Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 307 : Tao Wu


__ADS_3

Walaupun sudah menghilangkan bahaya di Alam Hanzi, ia masih belum berencana untuk kembali ke Alam Semesta. Bagaimanapun, di kehidupan sebelumnya ia tidak pernah datang ke sini, sehingga tidak tahu apakah ada rahasia lain.


Untuk mencari rahasia di Alam Hanzi, ia tidak berencana untuk bertanya pada Yan Lao, karena ia tidak ingin berhubungan lebih jauh dengan Istana Neraka.


Apalagi, bertanya padanya hanya akan menjadikan dirinya sebagai boneka. Ia bahkan belum mengambil perhitungan atas penghinaan ini karena dimanfaatkan untuk menghancurkan 4 Kerajaan di Alam Hanzi.


Mo Lian berbalik dan pergi ke arah selatan dari Kerajaan Iblis Hitam, ia ingin pergi ke ujung Alam Hanzi untuk melihat apakah ada hal menarik di sana.


Walaupun hanya sebatas tahap Awal dari Heavenly Immortal, kecepatannya sudah berada jauh di atas rata-rata. Ia bisa menyingkat jarak belasan miliar dengan teleportasi, dan kecepatan terbang rata-ratanya adalah 750.000 mph.


Mungkin akan lebih cepat dengan berteleportasi, tapi ia tidak ingin melakukannya, bukan karena ingin berlama-lama atau apa pun yang bisa menghambatnya, ia hanya ingin memastikan tidak ada tempat yang terlewat sedikit pun.


Mo Lian terus terbang tanpa berhenti sedikit pun, meski sesekali ia merasakan adanya fluktuasi energi. Tapi, dengan mudahnya ia menunjuk ke arah fluktuasi dan menghancurkan Dimensi Ruang yang tidak terlalu kuat untuk mampu menahan serangannya.


"Rambutku sudah terlalu panjang, apakah aku harus memotongnya lagi?" Mo Lian melihat rambut yang tersangkut di pundaknya.


Mo Lian menggeleng pelan membuang pemikiran untuk memotong rambutnya. "Tidak, jika di Bumi mungkin tidak masalah. Tapi, di sini berbeda, rambut adalah harta berharga dan tanda kasih sayang pada seorang Ibu. Jika Ibu tidak mengizinkannya, maka aku tidak akan memotongnya."


"Hanya saja. Ah! Biarlah!"


Mo Lian hendak mengeluh tentang rambutnya yang terlalu panjang, mungkin sudah menyentuh tanah saat ia berdiri dan ini sangat menyulitkannya untuk bergerak.


Ia terus terbang tanpa berhenti dan tidak terasa sudah belasan hari berlalu, ia juga sudah menghancurkan puluhan Dimensi Ruang yang ia temui, di sana ada beberapa monster Ranah Jiwa Emas yang bersembunyi dan langsung terbunuh.


Hingga setengah bulan semenjak keberangkatannya, ia sudah sampai di suatu tempat yang gelap gulita. Tempat ini seperti perbatasan, tempatnya berdiri sekarang berwarna merah dan di depannya berwarna hitam tanpa ada cahaya.


Mo Lian mengulurkan tangannya, melepaskan cahaya berwarna putih terang yang mulai masuk ke tempat gelap. Ketika cahaya itu pergi, cahaya itu mulai meredup seperti tertelan oleh kekuatan aneh.


"Tempat apa ini? Apakah ada rahasia lain di dalam sana? Seperti monster yang sangat berbeda dari monster yang pernah kutemui?"


Mo Lian melihat ke kiri dan kanan, melihat batas merah dan hitam yang benar lurus, bahkan sampai ke langitnya pun tetap sejajar seperti dinding tinggi.


Karena penasaran, Mo Lian mencoba mengulurkan tangan kanannya memasuki ruangan gelap, seketika itu juga ia merasakan sakit dan dingin di tangannya. Ketika ia menariknya kembali, tangan kanannya sudah terpotong tak beraturan seperti ditelan monster.

__ADS_1


Monster apa yang mampu melukai ku? Memang aku melemahkan kekuatan, tapi Heavenly Immortal tahap Akhir tetap tidak melukai. Kecuali, God?


Apakah Yan Lao tidak mengetahui jika ada God di Alam Hanzi? Jika ada monster di Ranah itu, bukan hanya Alam Hanzi yang akan hancur, tapi Alam Semesta juga.


Mo Lian tahu jika Hong Xi Jiang sedang mengurung dalam pengasingan untuk mencoba menembus Ranah God, tapi ia merasa tidak sesederhana itu untuk langsung bisa mencapainya. Bagaimanapun, Leluhur Hong akan menembus Ranah God 700 tahun ke depan jika mengingat kehidupan sebelumnya.


"Apakah aku perlu mencobanya lagi?" Mo Lian kembali mengulurkan tangannya yang sudah tumbuh, tapi ia tidak mencoba membiarkan tangannya untuk dimakan lagi, melainkan memberi energi.


Ia berharap tebakannya salah dan tidak ada monster Ranah God Realm. Karena, meski ia bisa mengalahkannya, akan ada harga yang harus dibayarkan meski tidak banyak, tapi tetap saja merupakan suatu kemunduran.


Harga yang harus dibayarkan mungkin harus mengurung diri selama belasan, atau yang paling parah adalah ratusan tahun tergantung sumber daya yang dihabiskan.


Gumpalan energi muncul dari telapak tangan Mo Lian yang mulai memasuki ruang gelap di depannya yang seperti bukan bagian dari Alam Hanzi.


Ketika sudah memberikan energi, Mo Lian langsung mundur belasan mil ke belakang, menjaga jarak dari ruang gelap dan sudah bersiap-siap dengan Cincin Dewa.


Tidak ada hal yang terjadi meski energi yang ia berikan sudah tertelan dan belasan menit sudah berlalu, tapi meski begitu, ia tidak mengendurkan kewaspadaannya dan tetap berjaga-jaga.


Gruoahhhh!


Mo Lian hanya bisa melihat matanya saja, dan ia sudah merasakan sedikit bahaya. Tanpa ragu, ia kembali melompat mundur ratusan mil ke belakang untuk menjaga jarak.


Setelah cukup lama menunggu, Mo Lian bisa melihat sebuah kaki berwarna hijau dengan ukuran sebesar gunung. Kemudian melihat taring yang sangat besar, yang ukurannya tidak jauh berbeda dari gunung.


Hingga saat menunggu beberapa waktu lagi, wujudnya benar-benar terlihat jelas.


"Tao Wu!?"


Dalam mitologi Tiongkok, Tao Wu adalah binatang buas dalam legenda kuno. Legenda ini adalah salah satu dari 4 Kejahatan di zaman kuno. Tao Wu memiliki wajah manusia dan tubuh hewan, punggung harimau atau punggung beruang, dan kekuatan yang tak terbatas.


Tapi setelah melihatnya langsung, Mo Lian merasa penampilannya sedikit berbeda dari yang dijelaskan di cerita.


__ADS_1


Untuk dari segi kekuatan, ia memang setuju jika kekuatannya luar biasa. Ranah God tahap Awal, dan sepertinya mampu bersaing dengan Kultivator God tahap Menengah.


Tatapan Tao Wu tertuju pada Mo Lian, mulutnya terbuka lebar dengan bekas darah dan daging manusia di giginya, yang sepertinya itu adalah tangan Mo Lian yang dimakan tadi.


"Aku tidak menyangka, akan menemukan Tao Wu yang ku kira hanya sebatas legenda, tapi ternyata benar-benar ada dan tinggal di sini."


Mo Lian berpikiran jika tempat gelap sebelumnya adalah bagian dari Alam Hanzi, tapi mengalami kehancuran karena Tao Wu yang gemar memakan energi.


Tao Wu, aku tidak boleh membiarkannya pergi ke Alam Semesta, batin Mo Lian.


Tao Wu berjalan dengan empat kakinya, menggetarkan daratan dalam radius ratusan mil darinya. Gemuruh mulai menggelegar di langit, dengan petir merah menyambar bagaikan hujan deras.


Ruang-ruang mulai terbuka, memperlihatkan ruang hitam dan tidak ada tanda-tanda akan kembali, ini seperti ruang di mana Tao Wu tinggal.


"Manusia rendahan sepertimu berani datang ke Alam Hanzi?"


Suara Tao Wu benar-benar tidak nyaman untuk didengar, suaranya serak dan berat, serta mampu mengguncang jiwa siapa pun yang tidak tahan.


Untungnya, jiwa Mo Lian sudah setara dengan Ranah God, jika tidak, ia tidak akan datang ke sini untuk mencari rahasia lain dari Alam Hanzi.


"Bukankah wajahmu juga seperti manusia? Apakah itu berarti kau juga rendahan?" Mo Lian tidak takut jika benar-benar bertarung melawan Tao Wu, karena ini bisa menjadi manfaat terbesar baginya untuk membantu menembus tahap Menengah dari Heavenly Immortal, meski ia tidak lama menembus tahap Awal.


Jika mampu membunuh Tao Wu dan mendapatkan Inti Spiritual dan Esensi Darah dari Ranah God, ia bisa melangkah ke Ranah Setengah God atau bahkan God itu sendiri. Dengan demikian, tidak membutuhkan waktu lama untuk naik ke Alam Selestial.


Tao Wu hanya diam tidak menanggapi perkataan Mo Lian, meski ia terlihat sangat marah, itu bisa dilihat dari aura merah yang mulai menyelimutinya. Tubuhnya terus membesar sampai seukuran Bulan, aura di tubuhnya juga terus meningkat, meski tidak sampai tahap Menengah dari Ranah God.


Mo Lian juga tidak tinggal diam saja dan menunggu mati di tangan Tao Wu. Tubuhnya mulai memancarkan Energi Sejati 5 Warna, yang membuat tubuhnya juga semakin membesar setara dengan Tao Wu.


Untuk kekuatan Mo Lian sendiri, tidak jauh berbeda dari Tao Wu.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2