Kelahiran Kembali Kultivator Abadi

Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 381 : Gunung Emei Shan


__ADS_3

"Apakah kau serius ingin menunda kepergian kalian?"


Hong Xi Jiang memang senang apabila Mo Lian dan yang lain tetap tinggal untuk waktu yang lebih lama, tapi ada rasa khawatir dengan Mo Lian yang selalu menunda-nunda, dan akan berdampak buruk pada kultivasinya.


Mo Lian tahu maksud Hong Xi Ning, tapi dia tetap ingin menunda keberangkatannya. Bagaimanapun, dia telah mendapatkan pencerahan baru. Sebelumnya, menjadi kultivator hanya untuk memperpanjang umur dan hidup abadi, tapi sekarang, menjadi kultivator adalah untuk melawan takdir dan hidup sesuai keinginan.


Mungkin akan memengaruhi Dao yang telah dicapai, tapi dia bisa mengatasinya kembali.


"Tentu, lagi pula, aku ingin pergi ke reruntuhan untuk mencari Harta Surga dan Bumi." Mo Lian telah mendapatkan warisan di Gunung Kunlun, dan berharap mendapatkan warisan lain di Gunung Emei Shan.


"Baiklah." Hong Xi Jiang menganggukkan kepalanya. "Kau tidak perlu lagi berpamitan, setelah selesai dengan Organisasi Penjarah Spiritual, datanglah untuk melapor. Karena ..." Ia menengadahkan kepalanya melihat langit biru.


Mo Lian mengikuti pandangan Hong Xi Jiang, melihat langit untuk beberapa waktu, kemudian dia tahu apa yang dimaksud. Alam Selestial.


"Baik." Mo Lian menangkupkan kedua tangannya, kemudian dia berbalik ke arah selatan dan terbang dengan membawa yang lain.


Chengdu ke Leshan berjarak 86,25 mil, tapi sekarang jaraknya telah berubah dan itu menjadi 6800 mil dengan gunung-gunung tinggi yang harus dilewati; pohon-pohon seperti gedung pencakar langit, dan danau seperti lautan luas.


Binatang Buas berlarian di dalam hutan dan bahkan mulai membangun kerajaannya sendiri, tapi Mo Lian membiarkan mereka melakukan apa yang diinginkan. Bagaimanapun, dengan adanya Sekte Dongfangzhi, Binatang Buas tidak bisa mengambil alih Kekaisaran Huaxia.


Kemudian, Binatang Buas bisa dijadikan sebagai bahan latihan dan sumber daya untuk mencari uang.


"Sayang, bisakah pelan-pelan?" tanya Qin Nian.


Mo Lian mengangguk kecil dan mulai menurunkan kecepatannya menjadi kecepatan suara. "Baik, apakah Nian'er ingin mencari sesuatu?"


Qin Nian menggeleng. "Tidak, Nian'er sudah lama tinggal di istana dan jarang keluar. Sekarang Nian'er ingin melihat perubahannya pelan-pelan."


Mo Lian tersenyum, memang hobi orang aneh-aneh. Mungkin di permukaan terlihat ingin melihat pemandangan, tapi dari aura yang dipancarkan, itu sebenarnya ingin turun untuk menemui bintang-bintang yang telah menyerap energi spiritual dan menjadi Binatang Buas.


"Kekuatan kalian terlalu tinggi untuk menghadapi Binatang Buas di bawah."


Qin Nian dan Yun Ning tertegun, kemudian tersenyum canggung karena niat mereka telah diketahui.


Mo Lian tersenyum, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun lagi dan terus terbang dengan kecepatan stabil saat ini. Dia juga tidak mengaktifkan kemampuannya yang bisa melihat ke dimensi lain, tapi tetap mempertahankan kesadarannya untuk mengetahui keberadaan atau bahaya sekitar.

__ADS_1


Jika mengaktifkannya sekarang, tidak akan menyenangkan karena tidak akan menemukan kejutan seperti saat tiba di Gunung Kunlun. Tapi, jika mengingat, walaupun dia bisa melihat dimensi yang berbeda, saat di Gunung Kunlun, dia tidak tahu apa yang ada di dalam kecuali tahu bahwa di sana ada dimensi lain.


"Menurutmu, apa yang ada di sana?" tanya Hong Xi Ning; mempercepat terbangnya agar sejajar dengan Mo Lian.


Mo Lian merenung. "Entah, tapi harusnya di sana ada peninggalan Buddhisme." Jika memang ada peninggalan Buddhisme, ia akan menyimpannya tanpa mengolahnya, karena memang tidak cukup bagus untuknya. Bagaimanapun, dia tidak ingin kepalanya botak licin.


Lagi pula, Teknik Buddhisme kebanyakan tentang mental dan fisik serta pukulan. Tidak perlu menambah terlalu banyak teknik, karena teknik yang dimilikinya sekarang sudah lebih dari cukup. Bahkan, jika ingin menambah lebih banyak, dia bisa membuatnya sendiri.


Hanya saja, Mo Lian adalah orang yang selalu penasaran, dan ingin mengetahui hal-hal yang tidak diketahuinya. Bahkan jika tidak berguna, tapi jika ada harta di depan matanya, bukankah sayang jika tidak mengambilnya?


Minat Hong Xi Ning terusik, dan dengan kekeh kecil, dia bertanya, "Apakah Nan Ren ingin menjadi Kultivator Buddhist?"


Senyum di bibir Mo Lian membeku saat mendengarnya. Dia menoleh ke kanan menatap Hong Xi Ning, mencubit pipinya yang kembali mengecil. "Jika aku melakukannya, bukankah aku tidak bisa memiliki keturunan? Bukankah aku tidak bisa menyentuh kalian?"


Jika dia benar-benar menjadi Kultivator Buddhist, Energi Yang di dalam tubuhnya akan meningkat pesat, itu seperti pedang bermata dua. Kekuatannya akan mampu menghilangkan aura jahat, tapi akan sangat kesulitan atau bahkan tidak mungkin memiliki keturunan.


Walaupun dia masih belum berkeinginan untuk memiliki keturunan, tapi bukan berarti ia tidak menginginkannya.


Hong Xi Ning terkekeh kecil, kemudian membuka mulutnya hendak membalas, tapi didahului oleh Yun Ning. "Maka jangan! Aku tidak ingin Sayang tidak menyentuhku, bahkan untuk satu hari!"


Seperti biasa, Yun Ning akan langsung berterus terang. Jika itu sebelumnya, Mo Lian tidak akan menyukainya, tapi sekarang Yun Ning adalah istrinya, jadi dia tidak merasa ada yang salah, bahkan merasa nyaman karena tidak perlu menggerutu di belakang dan masalah bisa diselesaikan dengan mudah apabila semuanya saling terbuka.


...


Setelah sekitar sembilan jam, akhirnya mereka telah sampai di Gunung Emei Shan.


Gunung Emei Shan bertambah besar, dan puncaknya semakin tinggi, tapi tidak sampai menembus awan seperti sebelumnya karena langit pun bertambah tinggi.


Patung Buddha yang awalnya terlihat besar di salah satu tebing, kini seperti kerikil kecil. Tapi, patung lain yang berada di puncak, tetap membawa kemegahannya dan bahkan memancarkan cahaya.


Melihat cahaya perunggu keemasan, bisa dilihat dengan jelas bahwa patung itu memiliki sedikit energi yang ditinggalkan oleh praktisi.


Banyak yang datang ke Gunung Shan, itu terlihat sangat ramai dan padat seperti lautan manusia. Bisa dimengerti, karena Kebangkitan Spiritual, banyak manusia biasa yang ingin datang ke tempat-tempat seperti ini, berharap bisa berkultivasi.


Tentu, mereka berharap bisa memasuki Sekte Dongfangzhi, namun memasuki Sekte Dongfangzhi sangat sulit karena persyaratannya. Tekad dan bakat, mereka harus memperlihatkan kegigihan mereka, dan bakat bisa dilihat belakangan. Tidak dipungut biaya, bahkan akan diberi uang dalam jumlah tertentu.

__ADS_1


Ketika kelompok mereka datang ke Gunung Emei Shan, ada yang menyambutnya, atau bisa dibilang memang pihak lain menunggu di sana untuk menjaga Gunung Emei Shan.


Mo Lian dan yang lain tidak mendarat di puncak, melainkan di gerbang karena harus menghormati pihak lain. Bahkan, Hong Xi Jiang saat di Bintang Utama tetap menunjukkan rasa hormat saat mengunjungi pihak lain yang baru bertemu.


Yang menjaga adalah pria muda berambut pendek SKI 1, berusia dua puluhan tahun dan ada pria paruh baya berusia empat puluhan yang rambutnya benar-benar bersih, membuat kepalanya terlihat bisa memantulkan sinar matahari.


Keduanya memakai Angarkha Buddha berwarna oranye gelap.


Keduanya tercengang ketika melihat kedatangan Mo Lian, Hong Xi Ning, Qin Nian dan Yun Ning. Walaupun mereka tidak melihat internet atau televisi, mereka bisa mengenali siapa orang-orang di depan mereka, karena dari Bumi, mereka bisa melihat Mo Lian dalam wujud Dewa Semesta.


"Salam, Dewa Mo." Pria paruh baya memimpin.


Awalnya tidak terlalu menarik perhatian, tapi ketika pria paruh baya itu berbicara, semua orang yang awalnya hanya fokus untuk menaiki tangga, tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arah Mo Lian.


Mo Lian tersenyum tipis dan melambaikan tangannya untuk meminta pria di depannya berdiri. "Aku di sini ingin membuka dimensi di Gunung Emei Shan, biarkan Kepala Kuil bertemu. Kita bisa memasuki dimensi di sini."


Pria paruh baya itu tertegun dengan mata melebar. "Dimensi?" Ia memandang Mo Lian, kemudian mendongak ke belakang untuk melihat Gunung Emei Shan dengan pandangan tak percaya. "Benarkah di sini ada dimensi? Apakah mungkin?!"


Mo Lian mengangguk kecil, dan menjawab, "Kepala Kuil hanyalah Inti Emas. Tentu dia tidak bisa merasakannya, aku bisa membantunya masuk. Jika ada barang bagus, aku hanya akan mengambil beberapa, dan meninggalkan semua warisan kalian."


Pria paruh baya itu gemetar. Dia sudah sering mendengar bahwa Gunung Emei Shan memiliki kuil yang megah pada dulunya, tapi itu hanya cerita, bahkan Kepala Kuil telah mencari ratusan tahun, namun tidak bisa menemukannya.


Dengan bantuan Dewa Mo, dia yakin Kuil Emei akan bangkit.


"Si- Silakan ..." Pria itu mempersilakan Mo Lian untuk naik, kemudian dia menatap pria muda di sampingnya. "Kau tunggu di sini, aku akan pergi bersama Dewa Mo."


Pria muda itu merasa pahit; ingin mengikuti Mo Lian, tapi hanya bisa menghela napas dan menganggukkan kepalanya, dan menunggu di sini.


Mo Lian telah mendapatkan persetujuan, jadi tidak perlu lagi berlama-lama. Dengan lambaian tangannya, pria paruh baya itu melayang meninggalkan tanah, dan terbang bersamanya ke puncak.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2