dibuat, Ketua Wuxu ingin sekali mendapatkan metodenya, tapi dia tahu tidak bisa terlalu berlebihan. Metode membuat ramuan juga rahasia setiap orang dan tidak boleh asal disebarkan.
Tentang titik akupuntur, Mo Lian berhasil menemukan 365 titik akupuntur dengan tepat bersama namanya. Ketika Ketua Wuxu pergi ke meja untuk melihatnya, dia menemukan ada kertas kusut yang dibuang di tempat sampah.
Ketua Wuxu membacanya, itu adalah nama-nama titik akupuntur. Tapi ada dua titik akupuntur yang dijelaskan secara rinci, dimulai dari kedalaman tusukan jarum pada titik ini akan memberikan efek berbeda. Bahkan dia melihat ada cara yang mampu membuat orang buta dapat melihat kembali.
Namun, Ketua Wuxu cukup kecewa karena hanya dua titik akupuntur, dan penjelasan lebih lanjutnya sudah dicoret-coret.
Pada saat ini, Ketua Wuxu menyesal dengan aturannya. Jika saja dia membuat aturan seperti menjelaskan semua titik akupuntur secara rinci, mungkin dia akan menjadi Grandmaster dan secara resmi akan ditunjuk sebagai Ketua dari Paviliun Jari Keajaiban oleh Raja.
"Bawa aku ke dalam. Aku ingin melihatnya."
Ketua Wuxu menekan bibirnya membentuk garis tipis, lalu tersenyum canggung. "Dia sudah pergi, kami akan mengumumkan hasilnya besok."
Tabib Mu terdiam, ingin sekali memukul kepala Ketua Wuxu. "Jika memang dia sudah pergi, cepat bawa aku masuk dan melihat hasilnya!"
Ketua Wuxu tersentak, dan dengan tergesa-gesa memasuki bangunan setelah membungkukkan badannya.
Tabib Mu mendengus dingin. Dia benar-benar tidak percaya bahwa Ketua Wuxu tidak berubah meski sudah puluhan tahun.
***
—Keesokan Harinya—
Mo Lian sudah membeli toko, lebih tepatnya Yun Ning yang membelinya kemarin di jalan utama. Bangunan kayu berwarna cokelat, memiliki tiga lantai dan luas total 900 meter persegi.
__ADS_1
Di seberangnya ada bangunan berlantai tiga dengan halaman, itu adalah kediaman yang awalnya ditinggali keluarga besar, tapi karena anggota keluarga sudah pindah ke kota yang lebih besar, maka kediaman itu tidak terawat dan berhasil dibeli Yun Ning.
Rencananya, kediaman di depan toko Mo Lian akan dibangun Perusahaan Pengawalan Yun.
Mo Lian membiarkan Yun Ning mengurusnya sendiri, dan sesekali pastinya dia akan datang untuk mengamati. Lagi pula, tempatnya hanya berjarak beberapa meter dan mereka tinggal bersama, jadi ketika Yun Ning meminta saran, dia pasti akan membantunya.
Pada saat ini, Mo Lian mengangkat tangga kayu dan menggantung plang nama hitam di atas pintu bertuliskan “金手指”, yang berarti Jarum Emas.
Meskipun belum mendapatkan sertifikat dari Paviliun Jari Keajaiban, dia sangat yakin bahwa dia akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan bisa memulai bisnis hari ini.
Setelah memasang papan nama, Mo Lian menuruni tangga, mundur beberapa langkah sampai berdiri di tengah-tengah jalan. Dia mendongak, melihat papan nama dan menganggukkan kepalanya mengungkapkan kepuasan.
"Nan Ren, Ning'er sudah menyusun semua barang di lantai bawah. Qin Nian juga sudah menyiapkan banyak tempat tidur di lantai dua untuk bangsal pasien." Hong Xi Ning menghampiri Mo Lian ketika memberi laporan.
Mo Lian mengalihkan pandangannya melihat Hong Xi Ning yang berjalan keluar dari bangunan. Dia mengulurkan tangan kirinya, lalu merangkul bahu Hong Xi Ning dan mengecup hangat keningnya. "Apakah Ning'er sudah mendapatkan informasi tentang Pendekar?"
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, lalu membuka mulutnya hendak berbicara, tapi sebelum dia sempat mengatakannya, tiba-tiba ada teriakan bahagia yang terdengar sangat bersemangat.
"Mo Lian!"
Mo Lian menoleh ke kanan melihat tiga orang pria, dua di antaranya sudah pernah dilihatnya, tapi yang terlihat lebih muda belum pernah melihatnya. Tapi dari segi posisi berdiri dan Ketua Wuxu dan Penatua Hang yang menghormati, dia samar-samar bisa menebak identitas pria paruh baya itu.
Ketua Wuxu berhenti melangkah, tapi perhatiannya tidak tertuju pada Mo Lian, melainkan pada papan nama di atas pintu yang tergantung di balkon lantai dua. Kemudian dia kembali menoleh untuk menatap Mo Lian. "Kau membangun ruang praktik?"
Mo Lian mengangguk kecil, lalu menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Iya, tapi aku masih belum membukanya, karena aku belum memiliki sertifikat, sehingga tidak bisa membukanya sekarang."
Ketua Wuxu menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh ke kiri dan melihat Penatua Wang.
Penatua Wang menyadarinya dan maju selangkah, mengeluarkan gulungan kertas yang diikat dengan benang simpul berwarna merah, serta ada ada tanda pengenal. Tanda pengenal itu berbentuk segi lima yang 'pas digenggam di tangan.
Tanda pengenal berwarna emas, dan ada gambar lima jari berwarna hijau.
Mo Lian mengulurkan tangannya dan mengambil dua barang itu.
Melihat itu, sebelum Mo Lian bertanya, Ketua Wuxu langsung menjelaskannya, "Hasil akhirnya sudah dikeluarkan pagi ini, dan kau mendapatkan nilai tertinggi. Jika ini waktu normal, jika pihak yang berkaitan tidak datang saat hasil akhir dikeluarkan, mereka akan langsung didiskualifikasi ..."
Ketua Wuxu terdiam sejenak seraya melihat Tabib Mu yang sedari tadi masih diam. Lalu dia kembali melanjutkan perkataannya, "Tapi, karena alasan tertentu, kami tetap memasukkanmu ke dalam daftar dan menjadi pemenang. Sekarang, kau adalah Tabib Master."
__ADS_1
Tabib Mu yang mendengar ini, merasa sedikit tertekan dan ada rasa cemburu serta iri. Dia tidak masalah tentang Mo Lian yang menjadi Tabib Master, tapi masalah sebenarnya adalah karena kedatangan Mo Lian, dia diturunkan satu tingkat dan digantikan oleh Mo Lian.
Awalnya Tabib Mu tidak ingin melaporkan hasilnya, tapi Grandmaster sangat memaksa dan akhirnya mau tidak mau mengirimkan pesan melalui giok komunikasi.
Giok komunikasi adalah peralatan komunikasi yang sangat mewah, mungkin bagi Kultivator Abadi, itu biasa-biasa saja. Tapi bagi Pendekar, itu berbeda, dan untuk mengaktifkannya pun harus memenuhi syarat, yaitu harus Pendekar tingkat Sepuluh ke atas.
Setelah mengirimkan semua jawaban ke Grandmaster, Grandmaster langsung mempromosikan Mo Lian ke tingkat teratas di Ranking Master. Tabib Mu yang mendapat balasan, sangat terkejut dan menyesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Tabib Mu menghela napas, mendongak dan menatap Mo Lian. "Apakah kau ingin pergi ke Ibu Kota? Ketua Pusat Paviliun Jari Keajaiban ingin mengangkatmu menjadi muridnya."
"Tidak!" Mo Lian langsung menjawabnya tanpa berpikir panjang. "Aku ingin tinggal di sini, dari awal, aku mengikuti tes hanya untuk mendapatkan sertifikat dan memiliki izin untuk membuka bisnis."
Tabib Mu tertegun tak percaya ketika mendengarnya. Banyak yang berlomba-lomba untuk menjadi murid dari Ketua Pusat Paviliun Jari Keajaiban, satu dari tiga Grandmaster. Dia sangat marah, tapi tiba-tiba teringat akan semua penjelasan tentang kesehatan dari jawaban Mo Lian, membuat amarahnya mengendur.
"Baiklah jika itu maumu, aku datang hanya untuk mengatakan itu. Jika kau tidak mau, maka aku akan kembali." Tabib Mu berbalik pergi meninggalkan tempatnya tanpa menunggu yang lain membalas.
Ketua Wuxu dan Penatua Hang tercengang ketika melihat Tabib Mu yang menyerah, tidak seperti dirinya saja. Tapi ketika keduanya saling memandang dan memikirkannya, mereka mengetahui jawabannya.
Ketua Wuxu menatap Mo Lian dan berkata, "Aku tahu kau berhasil lulus dan bahkan Ketua Pusat ikut menandatangani sertifikat sebelum mengirim Tabib Mu ke sini. Tapi, banyak kekuatan gelap di Kota Louhu, mungkin ada yang ingin mencelakaimu. Kau harus hati-hati."
Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Terima kasih."
Ketua Wuxu kembali mengangguk, kemudian berbalik meninggalkan tempatnya, pergi menyusul Tabib Mu bersama Penatua Hang.
Mo Lian menunduk melihat tanda pengenal, lalu mendongak menatap punggung Ketua Wuxu. Kemudian melihat ke kanan, Perusahaan Pengawalan Yun, dan ke kiri, Paviliun Jarum Emas.
"Panggil Ni'er, sudah waktunya makan siang," ucap Mo Lian.
Hong Xi Ning menganggukkan kepalanya, lalu pergi ke kediaman yang masih berantakan, halaman yang masih ditumbuhi rumput setinggi lutut.
Mo Lian memasuki Paviliun Jarum Emas, melihat lantai dasar yang sangat bersih. Banyak lemari bertingkat yang dipenuhi oleh herbal maupun toples kaca, buku-buku yang menumpuk di salah satu rak, itu adalah pengetahuan tentang 100.000 herbal yang dimilikinya.
"Gou Jian, aku menunggu kejutan apa yang kau berikan. Aku harap, mereka bisa bertahan satu pukulan."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...