Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 232 : Menara 100 Lantai


__ADS_3

Mo Lian sudah meninggalkan Kerajaan Cai, dan saat ini ia berada di Kota Sheng, Ibukota Kerajaan Fujian yang sangat jauh dari Kerajaan Cai karena harus melewati dua kerajaan lain.


Kerajaan Fujian adalah kerajaan yang berdekatan dengan Pusat Pemerintah Kekaisaran Tang di Daratan Tianming.


Mo Lian datang ke Kerajaan Fujian karena ingin mengunjungi Sekte Qingzhaou. Ia sendiri tidak tahu mengapa Sekte Qingzhaou harus datang ke Kota Mengyin di Kerajaan Cai, yang membutuhkan waktu satu bulan untuk bepergian.


Jika Sekte Qingzhaou merupakan salah satu sekte terbaik di Kekaisaran Tang, maka mungkin saja Sekte Qingzhaou memiliki kewenangan untuk mencari murid di kerajaan-kerajaan lain selain Kerajaan Fujian.


"Kota Sheng sangat padat akan penduduk dan banyak sekali bangunan megah. Bahkan ada yang memiliki puluhan lantai dengan bahan beton, seperti bangunan modern."


Mo Lian memang pernah melihat kota dengan bangunan dan teknologi yang serupa seperti yang ada di Bumi, namun itu saat ia berada di Galaxy Pusat, bukan di Bintang Tianjin yang masih tidak terlalu jauh dari Galaxy Bima Sakti.


Mo Lian berjalan menyusuri jalan utama yang dibentuk seperti aspal dan bukannya paving blok yang ada di kota-kota lain. Ketika ia berjalan di jalanan utama, ia melihat papan pengumuman yang berada di pinggir jalan, di bawah pohon rindang yang menghiasi kota.


Tertulis sebuah lelang yang akan dilaksanakan pada tanggal 07 Ba Yue tahun 70.267 Tangxue di Menara 100 Lantai.


"Tiga hari lagi. Aku tidak tahu barang apa yang ada di sana dan syarat untuk memasukinya, tapi tidak ada salahnya untuk datang dan melihat. Siapa tahu, akan ada barang berharga yang dapat membantuku untuk menembus Jiwa Emas Ilahi."


Mo Lian kembali berjalan dan pergi menuju Menara 100 Lantai yang terlihat sangat mencolok, berada di tengah-tengah Kota Sheng. Bangunan yang menjulang tinggi dan memiliki banyak sekali kaca yang digunakan sebagai dindingnya.


Belasan menit berjalan, Mo Lian masih jauh dari Menara 100 Lantai. Di tepi jalanan juga tidak ada penjual makanan untuk mengisi perutnya yang kosong. Semua jalanan di rapikan dan ditanam pohon yang berjarak sepuluh meter antar pohon.


Benar-benar seperti di Bumi, penjual makanan tidak boleh berada di pinggir jalan utama, dan untuk penjual, mereka menyewa ruko-ruko.


"Eh?!" Mo Lian mengalihkan perhatiannya saat melihat belasan orang yang pergi ke Menara 100 Lantai dengan cara melompat antar bangunan.


"Apakah kau baru di Kota Sheng?"


Mo Lian menoleh ke kanan, melihat seorang pemuda berambut hitam panjang yang mengenakan celana hitam, kemeja putih dengan mantel hitam seperti jas Dokter. "Iya, aku baru saja tiba beberapa saat yang lalu. Apakah di Kota Sheng diperbolehkan melompat di atas bangunan?"


Bahkan di Galaxy Pusat, di manapun tempatnya, jika bukan karena keadaan mendesak, tidak ada satupun yang diperbolehkan untuk melompat bangunan di dalam kota. Jika melanggar peraturan tak tertulis itu, maka bisa dianggap sebagai penjahat yang akan dikenakan hukuman berat, bahkan kematian.


Tapi meski ada aturan tak tertulis seperti itu, Mo Lian selalu melanggarnya dan bahkan terbang secara terang-terangan di siang hari.


"Kota Sheng bukan seperti kota lain yang menekankan pada kultivasi. Kota Sheng lebih pada pengetahuan dan teknologi, tidak ada larangan seperti melompat ataupun terbang, asalkan tidak melewati batas ..."


"Lalu meski Kota Sheng tidak menekankan pada kultivasi, Yang Mulia Kaisar Tang tidak mempermasalahkan hal itu, dan bahkan melindungi Kota Sheng, asalkan teknologi di sini terus berkembang." Pemuda itu memberikan penjelasan.


"Ah! Aku Qian Luanzhou. Apakah kau ingin pergi ke Menara Seratus Lantai?"


Mo Lian menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Mo Lingdao. Aku melihat pamflet saat berjalan tadi, aku ingin melihat barang apa yang dilelang di sana."


"Kalau begitu, ayo berangkat." Qian Luanzhou melompat meninggalkan Mo Lian seorang diri, dan terbang menuju Menara 100 Lantai.

__ADS_1


Mo Lian melayang perlahan dan berhenti setelah sampai pada ketinggian tertentu. Ia memandangi Menara 100 Lantai yang masih sangat jauh darinya, sekitar 800 mil.


Api mulai membakar tubuhnya dari bawah dan membuatnya menghilang. Ketika ia muncul kembali, ia muncul tepat di halaman Menara 100 Lantai dengan cara yang sama.


Saat sudah sampai di halaman Menara 100 Lantai, ia melihat jika bangunannya benar-benar serupa seperti gedung pencakar langit yang ada di Bumi. Bahkan pintu masuknya juga terbuat dari kaca tebal, dan dijaga ketat oleh pria berbadan kekar mengenakan setelah hitam.


Mo Lian berjalan menuju pintu kembar yang terbuat dari kaca dan dijaga oleh belasan pria berotot.


"Tunjukkan identitas Anda. Jika tidak ada, setidaknya kultivasi Anda haruslah Inti Emas untuk bisa memasuki Menara Seratus Lantai." Salah satu penjaga merentangkan tangan kanannya menghalangi jalan Mo Lian.


Mo Lian melepaskan aura kultivasinya sampai ketingkat Alam dan Manusia tahap Awal.


Pria yang menghalangi jalan Mo Lian itu menganggukkan kepalanya, kemudian menurunkan tangannya dan mempersilakan Mo Lian untuk memasuki Menara 100 Lantai.


Mo Lian melangkahkan kakinya memasuki bangunan. Apa yang pertama kali ia lihat saat memasuki bangunan adalah lantai dasar yang sangat luas, dan terdapat meja resepsionis yang dijaga oleh beberapa wanita yang mengenakan setelan kantor.


Benar-benar mirip sekali.


Mo Lian berjalan menghampiri meja resepsionis yang di belakangnya berdiri seorang wanita muda berambut merah muda, mata berwarna biru langit dengan bibir merah merona.


"Ada yang bisa saja bantu, Tuan?"


"Aku mendapat informasi jika di Menara Seratus Lantai akan diadakan pelelangan. Apakah semua orang bisa bergabung di dalamnya?" ucap Mo Lian yang balik bertanya.


"Namum, jika Anda membayar sebanyak sepuluh Batu Spiritual kualitas Tinggi, maka Anda bisa bergabung."


Tanpa ragu ataupun berpikir terlalu lama, Mo Lian meletakkan Batu Spiritual kualitas Tinggi dengan jumlah yang telah ditetapkan di atas meja.


Wanita itu sedikit terkejut saat melihat Mo Lian yang membayar tanpa berpikir panjang. Akhirnya ia membungkukkan badannya, mengambil tanda yang berada di dalam rak di bawah meja resepsionis.


Wanita itu kembali berdiri dan menyerahkan tanda pengenal.


Tanda pengenal itu berbentuk persegi panjang seperti surat izin mengemudi, terbuat dari logam ringan berwarna hitam, yang di tepiannya ada garis halus berwarna emas, dan di tengah-tengahnya ada sebuah tanda dengan bentuk menara emas yang sangat tinggi.


"Aku juga ingin menginap selama seminggu." Mo Lian menerima tanda lelang dan menyimpannya di dalam Cincin Ruang.


"Seminggu akan dikenakan biaya tujuh puluh Batu Spiritual kualitas Rendah. Fasilitas kamar tentunya sangat lengkap, kami hanya menyediakan makan pagi yang diberikan di lantai sepuluh. Jika sampai pukul sepuluh pagi tidak datang, maka makan pagi Anda akan tidak akan diberikan lagi," jelas wanita resepsionis.


Wanita itu kembali menyerahkan kartu dengan ukuran yang sama seperti sebelumnya. Hanya saja di bagian depannya terdapat nomor lantai, dan di belakangnya nomor ruangan pada lantai itu.


Mo Lian menerima kartu kamar, dan pergi ke tempat semacam lift yang ditunjukkan oleh resepsionis tadi. Lift di sini sangat berbeda, tidak seperti ruang dengan bentuk seperti toilet minimalis, melainkan lingkaran cahaya biru muda yang tergambar di permukaan lantai.


Mo Lian berdiri di tengah-tengah lingkaran biru, dan saat ia berdiri di sana, ia merasakan aura dari teknik yang serupa dengan Langkah 1000 Mil, meski dalam versi sederhananya.

__ADS_1


"Pergi ke lantai lima puluh dua."


Cahaya biru memancar dari lingkaran array di bawah kakinya, dan terlihat kilauan cahaya dengan warna serupa mulai naik menyelimuti tubuh Mo Lian.


***


Lantai 52, Menara 100 Lantai


Pada tempat teleportasi, cahaya biru mulai bersinar dan saat meredup, terlihat Mo Lian yang sudah tiba di sana.


Apa yang dilihat Mo Lian adalah lantai luas seperti di lantai dasar, namun terlihat belasan lorong di depannya, dan sepertinya untuk satu lorong dapat menampung tiga puluhan kamar.


"Teknologi yang luar biasa, aku akan memasangnya di Profound Ark nanti, sehingga tidak perlu repot-repot untuk menuruni tangga."


Mo Lian berjalan mengarah pada lorong nomor dua dari ujung kanan, pergi ke kamar nomor 425. Ketika ia baru saja melangkah, ia berhenti dan mengalihkan perhatiannya pada sudut langit-langit ruangan. Ia tahu saat pertama kali ia masuk, ia sudah diawasi oleh Jiwa Emas tahap Menengah di puncak Menara 100 Lantai.


***


Lantai 100, Menara 100 Lantai


Seorang wanita yang terlihat muda, berambut biru langit, duduk di kursi empuk di belakang meja kerja. Mata lembut nan halus dengan warna selaras, sedang melihat layar di depannya. Wanita itu mengenakan Cheongsam berwarna merah, dengan hiasan bunga-bunga putih nan indah.


Cheongsam wanita itu sangat ketat, menekankan lekuk tubuhnya dan belahan dadanya yang besar, serta memperlihatkan paha kanan sampai bawah.


"Apakah dia adalah Mo Lingdao yang menghancurkan Paviliun Kongqi Hei'an? Membunuh Kultivator Iblis yang sangat meresahkan?"


Kakek tua yang pakaian beladiri berwarna abu-abu, berdiri di kanan belakang wanita itu membungkukkan badannya dan menangkupkan kedua tangan. "Benar, Nona. Dia adalah pemuda yang menghancurkan Kultivator Iblis. Tidak hanya satu, melainkan lima belas kota di Kerajaan Cai."


Wanita itu menganggukkan kepalanya. "Berikan dia izin khusus dalam pelelangan, atau undang dia langsung ke dalam bilik ruangan Keluarga Shen."


Kakek tua itu tertegun saat mendengarnya, kemudian kembali menangkupkan kedua tangan. "Baik, Nona."


Kakek tua itu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.


Wanita yang bernama Shen Jia Mee itu berdiri dari tempatnya, kemudian berbalik menuju dinding bangunan yang terbuat dari kaca tebal. Ia melihat keluar, memandangi Kota Sheng yang teknologinya semakin berkembang setiap harinya.


"Jika dia benar-benar bisa mencari keberadaan Kultivator Iblis, maka aku harus bekerjasama sama dengannya untuk mencari tahu keberadaan adikku yang menghilang."


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2