
Memang Wilayah Selatan terasa sangat lain dengan Wilayah Timur, banyak Medan Perang yang tersebar di beberapa tempat, dan mereka harus menghindarinya agar tidak masuk ke dalam sana dan mendapatkan masalah yang tidak perlu.
Medan Perang seperti lubang hitam dengan ukuran Bintang Cahaya Biru, memiliki daya hisap yang sangat kuat, dan mereka yang masuk akan berpindah ke dimensi lain. Tidak ada aturan di sana, hanya kuat yang bertahan, dan yang lemah dikorbankan.
Menurut Su Yangse, untuk dapat keluar dari Medan Perang di Wilayah Selatan ada beberapa cara: semua orang harus saling bekerja sama untuk menemukan pemicunya, memaksa Medan Perang untuk rusak dengan kekuatan penuh, dan yang terakhir, hanya satu orang yang bisa keluar dengan membunuh semua orang di dalamnya.
Mo Lian sendiri tidak tahu apakah informasi itu bisa dipercaya atau tidak, tapi tidak ada salahnya berhati-hati. Bahkan jika dia mungkin bisa menghancurkan Medan Perang dari dalam, tapi pastinya akan menghabiskan banyak kekuatan dan lebih banyak kerugian daripada keuntungan.
Hong Xi Ning yang mendengar penjelasan tentang Medan Perang dari Su Yangse, merasa bahwa itu sangat konyol. Bagaimanapun, saat dia masih muda, dia sering bepergian ke Medan Perang untuk mendapatkan pengalaman.
Saat membahas tentang Medan Perang, Mo Lian masih sedikit bingung karena tidak pernah memasukinya. Saat itu, kekuatannya belum cukup, dan saat sudah yakin dengan kekuatannya, Medan Perang menghilang.
Tapi meski saat ini sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk memasuki Medan Perang, dia masih tidak ingin masuk ke sana karena untuk saat ini masih ingin fokus pada Organsiasi Penjarah Spiritual.
Bagaimana jika dia memasuki Medan Perang dan bertemu beberapa Dewa Surga yang sulit dihadapi. Tidak masalah jika hanya dirinya saja bahkan meski tubuhnya hancur karena bisa merekonstruksi tubuhnya dalam sekejap, tapi orang-orang yang berada di Dunia Kecil akan terkena imbasnya saat tubuhnya hancur.
...
Profound Ark melewati banyak bintang dan mereka sering bertemu dengan Profound Ark lain. Lalu lintas di sini juga terlihat rapi, banyak Gerbang Teleportasi yang menghubungkan satu galaksi dengan galaksi yang lain, agar memudahkan mereka yang berada di bawah Dewa Pemula.
Melihat dari sini, bisa diketahui bahwa sumber daya yang dimiliki sangat berlimpah dan kekuatannya pun tidaklah rendah.
Mo Lian melihat macam hal dalam perjalanan, ada aliran sungai yang terbuat dari petir di luar angkasa, bahkan daratan khusus yang bisa bergerak. Daratan bukan hal yang aneh, karena dia sendiri pernah menciptakannya dan tinggal sendirian.
Beberapa waktu kemudian, Profound Ark berhenti cukup jauh dari bintang berwarna cokelat dan itu terlihat sangat tandus, bahkan tanpa harus memasuki bintang.
Dari kejauhan, mereka bisa merasakan aura yang tidak menyenangkan dengan energi kematian yang padat.
Mo Lian mengerutkan keningnya. "Dewa Kabut Pembantaian... Sepertinya dia mendapat teknik yang berhubungan dengan Organisasi Penjarah Spiritual. Teknik yang digunakan hampir sama, tapi metode Organisasi Penjarah Spiritual lebih ekstrem."
Zu Minghe, pria paruh baya yang nampak dingin, sedikit mengangguk. "Ya, aku pernah melihatnya mengeringkan bintang, tapi efeknya tidak sampai separah ini."
Mo Lian mengangkat tangannya mengerahkan pada bintang di depannya. Energi kehidupan dalam jumlah besar menyelimuti bintang dengan warna hijau, perlahan-lahan terlihat daratan hijau yang mulai terbentuk di sana.
__ADS_1
Ketika Mo Lian menghentikan aliran energi, daratan hijau yang sudah dibentuknya langsung mengering.
Kerutan di dahinya semakin dalam ketika melihat perubahan di depan. "Ini sangat sulit, saat Dewa Kabut Pembantaian menyerap energi dari suatu bintang, aku masih bisa mengembalikannya. Tapi saat ini, bintang di depan seperti lubang hitam."
Mo Lian pernah terluka parah dan mengharuskannya mengambil energi dari bintang tertentu sampai mengering total, tapi beberapa tahun setelah pulih, dia mengembalikan bintang itu seperti semula. Sekarang, meski kekuatannya sangat kuat, melalukan tugas sederhana seperti ini terasa sulit.
Mo Lian melihat sekitarnya sampai menemukan bintang yang cukup jauh. Dengan lambaian tangannya, bintang itu mengeluarkan aliran energi spiritual berbentuk benang tipis. Dia mengendalikan energi itu untuk memasuki bintang lain yang sudah mati karena Inti Bintang-nya diambil.
Dia ingin mencoba metode yang dilakukannya saat membentuk planet, dengan cara menghubungkan antara planet buatan dengan Bumi.
Tapi, tidak semuanya berjalan dengan baik. Hal yang tidak terduga terjadi saat benang spiritual itu terhubung dengan, bintang yang menjadi pemasok energi mengalami perubahan yang terlihat jelas, aura di sana langsung menurun dengan cepat.
Tanpa penundaan, Mo Lian langsung memutuskan hubungan antara dua bintang.
Mo Lian memegang benang spiritual dan mengalirkan sejumlah besar energi dari Elemen Kayu untuk menghidupkan kembali bintang yang telah diambil energinya. Terlihat dari kejauhan bintang berwarna kuning itu semakin terang, seolah-olah lampu senter yang ditambahkan tegangan.
Dewa Bumi dari Bintang Cahaya Biru tercengang ketika melihat tindakan Mo Lian. Mereka mulai meragukan identitas Mo Lian yang mengatakan bahwa dirinya adalah Dewa Pedang, mereka bahkan tidak akan curiga jika Mo Lian mengenalkan diri sebagai Dewa Kehidupan ketimbang Dewa Pedang.
Su Yangse menundukkan kepalanya saat memijat tulang hidung di antara matanya seraya menghela napas berat, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki beban berat. Pikirannya sedang kacau, jika dia tidak tahu tentang hal ini, maka tidak masalah, tapi setelah mengetahuinya, dia tidak bisa tinggal diam. Bahkan jika tidak ada hubungannya, dia tetap ingin menyelidiki, karena ini menyangkut Wilayah Selatan dan dirinya sendiri.
"Pemimpin Wilayah sudah mencari tahu masalah ini ribuan tahun lalu dan belum menemukan penyebabnya. Kita bisa pergi ke pusat Wilayah Selatan untuk bertemu dengannya."
Mo Lian menoleh ke kanan ketika mendengar ucapan Su Yangse. Kemudian dia mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata, "Baiklah. Itu ide bagus, tapi tunggu sebentar lagi, aku masih ingin mengetahui alasan mengapa bintang ini tidak bisa diisi energi."
Semuanya tertegun, tapi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengangguk setuju.
Mo Lian melambaikan tangannya, melepaskan ratusan ribu klon yang bergegas menuju Bintang Mati. Jumlah klon ini terlalu banyak, dan mungkin akan berdampak pada tubuh utama jika semuanya mati.
Hal tak terduga kembali terjadi saat klon mendekati Bintang Mati...
Bang!
Dentuman keras yang memekakkan telinga membuat Profound Ark sedikit terhempas, dengan ratusan klon yang mundur dan terluka parah.
__ADS_1
Melihat itu, Mo Lian langsung menarik semua klon untuk menghindari kerugian yang tidak perlu.
Su Yangse mengerutkan keningnya, dan berkata dengan serius, "Bintang ini sudah mati, tapi mengapa mereka memasang penghalang? Melihat dan merasakannya, penghalang ini adalah penghalang tingkat tinggi."
Mo Lian mengangguk, tapi dia tidak merasa bahwa ini adalah penghalang. Tapi semacam artefak yang tertanam di dalam Bintang Mati.
Mo Lian masih penasaran, dia mengangkat tangannya. Tiba-tiba Sembilan Niat Pedang muncul di belakang punggungnya, membuat semua orang di sekitar merasakan dingin yang menusuk tulang dan rasa bahaya yang kuat.
Energi dari Sembilan Niat Pedang berkumpul di tangan Mo Lian, membentuk bilah pedang berwarna putih dengan ukuran yang hampir sebesar Bintang Mati.
Aura dingin dan menekan yang dibawanya, membuat semua orang di Profound Ark mundur lebih jauh, dan harus membangun penghalang untuk menurunkan tekanan yang mereka terima.
Mo Lian mengayunkan tangannya secara vertikal ke bawah, membuat pedang putih besar di atasnya turun sangat cepat dengan membawa aura penindasan yang tak terbatas. Gelombang kejut menyebar saat pedang turun, menimbulkan patahan ruang dan petir yang menyambar.
Bintang Mati tidak memberikan reaksi, bahkan tidak ada getaran sekalipun. Tapi, tepat saat pedang hampir mengenai Bintang Mati, tiba-tiba ada pusaran cahaya hitam yang berbeda dengan hitam luar angkasa. Pusaran itu menghalau serangan pedang, tapi tidak menimbulkan suara keras seperti yang diharapkan, melainkan langsung menelan pedang.
Bintang Mati sedikit memancarkan cahaya, sebelum kembali redup dan sunyi.
Mo Lian mengerutkan keningnya, meski sudah menduga ada yang salah, tapi tidak mengharapkan akan menjadi seperti ini.
Mo Lian menghela napas dan berbalik saat berkata, "Bintang Mati sengaja dibiarkan untuk menyerap aura spiritual di Wilayah Selatan sampai mengering. Aku merasa di dalamnya ada Artefak Dewa, yang lebih tinggi dari Artefak Surga."
Mendengar itu, Dewa Bumi dari Bintang Cahaya Biru terdiam dengan ekspresi muram dan ada ketakutan yang terlihat jelas di mata mereka.
Mo Lian melihatnya sekilas, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi dan berjalan menghampiri istri-istrinya.
Kemudian, Mo Lian kembali melihat Bintang Mati untuk beberapa saat sebelum memasuki bangunan di tengah-tengah Profound Ark. Dia berkeinginan untuk mengambil Artefak Desa yang tertanam di dalam Bintang Mati, tapi tidak sekarang.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1