
Keadaan kembali seperti semula, seperti tidak terjadi apa-apa. Rempah dan herbal yang disimpannya selama ini sudah habis, jika diuangkan, itu senilai antara 3.000.000 sampai 4.000.000 Yuan, uang sebanyak itu bisa untuk menggaji karyawan Perusahaan Meiliafei selama dua bulan, atau membeli mobil mewah.
Ketujuh orang yang masih duduk bersila di dalam lingkaran itu menghirup napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya pelan. Mereka semua mencoba untuk membiasakan diri dari peningkatan kekuatan mereka yang tiba-tiba.
Tidak lama berselang, ketujuh orang itu berdiri dari posisi duduk mereka. Kelima dari mereka sedikit membungkukkan badannya dengan kedua tangan yang ditangkupkan ke arah Mo Lian. "Terimakasih, Master."
Mo Lian menaikan satu tangannya sebagai balasan dari salam itu. "Meski kekuatan kalian sudah meningkat, tapi itu masih terlalu jauh dari kata cukup. Sebelum setahun, aku ingin kultivasi kalian berada pada Fase Lautan Ilahi, atau paling tidak Fase Mendalam tahap Akhir."
"Sebagian dari kalian sudah mengetahui alasannya. Tapi akan diberitahu kembali, tidak lama lagi akan ada peristiwa besar di Daratan Huaxia. Para Pejuang di seluruh daratan akan berkumpul di satu tempat karena peristiwa itu, dan mungkin saja kekuatan dari negara lain juga datang."
Mo Lian terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, "Karena kalian sudah berada pada Fase Mendalam. Coba kalian wujudkan energi spiritual kalian membentuk sebuah pelindung. Jika sudah bisa, buat yang lain," ucapnya seraya menunjukkan kedua tangan berwarna biru transparan yang cukup besar.
Mereka semua terdiam, meski sudah berada ditingkat Fase Mendalam. Mereka semua tidak tahu bagaimana cara untuk mewujudkan energi spiritual mereka di luar tubuh.
Mo Lian hanya bisa menghela napas panjang saat melihat ekspresi ketujuh orang itu. Seharusnya pengetahuan tentang penggunaan energi spiritual akan muncul dengan sendirinya saat pembudidaya sudah berada pada tingkat Fase Mendalam.
"Baiklah. Pertama-tama, rasakan energi spiritual kalian yang berada di Dantian. Posisinya di antara dada dan pusar, rasakan, jika sudah merasakannya, coba untuk menyebarkan energi spiritual itu ke seluruh tubuh."
Mo Lian terdiam sejenak, ia mengamati perubahan napas dari ketujuh orang di depannya. Setelah dirasa mereka cukup mampu mengontrol energi spiritualnya, ia membuka mulutnya kembali menjelaskan, "Selanjutnya, anggaplah jika udara di sekitar kalian adalah bagian dari tubuh kalian. Sebarkan energi spiritual itu ke udara sekitar."
Ketujuh orang itu memejamkan matanya, mereka mengikuti arahan Mo Lian. Perlahan, salah satu dari mereka ada yang sudah dapat menyebarkan energi spiritualnya ke udara sekitar, orang itu adalah Qin Zhang, orang yang menembus Fase Mendalam terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh Qin Nian yang memiliki bakat yang terbaik dari mereka semua.
Saat Mo Lian mengamati kemajuan kultivasi ketujuh orang di depannya, ia menolehkan kepalanya melihat belasan orang yang berdiri di kejauhan memandanginya dan murid-muridnya dengan pandangan takjub, heran, penuh tanya, dan tidak tahu apa yang terjadi.
Wajar saja mereka bereaksi seperti itu, bagaimanapun kabar apapun yang berkaitan dengan Mo Lian di Kota Chengdu sudah ditahan, dan dihapus penyebarannya, sehingga tidak banyak yang mengetahui identitas Mo Lian yang merupakan Kultivator Dao Ranah Inti Perak dan hal-hal lainnya tentang kekuatannya.
Tiga puluh menit kemudian, semua orang sudah bisa menyebarkan energi spiritualnya ke udara sekitar.
"Sekarang. Fokuskan pada satu titik, kemudian wujudkan."
Mereka mengangkat kedua tangan dengan telapak tangan yang terbuka. Mereka kembali memfokuskan energi spiritual pada datu titik di depan mereka. Perlahan, setelah memakan waktu 10 menit, mereka semua sudah bisa membuat dinding pelindung berukuran satu meter persegi.
__ADS_1
Meski kecil, tapi sudah cukup untuk menahan peluru. Dan bagi mereka yang berada diatas Fase Mendalam tahap Menengah, mereka bisa menahan tembakan peluru hanya dengan tubuh fisik.
Mo Lian tersenyum tipis, ia menganggukkan kepalanya puas saat melihat kemajuan kultivasi keluarga dan murid-muridnya. Penampilan mereka juga semakin muda, mereka yang telah mencapai Fase Mendalam memiliki rentan hidup selama 600 tahun, sehingga mereka yang baru berusia 16 sampai 70 tahun ini masih dianggap sebagai anak kecil jika mengingat masa hidup mereka.
"Untuk saat ini sudah cukup. Tapi sama seperti sebelumnya, aku meminta kalian untuk terus berlatih." Mo Lian memandangi mereka semua, kemudian berjalan menuju pohon rindang yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Kelima dari ketujuh orang itu sedikit membungkukkan badannya mengarah pada Mo Lian. "Baik, Master."
Mo Lian duduk bersila di bawah pohon rindang dengan mata terpejam, ia mencoba menaikkan kultivasinya ketahap Menengah dari Ranah Inti Perak meski itu sangat mustahil dengan kepadatan energi spiritual yang sekarang, ditambah dengan tidak adanya rempah maupun herbal yang biasa digunakannya.
Saat ia berkultivasi, ia mendengar pembicaraan antara Qin Zhang dengan menantu dari anak keduanya, berserta Yun Hengtian yang tidak jauh berbeda dengan Qin Zhang. Pembicaraan itu sendiri adalah mengenai siapa sebenarnya Mo Lian.
Qin Zhang dan Yun Hengtian menolehkan kepalanya menatap Mo Lian sejenak, kemudian menjelaskan siapa itu Mo Lian kepada keluarga masing-masing, agar keluarga mereka tidak memandang rendah Mo Lian dan memberikan hormat.
Mendengar itu, Mo Lian membuka matanya. Ia menekan satu tangan di tanah, dan satu tangan lainnya di lutut untuk memudahkannya berdiri. Saat ia berdiri, seluruh Keluarga Qin dan Yun yang hadir berjalan menghampiri Mo Lian.
Qin Zhang dan Yun Hengtian maju beberapa langkah ke arah Mo Lian, keduanya memandang satu sama lain, kemudian kembali menolehkan kepalanya ke arah Mo Lian. "Master, apakah keluarga kami yang lainnya bisa menjadi murid Anda?" tanya keduanya hampir berbarengan.
Mo Lian menolehkan kepalanya memandangi belasan orang yang berasal dari kedua keluarga. Ia menggelengkan kepalanya meninggalkan mereka semua. "Saat ini aku tidak ingin menerima murid baru lagi."
Namun saat Mo Lian baru melangkah beberapa meter, ia menghentikan langkah kakinya. "Tapi jika mereka ingin mengikuti jalan Kultivator Dao, aku bisa saja menuliskan beberapa Teknik Budidaya, kalian pilih sendiri yang mana yang cocok untuk kalian, dan kemudian pelajari."
Qin Zhang dan Yun Hengtian mendongakkan kepalanya, raut wajah mereka kembali cerah. "Terimakasih, Mast—"
"Namun, buku Teknik Budidaya ini hanya boleh dibaca di satu tempat, di lantai tiga Mansion Bai Long. Tidak boleh dibawa keluar."
Qin Zhang dan Yun Hengtian terdiam, mereka mengerti maksud dari Mo Lian yang tidak memperbolehkan untuk membawa buku teknik itu keluar. Bagaimanapun teknik yang diajarkan Mo Lian sangatlah penting dan luar biasa, jika dibawa keluar dan beritanya tersebar luas, tentunya banyak sekali Pejuang yang akan bertindak apapun hanya untuk mendapatkan teknik itu, bahkan membunuh.
"Terimakasih, Master." Qin Zhang dan Yun Hengtian melanjutkan perkataannya mereka yang sebelumnya terpotong, diikuti oleh belasan orang lainnya yang ingin menapaki jalan Kultivator Dao.
"Kalau begitu, ayo kita masuk, ada yang ingin ku sampaikan." Mo Lian melanjutkan langkah kakinya memasuki rumah.
__ADS_1
Semua orang yang mendengar itu menganggukkan kepala kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Mo Lian.
Saat puluhan orang itu telah tiba di ruang keluarga, sebagian dari mereka duduk di sofa yang tersedia, dan sebagian lainnya berdiri di belakang sofa.
Mo Lian menyandarkan badannya di sofa. "Langsung saja. Kalian tahu kita memiliki sekte dengan nama Dongfangzhi, namun belum memiliki bangunan, oleh karena itu aku ingin membangun Sekte Dongfangzhi tepat di belakang mansion ini," ucapnya menatap serius orang-orang yang duduk di sofa seberang.
Qin Zhang mengangkat tangannya. "Master, jika ingin membangun sekte, bukankah harus berada di tempat yang strategis dan mudah untuk diakses. Sedangkan di belakang mansion ini adalah Lembah yang memiliki kedalaman antara 100 sampai 200 meter," tuturnya.
Mo Lian menganggukkan kepalanya. "Memang benar, di belakang adalah lembah yang cukup dalam, sangat sulit untuk membangun sekte di sana, jikapun bisa itu akan memakan biaya yang sangat besar. Tapi, di lembah itulah yang memiliki kepadatan energi spiritual yang tinggi, sangat cocok untuk berkultivasi ..."
Mo Lian terdiam sejenak, ia meminum teh hitam yang berada di atas meja, kemudian meletakkannya kembali dan melanjutkan penjelasannya, "Namun jika kita memiliki tempat yang lebih baik, kita bisa membangun sekte di tempat lain. Tapi sepertinya sangat sulit mencari tempat yang memiliki kepadatan energi spiritual yang tinggi."
Mereka semua terdiam, jika apa yang dikatakan Mo Lian adalah benar. Tidak! Apapun yang dikatakan Mo Lian pasti benar! Mereka yang telah memiliki pengetahuan tentang kultivasi, akan sangat paham seberapa berharganya kepadatan energi spiritual. Bahkan mereka tidak akan ragu-ragu mengeluarkan uang dengan nominal yang tinggi hanya untuk mendapatkan tempat berkultivasi.
"Atau lebih baik kita tunda dulu untuk pembangunan sekte. Aku akan memikirkan hal lain yang lebih baik."
Mo Lian menyandarkan badannya, ia memejamkan matanya berpikir untuk mencari cara agar tetap bisa membangun sekte di belakang mansion. Ketika ia membuka matanya, senyum tipis bisa terlihat menghiasi wajahnya, ia memiliki cara lain untuk dapat membangun sekte di belakang mansion. Dan itu adalah cara yang tidak pernah terpikirkan oleh Pejuang yang ada di Bumi.
Caranya adalah, ia akan memanfaatkan energi spiritual sekitar untuk membuat bangunan yang sangat-sangat besar dapat melayang di antara bumi dan langit. Tapi tentu saja, ia harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli bahan-bahannya.
Qin Zhang mengangkat tangannya kembali dengan pelan, berharap Mo Lian tidak marah karena ia menyadarkan lamunan Mo Lian. "Sebelumnya Master. Kapan kami bisa membaca buku teknik yang ada di lantai tiga?" tanyanya pelan.
Mo Lian menundukkan kepalanya yang menatap langit-langit ruangan, ia menatap Qin Zhang. "Besok pada jam yang sama seperti sekarang, bagaimanapun besok pagi aku ada kegiatan, sekolah. Untuk saat ini aku belum menulisnya, tapi itu hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menulis satu buku."
Beberapa menit untuk satu buku? Itu adalah hal yang mustahil dan tidak masuk akal. Tapi jika diingat kembali, Mo Lian dapat dengan mudah memberikan informasi mengenai Teknik Budidaya maupun kultivasi pada orang lain hanya dengan menunjukkan jarinya.
Qin Zhang dan Yun Hengtian menganggukkan kepalanya, keduanya memandang satu sama lain kemudian berdiri dari tempat duduk mereka. Mereka sedikit membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan. "Kalau begitu kami izin pamit, kami tidak ingin mengganggu persiapan Master untuk bersekolah besok," ucap Qin Zhang sebagai perwakilan.
Mo Lian menaikkan tangan kanannya sebagai balasan dari salam itu. Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan mengantarkan mereka semua keluar dari Mansion Bai Long.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...