Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 86 : Kembali ke Provinsi Qinghai


__ADS_3

Mo Lian terbangun dari tidurnya saat mendengar bel pintu berbunyi. Dengan enggan, ia bangkit dari tempat tidurnya menuju pintu keluar kamar, kemudian berjalan lagi menuju pintu keluar dari ruangan tempat di mana ia menginap. "Sangat merepotkan. Banyak sekali pintunya," ucapnya sembari membuka pintu.


Ketika Mo Lian membuka pintu, terlihat di depannya seorang wanita yang tak lain ialah Ong Hei Yun mengenakan pakaian rapi, meski masih sedikit terbuka menampilkan belahan dadanya.


"Ada apa?" tanya Mo Lian sembari menguap.


Bibir Ong Hei Yun berkedut-kedut, ia menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan mencoba untuk tetap tenang. "Mo Lian. Bisa kau lihat jam berapa sekarang? Hari ini kita akan kembali ke Kota Chengdu, aku juga ada tugas yang harus dilakukan," jawabnya dengan suara lembut.


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya saat melihat sikap Ong Hei Yun yang lemah lembut. "Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu," ucapnya kemudian masuk ke dalam kamar.


Ong Hei Yun mengangguk kecil dan masuk menunggu Mo Lian di ruang tengah.


Sepuluh menit kemudian, Mo Lian keluar dari kamarnya mengenakan celana jeans berwarna hitam dan jaket berwarna biru gelap. "Ayo, aku sudah siap."


Ong Hei Yun mendongakkan kepalanya menatap wajah Mo Lian. "Apakah kau tidak membawa koper? Lalu di mana pedang yang kau menangkan dalam lelang?"


"Kau tidak perlu tahu, aku menyimpannya di tempat yang aman." Mo Lian menjawabnya dan berjalan menuju pintu keluar.


Ong Hei Yun mendengus kesal saat mendengar jawaban Mo Lian yang tidak memuaskan. Ia menginjak kakinya di lantai berkali-kali dan berjalan menuju pintu keluar mengikuti Mo Lian.


Keduanya berjalan menuju lift. Hingga dua puluhan menit kemudian lift berhenti dan terbuka, bertanda jika mereka berdua sudah sampai di lantai dasar. Keduanya berjalan menuju meja resepsionis untuk mengembalikan kartu kamar, lalu menuju pintu keluar hotel. Terlihat di sana sudah terparkir sebuah mobil mewah yang menjemputnya dari Bandara Beijing Nanyuan.


"Silakan masuk, Nona." Pria paruh baya membukakan pintu mobil.


Ong Hei Yun mengangguk kecil dan memasuki mobil bersama dengan Mo Lian.


Saat berada di dalam mobil, Mo Lian merogoh kantung celananya dan mengeluarkan handphone. Ia mencari nama yang berada di dalam daftar kontak dan membuat panggilan telepon.


Beberapa detik kemudian, panggilan telepon Mo Lian terhubung. "Halo, Master. Ada apa?"


"Qin Nian. Bolehkan aku meminta tolong?"


"Master tidak perlu meminta, apapun yang Master perintahkan. Akan saya lakukan ..."

__ADS_1


Mo Lian terdiam sejenak saat mendengar jawaban dari Qin Nian. Apapun? Wajah Mo Lian memerah bagaikan kepiting rebus, meski ia pernah hidup selama seribu tahun, tapi ia tidak pernah melakukan sesuatu yang lebih dalam hal hubungan. Ketika ia mendengar itu, entah mengapa pemikiran seorang laki-laki tiba-tiba terbesit dalam benaknya.


"Uhum. Aku ingin kau menyewa sekitar 12 bus yang nyaman untuk bepergian dalam waktu yang panjang. Usahakan dalam waktu empat jam sudah berada di depan kediamanku."


"Apakah Master ingin menjemput mereka semua?"


"Benar. Tapi nanti, untuk saat ini aku masih dalam perjalanan menuju Bandara Nanyuan."


"Baik, Master."


Mo Lian menarik handphone yang berada di telinganya, ia menatap layar handphone dengan senyum lembut. Kemudian menutup panggilan telepon dan mengembalikannya ke dalam kantung celana.


"Apakah pacarmu?" Ong Hei Yun memecah lamunan Mo Lian.


Mo Lian sedikit tersentak, ia menolehkan kepalanya menatap keluar jendela mobil. "Bukan, dia adalah salah satu muridku," jawabnya dengan enggan.


Ong Hei Yun terdiam dengan kepala tertunduk mencoba mengingat apakah pernah melihat murid Mo Lian. Cukup lama ia mencoba untuk mengingatnya, hingga akhirnya ia teringat akan peristiwa yang terjadi di depan Perusahaan Meiliafei, dan pada saat itu pula ia melihat ada seorang wanita cantik yang berlari kemudian memeluk erat Mo Lian.


Puluhan menit kemudian, mobil yang mereka kendarai sudah sampai di Bandara Beijing Nanyuan. Keduanya berjalan memasuki ruang tunggu untuk beberapa waktu, lalu pergi menuju jalur yang sudah diumumkan.


***


"Mo Lian. Apakah kau ingin mampir dulu ke cafe?" tanya Ong Hei Yun yang sudah berada di dalam mobil.


Mo Lian terdiam sejenak melihat waktu di jam tangannya, kemudian menggeleng pelan dan menjawab, "Tidak, ini sudah hampir waktunya, mungkin lain kali."


Ong Hei Yun menghela napas berat saat mendengar jawab Mo Lian. Kemudian menginjak gas mobil setelah Mo Lian sudah masuk ke dalam mobil, ia mengemudikan mobilnya menuju kawasan Real Estate Emei.


Lebih dari satu jam kemudian, mobil berwarna merah tanpa atas sudah tiba tepat di depan Mansion Bai Long. Di depan mansion juga bisa terlihat banyak sekali bus berwarna putih yang sangat mewah dan terlihat nyaman, lalu di depan bus itu juga terparkir sebuah mobil berwarna hitam mewah dengan wanita cantik berdiri di depannya.


Mo Lian turun dari mobil dan menghampiri wanita itu bersama dengan Ong Hei Yun yang berjalan mengikutinya. "Qin Nian, apakah sudah lama?"


Qin Nian menggelengkan kepalanya. "Saya baru saja tiba Master," jawabnya lembut. Ia menolehkan kepala menatap wanita yang berada di sebelah Mo Lian. "Qin Nian," lanjutnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ong Hei Yun."


Tiba-tiba suasana kembali hening dan entah mengapa ada rasa dingin yang mencekam. Bahkan Mo Lian yang berada di antara kedua wanita itu entah bagaimana bisa melihat ada bayang-bayang mengerikan berdiri di belakang Qin Nian maupun Ong Hei Yun. "Apakah ini yang dimaksud dengan pertarungan wanita, sepertinya aku sangat tampan," gumamnya.


"Uhum." Mo Lian berdehem untuk menghentikan percekcokan tanpa suara antara Qin Nian dengan Ong Hei Yun.


"Maaf sebelumnya, aku akan langsung pergi ke Provinsi Qinghai," lanjutnya saat berhasil menarik perhatian kedua wanita di depannya.


"Master! Aku ikut!" Qin Nian berlari-lari kecil mengikuti Mo Lian yang sudah masuk ke dalam bus.


Ong Hei Yun yang melihat itu tidak tinggal diam, ia memarkirkan mobilnya ke dalam halaman kediaman Mo Lian. Kemudian masuk ke dalam bus yang sama, ia mengikuti Mo Lian bukan karena rasa cemburu atau apapun, melainkan karena penasaran apa yang akan dilakukan. Bagaimanapun sedari awal di Kota Beijing hingga ke Kota Chengdu, Mo Lian selalu terlihat ingin buru-buru.


Mo Lian menaikkan sebelah alisnya saat melihat Ong Hei Yun yang masuk ke dalam bus. Ia membuka mulutnya dan bertanya, "Bukankah kau mengatakan ada urusan?"


Ong Hei Yun duduk di seberang kiri Mo Lian. "Aku dapat kabar jika Hu Lan Yue yang akan menggantikan komando ku untuk beberapa hari."


"Apakah kau tidak masalah dengan itu?" tanya Mo Lian kembali. Akan sangat aneh baginya jika Ong Hei Yun bersikap biasa saat tugasnya diambil alih.


Ong Hei menggeleng pelan dengan napas lega keluar dari mulutnya, ia merentangkan kedua tangannya. "Tidak masalah, dengan begitu aku bisa kembali bersantai untuk beberapa hari dan ikut kalian berdua ke ... mana tadi? Provinsi Qinghai?"


Mo Lian hanya bisa terdiam dan mengangguk kecil, biasanya dalam suatu organisasi, orang-orang akan selalu tampil dengan baik agar tidak digantikan oleh orang lain. Namun sekarang, di sebelahnya, Ong Hei Yun malah terlihat senang dan bersyukur saat ada yang menggantikan tugasnya.


Memang pemikiran semua orang berbeda-beda, batin Mo Lian bersandar di sandaran kursi.


"Ah!" Mo Lian tersentak kaget saat mengingat ada yang dilupakannya. Ia menatap sopir bus yang sedang memandanginya dengan mata sedikit lelah menjelaskan menunggu perintah. "Maaf, Pak. Pergi ke Provinsi Qinghai, dan pergi ke Desa Kun yang terletak di kaki Gunung Kunlun."


"Baik." Pria paruh baya berseragam itu menganggukkan kepalanya dan berbalik menghadap setir kemudi.


Perlahan, bus mulai berbunyi menandakan jika mesinnya sudah menyala. Sopir menginjak gas bus dan mengendalikan setir kemudi menuju Provinsi Qinghai yang jaraknya lebih dari 1174 mil, atau membutuhkan waktu hampir 22 jam untuk sampai.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2